Rekomendasi Dokter Limfedema di Jakarta dan Tangerang

Ilustrasi tangan limfedema.

Limfedema adalah kondisi pembengkakan yang terjadi akibat gangguan pada sistem limfatik. Sistem limfatik sendiri merupakan jaringan yang terdiri dari organ, pembuluh, dan jaringan dalam tubuh yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi serta menjaga keseimbangan cairan. Ketika sistem ini terganggu, cairan dapat menumpuk dan menyebabkan rasa tidak nyaman, sensasi berat, hingga keterbatasan gerak jika tidak ditangani dengan baik.

Sistem limfatik manusia.
Sistem limfatik manusia.

Limfedema terjadi ketika sistem limfatik mengalami kerusakan atau tidak berfungsi dengan baik, sehingga cairan limfa tidak dapat mengalir dengan lancar dan akhirnya menumpuk di jaringan tubuh, seperti di tangan dan kaki. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti operasi kanker (terutama pengangkatan kelenjar getah bening), terapi radiasi, infeksi, cedera, atau faktor bawaan sejak lahir (genetik).

Di RS Mandaya Royal Puri, terdapat tim dokter yang tergabung dalam Limfedema Center dan siap menangani kasus limfedema secara komprehensif. Tim ini terdiri dari berbagai spesialis, termasuk dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K), dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik dengan subspesialis rekonstruksi bedah mikro serta onkoplasti, serta didukung oleh tim dokter rehabilitasi medik seperti dr. Andre Sugiyono, Sp.KFR, dr. Eugene Nathania, Sp.KFR, dan dr. Johanes Putra, Sp.KFR. Kolaborasi multidisiplin ini memungkinkan pasien mendapatkan penanganan yang lebih optimal dan terintegrasi.

Gejala limfedema yang perlu diwaspadai

Pembengkakan setelah operasi merupakan hal yang umum terjadi selama proses pemulihan. Namun, jika kondisi tersebut tidak kunjung membaik, disertai rasa nyeri, atau mulai membatasi pergerakan, bisa jadi itu merupakan tanda limfedema yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Pembengkakan bukanlah satu-satunya gejala limfedema. Berikut sejumlah gejala lainnya yang bisa menyertai:

  • Pembuluh darah atau tendon di tangan dan kaki tampak tidak terlihat atau sulit dirasakan
  • Ukuran lengan atau kaki terlihat sedikit berbeda
  • Sendi terasa lebih kaku atau kurang fleksibel dari biasanya
  • Kulit tampak bengkak atau kemerahan
  • Terjadi pembengkakan pada lengan, kaki, atau bagian tubuh lainnya
  • Lengan, kaki, atau bagian tubuh terasa berat dan tidak nyaman
  • Pakaian atau perhiasan terasa lebih sempit dari biasanya
  • Muncul sensasi seperti terbakar atau gatal
  • Kulit menjadi lebih tebal dari biasanya.

Apabila Anda mengalami gejala-gejala tersebut, Anda bisa berkonsultasi dengan dr. Sara di Limfedema Center RS Mandaya Puri. Dengan pemeriksaan yang tepat, dokter dapat mengidentifikasi penyebab pembengkakan dan menentukan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Konsultasi dokter

Penanganan limfedema di Limfedema Clinic RS Mandaya Royal Puri

Penanganan limfedema di Limfedema Clinic RS Mandaya Royal Puri dapat dilakukan dengan prosedur bypass limfatik, hingga dengan teknologi compression devices. Berikut penjelasannya:

1. Prosedur bypass limfatik

Lymphaticovenular Anastomosis (LVA) (Sumber: Memorial Sloan Kettering Cancer Center)
Lymphaticovenular Anastomosis (LVA) (Sumber: Memorial Sloan Kettering Cancer Center)

Penanganan limfedema di Limfedema Clinic RS Mandaya Royal Puri dapat dilakukan dengan pendekatan medis yang modern, salah satunya melalui prosedur bypass limfatik. Tindakan ini ditujukan bagi pasien yang sudah mengalami pembengkakan akibat gangguan aliran cairan limfa, dengan tujuan menciptakan jalur baru agar cairan tersebut dapat mengalir lebih lancar.

“Kalau memang kebetulan sudah ada pembengkakan dan itu disadari oleh pasien, datang saja (ke Mandaya Royal Hospital Puri), kita bisa menangani di sini. Kita lakukan yang namanya bypass limfatik ke venula,” kata dr. Sara.

“Jadi (prosedur ini) mem-bypass saluran kelenjar getah bening ke saluran pembuluh darah yang namanya venula,” lanjutnya.

Prosedur ini dilakukan menggunakan teknik supermicrosurgery yang sangat presisi menggunakan mikroskop canggih bernama Kinevo 900, yang memungkinkan dokter melihat pembuluh berukuran sangat kecil secara lebih detail dan presisi.

. Sebelum tindakan, dokter akan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan zat kontras untuk memetakan aliran pembuluh limfatik pada area yang terdampak. Proses ini membantu dokter menentukan titik-titik yang akan dilakukan bypass secara akurat.

Setelah area yang akan ditangani ditandai, dokter akan membuat jalur baru dengan menghubungkan pembuluh limfatik yang mengalami gangguan ke pembuluh darah kecil (venula). Dengan adanya jalur alternatif ini, cairan limfa dapat dialirkan langsung ke sistem pembuluh darah vena, sehingga pembengkakan dapat berkurang secara signifikan.

Tindakan ini dikenal sebagai Lymphaticovenular Anastomosis (LVA), yaitu prosedur minimal invasif yang dilakukan dengan menghubungkan pembuluh limfatik yang rusak langsung ke pembuluh vena kecil di sekitarnya untuk mengatasi limfedema secara efektif.

2. Rehabilitasi

Setelah menjalani prosedur operasi bypass limfatik, pasien juga dapat melanjutkan perawatan dengan tim dokter rehabilitasi medik untuk mengoptimalkan hasil terapi. Salah satu metode yang digunakan adalah compression devices, yaitu alat berupa pompa pneumatik yang memberikan tekanan secara bergantian (inflate dan deflate) pada area yang mengalami pembengkakan.

Alat ini bekerja dengan cara dihubungkan ke selongsong (sleeve) yang dipasang pada lengan atau kaki pasien, sehingga membantu mendorong aliran cairan limfa tetap bergerak melalui pembuluh limfatik dan vena, serta mencegah penumpukan cairan. Selain membantu mengurangi pembengkakan, penggunaan compression pump juga dapat menurunkan risiko komplikasi limfedema dan mendukung proses pemulihan secara menyeluruh.

3. Manual lymph drainage

Layanan fisioterapi di RS Mandaya Royal Puri didukung oleh fisioterapis tersertifikasi yang berpengalaman dalam melakukan manual lymph drainage (MLD) untuk pasien limfedema.

MLD adalah teknik terapi yang digunakan oleh fisioterapis untuk membantu mengurangi pembengkakan. Teknik ini bekerja dengan memindahkan cairan berlebih dari anggota tubuh yang mengalami pembengkakan ke area lain yang tidak terkena, sehingga cairan tersebut dapat difilter dan dikeluarkan secara optimal oleh tubuh.

Rekomendasi dokter limfedema di Jakarta dan Tangerang

Berikut ini adalah rekomendasi dokter limfedema di Limfedema Center RS Mandaya Royal Puri:

1. dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K)

Dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik dengan subspesialis rekonstruksi bedah mikro serta onkoplasti memiliki peran penting dalam mengembalikan fungsi sekaligus bentuk tubuh pasien. 

Bidang ini tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga menangani berbagai kondisi medis, seperti rekonstruksi setelah operasi kanker, perbaikan jaringan akibat cedera atau trauma, penanganan luka bakar, hingga koreksi kelainan bawaan. Dengan teknik bedah mikro yang presisi, dokter dapat memindahkan jaringan, memperbaiki struktur tubuh, serta membantu meningkatkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh.

Di RS Mandaya Royal Puri, layanan ini ditangani oleh dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K). Beliau memiliki keahlian dalam berbagai prosedur, mulai dari rekonstruksi payudara pasca operasi kanker hingga penanganan kontraktur akibat luka bakar.

dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 17.00 – 19.30 WIB
  • Kamis: 17.00 – 19.30 WIB.

2. dr. Andre Sugiyono, Sp.KFR

Salah satu dokter rehabilitasi medis yang direkomendasikan adalah dr. Andre Sugiyono, Sp.KFR, yang berpraktik di RS Mandaya Royal Puri. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Katolik Atma Jaya dan melanjutkan spesialisasi Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Universitas Indonesia.

Dalam praktiknya, dr. Andre memiliki berbagai keahlian, seperti elektroterapi, fisioterapi, hidroterapi, serta rehabilitasi pasca stroke. Layanan yang diberikan bertujuan untuk membantu pasien memulihkan fungsi tubuh dan meningkatkan kualitas hidup setelah mengalami gangguan kesehatan tertentu.

dr. Andre Sugiyono,Sp.KFR bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 08.30 – 15.30 WIB
  • Selasa: 08.30 – 15.30 WIB
  • Rabu: 08.30 – 15.30 WIB
  • Kamis: 08.30 – 15.30 WIB
  • Jumat: 08.30 – 15.30 WIB
  • Sabtu: 14.30 – 19.00 WIB.

3. dr. Eugene Nathania, Sp.KFR

dr. Eugene Nathania, Sp.KFR merupakan dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik yang menyelesaikan pendidikan dokter umum dan spesialisnya di Universitas Indonesia. Beliau memiliki kompetensi dalam berbagai metode terapi, seperti rehabilitasi obstetri, taping, manual therapy, hingga dry needling.

Selain itu, dr. Eugene juga berpengalaman dalam menangani nyeri muskuloskeletal serta membantu pasien mengembalikan fungsi dan mobilitas tubuh setelah cedera atau gangguan tertentu.

dr. Eugene Nathania, Sp.KFR bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 08.00 – 14.00 WIB
  • Selasa: 08.00 – 14.00 WIB
  • Rabu: 08.00 – 14.00 WIB
  • Kamis: 08.00 – 14.00 WIB
  • Jumat: 08.00 – 14.00 WIB
  • Sabtu: 08.00 – 14.00 WIB.

4. dr. Johanes Putra, Sp.KFR

dr. Johanes Putra, Sp.KFR adalah dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik yang menempuh pendidikan dokter umum di Universitas Atma Jaya, kemudian melanjutkan spesialisasi di Universitas Indonesia.

Beliau memiliki keahlian dalam rehabilitasi muskuloskeletal, termasuk gangguan pada otot, tulang, dan sendi. Selain itu, dr. Johanes juga kompeten dalam melakukan tindakan manajemen nyeri intervensi untuk membantu mengurangi keluhan pasien secara lebih optimal.

dr. Johanes Putra, Sp.KFR bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 14.30 – 20.00 WIB
  • Selasa: 14.30 – 20.00 WIB
  • Rabu: 14.30 – 20.00 WIB
  • Kamis: 14.30 – 20.00 WIB
  • Jumat: 14.30 – 20.00 WIB
  • Sabtu: 08.00 – 14.00 WIB.

Di RS Mandaya Royal Puri, penanganan limfedema tidak hanya didukung oleh dokter spesialis, tetapi juga oleh tim perawat yang terlatih dan berpengalaman dalam merawat pasien dengan kondisi ini. 

Untuk mempermudah proses kunjungan ke RS Mandaya Royal Puri, pasien dapat menggunakan fitur Chat melalui WhatsApp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang tersedia di Google Play dan App Store. Melalui layanan ini, pasien dapat mengatur jadwal konsultasi, melihat nomor antrean, serta memperoleh berbagai informasi penting terkait layanan rumah sakit.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes