Mastektomi merupakan salah satu jenis operasi kanker payudara yang dilakukan dengan mengangkat seluruh jaringan payudara. Tindakan ini dapat menjadi bagian dari penanganan berbagai jenis kanker payudara untuk mengangkat jaringan yang mengandung sel kanker dan membantu mencegah kanker menyebar. Setelah mastektomi, sebagian pasien juga mungkin membutuhkan terapi kanker lain untuk menangani sel kanker yang masih tersisa di jaringan sekitar.
Bagi sebagian wanita, kehilangan payudara setelah mastektomi bukan hanya tentang perubahan pada tubuh, tetapi juga dapat memengaruhi rasa percaya diri dan cara memandang diri sendiri. Kabar baiknya, bentuk payudara dapat dibuat kembali melalui operasi rekonstruksi payudara setelah mastektomi.
Di RS Mandaya Royal Puri, rekonstruksi payudara dapat dilakukan menggunakan implan payudara atau jaringan lemak dari bagian tubuh pasien. Tindakan ini dapat dilakukan bersamaan dengan mastektomi maupun pada waktu yang berbeda setelah operasi, sehingga pasien dapat mempertimbangkan pilihan rekonstruksi sesuai kondisi medis dan kebutuhannya.
Contents
Operasi rekonstruksi payudara setelah mastektomi di RS Mandaya Royal Puri
Berikut ini adalah pilihan jenis operasi rekonstruksi payudara setelah mastektomi di RS Mandaya Royal Puri:
1. Rekonstruksi payudara dengan implan
Salah satu teknik yang dapat digunakan dalam rekonstruksi payudara setelah mastektomi adalah menggunakan implan payudara. Implan berbentuk bulat dengan lapisan luar berbahan silikon yang diisi dengan cairan saline (air garam steril) atau gel silikon. Implan ini ditempatkan untuk menggantikan jaringan payudara yang telah diangkat saat mastektomi, sehingga dapat membantu mengembalikan bentuk dan volume payudara.
Sebelum menjalani mastektomi, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter bedah plastik untuk mendiskusikan pilihan rekonstruksi yang sesuai. Konsultasi sejak awal memungkinkan dokter menilai kondisi pasien dan merencanakan teknik rekonstruksi, termasuk apakah rekonstruksi dengan implan dapat menjadi pilihan. Dengan begitu, pasien juga memiliki waktu untuk memahami setiap pilihan dan menentukan langkah perawatan bersama dokter.
2. Rekonstruksi payudara menggunakan jaringan lemak pasien
Selain menggunakan implan, rekonstruksi payudara setelah mastektomi juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan lemak tubuh pasien sendiri. Pilihan ini dapat dipertimbangkan oleh pasien yang tidak ingin menggunakan implan atau pada kondisi tertentu ketika teknik rekonstruksi lain kurang sesuai.
Proses rekonstruksi dengan lemak tubuh sendiri umumnya dilakukan secara bertahap. Setelah mastektomi, kulit di area dada terlebih dahulu dapat diregangkan menggunakan alat khusus seperti EVE-bra untuk mempersiapkan area yang akan direkonstruksi.
Selanjutnya, dokter mengambil lemak dari bagian tubuh tertentu, seperti perut, punggung, pinggul, atau paha, menggunakan teknik liposuction. Lemak tersebut kemudian diproses dan disuntikkan ke area dada untuk membantu membentuk kembali payudara. Dengan menggunakan jaringan dari tubuh sendiri, teknik ini menjadi salah satu pilihan yang dapat dibicarakan bersama dokter sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.
Pemilihan teknik rekonstruksi payudara akan disesuaikan dengan kondisi medis, bentuk dan ukuran payudara, kondisi jaringan setelah mastektomi, serta kebutuhan dan preferensi pasien. Dokter akan mengevaluasi kondisi pasien terlebih dahulu untuk menentukan apakah rekonstruksi dengan implan atau lemak tubuh sendiri lebih sesuai. Konsultasi bersama dokter bedah sejak sebelum mastektomi juga dapat membantu pasien memahami pilihan yang tersedia dan menentukan rencana rekonstruksi yang paling sesuai.
Baca juga: 5 Gejala Kanker Payudara Stadium Awal
Dokter ahli mastektomi dan operasi rekonstruksi payudara di RS Mandaya Royal Puri
1. dr. Abdul Rachman, Sp.B (K) Onk

dr. Abdul Rachman merupakan dokter spesialis bedah onkologi yang menyelesaikan pendidikan Dokter Umum di Universitas Trisakti, kemudian melanjutkan pendidikan Spesialis Bedah Umum dan Spesialis Bedah Onkologi di Universitas Indonesia. Untuk memperkuat kompetensinya, beliau juga mengikuti berbagai courses dan pelatihan di bidang bedah serta onkologi, termasuk Workshop Minimal Invasive Surgery, RFA and VABB, Workshop Oncoplasty, Microsurgery in Management of Cancer, hingga pelatihan Laparoscopic in Breast Cancer dan Reconstruction with Implant di National Cheng Kung University Hospital.
Dengan latar belakang tersebut, dr. Abdul Rachman menangani berbagai kondisi yang membutuhkan pembedahan onkologi, termasuk kanker payudara. Di RS Mandaya Royal Puri, beliau dapat membantu pasien menjalani evaluasi dan penanganan kanker payudara, termasuk tindakan mastektomi sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
dr. Abdul Rachman, Sp.B (K) Onk dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 06.00–18.00 WIB
- Kamis: 06.00–18.00 WIB
- Sabtu: 09.00–12.00 WIB.
2. dr. Enos H. Siburian, Sp.B (K) Onk

dr. Enos H. Siburian merupakan dokter spesialis bedah onkologi yang menyelesaikan pendidikan Dokter Umum di Universitas Kristen Indonesia, kemudian melanjutkan pendidikan Spesialis Bedah di Universitas Sam Ratulangi, Manado. Beliau memiliki pengalaman dalam menangani berbagai jenis kanker yang membutuhkan penanganan melalui pembedahan, termasuk kanker payudara, kanker usus besar, kanker tiroid, kanker perut, kanker paru, melanoma dan kanker kulit, kanker pankreas, serta berbagai jenis kanker lainnya.
Selain operasi konvensional, dr. Enos juga memiliki kompetensi dalam prosedur bedah minimal invasif, termasuk laparoskopi. Dalam penanganan kanker payudara, evaluasi oleh dokter bedah onkologi diperlukan untuk menentukan kondisi pasien serta jenis tindakan yang sesuai, termasuk apakah mastektomi menjadi pilihan penanganan.
dr. Enos H. Siburian, Sp.B (K) Onk dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Rabu: 13.00–15.00 WIB
- Kamis: 09.00–11.00 WIB
- Jumat: 13.00–15.00 WIB.
3. dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K)

dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K) menyelesaikan pendidikan dokter umum dan spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik di Universitas Indonesia. Beliau kemudian memperdalam keahlian di bidang mikrosurgery dan onkoplasti, yang mendukung kompetensinya dalam menangani berbagai kasus rekonstruksi yang kompleks, termasuk pada pasien kanker payudara yang telah menjalani mastektomi.
Salah satu bidang yang menjadi fokus keahlian dr. Sara adalah rekonstruksi payudara. Prosedur ini dilakukan untuk membantu mengembalikan bentuk payudara setelah mastektomi, sehingga pasien tidak hanya mendapatkan kembali bentuk tubuhnya, tetapi juga dapat merasa lebih nyaman dan percaya diri setelah menjalani rangkaian pengobatan kanker. Dengan pendekatan onkoplasti dan mikrosurgery, pilihan rekonstruksi dapat disesuaikan dengan kondisi jaringan serta kebutuhan masing-masing pasien.
Dalam menentukan tindakan, dr. Sara juga mengutamakan komunikasi dengan pasien. Konsultasi dilakukan untuk memahami kondisi, kebutuhan, serta harapan pasien sebelum menentukan metode rekonstruksi yang paling sesuai.
dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K) dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 17.00–19.30 WIB
- Kamis: 17.00–19.30 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Mastectomy. https://my.clevelandclinic.org/health/procedures/21221-mastectomy. Diakses pada 1 Oktober 2026.
- Breastcancer.org. Implant Reconstruction. https://www.breastcancer.org/treatment/surgery/breast-reconstruction/types/implant-reconstruction. Diakses pada 1 Oktober 2026.
- American Society of Plastic Surgeons. Fat Transfer May Offer Another Breast Reconstruction Option After Mastectomy. https://www.plasticsurgery.org/news/press-releases/fat-transfer-may-offer-another-breast-reconstruction-option-after-mastectomy. Diakses pada 1 Oktober 2026.

