Operasi pengangkatan kantung empedu atau kolesistektomi merupakan tindakan untuk mengangkat kantung empedu, yaitu organ berbentuk seperti buah pir yang berada di bawah hati, tepatnya di bagian kanan atas perut. Kantung empedu berfungsi menampung dan menyimpan cairan empedu yang diproduksi oleh hati untuk membantu proses pencernaan. Operasi ini paling sering dilakukan untuk menangani batu empedu dan komplikasi yang ditimbulkannya.
Salah satu pasien yang menjalani operasi pengangkatan kantung empedu karena batu empedu adalah Monica Silvia, perempuan berusia 32 tahun asal Lampung. Monica menjalani tindakan dengan bantuan robot bedah Da Vinci Xi di RS Mandaya Royal Puri bersama dr. Ocsyavina, Sp.B. Subsp.BD (K), dokter spesialis bedah subspesialis bedah digestif. Setelah menjalani operasi, pasien menceritakan kondisi pemulihannya pada hari ketiga setelah tindakan.
“Ini hari ke-3 setelah operasi, kondisi sih membaik ya. Walaupun masih ada nyerinya ya, tapi sejauh ini sudah oke. Tidak begitu kendala banget. Tinggal dikasih obat pereda nyerinya saja. Kalau secara keseluruhan untuk bagian lain-lainnya sudah tidak ada masalah ya. Karena dari hari pertama (setelah operasi) saja dia sudah bisa jalan, keliling sudah bisa,” kata pasien dan suaminya yang ikut menemani.
Contents
Batu empedu semakin membesar dan keluhan makin sering muncul
Sebelum menjalani operasi di RS Mandaya Royal Puri, pasien sudah mengetahui bahwa dirinya memiliki batu empedu sejak 2023. Saat itu, pemeriksaan ultrasonografi (USG) di Lampung menunjukkan adanya batu pada kantung empedu. Meski ukurannya masih relatif kecil, kondisinya sudah menimbulkan keluhan cukup berat hingga menyebabkan tubuh pasien menguning.
Pemeriksaan saat itu juga menunjukkan adanya infeksi pada bagian leher kantung empedu yang berada di jalur menuju liver. Namun, karena masih merasa takut menjalani operasi, Monica memilih menunda tindakan dan mencoba mengatasi kondisinya dengan pengobatan herbal. Setelah itu, keluhan memang sempat mereda dan hanya muncul sesekali selama beberapa tahun.
Keluhan yang dirasakan pasien biasanya berupa nyeri di area perut yang dapat menjalar hingga ke bagian belakang. Rasa sakit tersebut juga kerap muncul pada malam hari. Memasuki awal 2026, keluhan mulai semakin sering dirasakan, bahkan dapat muncul hampir setiap malam atau setidaknya beberapa kali dalam seminggu.
Pasien dan suaminya kemudian memutuskan untuk kembali melakukan pemeriksaan. Dari pemeriksaan terbaru, diketahui bahwa batu empedu yang sebelumnya berukuran kecil telah membesar hingga sekitar 1,5 cm. Kondisi tersebut juga disertai peradangan sehingga dokter bedah digestif di Lampung menyarankan agar kantung empedu diangkat. Setelah mendapatkan sejumlah referensi dari keluarga, rekan, serta dokter, mereka memilih RS Mandaya Royal Puri sebagai tempat menjalani tindakan.
Sebelum tindakan, Monica juga mendapatkan penjelasan mengenai pilihan metode operasi, termasuk laparoskopi konvensional dan laparoskopi dengan bantuan teknologi robotik. Setelah berdiskusi dengan dokter, tindakan kemudian dilakukan menggunakan robot bedah Da Vinci Xi bersama dr. Ocsyavina.
Keputusan menjalani operasi tersebut tidak langsung mudah bagi pasien. Pengalaman pertama menjalani operasi membuatnya sempat merasa takut, terlebih kekhawatiran tersebut sudah dirasakan sejak pertama kali mengetahui adanya batu empedu pada 2023. Namun, keluhan yang semakin sering dan kondisi batu empedu yang semakin membesar membuat Monica akhirnya mantap menjalani tindakan.
Baca juga: Kolesistektomi (Operasi Batu Empedu): Prosedur dan Efek Samping
Hari ketiga setelah operasi, pasien sudah mulai beraktivitas
Setelah menjalani operasi pengangkatan kantung empedu dengan bantuan robot Da Vinci Xi, Monica memasuki hari ketiga masa pemulihan dengan kondisi yang semakin membaik. Rasa nyeri masih dirasakan, tetapi secara umum tidak lagi menimbulkan kendala berarti dan dapat ditangani dengan obat pereda nyeri.
Salah satu hal yang dirasakan cukup berbeda adalah Monica sudah dapat mulai berjalan sejak hari pertama setelah operasi. Ia bahkan sudah bisa turun dari tempat tidur dan berjalan berkeliling. Keluhan nyeri yang sebelumnya kerap terasa dari perut hingga menembus ke bagian belakang juga tidak lagi dirasakan setelah menjalani tindakan.
Lihat juga: Operasi Pengangkatan Kantung Empedu Dengan Teknologi Robotik Da Vinci XI | RS Mandaya
Selama masa pemulihan, Monica juga mulai menyesuaikan pola makannya. Untuk sementara, ia mengurangi konsumsi makanan berlemak sebagai bagian dari proses adaptasi setelah operasi. Di luar penyesuaian tersebut, tidak ada pantangan khusus yang dirasakan mengganggu aktivitasnya.
Pengalaman selama mendapatkan perawatan di RS Mandaya Royal Puri juga menjadi bagian dari kesan Monica dan suaminya setelah menjalani operasi. Mereka menilai komunikasi dokter dan tenaga medis berlangsung dengan jelas, sementara pelayanan perawat dinilai cepat dalam membantu kebutuhan pasien. Fasilitas rumah sakit juga menjadi salah satu hal yang memberikan kenyamanan selama menjalani perawatan.
Bagi Monica dan suaminya, keputusan menjalani operasi setelah bertahun-tahun menunda akhirnya memberikan pengalaman pemulihan yang relatif baik. Penanganan batu empedu yang sebelumnya sempat dikhawatirkan justru dapat dijalani dengan dukungan teknologi robotik dan tim medis di RS Mandaya Royal Puri.
Baca juga: Batu Empedu, Harus Ke Dokter Spesialis Apa di RS Mandaya Puri?
Waspadai gejala-gejala batu empedu
Batu empedu umumnya tidak menimbulkan gejala jika tidak menyumbat saluran empedu. Namun, ketika terjadi penyumbatan, beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:
- Nyeri di bagian atas perut, yang dapat muncul hilang-timbul atau terasa terus-menerus.
- Mual, yang dapat menyertai rasa nyeri pada perut.
- Berkeringat.
- Demam.
- Detak jantung lebih cepat.
- Perut bengkak dan terasa nyeri saat disentuh.
- Kulit dan bagian putih mata menguning.
- Urine berwarna lebih gelap.
- Tinja berwarna lebih pucat.
Jika keluhan tersebut muncul berulang atau semakin berat, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
Mengapa operasi pengangkatan kantung empedu perlu dilakukan pada kondisi batu empedu?
Pada kasus tertentu, batu empedu tidak hanya ditemukan saat pemeriksaan, tetapi sudah menimbulkan keluhan atau komplikasi. Jika batu empedu menyebabkan nyeri perut yang berat atau sering kambuh, dokter dapat mempertimbangkan operasi pengangkatan kantung empedu atau kolesistektomi sebagai salah satu pilihan penanganan.
Operasi juga dapat diperlukan ketika batu empedu menyumbat saluran empedu, yaitu saluran kecil yang menghubungkan kantung empedu dengan hati. Penyumbatan ini dapat menyebabkan cairan empedu menumpuk dan memicu beberapa kondisi, seperti:
- Kulit dan bagian putih mata menguning (jaundice).
- Peradangan pada kantung empedu.
- Nyeri perut yang semakin sering atau berat.
Karena itu, ketika batu empedu sudah menimbulkan gejala atau komplikasi, dokter perlu melakukan evaluasi untuk menentukan penanganan yang paling sesuai, termasuk mempertimbangkan operasi pengangkatan kantung empedu.
Apakah bisa hidup normal setelah kantung empedu diangkat?
Meskipun kantung empedu membantu proses pencernaan, seseorang tetap dapat menjalani kehidupan yang normal dan sehat tanpa kantung empedu. Tubuh akan beradaptasi setelah kantung empedu diangkat, sementara cairan empedu tetap dapat membantu proses pencernaan sehingga sebagian besar jenis makanan tetap dapat dikonsumsi.
Namun, penyesuaian pola makan dan gaya hidup serta perawatan yang tepat setelah operasi tetap diperlukan untuk membantu menjaga kondisi tubuh dan mendukung proses pemulihan setelah kolesistektomi.
Konsultasikan keluhan batu empedu Anda dengan dr. Ocsyavina di RS Mandaya Royal Puri

dr. Ocsyavina, Sp.B. Subsp.BD (K) merupakan dokter spesialis bedah umum dengan subspesialisasi bedah digestif. Beliau menempuh pendidikan Dokter Umum di Universitas Padjadjaran Bandung, kemudian melanjutkan pendidikan Bedah Umum dan Subspesialis Bedah Digestif di Universitas Indonesia.
Dalam praktiknya, dr. Ocsyavina, Sp.B. Subsp.BD (K) menangani berbagai layanan dan tindakan bedah saluran cerna, termasuk konsultasi bedah digestif, endoskopi, gastroskopi, kolonoskopi, operasi angkat kandung empedu dengan laparoskopi maupun operasi terbuka, operasi bypass lambung, hemoroid, hernia, kanker usus besar, lambung, perlengketan usus, polip usus, turun berok, serta operasi usus buntu dengan laparoskopi.
dr. Ocsyavina, Sp.B. Subsp.BD (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 16.00 – 18.00 WIB
- Selasa: 16.00 – 18.00 WIB
- Rabu: 16.00 – 18.00 WIB
- Kamis: 16.00 – 18.00 WIB
- Jumat: 16.00 – 18.00 WIB
- Sabtu: 10.00 – 12.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Mayo Clinic. Cholecystectomy (gallbladder removal). (https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/cholecystectomy/about/pac-20384818). Diakses pada 30 September 2026.
- Cleveland Clinic. Gallstones. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/7313-gallstones). Diakses pada 30 September 2026.
- NHS. Why it’s done – Gallbladder removal. (https://www.nhs.uk/tests-and-treatments/gallbladder-removal/why-its-done/). Diakses pada 30 September 2026.
- Gallbladder Singapore. Living Without a Gallbladder. (https://www.gallbladder.sg/blog/living-without-a-gallbladder/). Diakses pada 30 September 2026.

