Pengobatan Kanker Hati Berdasarkan Ukuran Tumor: dari Ablasi, Reseksi, hingga SIRT Y-90

Pengobatan Kanker Hati Berdasarkan Ukuran Tumor: dari Ablasi, Reseksi, hingga SIRT Y-90

Ukuran tumor menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan pilihan pengobatan kanker hati. Secara umum, tumor berukuran kecil dapat ditangani dengan terapi lokal seperti radiofrequency ablation (RFA), sedangkan tumor dengan ukuran lebih besar dapat memerlukan tindakan seperti reseksi hati atau kombinasi beberapa jenis terapi. Pada kondisi tertentu, operasi reseksi juga dapat dilakukan menggunakan teknologi robotik seperti Da Vinci Xi.

Seiring bertambahnya ukuran dan perkembangan tumor, pilihan pengobatan dapat semakin beragam, termasuk TACE, imunoterapi, terapi target, hingga SIRT Y-90. Namun, ukuran tumor bukan satu-satunya faktor yang menentukan terapi. Dokter juga akan mempertimbangkan lokasi dan jumlah tumor, fungsi hati, kondisi pembuluh darah, serta ada atau tidaknya penyebaran kanker. Berbagai pilihan penanganan kanker hati tersebut tersedia di RS Mandaya Royal Puri dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Konsultasi dokter

Pengobatan kanker hati berdasarkan ukuran tumor

Berikut adalah sejumlah pengobatan kanker hati berdasarkan ukuran tumornya:

1. Tumor berukuran kecil, kurang dari 2 cm

Pada kanker hati dengan ukuran tumor yang masih kecil, terapi ablasi dapat menjadi salah satu pilihan. 

Teknik ablasi dapat menjadi pilihan bagi pasien dengan beberapa tumor hati berukuran kecil, terutama ketika operasi kurang sesuai karena kondisi kesehatan atau fungsi hati yang menurun. Ablasi umumnya paling efektif untuk tumor berukuran hingga sekitar 3 cm. Pada tumor yang lebih besar, sekitar 3–5 cm, ablasi dapat dikombinasikan dengan tindakan embolisasi.

Beberapa jenis ablasi yang dapat digunakan untuk menangani kanker hati meliputi:

  • Radiofrequency ablation (RFA): Menggunakan gelombang radio berenergi tinggi untuk menghasilkan panas dan menghancurkan tumor. Prosedur dilakukan dengan memasukkan probe berbentuk jarum tipis melalui kulit hingga mencapai tumor. Posisi probe dipandu menggunakan USG atau CT scan, kemudian arus listrik dialirkan melalui ujungnya untuk menghasilkan panas yang menghancurkan sel kanker.
  • Microwave ablation (MWA): Menggunakan gelombang mikro elektromagnetik untuk menghasilkan panas dan menghancurkan tumor. Dokter memasukkan probe berbentuk jarum (antenna) ke dalam tumor dengan bantuan pemeriksaan pencitraan sebagai panduan. Energi gelombang mikro kemudian dipancarkan melalui ujung probe untuk memanaskan jaringan tumor.
  • Cryoablation (krioterapi): Menghancurkan tumor dengan cara membekukannya menggunakan probe logam tipis. Probe diarahkan ke dalam tumor, kemudian gas bersuhu sangat rendah dialirkan melalui alat tersebut untuk membekukan tumor hingga menyebabkan sel-sel kanker mati. Metode ini terkadang digunakan bersama operasi untuk mengangkat sebagian jaringan hati, tetapi penggunaannya secara mandiri lebih jarang dibandingkan RFA atau MWA karena prosedurnya cenderung lebih kompleks.

2. Tumor berukuran sekitar 2–5 cm

Ketika ukuran tumor lebih besar, operasi pengangkatan tumor atau reseksi hati dapat dipertimbangkan, terutama pada pasien dengan kondisi yang mendukung dilakukannya operasi. 

Reseksi hati atau hepatektomi merupakan prosedur operasi untuk mengangkat sebagian jaringan hati. Pada kondisi tertentu, hingga sekitar dua pertiga bagian hati dapat diangkat selama jaringan hati yang tersisa dalam kondisi sehat. Jika pasien memiliki penyakit atau gangguan fungsi hati, bagian yang diangkat biasanya perlu disesuaikan.

Salah satu keistimewaan hati adalah kemampuannya untuk beregenerasi. Ketika jaringan hati yang tersisa dalam kondisi sehat, organ ini dapat tumbuh kembali hingga mendekati ukuran semula setelah sebagian bagiannya diangkat.

Operasi Hernia Robotik dengan Da Vinci Xi di RS Mandaya Royal Puri

Pada kasus tertentu, reseksi dapat dilakukan dengan pendekatan minimal invasif menggunakan teknologi robotik seperti Da Vinci Xi yang tersedia di RS Mandaya Royal Puri. 

Baca juga: 7 Gejala Kanker Hati Stadium Awal yang Penting Dikenali

3. Tumor berukuran lebih dari 5 cm

Pada tumor yang berukuran lebih besar, pilihan pengobatan dapat menjadi lebih beragam dan dapat melibatkan kombinasi terapi. Beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan meliputi terapi locoregional seperti TACE dan SIRT Y-90, serta terapi sistemik seperti imunoterapi dan terapi target. 

  • TACE (Transarterial Chemoembolization): Tindakan ini dilakukan dengan memasukkan obat kemoterapi langsung ke pembuluh darah yang memasok darah ke tumor. Setelah itu, dokter memberikan bahan tertentu, seperti gel atau butiran kecil, untuk menyumbat aliran darah menuju tumor. Dengan demikian, obat dapat bekerja lebih terarah pada area tumor sekaligus mengurangi pasokan darah yang dibutuhkan tumor untuk tumbuh.
  • SIRT Y-90: SIRT Y-90 merupakan terapi radiasi yang dilakukan dengan memasukkan butiran kecil yang mengandung zat radioaktif yttrium-90 (Y-90) ke dalam pembuluh darah menuju tumor. Butiran tersebut akan menuju area tumor, membantu mengurangi aliran darah ke tumor sekaligus memberikan radiasi dosis tinggi secara langsung untuk menghancurkan sel kanker.
  • Imunoterapi: Imunoterapi merupakan pengobatan yang membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan sel kanker. Terapi ini dapat digunakan pada pasien tertentu dengan kanker hati, tergantung pada kondisi dan karakteristik penyakitnya.
  • Terapi target: Terapi target bekerja dengan menyasar protein atau bagian tertentu pada sel kanker yang berperan dalam pertumbuhan, pembelahan, dan penyebaran sel kanker. Dengan menargetkan bagian tersebut, pengobatan diharapkan dapat menghambat perkembangan kanker secara lebih spesifik.

Pada kondisi tertentu, terapi lokal seperti High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) juga dapat dipertimbangkan berdasarkan karakteristik tumor dan kondisi pasien.

Ukuran tumor bukan satu-satunya pertimbangan

Ukuran tumor merupakan salah satu faktor yang membantu dokter menentukan pilihan pengobatan kanker hati. Namun, keputusan terapi tidak hanya didasarkan pada besar kecilnya tumor. Dokter juga akan melihat jumlah dan lokasi tumor, kondisi jaringan hati yang masih sehat, serta kondisi pembuluh darah di sekitar tumor.

Selain itu, ada atau tidaknya penyebaran kanker ke bagian tubuh lain juga menjadi pertimbangan dalam menentukan terapi. Oleh karena itu, pilihan pengobatan dapat berbeda pada setiap pasien, meskipun ukuran tumornya serupa. Evaluasi secara menyeluruh oleh tim multidisiplin diperlukan untuk menentukan pendekatan yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Pusat Liver Mandaya dilengkapi ekosistem penanganan kanker hati, dari diagnosis hingga transplantasi hati

Melalui RS Mandaya Royal Puri, Pusat Liver Mandaya menghadirkan ekosistem penanganan penyakit hati yang terintegrasi, termasuk untuk pasien dengan kanker hati. Dukungan teknologi, fasilitas, serta layanan medis yang tersedia memungkinkan pasien mendapatkan penanganan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan untuk membantu menegakkan diagnosis, pemilihan terapi, tindakan bedah, hingga transplantasi hati pada kondisi yang sesuai.

Dalam penanganan kanker hati, berbagai pilihan terapi tersedia dan dapat disesuaikan dengan kondisi pasien, mulai dari tindakan ablasi seperti RFA dan MWA, terapi locoregional seperti TACE dan SIRT Y-90, hingga pendekatan bedah dengan teknologi robotik Da Vinci Xi. HIFU juga menjadi salah satu pilihan teknologi yang dapat digunakan pada kasus tertentu. Sementara itu, layanan transplantasi hati melengkapi penanganan bagi pasien dengan penyakit hati atau kanker hati tertentu yang memenuhi kriteria untuk menjalani transplantasi.

Dari sisi diagnosis dan evaluasi, Pusat Liver Mandaya didukung berbagai pemeriksaan untuk membantu dokter menilai kondisi hati secara lebih menyeluruh. Layanan tersebut mencakup Digital PET/CT Scan, MRI Liver with Primovist & PDFF, serta pemeriksaan penanda dan fungsi hati seperti PIVKA-II dan M2BPGi. Pemeriksaan dengan teknologi endoskopi, termasuk EUS dan ERCP, juga tersedia untuk membantu proses diagnosis maupun penanganan kondisi tertentu yang berkaitan dengan hati dan saluran empedu.

Ekosistem ini didukung oleh tim dokter dari berbagai bidang, termasuk subspesialis gastroenterohepatologi (KGEH) dan bedah digestif, yang bekerja secara multidisiplin dalam menangani pasien dengan kondisi hati yang kompleks. RS Mandaya Royal Puri juga memiliki tim medis untuk menangani gangguan hati pada anak, sehingga layanan liver tersedia untuk pasien dari berbagai kelompok usia sesuai kebutuhan medisnya.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. American Cancer Society. Liver Cancer Ablation: RFA, MWA, Cryotherapy, PEI, Histotripsy. (https://www.cancer.org/cancer/types/liver-cancer/treating/tumor-ablation.html). Diakses pada 22 September 2026.
  2. Cleveland Clinic. Hepatectomy (Liver Resection). (https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/22930-hepatectomy-liver-resection). Diakses pada 22 September 2026.
  3. Cancer Research UK. Embolisation Treatment for Liver Cancer (TAE or TACE). (https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/liver-cancer/treatment/embolisation). Diakses pada 22 September 2026.
  4. Cleveland Clinic. Y-90 Treatment for Liver Cancer. (https://my.clevelandclinic.org/health/procedures/y90-treatment-radioembolization). Diakses pada 22 September 2026.
  5. American Cancer Society. Immunotherapy for Liver Cancer. (https://www.cancer.org/cancer/types/liver-cancer/treating/immunotherapy.html). Diakses pada 22 September 2026.
  6. National Cancer Institute. Targeted Therapy for Cancer. (https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types/targeted-therapies). Diakses pada 22 September 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes