fbpx

Operasi Saraf Kejepit ArthroSpine 1.5cm, Mandaya NeuroSpine Center

Operasi Saraf Kejepit adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengatasi kondisi saraf terjepit dimana bantalan di tulang belakang berpindah dari posisinya semula dan akhirnya menekan saraf yang ada di sekitarnya sehingga menyebabkan kesemutan daerah pinggul ke paha dan kaki, keram, kebas, sakit atau rasa nyeri saat duduk, berjalan maupun berdiri. Operasi saraf kejepit arthrospine dilakukan dengan metode operasi minim sayatan (1.5 cm) untuk menangani masalah saraf kejepit yang dikerjakan oleh dokter Christian Ariono Sp.BS, Spesialis Bedah Saraf Mandaya Royal Hospital Puri.

Pengalaman Pasien Menjalani Operasi Sarak Kejepit ArthroSpini Minim Sayatan 1,5cm

Operasi Saraf Kejepit ArthroSpine 1.5cm menawarkan keuntungan dibandingkan metode konvensional karena menggunakan akses yang lebih kecil, meminimalkan kerusakan jaringan di sekitar area yang dioperasi, serta memberikan waktu pemulihan yang terbilang cepat tanpa rasa sakit.

ArthroSpine dengan Hanya Luka Sayatan 1cm

Manfaat Operasi Saraf Kejepit dengan Metode ArthroSpine 1.5cm

Operasi Saraf Kejepit dengan metode ArthroSpine 1.5cm menawarkan sejumlah manfaat bagi pasien yang menderita masalah saraf terjepit. Beberapa manfaat utama dari metode ini adalah:

  1. Presisi Tinggi: Metode ArthroSpine 1.5cm menggunakan akses yang lebih kecil dan alat yang dirancang khusus untuk mencapai area yang tepat di tulang belakang. Hal ini memungkinkan dokter untuk bekerja dengan presisi tinggi, mengurangi risiko kerusakan pada jaringan di sekitarnya.
  2. Waktu Pemulihan yang Cepat: Karena ukuran sayatan yang kecil, waktu pemulihan setelah operasi ini cenderung lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Pasien dapat kembali ke aktivitas normal dengan lebih cepat.
  3. Pengurangan Nyeri: Operasi ini bertujuan untuk mengurangi tekanan pada saraf yang terjepit, sehingga membantu menghilangkan rasa nyeri yang dialami pasien.
  4. Mengembalikan Kualitas Hidup: Dengan mengatasi masalah saraf terjepit, operasi ini dapat membantu memulihkan kualitas hidup pasien. Gejala seperti mati rasa, kelemahan, dan nyeri dapat berkurang atau hilang setelah operasi.
  5. Resiko Komplikasi yang Rendah: Metode ArthroSpine 1.5cm merupakan teknik minimal invasif, yang berarti risiko komplikasi seperti infeksi dan perdarahan lebih rendah dibandingkan dengan operasi terbuka.

Leave a Reply

Please rate*

Your email address will not be published. Required fields are marked *