Batu empedu adalah cairan saluran pencernaan yang mengeras dan menumpuk di dalam empedu. Kondisi ini bisa memicu berbagai gejala mengganggu, seperti nyeri di perut sebelah kanan atas atau tengah, nyeri punggung dan bahu, hingga mual dan muntah.
Apabila Anda yang mengalami gejala-gejala seperti di atas, maka perlu segera periksa ke dokter. Untuk mengatasi batu empedu, Anda dapat berkonsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterohepatologi maupun spesialis bedah subspesialis bedah digestif yang memiliki keahlian untuk mengobati kondisi batu empedu maupun gangguan di organ saluran pencernaan lainnya.
Contents
Penanganan batu empedu di Mandaya Royal Hospital Puri
Berikut ini adalah beberapa pilihan penanganan batu empedu di Mandaya Royal Hospital Puri yang bisa disesuaikan dengan kondisi pasien:
1. ERCP
ERCP (Endoscopic Retrograde Cholangio-Pancreatography) merupakan prosedur medis yang mengombinasikan pemeriksaan endoskopi dan pencitraan sinar-X untuk menampilkan kondisi saluran empedu dan pankreas secara lebih jelas dan mendetail. Tindakan ini umumnya dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi hepatologi (K-GEH), khususnya pada pasien yang dicurigai mengalami gangguan pada saluran empedu atau pankreas.
Dalam prosedur ERCP, dokter menggunakan alat endoskopi berupa selang fleksibel berkamera yang dimasukkan melalui mulut pasien. Selang tersebut diarahkan melewati saluran pencernaan, mulai dari kerongkongan hingga mencapai saluran empedu dan pankreas, sehingga dokter dapat melihat kondisi organ secara langsung.
Tidak hanya berfungsi sebagai alat diagnostik, ERCP juga dapat digunakan sebagai terapi untuk mengatasi penyumbatan pada saluran empedu. Melalui prosedur ini, dokter dapat mengeluarkan batu empedu atau membuka sumbatan tanpa harus melakukan tindakan operasi terbuka, sehingga ERCP sering menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan pembedahan konvensional.
Salah satu keunggulan ERCP adalah risiko komplikasi pascatindakan yang relatif rendah. Hal ini karena prosedur dilakukan tanpa sayatan bedah, melainkan hanya menggunakan endoskopi dan kawat penuntun (guide wire) untuk mendeteksi serta menangani penyumbatan pada saluran empedu.
Berikut beberapa keunggulan dan manfaat ERCP lainnya:
Berfungsi ganda sebagai prosedur diagnosis sekaligus terapi
Tingkat keamanan tinggi dengan risiko komplikasi rendah dan tingkat keberhasilan hingga sekitar 95%
Tidak memerlukan operasi terbuka dan tanpa luka sayatan
Termasuk tindakan minimal invasif yang relatif lebih nyaman bagi pasien
Perdarahan sangat minimal atau bahkan tidak terjadi sama sekali
Kerusakan jaringan lebih sedikit sehingga risiko cedera organ dalam lebih rendah
Waktu tindakan relatif singkat, umumnya berkisar antara 1–2 jam
Masa rawat inap singkat, biasanya sekitar 24 jam
Proses pemulihan lebih cepat sehingga pasien dapat segera kembali beraktivitas
Cocok untuk pasien lanjut usia, pasien dengan kondisi medis tertentu, atau yang memiliki penyakit penyerta
Efektivitas pengobatan sebanding dengan operasi, namun dengan risiko yang lebih rendah
Membantu meningkatkan kualitas hidup pasien setelah tindakan
Mampu mendeteksi kelainan seperti tumor, fibrosis, atau kanker stadium awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Di RS Mandaya Royal Puri, prosedur ERCP didukung oleh teknologi SpyGlass, yaitu alat endoskop berukuran sangat kecil yang dimasukkan ke dalam saluran empedu melalui duodenoskop. Dengan teknologi ini, dokter dapat melihat bagian dalam saluran empedu secara langsung dengan lebih jelas, sehingga memudahkan proses pemeriksaan maupun penanganan berbagai gangguan pada saluran empedu dan pankreas.
Selain membantu melihat kondisi saluran empedu, SpyGlass juga memungkinkan dokter menggunakan alat khusus untuk memecah batu empedu atau batu di saluran pankreas menjadi potongan-potongan kecil agar lebih mudah dikeluarkan. Jika ditemukan area yang dicurigai sebagai kelainan atau tumor, teknologi ini juga memungkinkan pengambilan sampel jaringan (biopsi) secara lebih tepat sasaran, sehingga diagnosis dapat ditegakkan dengan lebih akurat.
2. Operasi laparoskopi dengan robot Da Vinci Xi
Operasi batu empedu dengan metode minimal luka atau kolesistektomi laparoskopi adalah tindakan bedah untuk mengangkat kantong empedu yang berisi batu melalui beberapa sayatan kecil di area perut. Teknik ini dirancang untuk mengurangi trauma jaringan sekaligus mempercepat proses pemulihan pasien.
Dalam prosedur ini, dokter menggunakan laparoskop, yaitu alat berkamera berukuran kecil yang dimasukkan melalui sayatan kecil untuk menampilkan kondisi organ dalam secara detail di layar monitor. Dengan bantuan teknologi ini, pengangkatan kantong empedu dapat dilakukan secara presisi tanpa perlu membuat sayatan besar seperti pada operasi terbuka.
Pengangkatan kantong empedu umumnya disarankan apabila batu empedu menimbulkan gejala yang mengganggu atau berisiko menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius. Batu empedu merupakan indikasi tersering dilakukannya tindakan ini. Meski sebagian penderita tidak mengalami keluhan, pada pasien yang bergejala, nyeri dan gangguan pencernaan biasanya muncul berulang dan semakin menghambat aktivitas sehari-hari.
Operasi laparoskopi batu empedu dapat dipertimbangkan apabila gangguan pada kantong empedu:
Mengurangi kualitas hidup dan kenyamanan pasien
Menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan
Berpotensi memburuk atau menimbulkan komplikasi di kemudian hari.
Dibandingkan operasi terbuka, metode laparoskopi memiliki berbagai keunggulan yang menjadikannya lebih nyaman bagi pasien, antara lain:
Sayatan sangat kecil sehingga nyeri pascaoperasi lebih ringan dan pemulihan lebih cepat
Risiko perdarahan dan infeksi lebih rendah karena bersifat minimal invasif
Kerusakan jaringan minimal dengan risiko cedera organ dalam yang lebih kecil
Durasi operasi relatif singkat, sekitar 60–90 menit
Efektivitas pengobatan setara dengan operasi terbuka, namun dengan proses yang lebih ringan
Lama rawat inap lebih singkat, umumnya hanya 1–2 hari
Masa pemulihan sekitar 1 minggu, jauh lebih cepat dibandingkan operasi terbuka yang bisa mencapai 1 bulan
Menurunkan risiko komplikasi, terutama pada pasien lanjut usia atau yang memiliki penyakit penyerta
Dapat dimanfaatkan untuk menangani kondisi lain, seperti tumor, perlengketan intraperitoneal, hingga kanker stadium awal.
Di RS Mandaya Royal Puri, tindakan operasi angkat kantung empedu bisa dilakukan dengan robot bedah Da Vinci Xi, yaitu sistem robot bedah generasi terbaru yang membantu dokter melakukan operasi minimal invasif dengan tingkat ketelitian yang tinggi.
Selama prosedur, dokter tetap memegang kendali penuh atas jalannya operasi melalui sebuah konsol khusus. Setiap gerakan tangan dokter kemudian diterjemahkan oleh empat lengan robot Da Vinci Xi menjadi gerakan yang lebih halus, stabil, dan presisi. Dengan teknologi ini, dokter dapat mengangkat kantung empedu secara lebih akurat, termasuk pada area yang sempit atau sulit dijangkau.
Keunggulan robot bedah Da Vinci Xi untuk prosedur kolesistektomi meliputi:
Menggunakan sayatan yang lebih kecil, sehingga bekas luka umumnya lebih minimal dibandingkan operasi terbuka.
Dilengkapi visualisasi 3D HD dengan pembesaran tinggi (zoom), sehingga struktur kantung empedu, saluran empedu, dan pembuluh darah dapat terlihat lebih jelas.
Memiliki lengan robot yang fleksibel, sehingga memudahkan dokter menjangkau area operasi yang sempit atau sulit diakses.
Dilengkapi teknologi tremor filtration yang membantu menyaring getaran alami tangan dokter, sehingga pergerakan instrumen menjadi lebih stabil dan akurat.
Membantu mengurangi risiko perdarahan karena tindakan dilakukan dengan tingkat presisi yang tinggi.
Nyeri setelah operasi umumnya lebih ringan berkat teknik bedah minimal invasif.
Waktu rawat inap dan masa pemulihan cenderung lebih singkat sehingga pasien dapat kembali beraktivitas lebih cepat.
Membantu menurunkan risiko komplikasi pascaoperasi, termasuk infeksi pada luka operasi, karena ukuran sayatan yang lebih kecil.
Dokter spesialis batu empedu di Mandaya Royal Hospital Puri
Gambar batu empedu yang sudah diangkat
Empedu adalah bagian dari saluran pencernaan (digestif). Karena itu, saat ada gangguan pada empedu, termasuk batu empedu, maka dokter yang paling tepat untuk menanganinya adalah dokter bedah digestif serta dokter spesialis gastroenterohepatologi.
Penanganan batu empedu bisa dilakukan dengan meluruhkan batu menggunakan obat-obatan tertentu, maupun tindakan laparoskopi dan Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP). Kedua tindakan tersebut adalah minimal invasif, sehingga tidak dilakukan operasi besar dan hanya pembukaan jaringan sebesar kurang lebih 2-3 cm.
Berikut tim dokter pusat penanganan batu empedu di Mandaya Royal Hospital Puri:
Prof. Dr. dr. Toar Lalisang Sp.B, Subsp. BD(K) adalah seorang dokter spesialis bedah yang fokus pada bedah digestif, termasuk batu empedu. Dengan pengalaman panjang dan keahlian mendalam dalam menangani kondisi saluran cerna yang kompleks, beliau merupakan salah satu ahli bedah digestif terkemuka di Indonesia. Selain berpraktik di Rumah Sakit Mandaya Royal Puri, beliau juga aktif sebagai staf pengajar dan Guru Besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Prof. Dr. dr. Toar J. M. Lalisang, Sp.B, Subsp. BD(K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
Selasa: 15.30 – 17.30 WIB
Kamis: 15.30 – 17.30 WIB
Sabtu: 11.00 – 13.00 WIB.
Lihat Juga: Pengalaman Pasien Menjalani Pengangkatan Batu Empedu oleh Prof. Dr. dr. Toar Lalisang SpB-KBD
dr. Ocsyvina, Sp.B Subsp. BD(K) adalah salah satu dokter bedah yang juga direkomendasikan untuk Anda yang tinggal di area Tangerang. Ia merupakan lulusan spesialis bedah Universitas Indonesia, Jakarta.
Selain bedah umum, pada Juli 2024 lalu, dr. Ocsyvina, Sp.B baru saja menamatkan pendidikan subspesialis bedah digestif (saluran cerna) dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Secara otomatis, ia menjadi seorang konsultan bedah saluran cerna yang dapat membantu Anda menangani lebih dalam persoalan terkait masalah pada pencernaan. Saat ini dr. Ocsyvina, Sp.B berpraktik di RS Mandaya Royal Puri.
dr. Ocsyvina, Sp.B, Subsp. BD(K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
dr. Emerson Budiarman Masli, Sp.B, Subsp. BD(K) adalah Dokter Spesialis Bedah Digestif yang berpengalaman menangani berbagai gangguan pada sistem pencernaan, termasuk masalah batu empedu. Sebagai dokter bedah digestif, Dr. Emerson memiliki keahlian dalam pemeriksaan, diagnosis, dan prosedur bedah yang diperlukan untuk mengatasi masalah batu empedu dan gangguan pencernaan lainnya. Dengan pendekatan profesional dan pengetahuan yang luas di bidang bedah digestif, dr. Emerson siap memberikan perawatan yang optimal bagi pasiennya.
dr. Emerson Budiarman Masli, Sp.B, Subsp. BD(K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
dr. Hendra Koncoro, Sp.PD-KGEH adalah seorang dokter penyakit dalam dengan subspesialisasi dalam bidang gastroenterologi dan hepatologi. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter spesialis penyakit dalam pada tahun 2016 di Universitas Udayana Bali dan melanjutkan pendidikan subspesialis gastroenterologi dan hepatologi di Universitas Indonesia di tahun 2019.
Selain itu, beliau juga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan seminar medis seputar saluran pencernaan baik ditingkat nasional maupun internasional. Beberapa ajang yang pernah diikuti seperti Liver Update (Jakarta), Asia Pacific Digestive Week (Bali), International Joint Symposium Geriatric Update dengan Japan Society of Hemoroheology (Bali).
dr. Hendra Koncoro, Sp.PD-KGEH bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
dr. Hendra Nurjadin, SpPD-KGEH merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialisasi di bidang gastroenterologi dan hepatologi. Beliau menyelesailan pendidikan dokter spesialis dan subspesialis di Universitas Rumah Sakit Santo Tomas, Filipina. Selain pendidikan formal, beliau juga aktif di berbagai pelatihan dan seminar medis baik sebagai peserta maupun praktisi.
dr. Hendra Nurjadin, Sp.PD-KGEH bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
Selasa: 15.00 – 17.00 WIB
Kamis: 15.00 – 17.00 WIB.
Lihat Juga: Pengalaman Pasien dr. Hendra Nurjadin Menjalani Endoskopi di Mandaya Royal Hospital Puri
Sama seperti dr. Hendra Nurjadin, dr. Epister Pangujian Simatupang, Sp.PD-KGEH juga mendapatkan gelar spesialis dan subspesialis dari universitas luar negeri. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter spesialis penyakit dalam di Manila Central University (Filipina) pada tahun 2003 dan dilanjutkan dengan pendidikan konsultan gastroenterohepatologi di Universitas yang sama pada tahun 2006.
dr. Epistel Pangujian Simatupang, Sp.PD-KGEH bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
Senin: 18.00 – 20.00 WIB
Rabu: 18.00 – 20.00 WIB
Jumat: 10.30 – 12.30 WIB.
Kapan harus ke dokter?
Buatlah janji dengan dokter jika Anda mengalami tanda atau gejala apa pun yang membuat khawatir. Segera cari pertolongan medis apabila muncul tanda dan gejala komplikasi batu empedu yang serius, seperti:
Nyeri perut yang sangat hebat hingga membuat Anda tidak bisa duduk diam atau menemukan posisi yang nyaman
Kulit dan bagian putih mata menguning (penyakit kuning/jaundice)