dr. Vidhia Umami, Sp.PD-KGH
| Speciality | Nephrology |
| Location | Mandaya Royal Puri |
| Language Spoken | Indonesia, English |
| Speciality | Nephrology |
| Location | Mandaya Royal Puri |
| Language Spoken | Indonesia, English |
Vertigo is a type of dizziness that creates a false sensation that you or your surroundings are spinning or moving. This condition may feel similar to motion sickness but is different from regular dizziness.
Vertigo is not a disease, but rather a symptom of an underlying condition. There are many medical issues that can trigger it.
Vertigo is classified into several types:
Peripheral vertigo is the most common type. It occurs due to problems in the inner ear or the vestibular nerve, which controls balance.
Central vertigo results from problems in the brain. This condition may be caused by a variety of medical issues, such as stroke, brain tumors, migraines, traumatic brain injuries, infections, or multiple sclerosis.
The main symptom of vertigo is the feeling that your head or surroundings are moving or spinning.
While vertigo itself is a symptom, it can cause or occur alongside other symptoms such as:
Common causes of vertigo include:
This is the most common cause of vertigo, producing a strong and brief spinning sensation. It’s triggered by rapid head movements, such as being hit.
Viral infections affecting the vestibular nerve, known as vestibular neuritis or labyrinthitis, can cause intense and persistent vertigo.
When excess fluid builds up in the inner ear, it can result in sudden vertigo episodes that last for several hours.
Migraine-induced vertigo can last from a few minutes to several hours.
Vertigo is a common symptom that can follow traumatic injury to the head or neck, particularly if the vestibular system is affected.
Certain medications can cause vertigo, along with other symptoms like dizziness, hearing loss, and tinnitus.
To determine the cause of vertigo, a doctor will need to conduct a physical examination, ask about potential triggers, and review the patient’s medical history.
Here are some tests that may be used to diagnose vertigo:
Depending on the results of these and other tests, the doctor may recommend a CT scan or MRI of the head for more detailed information.
Here are some treatments for vertigo that a doctor may recommend:
Vestibular rehab typically includes a series of exercises to alleviate common vertigo symptoms like dizziness, unstable vision, and balance issues. The treatment is tailored to the patient’s needs.
Vertigo medications may help in some acute cases (sudden and short episodes). Doctors usually recommend motion sickness drugs (such as meclizine or dimenhydrinate) or antihistamines (like cyclizine) to relieve vertigo symptoms.
If vertigo is caused by a brain tumor or neck injury, surgery may be necessary. However, surgery is generally only considered if other treatments have failed.
Visit Mandaya Royal Hospital Puri. Our Ear, Nose, and Throat (ENT) Clinic has a team of specialists ready to help you manage your vertigo.
Use the Chat via WhatsApp, Book Appointment, or the Care Dokter app (available on Google Play and the App Store) to make your visit easier, check your queue number, and get complete information.
Apakah Anda menyadari adanya pembengkakan dan rasa nyeri di bagian skrotum? Hati-hati, bisa jadi kondisi ini disebabkan oleh varikokel. Jika tidak ditangani dengan tepat, varikokel dapat menimbulkan komplikasi berupa gangguan kesuburan, penurunan produksi testosteron, hingga rasa tidak nyaman pada skrotum. Oleh karena itu, mari kita pahami apa itu varikokel, penyebab, gejala, sampai pengobatannya.
Varikokel adalah pembesaran pembuluh darah vena yang ada di dalam kantung penahan testis (skrotum). Pembuluh darah ini bertugas untuk mengangkut darah yang kekurangan oksigen dari dalam testis.
Varikokel terjadi ketika darah menumpuk di dalam pembuluh darah vena dan tidak bersirkulasi secara efisien keluar dari skrotum.
Biasanya, kondisi ini muncul selama masa pubertas dan berkembang seiring berjalannya waktu. Meski tidak sering kali tidak menimbulkan gejala atau komplikasi, namun beberapa pengidapnya bisa merasa tidak nyaman atau nyeri.
Dokter belum mengetahui secara pasti apa penyebab varikokel. Tapi, kondisi ini bisa terjadi jika aliran darah di saluran sperma mengalami masalah.
Setiap testikel disokong oleh saluran sperma. Saluran ini juga memiliki pembuluh vena, arteri, dan saraf. Pembuluh darah vena memiliki katup yang menjaga darah mengalir satu arah ke jantung. Saat katup ini tidak bekerja dengan baik, maka darah bisa mengalir kembali ke testikel. Ini lah yang membuat darah menumpuk dan menyebabkan varikokel.
BACA JUGA: Apakah Penderita Varikokel Bisa Punya Anak?
Varikokel biasanya tidak disertai dengan gejala. Namun, terdapat beberapa hal yang mungkin bisa dialami oleh penderitanya, seperti:
Terdapat beberapa cara untuk mendiagnosis varikokel, di antaranya:
Karena tidak selalu bisa dilihat atau dirasakan ketika pasien sedang berbaring, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada skrotum ketika pasien sedang berdiri ataupun berbaring.
Teknik ini biasanya disarankan untuk mendiagnosis varikokel berukuran kecil. Selama menjalani prosedurnya, pasien akan diminta untuk berdiri, menarik napas dalam-dalam, menahan napas, dan mengejan ketika dokter memeriksa skrotum pasien.
Dalam beberapa kasus, dokter akan menggunakan teknologi ultrasound (USG) untuk memeriksa kondisi vena di saluran sperma dan mendapatkan gambaran yang lebih detail terkait kondisi yang dialami pasien.
Varikokel sebenarnya tidak selalu memerlukan pengobatan. Namun, Anda dianjurkan untuk datang ke dokter dan melakukan pengobatan jika ada gejala seperti rasa sakit, penyusutan testis, atau gangguan kesuburan.
Berikut beberapa prosedur pengobatan yang mungkin direkomendasikan oleh dokter:
Varikokelektomi adalah prosedur operasi untuk mengatasi varikokel parah yang sampai menimbulkan rasa sakit atau memengaruhi kesuburan pasien.
Dalam prosedur ini, dokter akan memotong pembuluh darah yang terdampak dan menutup bagian ujungnya. Hal ini dapat membantu mengalihkan aliran darah ke pembuluh darah lain di skrotum yang masih sehat.
Embolisasi adalah prosedur operasi yang dilakukan dengan cara memasukkan kateter kecil ke dalam vena selangkangan atau leher. Setelah itu, dokter akan menempatkan sebuah kawat ke dalam kateter yang akan diteruskan ke bagian yang terdampak.
Prosedur ini bertujuan untuk menghalangi darah mengalir ke pembuluh yang tidak normal.
Selain kedua perawatan di atas, perawatan tambahan seperti varikokelektomi dan embolisasi mungkin perlu dilakukan jika gejala yang dialami bertambah parah.
BACA JUGA: Varikokel dan Pengaruhnya Bagi Kesuburan Pria
Para ahli dan dokter belum mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan varikokel. Atas dasar itu, tidak ada cara mencegah yang bisa dilakukan.
Pada beberapa kasus, khususnya yang berukuran kecil, sering kali tidak membutuhkan perawatan. Tapi ingat, varikokel berukuran besar yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan kerusakan permanen pada testis.
Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera kunjungi Kidney & Urology Center di rumah sakit Mandaya untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh dan skrining awal hingga pengobatan. Gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
| Speciality | Internal Medicine |
| Location | Mandaya Royal Puri |
| Language Spoken | Indonesia |
Educational Background
Courses & Training
| Speciality | Radiology |
| Location | Mandaya Royal Puri |
| Language Spoken | English, Indonesia |
Educational Background
Courses & Trainings
| Speciality | Orthopaedics & Traumatology |
| Location | Mandaya Royal Puri |
| Language Spoken | Indonesia, English |
Rating:(average: 5 out of 5. Total: 1) |
|
| Patient Satisfaction Reviews | 1 Patient Comment |
Educational Background
Courses & Trainings
Reviewed on Apr 29, 2024
Dr Venan is a doctor who very competent for pain releif. He can reduce the pain that been so long stay in my body.
Thank you Doc.