9 Macam Pengobatan Kanker Hati, dari Stadium Awal sampai Akhir

Macam Pengobatan Kanker Hati, dari Stadium Awal sampai Akhir

Kanker selalu identik dengan kemoterapi. Padahal, ada juga pengobatan lain yang juga diandalkan. Untuk kanker hati misalnya. Alih-alih kemoterapi, hepatektomi dan ablasi mungkin lebih umum dipilih untuk mengatasi kanker hati.

Ini dia beberapa pengobatan untuk kanker hati.

Konsultasi dokter

Pilihan pengobatan kanker hati

 

 

 

Kanker hati bisa disembuhkan. Setiap stadium kanker hati memiliki metode dan rencana pengobatan yang berbeda-beda. Semuanya tergantung dari stadium saat kanker ditemukan, kondisi kesehatan, bahkan preferensi Anda.

Berikut ini adalah beberapa pilihan pengobatan kanker hati:

1. SIRT Y-90

SIRT Y-90 (Selective Internal Radiation Therapy) merupakan salah satu terapi modern untuk kanker hati yang memanfaatkan partikel radioaktif Yttrium-90 (Y-90) guna menghantarkan radiasi langsung ke area tumor. Dengan metode ini, radiasi dapat bekerja secara lebih terarah pada sel kanker sehingga membantu meminimalkan paparan terhadap jaringan hati yang sehat.

Sebelum prosedur dilakukan, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan pencitraan untuk memetakan pembuluh darah yang memasok tumor. Pemetaan ini bertujuan menentukan jalur terbaik untuk menghantarkan terapi. Selanjutnya, sebuah kateter akan dimasukkan melalui pembuluh darah di area paha dan diarahkan menuju hati. Melalui kateter tersebut, partikel Y-90 disalurkan ke pembuluh darah yang memberi suplai pada tumor sehingga radiasi dapat bekerja langsung dari dalam jaringan kanker.

SIRT Y-90 dapat digunakan pada berbagai stadium kanker hati, baik kanker yang berasal dari hati maupun kanker dari organ lain yang telah bermetastasis ke hati. Terapi ini sering direkomendasikan bagi pasien yang tidak dapat menjalani operasi, misalnya karena lokasi tumor berdekatan dengan pembuluh darah besar atau kondisi medis tertentu. Selain membantu mengendalikan perkembangan kanker, SIRT Y-90 juga dapat mengecilkan ukuran tumor sehingga membuka peluang untuk terapi lanjutan, seperti operasi, transplantasi hati, maupun HIFU.

Beberapa manfaat SIRT Y-90 antara lain:

  • Membantu mengecilkan tumor: Berperan dalam mengurangi ukuran dan volume tumor secara signifikan.
  • Mendukung proses downstaging: Membantu mengecilkan tumor hingga memungkinkan pasien menjalani tindakan lanjutan seperti operasi atau transplantasi hati.
  • Meningkatkan harapan hidup: Dapat membantu memperbaiki angka kelangsungan hidup pada pasien kanker hati.
  • Efek samping lebih ringan: Karena radiasi diberikan secara lokal dan terfokus, risiko efek samping sistemik relatif lebih rendah dibandingkan terapi konvensional tertentu.
  • Pemulihan lebih cepat: Sebagian besar pasien hanya memerlukan masa pemulihan yang singkat dan dapat kembali beraktivitas dalam waktu relatif cepat.

2. HIFU

Teknologi HIFU di Mandaya
Teknologi HIFU di Mandaya

Sebagai bagian dari pendekatan terapi yang saling melengkapi, sebagian pasien yang telah menjalani SIRT Y-90 dapat melanjutkan pengobatan dengan High Intensity Focused Ultrasound (HIFU).

HIFU merupakan teknologi non-invasif yang menggunakan gelombang ultrasound berintensitas tinggi untuk menghancurkan jaringan tumor tanpa memerlukan sayatan maupun operasi. Energi ultrasound difokuskan secara tepat ke area kanker sehingga menghasilkan panas yang mampu merusak sel tumor melalui proses yang disebut ablasi termal.

Karena dilakukan dengan tingkat akurasi yang tinggi, HIFU memungkinkan penghancuran jaringan kanker secara efektif sekaligus membantu menjaga jaringan hati sehat di sekitarnya.

Berikut beberapa keunggulan HIFU dalam penanganan kanker hati:

  • Tanpa operasi dan sayatan: Prosedur dilakukan tanpa pembedahan sehingga lebih minim invasif.
  • Alternatif bagi pasien yang tidak dapat dioperasi: Dapat menjadi pilihan ketika lokasi tumor berdekatan dengan organ vital atau pembuluh darah besar.
  • Membantu mengurangi ukuran tumor: Efektif digunakan untuk menargetkan dan menghancurkan jaringan kanker hati.
  • Berpotensi meningkatkan hasil terapi: Dapat digunakan setelah SIRT Y-90 untuk membantu menangani sisa jaringan tumor yang masih ada.
  • Membantu mengurangi keluhan akibat kanker: Pada beberapa pasien, terapi ini dapat membantu meredakan nyeri dan meningkatkan kualitas hidup.
  • Masa pemulihan lebih singkat: Karena tidak menimbulkan luka operasi besar, proses pemulihan umumnya berlangsung lebih cepat.
  • Dapat digunakan pada kasus yang kompleks: Termasuk kanker hati yang disertai trombus vena porta atau keterlibatan pembuluh darah utama menuju hati.

3. Operasi 

Hepatektomi adalah prosedur operasi untuk mengangkat sebagian dari jaringan hati yang rusak (partial hepatectomy) ataupun seluruhnya. Apabila Anda menjalani hepatektomi parsial, jaringan hati yang diangkat akan bertumbuh kembali ke ukuran normalnya dan diharapkan terbentuk jaringan yang sehat.

Sementara, jika Anda menjalani hepatektomi total, ini berarti Anda membutuhkan transplantasi hati.Hepatektomi juga dikenal dengan nama reseksi hati.

4. Ablasi 

Ablasi juga merupakan salah satu cara mengatasi kanker hati. Ablasi ini dilakukan dengan menggunakan energi panas ataupun dingin untuk menghancurkan sel kanker.

Tidak seperti pengobatan kanker lain (kemoterapi, radioterapi, dan imunoterapi) yang bersifat sistemik, ablasi bersifat terapi lokalisasi. Artinya, pengobatan ini diberikan hanya di sekitar sel kanker. 

Ada beberapa jenis ablasi kanker hati, yaitu:

  • Radiofrequency ablation (RFA): metode menghancurkan sel kanker dengan energi panas dari gelombang radio.
  • Microwave ablation (MWA): penggunaan gelombang mikro untuk menghasilkan energi panas yang dapat menghancurkan sel kanker.
  • Cryoablation: metode menghancurkan sel kanker dengan energi dingin, tepatnya membekukan sel kanker sampai akhirnya mati.
  • Ethanol ablation: ablasi kanker hati dengan menyuntikkan alkohol ke sel kanker. Jenis ablasi ini mungkin membutuhkan beberapa kali pengulangan sampai kanker hancur dan mati.

Biasanya, ablasi kanker hati dilakukan apabila pasien bukan kandidat yang tepat untuk operasi ketika terdiagnosis dan ukuran tumor hati masih cukup kecil, yaitu tidak lebih dari 3 cm.

Selain itu, ablasi kanker hati juga tidak dapat dilakukan di sel kanker yang terletak di dekat pembuluh darah besar, saluran empedu besar, dan diafragma karena dapat merusak jaringan di sekitarnya.

Konsultasi dokter

5. TAE dan TACE

Embolisasi dilakukan ketika pasien tidak dapat menjalani liver resection ataupun ablasi untuk mengatasi kanker hati. Embolisasi akan dipilih untuk mengatasi kanker hati yang belum menyebar ke luar organ liver. 

Terdapat dua pembuluh darah yang mengalirkan darah ke hati. Vena porta hepatika yang mengalirkan darah menuju jaringan hati yang sehat, dan arteri hepatika yang mengalirkan darah menuju tumor. 

Embolisasi dilakukan dengan cara menggunakan zat tertentu yang dapat memblokir atau mengurangi aliran darah dari arteri di hati (hepatic artery) menuju sel tumor. Tanpa darah yang membawa oksigen dan nutrisi, lama-kelamaan sel kanker akan mati. 

Terdapat beberapa jenis metode embolisasi untuk pengobatan kanker, yaitu:

  • Transarterial embolization (TAE). Embolisasi kanker hati dengan metode TAE dilakukan dengan menyuntikkan zat yang dapat memblokir arteri hepatika sehingga aliran darah menuju tumor terhenti. Proses ini dilakukan menggunakan selang kateter yang biasanya dimasukkan lewat pangkal paha.
  • Transarterial chemoembolization (TACE). Prosedur embolisasi ini mirip dengan TAE tapi dengan tambahan pemberian antikanker ke sekitar tumor, yang disuntikkan lewat kateter.

Konsultasi dokter

6. Portal Vein Embolization

Embolisasi vena porta umumnya dilakukan sebagai prosedur awal sebelum menjalani operasi reseksi liver. Portal Vein Embolization (PVE) adalah prosedur untuk mengalihkan aliran darah ke salah satu sisi (lobus) liver yang lebih sehat. Tujuannya, agar ukuran lobus tersebut cukup untuk berfungsi dengan baik, ketika pasien harus menjalani hepatektomi sebagian.

Apabila ukuran liver sudah sesuai target dokter, hepatektomi pun memungkinkan untuk dilakukan.

7. Radioterapi

Terapi radiasi, atau disebut juga radioterapi, adalah prosedur dengan menggunakan pancaran sinar radiasi untuk membunuh sel kanker. Untuk pengobatan kanker hati, radioterapi eksternal lebih sering digunakan. Artinya, Anda akan berbaring dalam sebuah mesin untuk mendapatkan terapi. Mesin itu nantinya akan memancarkan radiasi dosis tinggi untuk memperkecil dan menghancurkan ukuran tumor.

Salah satu jenis terapi radiasi yang digunakan untuk kanker hati adalah stereotactic body radiotherapy. Alat ini akan menggunakan berbagai berkas radiasi secara berkelanjutan pada satu titik pada tubuh Anda. Radioterapi biasanya digunakan apabila pengobatan lain tidak dapat diberikan atau tidak memberikan hasil yang diharapkan.

8. Imunoterapi

Pengobatan kanker hati dengan imunoterapi dilakukan dengan mengonsumsi obat yang dapat melatih daya tahan tubuh (sistem imun) untuk menemukan dan menghancurkan sel kanker. 

9. Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan kanker menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Obat kemoterapi ini bisa diberikan lewat infus, oral, ataupun ditanam di dalam tubuh.

Dalam pengobatan kanker hati, kemoterapi bukanlah opsi utama. Kemoterapi biasanya dipilih apabila kanker hati tidak dapat diatasi dengan operasi dan pengobatan lainnya.

Seperti juga kanker lainnya, kanker hati mungkin saja menggunakan salah satu atau mengombinasikan berbagai pengobatan di atas. Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap, yang memudahkan Anda mendapatkan pelayanan dalam satu atap.

Anda bisa mengunjungi Mandaya Liver Center di Mandaya Royal Hospital Group untuk berkonsultasi dengan dokter hepatologi terbaik, dan mencari jawaban atas pertanyaan Anda soal rencana pengobatan yang Anda jalani. Hubungi kami lewat Chat Whatsapp, Book Appointment, atau download aplikasi Care Dokter di Google Play dan App Store untuk membuat janji temu.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes