Tangani Lengan Bengkak Pasca Operasi Kanker Payudara dengan Teknik LVA di RS Mandaya Royal Puri

Operasi kanker payudara terkadang melibatkan pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar getah bening di area ketiak. Tindakan ini dapat mengganggu aliran cairan limfa dari lengan dan area sekitar payudara, sehingga menyebabkan limfedema dan lengan membengkak.

Pada pasien kanker payudara, limfedema paling sering ditandai dengan lengan yang membengkak pada sisi tubuh yang menjalani pengobatan. Jika tidak ditangani, pembengkakan dapat semakin berat dan meningkatkan risiko munculnya masalah kulit maupun infeksi. Karena itu, lengan yang terus membengkak setelah operasi kanker payudara sebaiknya tidak dianggap sebagai kondisi yang harus diterima begitu saja.

dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K)

Salah satu pilihan penanganan lengan bengkak pascaoperasi kanker payudara adalah lymphovenous anastomosis (LVA), yaitu teknik bedah mikro yang menghubungkan pembuluh limfa dengan pembuluh darah berukuran sangat kecil untuk membantu mengalihkan aliran cairan limfa. Di RS Mandaya Royal Puri, penanganan limfedema pascaoperasi kanker payudara dengan teknik LVA dapat dilakukan oleh dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K), dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik dengan subspesialisasi microsurgery dan onkoplasti.

Mengenal apa itu teknik LVA untuk lengan bengkak pascaoperasi kanker payudara

Pada tahap awal limfedema, cairan limfa dapat menumpuk di lengan karena alirannya terganggu dan tidak dapat kembali ke aliran darah dengan normal. 

LVA dilakukan dengan menghubungkan pembuluh limfa yang berukuran sangat kecil dengan pembuluh darah vena di sekitarnya. Dengan begitu, cairan limfa memiliki jalur alternatif untuk kembali masuk ke aliran darah.

Sederhananya, LVA bekerja seperti membuat jalur baru untuk mengatasi jalan yang tersendat. Ketika jalur utama aliran limfa mengalami hambatan, dokter membuat jalur alternatif agar cairan yang menumpuk dapat dialirkan kembali. Teknik ini termasuk bedah mikro karena pembuluh yang dihubungkan berukuran sangat kecil dan membutuhkan ketelitian tinggi.

Baca juga: Rekomendasi Dokter Limfedema di Jakarta dan Tangerang

Prosedur LVA untuk mengatasi limfedema

Secara umum, prosedur LVA dilakukan dengan menghubungkan pembuluh limfa dengan pembuluh darah vena agar cairan limfa yang menumpuk di lengan dapat dialirkan melalui jalur alternatif. Prosedurnya dapat dilakukan dengan tahapan berikut:

1. Mencari pembuluh limfa yang masih berfungsi

Dokter bedah plastik akan menggunakan zat pewarna khusus yang disuntikkan untuk membantu menemukan pembuluh limfa berukuran sangat kecil di area ketiak.

2. Membuat sayatan kecil

Setelah pembuluh limfa ditemukan, dokter membuat sayatan kecil di area ketiak untuk mengakses pembuluh limfa dan vena.

3. Menghubungkan pembuluh limfa dengan vena

Pembuluh limfa yang masih dapat dialiri kemudian dihubungkan langsung dengan pembuluh darah vena. Hubungan ini menjadi jalur baru agar cairan limfa dapat masuk ke aliran darah dan tidak terus menumpuk di lengan.

4. Menutup luka operasi

Setelah prosedur selesai, sayatan ditutup menggunakan jahitan yang dapat diserap tubuh sehingga umumnya tidak perlu dilakukan tindakan untuk melepas jahitan.

5. Pasien umumnya dapat pulang di hari yang sama

LVA umumnya merupakan prosedur yang tidak membutuhkan rawat inap semalam. Namun, lama perawatan dan pemantauan setelah tindakan tetap dapat berbeda sesuai kondisi masing-masing pasien.

Baca juga: RS Mandaya Puri Hadirkan Limfedema Center untuk Pasien Bengkak Pasca Operasi

Kenali tanda dan gejala limfedema setelah pengobatan kanker payudara

Limfedema tidak selalu langsung terlihat sebagai pembengkakan yang jelas. Pada sebagian pasien, gejalanya dapat muncul secara perlahan dan diawali dengan sensasi yang mungkin dianggap sepele, seperti rasa kesemutan, kebas, atau lengan terasa lebih berat dari biasanya. Karena itu, pasien yang pernah menjalani operasi kanker payudara perlu mengenali perubahan pada tubuhnya, meskipun pembengkakan belum tampak nyata.

Beberapa tanda dan gejala limfedema yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Lengan, tangan, payudara, dada, atau ketiak terasa lebih berat atau penuh dibandingkan sisi tubuh lainnya.
  • Muncul pembengkakan ringan, terutama pada lengan atau tangan di sisi yang menjalani pengobatan kanker payudara.
  • Kulit terasa kencang, gatal, lebih keras, atau mengalami perubahan tekstur dan warna, misalnya kemerahan.
  • Muncul rasa nyeri, pegal, tidak nyaman, kesemutan, atau kebas pada lengan dan area sekitarnya.
  • Area yang terdampak terasa lebih hangat dari biasanya.
  • Gerakan bahu, pergelangan tangan, atau tangan terasa lebih kaku dan fleksibilitasnya berkurang.
  • Pembuluh darah atau tendon di tangan tampak lebih sulit terlihat, sementara kulit yang sebelumnya berkerut dapat terlihat lebih halus.
  • Saat area yang bengkak ditekan dengan jari, dapat muncul cekungan sementara pada kulit sebelum kembali seperti semula.

Gejala-gejala tersebut bisa berbeda pada setiap orang dan tidak selalu muncul bersamaan. Bahkan, seseorang mungkin baru menyadari adanya perubahan setelah limfedema berkembang cukup lama. Karena itu, jika muncul pembengkakan atau perubahan yang tidak biasa setelah pengobatan kanker payudara, sebaiknya konsultasikan kepada dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Jika pembengkakan muncul secara tiba-tiba dan membesar dalam waktu satu hingga dua hari, jangan menundanya untuk diperiksa. Pembengkakan yang terjadi cepat dapat berkaitan dengan kondisi lain, seperti infeksi atau bekuan darah, sehingga membutuhkan

Profil dr. Sara, dokter bedah plastik ahli tangani limfedema dengan teknik LVA

dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K), dokter bedah plastik ahli limfedema

dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K) merupakan dokter spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik dengan subspesialisasi microsurgery dan onkoplasti. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum serta spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik di Universitas Indonesia, kemudian memperdalam keahlian di bidang microsurgery dan onkoplasti untuk menangani berbagai kebutuhan rekonstruksi pada pasien kanker.

Keahlian tersebut mencakup rekonstruksi payudara setelah mastektomi serta penanganan limfedema menggunakan teknik LVA. Pada pasien kanker payudara, LVA dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu mengatasi limfedema, terutama ketika terjadi pembengkakan pada lengan akibat terganggunya aliran cairan limfa setelah operasi atau radioterapi.

Dalam memberikan penanganan, dr. Sara melakukan evaluasi terhadap kondisi pasien terlebih dahulu untuk menentukan teknik yang sesuai. Konsultasi juga menjadi bagian penting agar pasien dapat memahami kondisi yang dialami, pilihan tindakan yang tersedia, serta tujuan dari prosedur yang akan dijalani.

Jadwal praktik dr. Sara di RS Mandaya Royal Puri

dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K) dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 17.00–19.30 WIB
  • Kamis: 17.00–19.30 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Referensi:

  1. Johns Hopkins Medicine. Breast Cancer Lymphedema After Treatment. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/breast-cancer/breast-cancer-lymphedema-after-treatment. Diakses pada 1 Oktober 2026.
  2. OLP Surgery. Treatments. https://olp.surgery/how-we-can-help-lymphoedema-treatment/treatments/. Diakses pada 1 Oktober 2026.
  3. Guy’s and St Thomas’ NHS Foundation Trust. LVA – Axillary Lymph Node Clearance. https://www.guysandstthomas.nhs.uk/health-information/lva-axillary-lymph-node-clearance. Diakses pada 1 Oktober 2026.
  4. Breastcancer.org. Lymphedema. https://www.breastcancer.org/treatment-side-effects/lymphedema. Diakses pada 1 Oktober 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes