Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS) adalah operasi bedah jantung metode minimal invasif yang dilakukan melalui sayatan kecil di area dada tanpa harus membelah tulang dada seperti pada operasi jantung terbuka konvensional. Karena hanya menggunakan sayatan sekitar 5 cm di sela tulang rusuk, prosedur ini juga dikenal sebagai operasi jantung minim sayatan.

Melalui metode MICS, dokter bedah jantung dapat menangani berbagai gangguan jantung dengan trauma yang lebih minimal pada tubuh pasien. Meski dilakukan dengan sayatan kecil, tujuan operasinya tetap sama seperti bedah jantung konvensional, yaitu memperbaiki fungsi maupun struktur jantung sesuai kondisi yang dialami pasien.
Teknik MICS dinilai memberikan sejumlah keuntungan bagi pasien, mulai dari nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, bekas luka yang lebih kecil, hingga masa pemulihan yang cenderung lebih cepat. Selain itu, lama rawat inap biasanya lebih singkat sehingga pasien dapat kembali beraktivitas lebih cepat. Metode ini dapat diterapkan pada berbagai prosedur bedah jantung, termasuk operasi bypass jantung dan operasi katup jantung.
Contents
Jenis operasi bedah jantung dengan Metode MICS
Operasi bedah jantung dengan metode MICS bisa dilakukan untuk berbagai macam jenis operasi, antara lain:
-
Operasi katup jantung
Operasi katup jantung dilakukan untuk menangani berbagai penyakit katup jantung, seperti penyempitan maupun kebocoran katup aorta. Dengan metode MICS, tindakan penggantian atau perbaikan katup dapat dilakukan melalui sayatan kecil di dada tanpa perlu membuka tulang dada secara penuh.
Dalam beberapa kasus, dokter juga menggunakan bantuan kamera khusus agar area operasi dapat terlihat lebih jelas dan tindakan menjadi lebih presisi. Prosedur ini bertujuan membantu memperbaiki aliran darah dari jantung, mengurangi gejala yang dialami pasien, serta menjaga fungsi jantung tetap optimal. Karena menggunakan teknik minimal invasif, proses pemulihan pasien umumnya juga lebih cepat.
-
Operasi bypass jantung
Metode MICS juga dapat digunakan pada operasi bypass jantung untuk pasien tertentu dengan penyakit jantung koroner, termasuk pasien yang membutuhkan bypass pada satu atau beberapa pembuluh darah jantung.
Berbeda dari operasi bypass jantung konvensional yang sering kali memerlukan penghentian sementara detak jantung, teknik MICS umumnya dilakukan tanpa menghentikan jantung pasien. Dokter akan membuat sayatan kecil di sisi dada untuk membuat jalur baru aliran darah pada pembuluh darah jantung yang tersumbat. Dengan pendekatan ini, aliran darah menuju otot jantung dapat kembali lancar tanpa perlu membuka tulang dada secara menyeluruh.
Keunggulan operasi bedah jantung MICS dibandingkan operasi konvensional

Beberapa keunggulan operasi jantung metode MICS dibandingkan operasi jantung terbuka konvensional antara lain:
- Masa pemulihan umumnya lebih cepat sehingga pasien dapat kembali beraktivitas dalam waktu sekitar 2–4 minggu
- Nyeri setelah operasi dan bekas luka cenderung lebih minimal
- Trauma fisik dan psikologis akibat tindakan operasi relatif lebih ringan
- Lama rawat inap biasanya lebih singkat, sekitar 3–4 hari
- Pemulihan fungsi paru pada fase awal pascaoperasi dinilai lebih baik
- Risiko infeksi dan perdarahan relatif lebih rendah.
Dokter ahli bedah jantung MICS di RS Mandaya Royal Puri

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K) merupakan dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dengan subspesialisasi bedah jantung dewasa yang berpengalaman menangani berbagai tindakan bedah jantung dan pembuluh darah. Beliau menyelesaikan pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia serta mendalami berbagai teknik operasi jantung modern, termasuk prosedur minimal invasif.
Dalam praktiknya, dr. Wirya memiliki keahlian dalam prosedur Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS), yaitu teknik operasi jantung dengan sayatan kecil tanpa membuka tulang dada secara penuh. Pendekatan ini memungkinkan tindakan dilakukan dengan trauma operasi yang lebih minimal sehingga pasien berpotensi mengalami nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, risiko komplikasi lebih rendah, dan masa pemulihan yang lebih cepat dibandingkan operasi jantung konvensional.
Beberapa pelatihan dan konferensi internasional yang pernah diikuti dr. Wirya antara lain:
- 2017: 25th Annual Meeting of the Asian Society for Cardiovascular and Thoracic Surgery, Seoul, Korea Selatan
- 2018: 28th Annual Meeting of the Association of Thoracic and Cardiovascular Surgeons of Asia
- 2019: 1st Joint Biennial South East Asian Regional Congress on Cardiovascular and Thoracic Surgery bersama 20th MATCVS Annual Scientific Meeting, Malaka
- 2021: 25th European Vascular Course dan 5th European Cardiovascular Course.
dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K) dapat ditemui di Mandaya Royal Hospital Puri pada jadwal berikut:
- Selasa: 16.30 – 20.00 WIB
- Kamis: 16.30 – 20.00 WIB
- Sabtu: 10.00 – 13.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

