Rekomendasi Dokter Spesialis Bedah Jantung Bypass & Katup di Jakarta Barat, RS Mandaya Royal Puri

Rekomendasi Dokter Spesialis Bedah Jantung Bypass & Katup di Jakarta Barat, RS Mandaya Royal Puri

Dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular (Sp.BTKV) adalah dokter yang telah menempuh pendidikan spesialisasi khusus di bidang pembedahan organ dada dan sistem peredaran darah, meliputi jantung, paru-paru, pembuluh darah besar, serta struktur lain di rongga dada. Dokter dengan spesialisasi ini menangani berbagai kondisi serius, seperti penyakit jantung koroner, kerusakan atau penyempitan katup jantung, aneurisma aorta, tumor paru, hingga kelainan jantung bawaan. Karena kompleksitas prosedur yang ditangani, dokter Sp.BTKV memiliki kompetensi tinggi dalam melakukan tindakan bedah yang membutuhkan ketelitian dan keahlian teknis tingkat tinggi.

Bagi Anda yang membutuhkan penanganan bedah jantung di wilayah Jakarta Barat, terdapat dua dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular yang berpengalaman dan direkomendasikan, termasuk untuk tindakan operasi bypass jantung dan operasi katup jantung. Keduanya adalah dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp.JD(K) dan dr. Konda Kinanti, B.Med.Sc, Sp.BTKV, yang berpraktek di RS Mandaya Royal Puri. Dengan keahlian di bidang bedah jantung dan didukung fasilitas rumah sakit berstandar tinggi, keduanya menjadi pilihan terpercaya bagi pasien yang memerlukan tindakan bedah jantung yang aman dan komprehensif.

Konsultasi dokter

Rekomendasi dokter spesialis bedah jantung bypas & katup di Jakarta Barat

Berikut ini adalah profil, keahlian, dan jadwal praktek dr. Wirya dan dr. Konda di RS Mandaya Royal Puri:

1. dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD (K)

dr. Wirya merupakan spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dengan subspesialisasi bedah jantung dewasa, serta memiliki pengalaman luas dalam berbagai prosedur bedah jantung dan pembuluh darah. Beliau menyelesaikan pendidikan spesialisasinya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di mana beliau juga memperdalam berbagai teknik bedah jantung modern, termasuk pendekatan minimal invasif.

Salah satu keahlian unggulan dr. Wirya adalah Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS), sebuah teknik operasi jantung yang menggunakan sayatan kecil tanpa harus membuka tulang dada secara penuh. Dibandingkan operasi jantung konvensional, pendekatan ini memberikan sejumlah keunggulan bagi pasien, antara lain nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, risiko komplikasi yang lebih minimal, serta waktu pemulihan yang relatif lebih singkat.

Untuk terus mengembangkan kompetensinya, dr. Wirya aktif mengikuti berbagai pelatihan dan konferensi bertaraf internasional, di antaranya:

  • 2017: 25th Annual Meeting of the Asian Society for Cardiovascular and Thoracic Surgery, Seoul, Korea Selatan.
  • 2018: 28th Annual Meeting of the Association of Thoracic and Cardiovascular Surgeons of Asia.
  • 2019: 1st Joint Biennial South East Asian Regional Congress on Cardiovascular and Thoracic Surgery bersama 20th MATCVS Annual Scientific Meeting, Malaka.
  • 2021: 25th European Vascular Course dan 5th European Cardiovascular Course.

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD (K) bisa ditemui di Mandaya Royal Hospital Puri pada:

  • Selasa: 16.30 – 20.00 WIB
  • Kamis: 16.30 – 20.00 WIB
  • Sabtu: 10.00 – 13.00 WIB.

Baca juga: Perbedaan Operasi Bypass Jantung Metode Konvensional dan MICS (Minimal Invasif)

2. dr. Konda Kinanti, B.Med.Sc, Sp.BTKV

dr. Konda adalah dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular yang menempuh pendidikan kedokterannya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Dalam perjalanan akademisnya, beliau juga meraih gelar Bachelor of Medical Science dari University of Melbourne, Australia, yang memperkaya wawasan dan perspektif klinisnya di tingkat internasional. Pendidikan spesialisasi Bedah Kardiak, Toraks, dan Vaskular kemudian beliau selesaikan kembali di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat, baik di dalam maupun luar negeri, dr. Konda memiliki kompetensi yang mumpuni dalam menangani prosedur bedah jantung, termasuk operasi bypass jantung dan berbagai tindakan operasi jantung lainnya.

Untuk memperluas pengalaman klinisnya, dr. Konda aktif mengikuti berbagai program observasi dan pelatihan di institusi medis terkemuka di dunia. Beliau pernah menjalani observership di Departemen Bedah Kardiotoraks Royal Melbourne Hospital, Australia pada tahun 2011, serta memperoleh pengalaman langsung di Departemen Bedah Umum Allgemeines Krankenhaus der Stadt Wien (AKH), Vienna, Austria pada tahun 2013. Pada tahun 2018, beliau mengikuti Cardiac Morphology Course untuk Penyakit Jantung Bawaan di National Heart Centre Singapore, sekaligus berpartisipasi dalam The 26th Annual Meeting of the Asian Society for Cardiovascular and Thoracic Surgery (ASCVTS) di Moskow, Rusia.

dr. Konda Kinanti, B.Med.Sc, Sp.BTKV bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 17.00 – 19.00 WIB
  • Jumat: 17.00 – 19.00 WIB.

Konsultasi dokter

Baca juga: Operasi Bedah Jantung MICS: Minim Sayatan dan Pulih Lebih Cepat di RS Mandaya Puri

Kapan harus menemui serta berkonsultasi dengan dr. Wirya dan dr. Konda di RS Mandaya Puri?

Tidak semua keluhan pada dada memerlukan tindakan operasi. Namun, ada sejumlah kondisi atau gejala yang sebaiknya tidak diabaikan dan perlu segera dievaluasi oleh dokter, terutama jika gejala tersebut baru muncul, semakin memburuk, atau sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Berikut adalah tanda-tanda yang mungkin mengindikasikan bahwa Anda perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular.

1. Nyeri atau rasa tertekan di dada yang berulang 

Jika Anda merasakan sesak, berat, atau tekanan di dada, terutama saat berjalan, menaiki tangga, atau dalam kondisi stres, hal ini bisa menjadi tanda berkurangnya aliran darah ke jantung. Kondisi ini dapat merupakan gejala penyakit jantung koroner yang pada kasus tertentu memerlukan operasi bypass jantung atau prosedur lain tergantung tingkat keparahannya.

2. Sesak napas 

Sesak napas dapat terjadi akibat gangguan katup jantung, gagal jantung, kondisi paru-paru, atau penumpukan cairan. Jika sesak napas terus memburuk atau bahkan muncul saat beristirahat, dokter perlu melakukan evaluasi lebih lanjut untuk kondisi yang mungkin memerlukan tindakan bedah, seperti penyakit katup jantung atau penyakit paru.

3. Pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki dan kelelahan yang tidak biasa

Pembengkakan dan rasa lelah yang berkepanjangan dapat terjadi ketika jantung tidak memompa darah secara efisien. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya gagal jantung yang signifikan atau penyakit katup jantung, operasi mungkin menjadi bagian dari rencana pengobatan pada kasus-kasus tertentu.

4. Detak jantung tidak teratur disertai komplikasi 

Beberapa gangguan irama jantung (aritmia) dapat ditangani dengan obat-obatan atau prosedur berbasis kateter. Namun, pada kasus yang lebih kompleks, terutama jika disertai masalah struktural pada jantung, evaluasi bedah mungkin diperlukan.

5. Masalah struktural jantung yang ditemukan melalui pemeriksaan 

Terkadang seseorang merasa baik-baik saja, namun hasil ekokardiogram atau pemindaian lainnya menunjukkan adanya kelainan katup yang serius, pembesaran aorta, atau kelainan lain. Dalam situasi seperti ini, operasi mungkin direkomendasikan sebelum komplikasi terjadi.

6. Kondisi yang tidak dapat ditangani dengan obat atau prosedur ringan 

Rujukan ke dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular umumnya dilakukan ketika penanganan lain sudah tidak lagi memadai dan tindakan operasi menjadi pilihan yang diperlukan.

Operasi bypass jantung dan katup jantung minimal invasif di RS Mandaya Puri

Operasi bypass jantung dan katup jantung di RS Mandaya Royal Puri kini dapat dilakukan menggunakan pendekatan MICS. Berbeda dengan operasi konvensional yang membutuhkan pembukaan dada secara penuh, metode ini hanya memerlukan sayatan kecil sehingga menawarkan sejumlah keunggulan yang signifikan bagi pasien.

  • Proses pemulihan cenderung lebih singkat, sehingga pasien umumnya sudah bisa kembali beraktivitas dalam waktu sekitar 2–4 minggu pascaoperasi
  • Rasa nyeri setelah operasi serta bekas luka yang ditinggalkan biasanya lebih ringan dan tidak mencolok
  • Dampak fisik maupun psikologis akibat tindakan operasi dapat diminimalkan
  • Masa rawat inap di rumah sakit umumnya lebih singkat, yakni sekitar 3–4 hari
  • Fungsi paru-paru pada fase awal pemulihan cenderung dapat kembali optimal lebih cepat
  • Risiko terjadinya infeksi maupun perdarahan relatif lebih rendah dibandingkan metode operasi konvensional.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes