Pengalaman Pasien Pembengkakan Tangan (Limfedema) Jalani Bypass Kelenjar Getah Bening dengan dr. Sara di RS Mandaya Puri

Pengalaman Pasien Pembengkakan Tangan (Limfedema) Jalani Bypass Kelenjar Getah Bening dengan dr. Sara di RS Mandaya Puri

Limfedema adalah kondisi pembengkakan pada bagian tubuh akibat gangguan aliran cairan limfa, yang dapat terjadi setelah operasi kanker ketika kelenjar getah bening diangkat. Kondisi ini bisa muncul beberapa bulan hingga bertahun-tahun setelah pengobatan kanker. Limfedema termasuk kondisi kronis yang memerlukan penanganan berkelanjutan. Meski tidak selalu dapat disembuhkan sepenuhnya, penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi pembengkakan, meredakan gejala, dan mencegah kondisi semakin memburuk.

dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K)

Salah satu pasien RS Mandaya Royal Puri dengan kondisi limfedema mengalami pembengkakan pada tangan yang mengganggu kenyamanan saat beraktivitas. Untuk mengatasi kondisi tersebut, pasien menjalani prosedur bypass kelenjar getah bening atau lymphaticovenular anastomosis (LVA) bersama dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K) di RS Mandaya Royal Puri. Setelah operasi, pasien mengaku merasa lebih nyaman dalam beraktivitas dan pembengkakan pada tangannya mulai mereda.

“Saya merasa lebih nyaman (setelah tindakan). Artinya, yang tadi (tangan) ini kan sangat bengkak dan ketika sudah mulai turun (pembengkakannya), aktivitas saya di rumah kan lebih enak. Jadi, sangat-sangat banyak membantu,” kata pasien.  

Konsultasi dokter

Pembengkakan lengan akibat limfedema mengganggu aktivitas sehari-hari

Seorang pasien penyintas kanker payudara mengungkapkan bahwa dirinya mulai menyadari pembengkakan pada lengan kiri sekitar dua tahun sebelum akhirnya berkonsultasi dengan dokter. Awalnya, pembengkakan tersebut masih dapat berkurang setelah tidur atau beristirahat. Namun, seiring waktu, pembengkakan semakin sering muncul dan akhirnya tidak lagi mereda. Kondisinya semakin mengkhawatirkan ketika muncul pori-pori pada kulit yang mengeluarkan cairan.

Pasien tersebut memiliki riwayat operasi kanker pada 2003 yang disertai kemoterapi. Namun, ia mengaku belum mengetahui bahwa pengangkatan kelenjar getah bening dapat menimbulkan limfedema. Ia juga sempat merasa takut untuk memeriksakan diri karena khawatir terhadap kemungkinan penyakitnya kembali. Akibatnya, pembengkakan yang dialaminya dibiarkan selama kurang lebih dua tahun hingga mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sebagai seseorang yang gemar berolahraga, memasak, dan berkebun, pasien merasa kesulitan menjalani kegiatan yang sebelumnya biasa dilakukan. Lengan yang membengkak terasa berat sehingga membatasi gerak dan kemampuannya mengangkat benda. Bahkan, ia kesulitan mengenakan pakaian berlengan karena ukuran lengan kirinya semakin besar. Kondisi tersebut akhirnya mendorong pasien untuk mencari penanganan medis.

Atas saran keluarga, pasien mencari dokter yang memiliki keahlian dalam bedah rekonstruksi mikro. Ia kemudian memilih berkonsultasi dengan dr. Sara di RS Mandaya Royal Puri. Selain lokasinya yang dekat dari rumah, pasien juga mempertimbangkan latar belakang dr. Sara dan informasi mengenai penanganan limfedema yang diperolehnya melalui media sosial.

Menjalani operasi bypass kelenjar getah bening dengan dr. Sara dan merasakan perubahan

Setelah menjalani pemeriksaan, pasien mendapatkan penanganan limfedema melalui prosedur lymphaticovenular anastomosis (LVA). 

LVA adalah prosedur bedah untuk membantu mengurangi gejala limfedema. Prosedur ini dilakukan dengan menghubungkan saluran limfatik secara langsung ke pembuluh darah vena kecil di area yang mengalami pembengkakan. Dengan demikian, cairan limfa dapat melewati bagian saluran yang rusak atau tersumbat dan kembali masuk ke aliran darah melalui jalur baru, sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi pembengkakan.

Setelah operasi, pasien juga menjalani rangkaian fisioterapi berupa manual lymphatic drainage (MLD) sesuai program yang diberikan oleh tim medis. Terapi tersebut bertujuan membantu melancarkan aliran cairan limfa. Setelah menyelesaikan sekitar 10 sesi terapi di rumah sakit, pasien melanjutkan latihan secara mandiri di rumah, termasuk gerakan olahraga yang disarankan untuk membantu mengelola limfedema.

Pasien mengaku merasakan perubahan setelah menjalani operasi dan terapi. Pembengkakan pada lengan kirinya mulai berkurang sehingga aktivitas di rumah terasa lebih nyaman. Meski ukuran lengan belum sepenuhnya kembali seperti semula, ia menghargai setiap perubahan positif yang dirasakan dan memahami bahwa perbaikan dapat berlangsung secara bertahap.

Berdasarkan pengalamannya, pasien mengimbau penyintas kanker yang mengalami pembengkakan pada lengan atau bagian tubuh lainnya agar segera berkonsultasi dengan dokter. Menurutnya, pembengkakan sekecil apa pun sebaiknya tidak diabaikan karena pemeriksaan dan penanganan lebih awal dapat membantu mengelola kondisi dengan lebih baik. Ia juga mengingatkan pasien untuk tetap mengikuti anjuran dokter dan menjalani terapi secara konsisten.

Waspadai tanda dan gejala limfedema 

Limfedema dapat berkembang secara bertahap dan cenderung memburuk seiring waktu. Sebelum pembengkakan terlihat, Anda mungkin merasakan sensasi yang tidak biasa, seperti kesemutan atau mati rasa, yang muncul dan menghilang.

Gejala limfedema setelah pengobatan kanker payudara dapat meliputi:

  • Perubahan tekstur atau tampilan kulit, seperti kulit terasa kencang, gatal, muncul ruam, kemerahan, atau pengerasan kulit.
  • Rasa nyeri, kesemutan, tidak nyaman, atau peningkatan suhu, pada lengan, tangan, payudara, dada, atau ketiak.
  • Sensasi penuh atau berat pada lengan, tangan, payudara, dada, atau ketiak.
  • Rasa kaku atau berkurangnya fleksibilitas sendi di area sekitarnya, seperti bahu, tangan, atau pergelangan tangan.
  • Nyeri tajam yang menjalar atau sensasi seperti tertusuk jarum, yang dapat muncul secara tiba-tiba.
  • Nyeri saat disentuh di area siku.
  • Pembengkakan ringan pada lengan, tangan, payudara, atau dada, yang dapat meninggalkan lekukan sementara pada kulit saat ditekan dengan jari. Kondisi ini disebut pitting edema.
  • Pembuluh darah atau tendon di tangan yang semakin sulit terlihat, buku-buku jari yang tampak kurang menonjol, atau kulit yang sebelumnya berkerut menjadi lebih halus.
  • Demam atau gejala menyerupai flu.

Jika Anda mengalami pembengkakan parah yang muncul secara tiba-tiba, misalnya bagian tubuh yang terdampak membesar secara signifikan dalam satu atau dua hari, segera periksakan diri ke dokter. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda infeksi, penggumpalan darah atau deep vein thrombosis (DVT), maupun kekambuhan kanker yang memengaruhi sistem limfatik.

Pusat Limfedema Mandaya, dilengkapi layanan diagnosis hingga penanganan yang komprehensif

Limfedema Center Mandaya, Pusat Limfedema Mandaya

RS Mandaya Royal Hospital Puri menghadirkan Limfedema Center, pusat layanan khusus untuk membantu menangani limfedema atau pembengkakan akibat gangguan aliran cairan limfa. Layanan ini ditujukan bagi pasien dengan pembengkakan pada lengan, tangan, kaki, maupun bagian tubuh lainnya, termasuk yang muncul setelah operasi kanker, cedera, atau infeksi. Melalui pemeriksaan dokter, pasien dapat menjalani evaluasi untuk mengetahui penyebab pembengkakan dan menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisinya.

Penanganan di Limfedema Center didukung oleh tim multidisiplin, termasuk dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik dengan keahlian bedah mikro serta onkoplasti, dokter spesialis rehabilitasi medik, dan fisioterapis tersertifikasi. Pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan pemetaan aliran limfa menggunakan zat kontras apabila diperlukan untuk membantu menentukan pilihan terapi. Salah satu tindakan yang tersedia adalah LVA atau bypass limfatik, yaitu prosedur yang menghubungkan pembuluh limfatik dengan pembuluh vena kecil untuk menyediakan jalur alternatif bagi aliran cairan limfa.

Selain tindakan bedah, Mandaya menyediakan terapi pendukung berupa compression devices atau alat pompa kompresi pneumatik dan manual lymph drainage (MLD), yaitu teknik pemijatan khusus untuk membantu mengarahkan cairan limfa dari area yang membengkak. 

Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat mempertimbangkan transplantasi kelenjar getah bening. Tidak semua pasien membutuhkan operasi karena rencana penanganan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan kondisi masing-masing pasien. Dengan pendekatan yang menyeluruh, Limfedema Center Mandaya membantu pasien mendapatkan penanganan yang tepat untuk mengurangi pembengkakan dan mendukung kenyamanan dalam beraktivitas.

Konsultasikan kondisi limfedema dengan dr. Sara di RS Mandaya Royal Puri

dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K)

dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K) adalah dokter spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik dengan subspesialisasi microsurgery dan onkoplasti. Beliau menempuh pendidikan dokter umum dan spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik di Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan pendalaman di bidang microsurgery dan onkoplasti untuk mendukung penanganan berbagai kebutuhan rekonstruksi pada pasien kanker.

Bidang keahliannya meliputi rekonstruksi payudara setelah mastektomi serta penanganan limfedema dengan teknik LVA. Pada pasien kanker payudara, LVA dapat menjadi salah satu pilihan penanganan limfedema, khususnya pembengkakan pada lengan yang dapat terjadi akibat terganggunya aliran cairan limfa setelah operasi atau radioterapi.

Sebelum menentukan penanganan, dr. Sara akan mengevaluasi kondisi pasien untuk mengetahui teknik yang paling sesuai. Konsultasi juga dilakukan agar pasien mendapatkan pemahaman mengenai kondisi yang dialami, pilihan penanganan yang tersedia, serta tujuan dari tindakan yang akan dilakukan.

Jadwal praktik dr. Sara di RS Mandaya Royal Puri

dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K) melayani konsultasi di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal:

  • Selasa: 17.00–19.30 WIB
  • Kamis: 17.00–19.30 WIB.

Fasilitas pasien luar kota dan internasional di RS Mandaya Royal Puri

Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan berbagai fasilitas penunjang untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pasien yang berasal dari luar kota maupun luar negeri:

  • Penjemputan VIP (VIP transport): Layanan penjemputan dari Bandara Soekarno-Hatta, stasiun, atau pelabuhan menuju rumah sakit menggunakan kendaraan nyaman yang didampingi oleh tim Patient Experience Officer (PEO).
  • Penjemputan ambulans medis: Penjemputan khusus bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu dari titik kedatangan (bandara/stasiun/pelabuhan) yang dilengkapi peralatan medis dan pendampingan tenaga kesehatan profesional.
  • Akomodasi penginapan (Sleep Hub & apartemen): Fasilitas penginapan nyaman bagi keluarga yang mendampingi pasien, terletak langsung di lantai 8 gedung Mandaya Royal Puri serta opsi apartemen terdekat.
  • Layanan pasien internasional (International Patient Relation): Pendampingan khusus bagi pasien luar negeri untuk pengurusan koordinasi medis, penerjemah, hingga administrasi. Untuk informasi dan bantuan International Patient Relation, Anda dapat menghubungi 021 5092 8888 atau email ke [email protected].

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Johns Hopkins Medicine. Breast Cancer: Lymphedema After Treatment. (https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/breast-cancer/breast-cancer-lymphedema-after-treatment). Diakses pada 15 Oktober 2026.
  2. National Cancer Institute. Definition of Lymphaticovenous Anastomosis. (https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/lymphaticovenous-anastomosis). Diakses pada 15 Oktober 2026.
  3. Breastcancer.org. Lymphedema: Symptoms, Treatment, and Risk Factors. (https://www.breastcancer.org/treatment-side-effects/lymphedema). Diakses pada 15 Oktober 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes