Perbedaan Operasi Bypass Jantung Metode Konvensional dan MICS (Minimal Invasif)

Perbedaan Operasi Bypass Jantung Metode Konvensional dan MICS (Minimal Invasif)

Operasi bypass jantung merupakan salah satu prosedur penting untuk mengatasi penyumbatan pada pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner). Namun, tidak sedikit orang yang merasa khawatir atau mungkin takut untuk menjalaninya, alasannya karena metode konvensional identik dengan tindakan membuka tulang dada yang terkesan besar dan membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama. Kekhawatiran ini sering kali membuat pasien menunda pengobatan, padahal kondisi ini perlu segera ditangani dengan tepat.

Seiring perkembangan teknologi medis, kini hadir metode Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS) atau Operasi Bedah Jantung Minimal Invasif yang memungkinkan dokter melakukan operasi bypass jantung hanya dengan membuat sayatan sekitar 5–8 cm melalui tulang rusuk. Metode ini menjadi alternatif bagi pasien yang ingin menjalani prosedur dengan pendekatan yang lebih minimal invasif dibandingkan teknik konvensional.

Di RS Mandaya Royal Puri, tersedia layanan operasi bypass jantung dengan pendekatan MICS yang ditangani oleh dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular berpengalaman, yaitu dr. Wirya Ayu Graha, Sp.BTKV, Subsp.JD (K). Dengan keahliannya dalam prosedur bedah jantung minimal invasif, pasien dapat memperoleh penanganan yang lebih modern dan terarah sesuai dengan kondisi medis masing-masing.

Konsultasi dokter

Apa saja perbedaan operasi bypass jantung konvensional dan MICS?

Operasi bypass jantung metode MICS. (Sumber: dokterwirya.id)
Operasi bypass jantung metode MICS. (Sumber: dokterwirya.id)

Coronary artery bypass grafting (CABG) atau operasi bypass jantung adalah prosedur bedah yang bertujuan untuk melancarkan kembali aliran darah ke otot jantung. Caranya adalah dengan membuat “jalur baru” untuk melewati pembuluh darah koroner yang tersumbat atau menyempit. Prosedur ini biasanya dianjurkan bagi pasien dengan penyakit jantung koroner, untuk membantu mengurangi gejala seperti nyeri dada serta meningkatkan fungsi jantung secara keseluruhan.

Penyakit jantung koroner sendiri adalah kondisi ketika pembuluh darah koroner mengalami penyempitan atau penyumbatan akibat penumpukan plak, termasuk kolesterol, di dalam pembuluh darah tersebut. Seiring waktu, penumpukan ini membuat aliran darah ke otot jantung menjadi berkurang.

Berikut ini adalah perbedaan antara CABG metode terbuka (konvensional) dan MICS (minimal invasif):

  • Open CABG (CABG Terbuka): metode konvensional

Metode Open CABG atau CABG terbuka sudah lama menjadi standar dalam operasi bypass jantung. Pada prosedur ini, dokter akan membuka tulang dada (sternum) melalui sayatan besar agar dapat mengakses jantung secara langsung. Selama operasi berlangsung, jantung biasanya dihentikan sementara, dan fungsi peredaran darah akan dibantu oleh mesin jantung-paru. Dokter kemudian membuat jalur baru menggunakan pembuluh darah yang diambil dari bagian tubuh lain, seperti kaki atau dinding dada.

Meski efektif, metode ini umumnya membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama. Selain itu, risiko infeksi bisa lebih tinggi, dan pasien juga biasanya merasakan nyeri pascaoperasi yang lebih signifikan karena sayatan yang cukup besar.

  • MICS CABG: metode minimal invasif

MICS CABG merupakan pendekatan yang lebih modern dan minimal invasif dibandingkan metode konvensional. Pada prosedur ini, dokter tidak perlu membuka tulang dada, melainkan cukup membuat sayatan kecil di antara tulang rusuk untuk mencapai jantung. Ukuran sayatannya berkisar dari 5-8 cm. 

Dalam tindakan MICS, dokter menggunakan teknologi canggih seperti kamera dan alat khusus lainnya untuk melihat area operasi dengan jelas serta melakukan tindakan secara lebih presisi. 

Secara garis besar, perbedaan utama antara Open CABG dan MICS CABG terletak pada cara tindakan dilakukan dan dampaknya bagi pasien. Open CABG menggunakan metode konvensional dengan membuka tulang dada sehingga akses ke jantung lebih luas, namun proses pemulihannya cenderung lebih lama dan terasa lebih nyeri. 

Sementara itu, MICS CABG hadir sebagai pilihan yang lebih minimal invasif karena hanya memerlukan sayatan kecil tanpa membuka tulang dada, sehingga umumnya memberikan kenyamanan lebih bagi pasien dan waktu pemulihan yang lebih cepat, meskipun tetap disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. 

Konsultasi dokter

Baca juga: Metode Bypass Jantung Modern MICS, Hanya 5cm Tanpa Belah Dada Hadir di RS Mandaya Royal Puri

Apa saja keunggulan operasi bypass jantung metode MICS dibandingkan teknik konvensional?

Perbedaan operasi byopass jantung minimal invasif dan konvensional (Sumber: dokterwirya.id)
Perbedaan operasi byopass jantung minimal invasif dan konvensional (Sumber: dokterwirya.id)

Dibandingkan dengan operasi bypass jantung terbuka, operasi bypass jantung minimal invasif atau metode MICS menawarkan sejumlah keunggulan, seperti:

  • Waktu pemulihan lebih cepat
  • Kehilangan darah lebih sedikit
  • Bekas luka lebih kecil dan tidak terlalu terlihat
  • Risiko perdarahan atau infeksi lebih rendah
  • Nyeri yang dirasakan lebih ringan
  • Lama rawat inap di rumah sakit lebih singkat.

Siapa yang bisa menjalani prosedur operasi bypass jantung metode MICS?

CABG minimal invasif dapat menjadi pilihan bagi pasien dengan kondisi tertentu, antara lain:

  • Mengalami penyakit jantung koroner akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
  • Membutuhkan tindakan bypass jantung, tetapi ingin menghindari prosedur operasi besar dengan pembukaan tulang dada.
  • Menginginkan proses pemulihan yang lebih cepat agar dapat kembali beraktivitas dalam waktu lebih singkat.
  • Telah menjalani pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh, serta dinyatakan sesuai untuk prosedur ini oleh dokter spesialis.

Baca juga: Bedah Jantung Tanpa Belah Dada, Bypass Jantung MICS oleh dr. Wirya A. Graha Sp.BTKV, Subsp.JD(K)

Kapan harus ke dokter untuk berkonsultasi?

dr. Wirya

Penyakit jantung koroner adalah kondisi yang sangat serius dan menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengenali gejalanya berikut ini:

  • Nyeri dada (angina): Terasa seperti ditekan, sesak, berat, atau nyeri di dada, biasanya di bagian tengah atau kiri. Bisa muncul saat beraktivitas atau emosi kuat. Pada sebagian orang (terutama wanita), nyeri bisa terasa singkat atau menjalar ke leher, lengan, atau punggung.
  • Sesak napas: Terasa seperti sulit menarik napas.
  • Mudah lelah: Tubuh terasa cepat lelah karena jantung tidak memompa darah dengan optimal.

Pada awalnya, gejala bisa tidak terasa. Namun, saat pembuluh darah makin menyempit, keluhan bisa menjadi lebih sering dan lebih berat, terutama saat beraktivitas.

Gejala serangan jantung (jika pembuluh darah tersumbat total)

  • Nyeri dada seperti ditekan atau diremas
  • Nyeri yang menjalar ke bahu, lengan, punggung, leher, rahang, atau perut atas
  • Keringat dingin
  • Mudah lelah
  • Rasa panas di dada (seperti maag)
  • Mual
  • Sesak napas
  • Pusing atau terasa melayang

Perlu diketahui, tidak semua orang merasakan gejala yang sama. Pada wanita, lansia, atau penderita diabetes, gejala bisa lebih ringan atau tidak khas, bahkan ada yang tidak merasakan gejala sama sekali saat serangan jantung terjadi.

Segera datang ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala di atas untuk mendapatkan penanganan medis. 

Konsultasi dokter

Konsultasi dengan dr. Wirya di RS Mandaya Royal Puri

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp.JD (K), merupakan dokter spesialis bedah toraks, jantung, dan pembuluh darah dengan subspesialisasi bedah jantung dewasa. Ia memiliki pengalaman dalam menangani berbagai prosedur bedah pada jantung dan vaskular, serta menyelesaikan pendidikan Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

dr. Wirya memiliki pengalaman luas dalam bidang bedah jantung dengan menangani lebih dari 600 operasi setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, lebih dari 300 kasus merupakan operasi jantung dengan teknik sayatan kecil (minimal invasif), termasuk lebih dari 200 tindakan bypass jantung dan lebih dari 100 operasi katup jantung dengan pendekatan serupa. 

Keahliannya dalam teknik MICS memungkinkan tindakan dilakukan tanpa membuka tulang dada secara menyeluruh, sehingga memberikan manfaat seperti nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, risiko komplikasi yang lebih rendah, serta waktu pemulihan yang lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Selain prosedur minimal invasif, dr. Wirya juga menangani berbagai tindakan lain, seperti operasi bypass jantung, operasi katup jantung, hingga bedah aorta. Ia tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan berkomitmen untuk memberikan layanan bedah toraks dan kardiovaskular yang profesional, aman, serta berorientasi pada kebutuhan dan keselamatan pasien.

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD (K) bisa ditemui di Mandaya Royal Hospital Puri pada:

  • Selasa: 16.30 – 20.00 WIB
  • Kamis: 16.30 – 20.00 WIB
  • Sabtu: 10.00 – 13.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes