fbpx

Operasi Bypass Jantung, Ini Prosedur, Manfaat, dan Risikonya

Operasi jantung koroner

Operasi bypass jantung atau Coronary Artery Bypass Graft kerap dipilih untuk pasien-pasien yang mengalami penyempitan pembuluh darah di jantung. Berikut penjelasan lebih lanjut tentang prosedur ini.

Pengertian Operasi Bypass Jantung

Operasi bypass jantung adalah prosedur untuk melebarkan pembuluh darah di jantung yang menyempit atau tersumbat agar aliran darah dan oksigen di tubuh kembali normal. Bypass jantung merupakan pilihan untuk mengobati penyakit jantung koroner. Pada orang dengan penyakit jantung koroner, terjadi penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah jantung akibat penumpukan lemak yang disebut plak. Kondisi ini bisa menyebabkan serangan jantung

Saat melakukan operasi ini, dokter akan mengambil pembuluh darah yang sehat dari bagian lain di tubuh, seperti dada atau lengan, lalu memasangnya di bagian atas dan bawah pembuluh darah yang tersumbat, sehingga ada jalur baru yang lebih ideal untuk darah mengalir.

Kapan Operasi Bypass Jantung Harus Dilakukan?

Operasi bypass jantung biasanya direkomendasikan untuk pasien-pasien dengan kondisi:

  • Terdapat penyumbatan parah di pembuluh darah utama jantung
  • Memiliki penyumbatan di pembuluh darah utama jantung sebelah kiri yang merupakan jalur utama aliran darah ke otot jantung
  • Nyeri dada yang parah
  • Penyumbatan di banyak pembuluh darah di jantung
  • Penyumbatan yang terjadi tidak bisa diobati dengan angioplasti jantung
  • Pembuluh darah jantung kembali menyempit setelah menjalani angioplasti

Penyakit jantung koroner bisa diobati dengan obat-obatan. Namun, pada kasus yang parah, tetap diperlukan operasi agar aliran darah dari dan ke jantung kembali normal.

Prosedur Operasi Bypass Jantung

Berikut tahapan yang akan dilalui selama operasi bypass jantung:

1. Persiapan

Sebelum menjalani operasi CABG, pasien harus melalui beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Elektrokardiogram (EKG)
  • Echocardiogram
  • Treadmill test
  • Tes stres nuklir
  • Kateterisasi jantung
  • CT Scan angiography
  • Tes darah

Jika hasil dari pemeriksaan tersebut menunjukkan kondisi Anda memungkinkan untuk melewati operasi dengan baik, maka dokter bisa melanjutkan perawatan dengan operasi.

2. Saat operasi

Durasi operasi bypass jantung bisa bervariasi antara 3-6 jam, tergantung dari banyaknya pembuluh darah yang menyempit atau tersumbat. Selama prosedur dilakukan, pasien akan diberikan bius umum.

Saat operasi, dokter akan mengambil pembuluh darah yang sehat dari bagian lain di tubuh. 

Pembuluh darah tersebut kemudian akan dicangkokkan di ujung pembuluh darah yang tersumbat, sehingga ada jalur baru untuk aliran darah.

Operasi CBAG bisa dilakukan dengan operasi terbuka maupun dengan teknologi invasif minimal. Pada teknologi invasif minimal, dokter hanya melakukan sedikit pembukaan jaringan di dada. Prosedur ini disebut sebagai operasi lubang kunci atau keyhole surgery.

3. Pemulihan

Setelah operasi selesai dilakukan, pasien biasanya akan dibawa ke ruang ICU untuk pemantauan lebih lanjut. Jika pasien dirasa stabil, maka dokter akan memperbolehkan pasien untuk dipindahkan ke ruang pemulihan biasa.

Orang yang telah menjalani operasi bypass jantung biasanya perlu menjalani rawat inap di rumah sakit selama 8-12 hari. Setelah diperbolehkan pulang, pasien juga masih perlu rutin ke dokter dan menjalani program rehabilitasi untuk mempercepat pemulihan. 

Agar jantung bisa kembali sehat, pasien juga disarankan untuk menjalani pola hidup sehat dengan:

  • Tidak merokok
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
  • Menjaga berat badan ideal
  • Olahraga teratur
  • Istirahat yang cukup 
  • Meminimalisir stres

Lihat Juga: Testimoni Pasien Menjalani Operasi Bypass Jantung di Mandaya Royal Hospital Puri

Risiko Operasi Bypass Jantung

Menurut Dr. dr. Bagus Herlambang, Sp.BTKV (K), PhD, dari Mandaya Royal Hospital Puri, tingkat keberhasilan operasi bypass jantung tergolong tinggi, sekitar 97%, meskipun bisa berbeda-beda tergantung kondisi masing-masing pasien.

Namun, sama halnya dengan jenis operasi lain, ada beberapa risiko yang mungkin terjadi saat maupun setelah prosedur dilakukan, seperti:

  • Perdarahan
  • Serangan jantung akibat penggumpalan darah setelah operasi
  • Infeksi di area luka operasi
  • Gangguan irama jantung atau aritmia
  • Stroke
  • Masalah pada ginjal
  • Masalah pada pernapasan

Tidak semua pasien akan mengalami risiko yang disebutkan di atas. Biasanya, risiko terjadinya komplikasi akan semakin tinggi apabila operasi ini dilakukan sebagai tindakan kegawatdaruratan akibat kondisi penyempitan pembuluh darah jantung yang terlambat dideteksi dan dirawat.

Penyakit jantung koroner perlu segera dirawat. Karena itu, Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan atau skrining jantung secara rutin, karena penyakti ini bisa saja terjadi tanpa gejala. Saat penyumbatan yang terjadi tidak terdeteksi, maka serangan jantung mendadak bisa terjadi. Kunjungi pusat jantung terpadu di rumah sakit Mandaya untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh dari skrining awal hingga pengobatan. Gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment melalui website, atau buat perjanjian melalui aplikasi Care Dokter untuk mempermudah kunjungan Anda dan mendapatkan informasi lengkap lainnya, termasuk jadwal dokter dan waktu kunjungan yang dapat dipilih.

Leave a Reply

Please rate*

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes