Imunoterapi untuk Kanker Payudara: Bagaimana Cara Kerja dan Kapan Direkomendasikan?

Imunoterapi untuk Kanker Payudara: Bagaimana Cara Kerja dan Kapan Direkomendasikan?

Imunoterapi untuk kanker payudara adalah metode pengobatan yang membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan sel kanker. Pengobatan ini bekerja dengan meningkatkan kemampuan sistem imun dalam menyerang sel kanker.

Imunoterapi dapat digunakan untuk menangani kanker payudara triple-negatif stadium awal dengan risiko kekambuhan tinggi maupun kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lain (metastasis). Selain itu, para peneliti masih mengevaluasi penggunaan imunoterapi untuk menangani kanker payudara HER2-positif dan reseptor estrogen positif (ER-positif).

Bagaimana cara kerja imunoterapi untuk kanker payudara?

Imunoterapi bekerja dengan membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan menghancurkan sel kanker. Pengobatan ini juga dapat membantu tubuh menghasilkan atau meningkatkan aktivitas sel imun yang berperan dalam melawan kanker. Secara umum, imunoterapi untuk kanker payudara dibagi menjadi dua jenis:

  • Imunoterapi aktif: Obat dirancang untuk membantu sistem kekebalan tubuh mengenali target tertentu pada sel kanker payudara. Dalam pengembangannya, dokter dan peneliti mempelajari antigen, yaitu zat atau penanda yang dapat dikenali oleh sistem imun, untuk membantu mengarahkan respons kekebalan tubuh terhadap sel kanker.
  • Imunoterapi pasif: Menggunakan obat yang dibuat di laboratorium untuk membantu atau meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh dalam melawan sel kanker.

Jenis imunoterapi yang digunakan akan disesuaikan dengan karakteristik kanker payudara dan kondisi pasien.

Baca juga: 5 Gejala Kanker Payudara Stadium Awal

Kapan imunoterapi untuk kanker payudara direkomendasikan?

Imunoterapi dapat diberikan pada waktu yang berbeda selama pengobatan kanker payudara, bergantung pada jenis dan stadium kanker serta kondisi pasien. Berikut beberapa situasi ketika imunoterapi dapat direkomendasikan:

  • Sebelum operasi: Imunoterapi dapat dikombinasikan dengan kemoterapi untuk membantu mengecilkan tumor agar lebih mudah diangkat melalui operasi. Pendekatan ini dapat digunakan pada pasien tertentu dengan kanker payudara triple-negatif.
  • Setelah operasi: Setelah jaringan kanker yang terlihat diangkat, imunoterapi dapat dilanjutkan untuk membantu melawan sel kanker yang mungkin masih tersisa. Pemberiannya bergantung pada jenis kanker dan rencana pengobatan pasien.
  • Pada kanker yang telah menyebar atau kambuh: Imunoterapi dapat dikombinasikan dengan kemoterapi untuk menangani kanker payudara metastasis atau kanker yang kembali muncul dan tidak dapat diangkat melalui operasi, terutama pada pasien yang memenuhi kriteria pengobatan.

Dokter spesialis onkologi akan menentukan apakah imunoterapi sesuai bagi pasien berdasarkan hasil pemeriksaan tumor, stadium kanker, dan kemungkinan manfaat pengobatan.

Baca juga: Kanker Payudara Stadium 4: Gejala, Pengobatan, Harapan Hidup

Obat imunoterapi untuk kanker payudara

Beberapa obat imunoterapi digunakan untuk menangani kanker payudara dengan karakteristik tertentu. Dua obat yang disebutkan dalam referensi Cleveland Clinic adalah:

  • Pembrolizumab: Digunakan untuk kanker payudara triple-negatif, baik stadium awal berisiko tinggi maupun stadium metastasis dengan biomarker tertentu. Obat ini membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan menyerang sel kanker serta dapat diberikan sebelum dan setelah operasi kanker payudara pada pasien yang memenuhi kriteria.
  • Dostarlimab: Dapat digunakan pada kanker tertentu yang telah menyebar atau berkembang selama maupun setelah pengobatan, apabila tumor memiliki biomarker spesifik yang sesuai.

Pemilihan obat imunoterapi bergantung pada jenis kanker, stadium penyakit, hasil pemeriksaan biomarker, dan kondisi pasien. Dokter spesialis onkologi akan menentukan pilihan pengobatan yang sesuai.

Bagaimana prosedur imunoterapi untuk kanker payudara?

Imunoterapi untuk kanker payudara umumnya diberikan melalui infus intravena (IV), yaitu dengan menyalurkan obat langsung ke pembuluh darah. Jadwal pengobatan bergantung pada jenis obat dan kondisi pasien, tetapi umumnya dilakukan setiap 3–6 minggu selama beberapa bulan hingga sekitar dua tahun. Dokter akan menentukan jadwal dan durasi terapi sesuai kebutuhan medis pasien.

Baca juga: 7 Jenis Kanker Payudara yang Perlu Dikenali

Apa saja efek samping imunoterapi untuk kanker payudara?

Efek samping imunoterapi dapat berbeda pada setiap pasien, bergantung pada jenis obat dan respons sistem kekebalan tubuh. Beberapa efek samping yang umum terjadi meliputi:

  • Diare, berupa peningkatan frekuensi buang air besar atau tinja yang lebih encer.
  • Kelelahan, yang membuat tubuh terasa lemas atau kekurangan energi.
  • Ruam kulit, seperti kemerahan atau gatal.
  • Gangguan tiroid, yang dapat memengaruhi keseimbangan hormon tubuh.

Selain itu, imunoterapi juga dapat menimbulkan efek samping yang lebih serius, meskipun lebih jarang terjadi, seperti:

  • Reaksi selama infus: Dapat ditandai dengan demam, menggigil, kulit gatal, pusing, wajah kemerahan, hingga sesak napas atau mengi.
  • Reaksi autoimun: Sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan atau organ sehat, sehingga dapat menyebabkan peradangan dan gangguan pada berbagai bagian tubuh.

Pasien perlu menyampaikan keluhan yang muncul selama atau setelah pengobatan kepada dokter. Jika mengalami sesak napas atau gejala berat lainnya, segera cari pertolongan medis. Dokter akan memantau efek samping dan menentukan penanganan yang sesuai selama imunoterapi.

Pusat Kanker Payudara Mandaya dengan layanan komprehensif

RS Mandaya Royal Puri menyediakan layanan kanker payudara yang mencakup berbagai tahapan perawatan, mulai dari deteksi dan diagnosis hingga pengobatan serta rekonstruksi payudara. Selain itu, tersedia Limfedema Center untuk membantu menangani limfedema, yaitu pembengkakan akibat gangguan aliran cairan getah bening yang dapat dialami sebagian pasien setelah menjalani pengobatan kanker payudara.

Berikut berbagai layanan yang dapat diakses di Pusat Kanker Payudara Mandaya:

  • Deteksi dan diagnosis kanker payudara: Tersedia mamografi 2D dan 3D, USG payudara, Digital PET/CT Scan, serta Vacuum-Assisted Breast Biopsy (VABB) untuk membantu mengambil sampel jaringan payudara melalui sayatan kecil dengan bantuan alat vakum.
  • Tindakan operasi: Pilihan operasi meliputi mastektomi untuk mengangkat seluruh jaringan payudara dan lumpektomi endoskopi untuk mengangkat tumor dengan tetap mempertahankan jaringan payudara sebanyak mungkin sesuai kondisi pasien. Dokter juga dapat melakukan Sentinel Lymph Node Biopsy (SLNB) pada pasien tertentu untuk mengevaluasi kemungkinan penyebaran kanker ke kelenjar getah bening.
  • Pengobatan kanker payudara: Tersedia beragam pilihan terapi, termasuk radioterapi, kemoterapi, imunoterapi, terapi target, dan terapi hormon. Pemilihan terapi disesuaikan dengan karakteristik serta stadium kanker dan kondisi pasien.
  • Rekonstruksi payudara: Layanan ini membantu membentuk kembali payudara setelah operasi pengangkatan jaringan kanker dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.
  • Penanganan tumor jinak tanpa operasi terbuka: High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) menggunakan gelombang suara berintensitas tinggi yang difokuskan pada jaringan tertentu untuk menangani tumor jinak tertentu tanpa memerlukan sayatan operasi terbuka.
  • Penanganan limfedema melalui Limfedema Center: Layanan ini mencakup terapi Manual Lymphatic Drainage (MLD) oleh fisioterapis tersertifikasi, penggunaan alat kompresi, serta tindakan bedah seperti Lymphovenous Anastomosis (LVA) dan transplantasi kelenjar getah bening.

Dengan beragam pilihan layanan tersebut, RS Mandaya Royal Puri menyediakan pemeriksaan, penanganan kanker payudara, rekonstruksi, hingga perawatan komplikasi yang mungkin muncul setelah pengobatan. Dokter akan merekomendasikan pemeriksaan dan terapi berdasarkan hasil evaluasi medis serta kebutuhan setiap pasien.

Fasilitas pasien luar kota dan internasional di RS Mandaya Royal Puri

Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan berbagai fasilitas penunjang untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pasien yang berasal dari luar kota maupun luar negeri:

  • Penjemputan VIP (VIP transport): Layanan penjemputan dari Bandara Soekarno-Hatta, stasiun, atau pelabuhan menuju rumah sakit menggunakan kendaraan nyaman yang didampingi oleh tim Patient Experience Officer (PEO).
  • Penjemputan ambulans medis: Penjemputan khusus bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu dari titik kedatangan (bandara/stasiun/pelabuhan) yang dilengkapi peralatan medis dan pendampingan tenaga kesehatan profesional.
  • Akomodasi penginapan (Sleep Hub & apartemen): Fasilitas penginapan nyaman bagi keluarga yang mendampingi pasien, terletak langsung di lantai 8 gedung Mandaya Royal Puri serta opsi apartemen terdekat.
  • Layanan pasien internasional (International Patient Relation): Pendampingan khusus bagi pasien luar negeri untuk pengurusan koordinasi medis, penerjemah, hingga administrasi. Untuk informasi dan bantuan International Patient Relation, Anda dapat menghubungi 021 5092 8888 atau email ke [email protected].

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Cleveland Clinic. Immunotherapy Treatment for Breast Cancer. (https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/21939-immunotherapy-treatment-breast-cancer). Diakses pada 16 Oktober 2026.
  2. American Cancer Society. Immunotherapy for Breast Cancer. (https://www.cancer.org/cancer/types/breast-cancer/treatment/immunotherapy.html). Diakses pada 16 Oktober 2026.
  3. National Cancer Institute. Immunotherapy for Breast Cancer. (https://www.cancer.gov/types/breast/treatment/immunotherapy). Diakses pada 16 Oktober 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes