The Role of HIFU in Treating Abdominal Wall Endometriosis at Mandaya Royal Hospital Puri

Peran HIFU untuk Atasi Endometriosis Dinding Perut, RS Mandaya Royal Puri



Meta desc: HIFU merupakan metode pengobatan non-invasif yang menggunakan gelombang ultrasound terfokus untuk menyebabkan nekrosis koagulasi pada jaringan target di dalam tubuh tanpa merusak jaringan normal di sekitarnya, sehingga berpotensi digunakan untuk menangani endometriosis dinding perut.

Endometriosis dinding perut atau abdominal wall endometriosis (AWE) merupakan kondisi ketika jaringan yang mirip dengan lapisan dalam rahim (endometrium) tumbuh di area dinding perut, seperti pada jaringan otot atau bekas luka operasi, misalnya setelah operasi caesar. Meski tergolong jarang, kondisi ini dapat menimbulkan gejala yang cukup mengganggu, seperti benjolan di dinding perut, nyeri yang terasa semakin kuat saat menstruasi, pembengkakan pada area tertentu, hingga rasa tidak nyaman yang berulang setiap siklus haid. Pada beberapa kasus, nyeri juga dapat muncul saat beraktivitas atau saat area tersebut ditekan.
Selama ini, penanganan konvensional untuk endometriosis dinding perut umumnya dilakukan melalui tindakan operasi. Prosedur ini biasanya melibatkan pengangkatan jaringan endometriosis secara luas dengan margin jaringan sehat minimal sekitar 1 cm untuk mencegah kekambuhan. Namun, pendekatan ini dapat menimbulkan trauma operasi tambahan serta meninggalkan bekas luka baru. Pada kasus dengan ukuran lesi yang besar, terutama jika sudah melibatkan jaringan otot dan fascia, dokter bahkan mungkin perlu memasang mesh sintetis untuk memperkuat dinding perut dan mencegah hernia pascaoperasi, yang tentu dapat menambah rasa nyeri serta beban biaya bagi pasien.
Sebagai alternatif yang lebih minimal invasif, kini tersedia teknologi High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) di RS Mandaya Royal Puri yang berpotensi menjadi solusi untuk menangani endometriosis dinding perut. 
Bagaimana cara kerja HIFU dalam menangani endometriosis dinding perut?
High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) merupakan metode pengobatan non-invasif yang bekerja dengan memanfaatkan gelombang ultrasound berintensitas tinggi yang difokuskan secara tepat pada jaringan target di dalam tubuh. Energi ultrasound tersebut menghasilkan panas yang dapat menyebabkan nekrosis koagulasi pada jaringan yang menjadi sasaran, sehingga jaringan tersebut dapat dihancurkan tanpa merusak jaringan normal di sekitarnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi HIFU semakin banyak digunakan untuk menangani berbagai kondisi terkait ginekologi, termasuk miom rahim dan endometriosis, karena mampu menargetkan jaringan abnormal secara presisi tanpa memerlukan tindakan operasi terbuka. Metode ini juga dinilai dapat membantu meminimalkan trauma pada jaringan tubuh serta mempercepat proses pemulihan pasien.
Kapan HIFU digunakan untuk endometriosis dinding perut?
Kondisi yang umumnya cocok untuk HIFU:
Endometriosis dinding perut telah terdiagnosis melalui pemeriksaan USG atau MRI.
Pasien dapat berkomunikasi dengan baik dengan dokter dan perawat selama proses perawatan.
Tidak menjalani operasi pada area dinding perut dalam 3 bulan terakhir, terutama prosedur seperti liposuction (sedot lemak).
Pasien tidak memiliki penyakit penyerta yang berat, seperti penyakit jantung, hipertensi berat, atau diabetes yang tidak terkontrol.
Pasien mampu berbaring tengkurap selama sekitar 2–3 jam selama prosedur berlangsung.
Perlu diketahui bahwa kriteria di atas hanya sebagai gambaran umum. Keputusan apakah pasien dapat menjalani terapi HIFU atau tidak tetap harus ditentukan oleh dokter HIFU setelah dilakukan pemeriksaan dan diagnosis lebih lanjut.
Kondisi yang tidak dianjurkan untuk HIFU (kontraindikasi):
Terdapat peradangan atau luka pada kulit di area benjolan atau di sekitarnya
Terdapat dugaan atau diagnosis kanker (tumor ganas)
Jalur rambatan gelombang ultrasound menuju jaringan target tidak aman
Tanda-tanda vital pasien tidak stabil atau dalam kondisi medis yang tidak memungkinkan untuk menjalani prosedur.
Apa saja keunggulan HIFU untuk endometriosis dinding perut?
Berikut ini adalah beberapa keunggulan HIFU untuk endometriosis dinding perut:
Tidak memerlukan operasi (non-invasif), sehingga proses pemulihan biasanya lebih cepat dibandingkan tindakan bedah
Hanya membutuhkan sedasi, tanpa perlu anestesi umum
Ablasi dilakukan secara presisi, sehingga jaringan di sekitarnya tidak ikut rusak
Risiko tindakan relatif lebih rendah dibandingkan metode pengobatan yang lebih invasif.
Studi klinis: efektivitas HIFU untuk endometriosis dinding perut
Sejumlah penelitian klinis dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa penggunaan HIFU untuk menangani endometriosis dinding perut tergolong aman dan efektif. Terapi ini tidak hanya membantu mengecilkan jaringan endometriosis, tetapi juga mampu mengurangi bahkan menghilangkan nyeri yang sering menjadi keluhan utama pasien.
1. Meredakan gejala nyeri
Salah satu penelitian yang dilakukan pada 51 pasien dengan endometriosis dinding perut menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Setelah menjalani terapi HIFU dan dipantau hingga 48 bulan (4 tahun), tidak ada pasien yang lagi mengalami nyeri yang berulang. Tingkat nyeri yang diukur menggunakan VAS (Visual Analog Scale) juga terus menurun seiring waktu. Pada bulan pertama dan keenam setelah tindakan, skor nyeri sudah sangat rendah, dan pada bulan ke-24 hingga bulan ke-48, skor nyeri tercatat 0, yang berarti pasien tidak lagi merasakan nyeri.
2. Mengecilkan endometriosis
Selain meredakan gejala, HIFU juga terbukti efektif dalam mengecilkan ukuran jaringan endometriosis. Dalam penelitian tersebut, ukuran lesi rata-rata sudah menyusut sekitar 25% dalam 1 bulan setelah terapi. Penyusutan ini meningkat menjadi sekitar 82% dalam 6 bulan, lebih dari 96% dalam 12 bulan, dan pada pemantauan 48 bulan lesi bahkan dapat menyusut hingga 100%.
Hasil serupa juga terlihat pada penelitian lain yang melibatkan 30 pasien dengan endometriosis dinding perut yang menjalani terapi HIFU dan dipantau selama 24 bulan. Dalam studi ini, seluruh pasien melaporkan bahwa nyeri yang sebelumnya mereka rasakan akhirnya hilang sepenuhnya. Skor nyeri pasien juga terus menurun secara bertahap dari bulan pertama hingga akhirnya mencapai 0 pada bulan ke-24.
Selain itu, ukuran jaringan endometriosis pada pasien juga mengalami penyusutan yang signifikan. Rata-rata ukuran lesi sudah berkurang sekitar 40% dalam 1 bulan, meningkat menjadi lebih dari 92% dalam 6 bulan, hampir 98% dalam 12 bulan, dan pada 24 bulan pemantauan, jaringan endometriosis dapat menghilang sepenuhnya.
Temuan dari berbagai penelitian ini menunjukkan bahwa HIFU dapat menjadi pilihan terapi yang efektif untuk mengatasi endometriosis dinding perut, terutama bagi pasien yang ingin menghindari tindakan operasi besar. Dengan teknologi ini, jaringan endometriosis dapat ditangani secara lebih presisi tanpa perlu sayatan, sehingga proses pemulihan juga cenderung lebih nyaman bagi pasien.
Dokter ahli HIFU di RS Mandaya Royal Puri
RS Mandaya Royal Puri tidak hanya didukung oleh teknologi medis modern untuk menangani endometriosis dinding perut, tetapi juga diperkuat oleh tim dokter spesialis kandungan yang berpengalaman di bidang kesehatan reproduksi wanita. 
Para dokter ini memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman klinis yang mumpuni dalam menangani berbagai masalah ginekologi, termasuk endometriosis dinding perut, gangguan kesuburan, hingga perawatan kehamilan. 
1. dr. Gracia Merryane R.G. Rauw, Sp.OG
dr. Gracia Merryane R.G. Rauw, Sp.OG adalah dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi yang berfokus pada kesehatan reproduksi wanita, kehamilan, serta berbagai masalah ginekologi. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum hingga spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.
Dalam praktiknya, dr. Gracia memberikan berbagai layanan kesehatan wanita, mulai dari pemeriksaan rutin, konsultasi program kehamilan, konsultasi laktasi, hingga perencanaan kontrasepsi. Ia juga menangani tindakan medis seperti induksi ovulasi, persalinan normal maupun operasi caesar, serta prosedur ginekologi seperti histerektomi, sterilisasi, laparoskopi, pap smear, SIS, dan LEEP.
dr. Gracia Merryane R.G Rauw, Sp.OG bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
Senin: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
Selasa: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
Rabu: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
Kamis: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
Jumat: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
Sabtu: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB.
2. dr. Doddy F.P. Gultom, Sp.OG (K), M.Kes
dr. Doddy F.P. Gultom, Sp.OG (K), M.Kes merupakan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi konsultan yang memiliki pengalaman luas dalam bidang kesehatan reproduksi dan ginekologi. Ia menempuh pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, melanjutkan pendidikan spesialis di Universitas Hasanuddin, dan meraih gelar konsultan di Universitas Indonesia.
Layanan yang beliau tangani meliputi perawatan prakonsepsi, diagnosis prenatal, fetal imaging, pemilihan metode kontrasepsi, penanganan komplikasi kehamilan, gangguan ginekologi jinak, serta berbagai prosedur minimal invasif.
dr. Doddy F.P. Gultom, Sp.OG (K), M.Kes bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
Selasa: 17.00 – 20.00 WIB
Kamis: 13.00 – 16.00 WIB
Sabtu: 08.00 – 12.00 WIB.
3. Dr. dr. Unedo Hence Markus Sihombing, Sp.OG, Subsp. Onk
Dr. Unedo Hence Markus Sihombing merupakan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi dengan subspesialisasi onkologi ginekologi. Beliau menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Sriwijaya, melanjutkan pendidikan spesialis di Universitas Sebelas Maret, serta meraih gelar konsultan dan doktor di Universitas Indonesia.
Dr. Unedo memiliki keahlian dalam menangani berbagai kanker pada organ reproduksi wanita, seperti kanker serviks, kanker rahim, kanker ovarium, kanker vulva, dan kanker vagina. Selain itu, beliau juga menangani kondisi jinak seperti polip dan tumor rahim. Pendekatan yang teliti dan komunikatif membuat pasien merasa lebih nyaman selama proses pemeriksaan dan pengobatan.
Dr. dr. Unedo Hence Markus Sihombing, Sp.OG, Subsp. Onk bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
Selasa: 16.00 – 20.00 WIB
Kamis: 16.00 – 20.00 WIB
Sabtu: 13.00 – 16.00 WIB.
4. dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG
dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG adalah dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang memberikan layanan kesehatan wanita secara komprehensif, mulai dari persiapan kehamilan hingga penanganan berbagai gangguan ginekologi. Beliau menempuh pendidikan dokter umum di Universitas Sam Ratulangi, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis obstetri dan ginekologi di San Juan de Dios Educational Foundation. Untuk menyesuaikan standar praktik di Indonesia, dr. Edward juga mengikuti program adaptasi obstetri dan ginekologi di Universitas Udayana.
Keahliannya meliputi perawatan prakonsepsi, diagnosis prenatal, pemeriksaan pencitraan janin, serta konsultasi kontrasepsi. Ia juga berpengalaman dalam menangani komplikasi medis selama kehamilan, gangguan ginekologi jinak, serta melakukan berbagai tindakan minimal invasif sesuai kebutuhan pasien.
dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
Senin: 14.00 – 16.30 WIB
Selasa: 11.00 – 14.00 WIB
Rabu: 17.00 – 20.00 WIB
Kamis: 17.00 – 20.00 WIB
Jumat: 10.00 – 14.00 WIB
Sabtu: 09.00 – 13.00 WIB.
5. dr. Erik Sutandi, Sp.OG
dr. Erik Sutandi, Sp.OG merupakan dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang menangani berbagai kondisi kesehatan reproduksi wanita, termasuk kehamilan, persalinan, serta gangguan hormonal. Ia menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Kristen Maranatha, Bandung, dan melanjutkan pendidikan spesialis obstetri dan ginekologi di San Juan De Dios Hospital, Manila, Filipina. Pengalaman akademiknya juga diperkuat dengan program adaptasi residensi di RSUP Sanglah, Denpasar, serta fellowship di bidang endoskopi ginekologi reproduksi dan fertilitas.
Layanan yang beliau tangani meliputi konsultasi kehamilan, program hamil, konsultasi laktasi, induksi ovulasi, induksi persalinan, tindakan kuret, persalinan normal, hingga operasi caesar. Selain itu, dr. Erik juga kompeten dalam pemeriksaan kesuburan, hormonal, TORCH, serta berbagai pemeriksaan penunjang seperti USG kehamilan, USG transvaginal, dan tes prenatal. Ia juga menyediakan layanan kontrasepsi, pap smear, vaksin HPV, serta berbagai prosedur ginekologi lainnya.
dr. Erik Sutandi, Sp.OG bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
Senin: 17.00 – 20.00 WIB
Rabu: 14.00 – 16.00 WIB
Jumat: 17.00 – 20.00 WIB
Sabtu: 14.00 – 16.00 WIB.
6. dr. Rahmadsyah, Sp.OG(K)FER, M.Kes, MARS
dr. Rahmadsyah, Sp.OG(K)FER, M.Kes, MARS adalah dokter spesialis obstetri dan ginekologi dengan subspesialisasi fertilitas yang berfokus pada penanganan masalah kesuburan serta program kehamilan. Ia menyelesaikan pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis obstetri dan ginekologi serta meraih gelar Magister Kesehatan di Universitas Hasanuddin. Selain itu, ia juga menempuh pendidikan Magister Manajemen Rumah Sakit di Universitas Indonesia.
Dalam praktiknya, dr. Rahmadsyah melayani konsultasi program hamil, pemeriksaan kesuburan, pemeriksaan hormonal, induksi ovulasi, hidrotubasi, hingga prosedur bayi tabung. Ia juga menangani konsultasi kehamilan, persalinan normal, operasi caesar, operasi kehamilan ektopik, tindakan kuret, pemasangan dan pelepasan IUD, suntik KB, susuk KB, pap smear, vaksin HPV, serta berbagai pemeriksaan USG seperti USG kehamilan, USG 4 dimensi, USG kepala bayi, dan USG transvaginal.
dr. Rahmadsyah, Sp.OG(K)FER, M.Kes, MARS bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
Senin: 13.00 – 16.00 WIB
Selasa: 13.00 – 16.00 WIB
Rabu: 13.00 – 16.00 WIB
Kamis: 13.00 – 16.00 WIB
Jumat: 13.00 – 16.00 WIB
Sabtu: 13.00 – 16.00 WIB.
7. dr. Sigit Pradono Diptoadi, Sp.OG
dr. Sigit Pradono Diptoadi, Sp.OG merupakan dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang menyelesaikan pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atma Jaya. Ia kemudian melanjutkan pendidikan residensi obstetri dan ginekologi di Ramon Magsaysay Memorial Medical Center, University of the East.
Beliau memiliki kompetensi dalam konsultasi program kehamilan, induksi ovulasi, konsultasi kehamilan, serta induksi persalinan. Selain itu, dr. Sigit juga berpengalaman melakukan pemeriksaan USG 4D serta menangani berbagai keluhan ginekologi secara menyeluruh.
dr. Sigit Pradono Diptoadi, Sp.OG bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
Senin: 17.00 – 20.00 WIB
Jumat: 17.00 – 20.00 WIB
Sabtu: 17.00 – 20.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Royal Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Abdominal wall endometriosis (AWE) is a condition in which tissue similar to the lining of the uterus (endometrium) grows in the abdominal wall, such as within muscle tissue or surgical scars, for example after a cesarean section. Although relatively rare, this condition can cause uncomfortable symptoms, including a lump in the abdominal wall, pain that becomes more intense during menstruation, swelling in certain areas, and recurring discomfort during each menstrual cycle. In some cases, pain may also occur during physical activities or when the affected area is pressed.

Traditionally, abdominal wall endometriosis is commonly treated through surgery. This procedure typically involves surgical resection of the endometriosis tissue with a clear margin of at least 1 cm of healthy tissue to prevent recurrence. However, this approach may cause additional surgical trauma and leave new scars. In cases with larger lesions—especially those involving both muscle and fascia—doctors may also need to place a synthetic mesh to strengthen the abdominal wall and prevent postoperative hernia, which can add further pain and financial burden for patients.

As a less invasive alternative, High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) is now available at Mandaya Royal Hospital Puri and may offer a potential solution for treating abdominal wall endometriosis.

How Does HIFU Work for Abdominal Wall Endometriosis?

High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) is a non-invasive treatment method that works by directing high-intensity ultrasound waves precisely to targeted tissues inside the body. The ultrasound energy generates heat that causes coagulation necrosis in the targeted tissue, allowing the abnormal tissue to be destroyed without harming the surrounding healthy tissue.

In recent years, HIFU technology has been increasingly used to treat various gynecological conditions, including uterine fibroids and endometriosis. Because it can precisely target abnormal tissue without requiring open surgery, this method may help reduce tissue trauma and support faster recovery.

When Can HIFU Be Used for Abdominal Wall Endometriosis?

Conditions that are generally suitable for HIFU include:

  • Abdominal wall endometriosis has been diagnosed through ultrasound or MRI examination
  • The patient can communicate well with doctors and nurses during treatment
  • No abdominal wall surgery within the past 3 months, especially procedures such as liposuction
  • The patient does not have severe comorbidities, such as heart disease, severe hypertension, or uncontrolled diabetes
  • The patient is able to lie in a prone position for approximately 2–3 hours during the procedure

Please note that the criteria above are only general references. The final decision on whether a patient can undergo HIFU therapy must be determined by a HIFU specialist after further examination and diagnosis.

Conditions where HIFU is not recommended (contraindications):

  • Inflammation or wounds on the skin around the lump or nearby area
  • Suspected or confirmed malignancy (cancer)
  • Unsafe acoustic pathway for ultrasound waves to reach the target tissue
  • Unstable vital signs or medical conditions that make the procedure unsafe

Advantages of HIFU for Abdominal Wall Endometriosis

Some of the key advantages of HIFU for treating abdominal wall endometriosis include:

  • Non-invasive procedure, which generally allows faster recovery compared with surgery
  • Only sedation is required, without general anesthesia
  • Precise ablation, minimizing damage to surrounding tissues
  • Lower treatment risks compared with more invasive procedures

Clinical Studies: Effectiveness of HIFU for Abdominal Wall Endometriosis

Several clinical studies in recent years have shown that HIFU can be a safe and effective treatment option for abdominal wall endometriosis. The therapy not only helps shrink endometriosis tissue but may also significantly reduce or even eliminate pain, which is one of the most common symptoms experienced by patients.

1. Relief of Pain Symptoms

One study involving 51 patients with abdominal wall endometriosis reported promising results. After undergoing HIFU therapy and being monitored for 48 months (4 years), none of the patients experienced recurring periodic pain. Pain levels measured using the Visual Analog Scale (VAS) continued to decrease over time. At one and six months after the procedure, pain scores were already very low, and from month 24 to month 48, the pain score reached 0, indicating that patients no longer experienced pain.

2. Shrinking of Endometriosis Tissue

In addition to relieving symptoms, HIFU has also been shown to effectively reduce the size of endometriosis tissue. In the same study, the average lesion size had already decreased by about 25% within one month after treatment. The reduction increased to about 82% within six months, more than 96% within twelve months, and in the 48-month follow-up, the lesion had shrunk by up to 100%.

Similar findings were reported in another study involving 30 patients with abdominal wall endometriosis who underwent HIFU therapy and were followed up for 24 months. In this study, all patients reported that the pain they previously experienced had completely disappeared. Pain scores also gradually decreased from the first month until they reached 0 by month 24.

Additionally, the size of the endometriosis tissue decreased significantly. On average, lesion size was reduced by about 40% within one month, increased to more than 92% within six months, nearly 98% within twelve months, and by 24 months, the endometriosis tissue had completely disappeared.

These findings suggest that HIFU may be an effective treatment option for abdominal wall endometriosis, particularly for patients who wish to avoid major surgery. With this technology, abnormal tissue can be treated more precisely without surgical incisions, making the recovery process generally more comfortable for patients.

HIFU Specialists at Mandaya Royal Hospital Puri

Mandaya Royal Hospital Puri is not only equipped with advanced medical technology for treating abdominal wall endometriosis but is also supported by an experienced team of obstetricians and gynecologists specializing in women’s reproductive health.

These doctors have strong educational backgrounds and clinical experience in managing various gynecological conditions, including abdominal wall endometriosis, fertility issues, and pregnancy care.

1. dr. Gracia Merryane R.G. Rauw, Sp.OG

dr. Gracia Merryane R.G. Rauw, Sp.OG is an Obstetrics and Gynecology specialist focusing on women’s reproductive health, pregnancy care, and gynecological conditions. She completed her medical and specialist education at the Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University.

In her practice, dr. Gracia provides a wide range of women’s health services, including routine check-ups, pregnancy planning consultations, lactation counseling, and contraception planning. She also performs procedures such as ovulation induction, normal delivery and cesarean section, as well as gynecological procedures including hysterectomy, sterilization, laparoscopy, Pap smear, SIS, and LEEP.

dr. Gracia Merryane R.G. Rauw, Sp.OG is available at Mandaya Royal Hospital Puri on:

  • Monday: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
  • Tuesday: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
  • Wednesday: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
  • Thursday: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
  • Friday: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
  • Saturday: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB

2. dr. Doddy F.P. Gultom, Sp.OG (K), M.Kes

dr. Doddy F.P. Gultom, Sp.OG (K), M.Kes is a consultant Obstetrics and Gynecology specialist with extensive experience in reproductive health and gynecology. He completed his medical degree at Trisakti University, his specialist training at Hasanuddin University, and obtained his consultant qualification at the University of Indonesia.

His services include preconception care, prenatal diagnosis, fetal imaging, contraception counseling, management of pregnancy complications, benign gynecological conditions, and various minimally invasive procedures.

dr. Doddy F.P. Gultom, Sp.OG (K), M.Kes is available at Mandaya Royal Hospital Puri on:

  • Tuesday: 17.00 – 20.00 WIB
  • Thursday: 13.00 – 16.00 WIB
  • Saturday: 08.00 – 12.00 WIB

3. Dr. dr. Unedo Hence Markus Sihombing, Sp.OG, Subsp. Onk

Dr. Unedo Hence Markus Sihombing is an Obstetrics and Gynecology specialist with a subspecialty in gynecologic oncology. He completed his medical education at Sriwijaya University, his specialist training at Sebelas Maret University, and later obtained both his consultant and doctoral degrees from the University of Indonesia.

Dr. Unedo specializes in treating cancers of the female reproductive organs, including cervical cancer, uterine cancer, ovarian cancer, vulvar cancer, and vaginal cancer. He also manages benign conditions such as uterine polyps and tumors. His careful and communicative approach helps patients feel more comfortable throughout the treatment process.

Dr. dr. Unedo Hence Markus Sihombing, Sp.OG, Subsp. Onk is available at Mandaya Royal Hospital Puri on:

  • Tuesday: 16.00 – 20.00 WIB
  • Thursday: 16.00 – 20.00 WIB
  • Saturday: 13.00 – 16.00 WIB

4. dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG

edward tony ngantung

dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG is an Obstetrics and Gynecology specialist who provides comprehensive women’s healthcare, from pregnancy preparation to the treatment of various gynecological conditions. He completed his medical degree at Sam Ratulangi University and his obstetrics and gynecology specialist training at San Juan de Dios Educational Foundation. He also completed an obstetrics and gynecology adaptation program at Udayana University to meet Indonesian medical practice standards.

His expertise includes preconception care, prenatal diagnosis, fetal imaging, and contraception counseling. He is also experienced in managing pregnancy complications, benign gynecological disorders, and performing minimally invasive procedures when medically indicated.

dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG is available at Mandaya Royal Hospital Puri on:

  • Monday: 14.00 – 16.30 WIB
  • Tuesday: 11.00 – 14.00 WIB
  • Wednesday: 17.00 – 20.00 WIB
  • Thursday: 17.00 – 20.00 WIB
  • Friday: 10.00 – 14.00 WIB
  • Saturday: 09.00 – 13.00 WIB

5. dr. Erik Sutandi, Sp.OG

dr. Erik Sutandi, Sp.OG is an obstetrician and gynecologist who manages various women’s reproductive health conditions, including pregnancy, childbirth, and hormonal disorders. He completed his medical degree at Maranatha Christian University in Bandung and his obstetrics and gynecology specialist training at San Juan De Dios Hospital in Manila, Philippines. His academic experience was further strengthened through an adaptation residency program at Sanglah General Hospital in Denpasar and a fellowship in reproductive gynecologic endoscopy and fertility.

His services include pregnancy consultations, fertility programs, lactation counseling, ovulation induction, labor induction, curettage procedures, normal delivery, and cesarean section. He is also skilled in fertility and hormonal examinations, TORCH screening, and diagnostic procedures such as pregnancy ultrasound, transvaginal ultrasound, and prenatal testing. Additionally, he provides contraception services, Pap smear tests, HPV vaccination, and other gynecological procedures.

dr. Erik Sutandi, Sp.OG is available at Mandaya Royal Hospital Puri on:

  • Monday: 17.00 – 20.00 WIB
  • Wednesday: 14.00 – 16.00 WIB
  • Friday: 17.00 – 20.00 WIB
  • Saturday: 14.00 – 16.00 WIB

6. dr. Rahmadsyah, Sp.OG(K)FER, M.Kes, MARS

dr. Rahmadsyah, Sp.OG(K)FER, M.Kes, MARS is an Obstetrics and Gynecology specialist with a subspecialty in fertility, focusing on infertility treatment and pregnancy programs. He completed his medical education at Padjadjaran University, continued his obstetrics and gynecology specialist training, and obtained a Master of Health degree at Hasanuddin University. He also earned a Master’s degree in Hospital Management from the University of Indonesia.

In his clinical practice, dr. Rahmadsyah provides fertility consultations, hormonal examinations, ovulation induction, hydrotubation, and IVF procedures. He also manages pregnancy consultations, normal delivery, cesarean section, ectopic pregnancy surgery, curettage procedures, IUD insertion and removal, contraceptive injections, contraceptive implants, Pap smear tests, HPV vaccination, and ultrasound examinations including pregnancy ultrasound, 4D ultrasound, fetal head ultrasound, and transvaginal ultrasound.

dr. Rahmadsyah, Sp.OG(K)FER, M.Kes, MARS is available at Mandaya Royal Hospital Puri on:

  • Monday: 13.00 – 16.00 WIB
  • Tuesday: 13.00 – 16.00 WIB
  • Wednesday: 13.00 – 16.00 WIB
  • Thursday: 13.00 – 16.00 WIB
  • Friday: 13.00 – 16.00 WIB
  • Saturday: 13.00 – 16.00 WIB

7. dr. Sigit Pradono Diptoadi, Sp.OG

dr. Sigit Pradono Diptoadi, Sp.OG is an Obstetrics and Gynecology specialist who completed his medical education at the Faculty of Medicine, Atma Jaya Catholic University of Indonesia. He then continued his residency training in obstetrics and gynecology at Ramon Magsaysay Memorial Medical Center, University of the East.

He is experienced in pregnancy planning consultations, ovulation induction, pregnancy consultations, and labor induction. In addition, dr. Sigit also performs 4D ultrasound examinations and provides comprehensive care for various gynecological conditions.

dr. Sigit Pradono Diptoadi, Sp.OG is available at Mandaya Royal Hospital Puri on:

  • Monday: 17.00 – 20.00 WIB
  • Friday: 17.00 – 20.00 WIB
  • Saturday: 17.00 – 20.00 WIB

To make your visit easier, you can contact Mandaya Royal Hospital Puri through WhatsApp Chat, Book Appointment, or the Care Dokter mobile app, available on Google Play and the App Store, to schedule visits, check queue numbers, and access additional information.

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes