Hidronefrosis pada anak adalah kondisi ketika salah satu atau kedua ginjal mengalami pembesaran atau pembengkakan akibat penumpukan urine. Kondisi ini terjadi pada bagian ginjal yang disebut pelvis renalis, yaitu area tempat urine terkumpul sebelum dialirkan ke saluran kemih. Ketika aliran urine terhambat, urine tidak dapat keluar dengan lancar sehingga menyebabkan ginjal membesar.

Pada banyak kasus, hidronefrosis sudah dapat terdeteksi sejak bayi masih berada di dalam kandungan melalui pemeriksaan USG kehamilan. Sebagian kasus dapat membaik dengan sendirinya seiring pertumbuhan anak. Namun, hidronefrosis yang lebih berat dapat menandakan adanya penyumbatan pada saluran kemih atau kelainan tertentu yang memerlukan pemantauan dan penanganan lebih lanjut setelah bayi lahir. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami penyebab, gejala, serta pilihan pengobatan hidronefrosis pada anak.
Di RS Mandaya Royal Puri, kondisi hidronefrosis pada anak dapat ditangani oleh dokter spesialis urologi konsultan pediatrik urologi, yaitu dr. Hendy Mirza, Sp.U (K).
Contents
Apa saja gejala hidronefrosis pada anak?
Sebagian besar bayi yang mengalami hidronefrosis tidak menunjukkan gejala apa pun. Pada anak yang lebih besar, hidronefrosis ringan hingga sedang juga sering kali tidak menimbulkan keluhan dan bahkan dapat membaik dengan sendirinya seiring waktu.
Namun, pada kasus hidronefrosis sedang hingga berat, anak dapat mengalami beberapa gejala berikut:
- Nyeri perut
- Nyeri pada sisi tubuh atau pinggang
- Adanya darah dalam urine (hematuria).
Selain itu, anak dengan hidronefrosis juga berisiko mengalami infeksi saluran kemih (ISK). Jika terjadi ISK, gejala yang dapat muncul meliputi:
- Keinginan buang air kecil yang sangat sering atau mendesak
- Nyeri atau rasa perih saat buang air kecil
- Urine tampak keruh
- Nyeri punggung
- Demam
- Muntah.
Jika anak mengalami gejala-gejala di atas, terutama disertai demam atau nyeri yang menetap, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Apa penyebab hidronefrosis pada anak?
Secara umum, hidronefrosis terjadi akibat dua jenis masalah utama. Pertama adalah obstruksi (penyumbatan), yaitu kondisi ketika aliran urine terhalang sehingga tidak dapat mengalir keluar dari ginjal dengan normal. Penyumbatan dapat terjadi di berbagai bagian saluran kemih, mulai dari ginjal hingga uretra. Kedua adalah refluks urine, yaitu kondisi ketika urine mengalir kembali ke arah ginjal, bukan menuju keluar tubuh sebagaimana mestinya.
Penyebab hidronefrosis akibat penyumbatan (obstruksi)
1. Obstruksi ureteropelvic junction (UPJ)
Merupakan penyumbatan pada pertemuan antara ginjal dan ureter, yaitu saluran yang membawa urine dari ginjal ke kandung kemih. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh penyempitan pada bagian atas ureter.
2. Obstruksi ureterovesical junction (UVJ)
Terjadi ketika terdapat penyumbatan pada area pertemuan antara ureter dan kandung kemih, sehingga aliran urine terganggu.
3. Posterior urethral valves (PUV)
Kelainan bawaan yang hanya ditemukan pada anak laki-laki. Pada kondisi ini terdapat lipatan jaringan abnormal di dalam uretra yang menyebabkan hambatan aliran urine dari kandung kemih. PUV juga sering dikaitkan dengan refluks urine ke ginjal.
4. Ureterokel (ureterocele)
Merupakan pembengkakan atau tonjolan pada ujung ureter yang dapat menghambat aliran urine dari sebagian ginjal, dan dalam beberapa kasus juga dapat mengganggu fungsi kandung kemih.
Penyebab hidronefrosis akibat refluks urine
-
Vesicoureteral reflux (VUR)
VUR terjadi ketika mekanisme katup antara ureter dan kandung kemih tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, urine dapat mengalir kembali ke ureter dan ginjal saat kandung kemih terisi atau saat buang air kecil.
Penyebab lain hidronefrosis pada anak
-
Ureter ektopik (ectopic ureter)
Merupakan kondisi langka ketika ureter tidak terhubung ke kandung kemih pada lokasi yang seharusnya. Kelainan ini dapat menyebabkan gangguan aliran urine dan memicu hidronefrosis.
-
Penyebab yang tidak diketahui
Pada lebih dari setengah kasus hidronefrosis yang terdeteksi sejak masa kehamilan, kondisi ini dapat membaik atau menghilang dengan sendirinya seiring pertumbuhan anak. Dalam kasus-kasus tersebut, penyebab pasti hidronefrosis sering kali tidak dapat diketahui.
Bagaimana pengobatan hidronefrosis pada anak?
Hidronefrosis ringan pada bayi baru lahir sering kali tidak memerlukan pengobatan khusus. Penanganan yang diberikan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi, jumlah ginjal yang terdampak, serta penyebab yang mendasarinya.
Secara umum, pengobatan hidronefrosis pada bayi baru lahir dapat meliputi:
1. Pemantauan berkala
Jika hidronefrosis tidak tergolong berat dan fungsi ginjal tidak berisiko terganggu, dokter biasanya akan melakukan pemantauan secara berkala. Bayi akan menjalani pemeriksaan rutin untuk melihat apakah kondisi membaik, menghilang dengan sendirinya, atau justru semakin parah. Apabila kondisi memburuk, tindakan lebih lanjut seperti operasi mungkin diperlukan.
2. Pencegahan dan pengobatan ISK
Dokter dapat meresepkan antibiotik untuk membantu mencegah infeksi saluran kemih pada bayi dengan hidronefrosis. Antibiotik juga digunakan jika bayi mengalami ISK. Pada bayi laki-laki, beberapa penelitian menunjukkan bahwa sunat dapat membantu menurunkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih.
3. Operasi
Tindakan operasi dapat direkomendasikan apabila hidronefrosis tergolong berat atau terus memburuk seiring waktu. Operasi bertujuan untuk memperbaiki aliran urine sehingga dapat mengurangi tekanan pada ginjal dan menurunkan risiko komplikasi. Namun, prosedur operasi umumnya tidak dilakukan saat bayi masih berada di dalam kandungan karena risikonya dianggap terlalu tinggi. Setelah bayi lahir, dokter akan menentukan waktu dan jenis operasi yang paling sesuai berdasarkan kondisi yang dialami.
Penanganan hidronefrosis pada anak di RS Mandaya Royal Puri

Penanganan hidronefrosis pada anak di RS Mandaya Royal Puri dapat dilakukan oleh dr. Hendy Mirza, Sp.U(K), dokter spesialis urologi konsultan pediatrik yang memiliki keahlian dalam menangani berbagai kelainan saluran kemih dan ginjal pada anak. Dengan pengalaman serta kompetensi di bidang urologi pediatrik, dr. Hendy dapat membantu melakukan evaluasi menyeluruh, menentukan penyebab hidronefrosis, hingga memberikan terapi yang sesuai, baik melalui pemantauan berkala maupun tindakan medis apabila diperlukan.
dr. Hendy menempuh pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara sebelum melanjutkan pendidikan Spesialis Bedah Urologi di Universitas Indonesia. Untuk memperdalam keahliannya dalam menangani kasus urologi anak, beliau menjalani fellowship di bidang Rekonstruksi Pediatrik (Laparoskopi) di Universitas Indonesia dan kemudian meraih kualifikasi sebagai Konsultan Pediatrik. Latar belakang pendidikan dan pelatihan tersebut menjadikan dr. Hendy memiliki kompetensi khusus dalam menangani berbagai kelainan urologi pada anak, termasuk hidronefrosis, refluks urine, kelainan bawaan saluran kemih, serta berbagai gangguan fungsi ginjal dan saluran kemih lainnya.
dr. Hendy Mirza, Sp.U(K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 16.00 – 19.00 WIB
- Rabu: 16.00 – 19.00 WIB
- Jumat: 16.00 – 19.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

