Batu ureter adalah batu yang terbentuk dari kumpulan kristal, mineral, dan garam di dalam urine, kemudian tersangkut di ureter, yaitu saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih. Jika ukurannya cukup besar, batu ureter dapat menyumbat aliran urine dan menimbulkan nyeri hebat. Kondisi ini memerlukan penanganan medis yang tepat untuk membantu mengatasi sumbatan dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Salah satu pengalaman penanganan batu ureter dialami oleh pasien bernama Jimmy Carter asal Biak Numfor, Papua, yang memiliki batu ureter berukuran 3 x 1,5 cm. Pasien tersebut menjalani operasi pengangkatan batu ureter menggunakan teknologi robotik Da Vinci Xi di RS Mandaya Royal Puri. Tindakan ini dilakukan oleh dokter spesialis urologi konsultan, dr. Hendy Mirza, Sp.U(K).
“Saya mau menggaransikan bahwa (pengobatan) di Indonesia tidak kalah dengan rumah sakit di luar negeri. Pascaoperasi saya mendapat perubahan dan perkembangan yang sangat signifikan. Kurang lebih sudah 2 minggu lebih (setelah operasi), yang semula di bagian belakang (tubuh) seperti ada kantong, seperti ada sesuatu yang berat di sebelah kanan, (sekarang) setelah operasi saya merasa sangat ringan,” kata pasien.
Contents
Berawal dari pemeriksaan kesehatan (MCU), pasien menemukan batu ureter berukuran hampir 3 Cm
Jimmy Carter, pasien asal Kabupaten Biak Numfor, Papua, mengungkapkan bahwa dirinya mulai lebih memperhatikan kondisi ginjal sejak 2024 setelah mendapat anjuran untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam. Saat itu, ia merasakan sensasi yang tidak biasa di bagian belakang tubuh, terutama di sisi kanan pinggang. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, Jimmy mengetahui bahwa terdapat batu yang menyumbat ureter kanan.
Batu ureter yang ditemukan memiliki ukuran sekitar 3 x 1,5 cm. Menurut penjelasan dokter yang sebelumnya ditemui, batu tersebut memiliki struktur yang cukup keras. Ukurannya yang besar dibandingkan diameter saluran ureter membuat kondisi ini memerlukan penanganan lebih lanjut. Jimmy kemudian mencari informasi mengenai rumah sakit dan dokter yang dapat membantu menangani kondisinya hingga akhirnya memilih berkonsultasi di RS Mandaya Royal Puri dengan dr. Hendy.
Dalam konsultasi tersebut, Jimmy dan dr. Hendy mendiskusikan pilihan penanganan yang tersedia, termasuk prosedur pemecahan batu menggunakan laser dan operasi melalui pendekatan laparoskopi. Setelah mempertimbangkan penjelasan dokter serta berbagai informasi yang diperolehnya, Jimmy memilih menjalani operasi untuk mengangkat batu ureter tersebut.
Keputusannya untuk berobat di RS Mandaya Royal Puri juga didasari oleh informasi yang diperolehnya melalui media sosial serta kenyamanan saat berkonsultasi dengan dr. Hendy. Menurut Jimmy, komunikasi yang baik dan pendekatan dokter kepada pasien menjadi bagian penting dalam proses pengobatan. Ia merasa lebih yakin untuk menjalani tindakan setelah berdiskusi dengan dokter dan membicarakan pilihannya bersama keluarga.
Menjalani operasi robotik Da Vinci Xi dan merasakan perubahan setelah tindakan
Untuk menangani batu ureter berukuran besar tersebut, Jimmy menjalani operasi menggunakan sistem robotik Da Vinci Xi di RS Mandaya Royal Puri. Teknologi ini digunakan untuk membantu dokter melakukan tindakan bedah dengan visualisasi dan kendali instrumen yang presisi.

Jimmy menceritakan bahwa proses operasi berjalan dengan baik dan ia hanya memiliki luka sayatan berukuran kecil. Menurutnya, hal ini berbeda dari bayangannya mengenai operasi konvensional yang dapat meninggalkan bekas luka lebih besar. Ia juga merasa proses tindakan berlangsung relatif singkat.
Lebih dari dua minggu setelah operasi, Jimmy merasakan perubahan yang signifikan. Sebelum menjalani tindakan, ia merasa seolah-olah terdapat beban atau kantong di bagian belakang tubuh sebelah kanan. Setelah operasi, sensasi tersebut berkurang dan ia merasa lebih ringan. Jimmy juga menyampaikan bahwa urinenya terlihat bersih setelah tindakan.
Setelah menjalani observasi pascaoperasi, Jimmy diperbolehkan kembali makan dan minum sesuai arahan tim medis. Ia pun mulai lebih memperhatikan kebiasaan sehari-hari, termasuk memperbanyak konsumsi air mineral dan membatasi kopi sebagai bagian dari upayanya menjaga kesehatan ginjal.
Waspadai gejala batu ureter yang mengganggu aktivitas
Gejala batu ureter dapat berbeda-beda, tergantung pada ukuran batu dan apakah batu tersebut menyumbat aliran urine. Salah satu keluhan yang paling umum adalah nyeri hebat di punggung atau sisi pinggang, tepat di bawah tulang rusuk, yang dapat hilang timbul dan menjalar hingga perut bagian bawah. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama jika rasa nyeri muncul secara tiba-tiba.
Selain nyeri, batu ureter juga dapat menimbulkan sejumlah gejala lain, seperti:
- Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil.
- Mual dan muntah.
- Urine berwarna merah muda, merah, atau kecokelatan akibat adanya darah.
- Urine tampak keruh.
- Keinginan untuk buang air kecil lebih sering.
- Urine yang keluar hanya sedikit setiap kali buang air kecil.
Apabila batu ureter disertai infeksi saluran kemih, penderita juga dapat mengalami demam, menggigil, atau merasa tidak enak badan. Gejala-gejala tersebut perlu diwaspadai karena sumbatan saluran kemih yang disertai infeksi dapat memerlukan penanganan medis segera.
Jika mengalami gejala yang mengarah pada batu ureter, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai. Dokter dapat menentukan lokasi, ukuran, serta tingkat sumbatan akibat batu untuk memilih metode pengobatan yang tepat.
Apakah batu ureter berbahaya jika tidak ditangani?
Ya, batu ureter dapat berbahaya jika tidak ditangani, terutama jika ukurannya membesar atau menyumbat aliran urine. Sumbatan ini dapat menyebabkan urine menumpuk di ginjal sehingga ginjal mengalami pembengkakan atau hidronefrosis. Jika berlangsung terus-menerus tanpa penanganan, kondisi tersebut dapat merusak fungsi ginjal.
Selain itu, batu ureter yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih. Apabila sumbatan disertai infeksi, kondisi ini dapat berkembang menjadi komplikasi serius yang membutuhkan penanganan medis segera. Oleh karena itu, penting untuk memeriksakan diri ke dokter agar ukuran dan lokasi batu dapat diketahui serta penanganan yang sesuai bisa segera dilakukan.
Konsultasikan masalah batu ureter dan batu saluran kemih lainnya dengan dr. Hendy di RS Mandaya

Jika Anda mengalami keluhan yang mengarah pada batu ureter atau gangguan saluran kemih lainnya, konsultasi dengan dokter spesialis urologi dapat membantu menentukan diagnosis dan penanganan yang sesuai. Salah satu dokter yang dapat Anda temui adalah dr. Hendy Mirza, Sp.U(K), di RS Mandaya Royal Puri.
dr. Hendy menyelesaikan pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis urologi di Universitas Indonesia. Beliau juga memperdalam keahlian dalam bidang rekonstruksi urologi pediatrik dan laparoskopi melalui program fellowship, serta telah memperoleh sertifikasi sebagai Konsultan Urologi Pediatrik.
Di RS Mandaya Royal Puri, dr. Hendy menangani berbagai prosedur urologi, mulai dari bedah saluran kemih dan biopsi prostat hingga PCNL (Percutaneous Nephrolithotomy) untuk membantu mengangkat batu ginjal serta TURP (Transurethral Resection of the Prostate) untuk menangani pembesaran prostat jinak sesuai indikasi medis.
Anda dapat berkonsultasi dengan dr. Hendy Mirza, Sp.U(K), di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal praktik berikut:
- Senin: 16.00–19.00 WIB
- Rabu: 16.00–19.00 WIB
- Jumat: 16.00–19.00 WIB.
Fasilitas pasien luar kota dan internasional di RS Mandaya Royal Puri

Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan berbagai fasilitas penunjang untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pasien yang berasal dari luar kota maupun luar negeri:
- Penjemputan VIP (VIP transport): Layanan penjemputan dari Bandara Soekarno-Hatta, stasiun, atau pelabuhan menuju rumah sakit menggunakan kendaraan nyaman yang didampingi oleh tim Patient Experience Officer (PEO).
- Penjemputan ambulans medis: Penjemputan khusus bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu dari titik kedatangan (bandara/stasiun/pelabuhan) yang dilengkapi peralatan medis dan pendampingan tenaga kesehatan profesional.
- Akomodasi penginapan (Sleep Hub & apartemen): Fasilitas penginapan nyaman bagi keluarga yang mendampingi pasien, terletak langsung di lantai 8 gedung Mandaya Royal Puri serta opsi apartemen terdekat.
- Layanan pasien internasional (International Patient Relation): Pendampingan khusus bagi pasien luar negeri untuk pengurusan koordinasi medis, penerjemah, hingga administrasi. Untuk informasi dan bantuan International Patient Relation, Anda dapat menghubungi 021 5092 8888 atau email ke [email protected].
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

