Mengenal Batu Ureter: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Mengenal Batu Ureter: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Batu ureter adalah batu yang terbentuk dari kumpulan kristal, mineral, dan garam dalam urine yang tersangkut di ureter, yaitu saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih. Setiap ginjal umumnya memiliki satu ureter yang berfungsi mengalirkan urine menuju kandung kemih sebelum dikeluarkan dari tubuh.

Ukuran batu ureter dapat bervariasi, mulai dari sangat kecil hingga cukup besar untuk menyumbat aliran urine. Batu berukuran kecil terkadang dapat keluar dengan sendirinya saat buang air kecil tanpa menimbulkan keluhan berarti. Namun, semakin besar ukuran batu, semakin kecil kemungkinannya untuk keluar secara alami dan semakin tinggi risiko munculnya gejala, seperti nyeri hebat di pinggang atau punggung, mual, dan muntah.

Jika batu ureter menyebabkan penyumbatan, kondisi ini dapat mengganggu aliran urine dan berisiko menimbulkan komplikasi apabila tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui ukuran dan lokasi batu serta menentukan penanganan yang sesuai.

Konsultasi dokter

Jenis-jenis batu ureter

Batu ureter dapat dibedakan berdasarkan komposisi mineral dan zat yang membentuknya. Jenis batu ini penting diketahui karena dapat membantu dokter menentukan penanganan yang sesuai sekaligus mengidentifikasi faktor yang meningkatkan risiko pembentukan batu. Berikut beberapa jenis batu ureter yang umum ditemukan:

1. Batu kalsium

Batu kalsium merupakan jenis batu saluran kemih yang paling umum terjadi. Batu ini terdiri dari kalsium oksalat atau kalsium fosfat yang mengendap dan membentuk kristal di dalam urine.

2. Batu asam urat

Batu asam urat terbentuk ketika kadar asam urat dalam urine terlalu tinggi sehingga zat tersebut mengendap dan membentuk kristal. Jika kristal terus menumpuk, batu dapat terbentuk dan tersangkut di ureter.

3. Batu struvit

Batu struvit dapat terbentuk setelah seseorang mengalami infeksi saluran kemih tertentu. Batu ini umumnya tersusun dari magnesium amonium fosfat (struvit) dan kalsium karbonat-apatit. Jenis batu ini perlu mendapatkan perhatian karena dapat membesar dan menyebabkan sumbatan saluran kemih.

4. Batu sistin

Batu sistin merupakan jenis batu yang relatif jarang dan berkaitan dengan kelainan genetik bernama sistinuria. Kondisi ini menyebabkan asam amino sistin bocor dari ginjal ke dalam urine. Jika kadarnya tinggi, sistin dapat membentuk kristal yang kemudian berkembang menjadi batu.

Gejala batu ureter yang perlu diwaspadai

Gejala batu ureter dapat bervariasi, tergantung pada ukuran batu dan apakah batu tersebut menghambat aliran urine. Ketika batu tersangkut dan menyebabkan sumbatan, penderita dapat mengalami nyeri atau gangguan saat buang air kecil. Berikut beberapa gejala batu ureter yang perlu diwaspadai:

  • Sensasi terbakar saat buang air kecil, yang dapat disertai rasa tidak nyaman di saluran kemih.
  • Kram di perut bagian bawah hingga selangkangan, yang dapat menimbulkan rasa nyeri dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Nyeri hebat saat buang air kecil, terutama ketika batu mengiritasi saluran kemih.
  • Demam, yang dapat menjadi tanda adanya infeksi saluran kemih, terutama jika disertai sumbatan.
  • Frekuensi buang air kecil meningkat, sehingga muncul keinginan untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya.
  • Kesulitan atau tidak bisa buang air kecil, yang dapat terjadi ketika aliran urine terhambat oleh sumbatan.
  • Urine berwarna merah muda atau kemerahan, akibat adanya darah dalam urine (hematuria).

Jika Anda mengalami nyeri hebat, demam atau menggigil, maupun tidak bisa buang air kecil, segera cari pertolongan medis. Gejala tersebut dapat menandakan kondisi serius yang membutuhkan penanganan segera, terutama jika batu ureter disertai infeksi atau sumbatan saluran kemih.

Penyebab dan faktor risiko batu ureter

Batu ureter terbentuk ketika zat pembentuk batu, seperti mineral dan garam, terkonsentrasi dalam urine hingga membentuk kristal. Kondisi ini lebih mudah terjadi ketika tubuh kekurangan cairan sehingga urine menjadi lebih pekat. Sebaliknya, minum air yang cukup dapat membantu mengencerkan zat-zat tersebut dan mengurangi risiko pembentukan batu.

Siapa pun dapat mengalami batu ureter. Namun, beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risikonya:

  • Berjenis kelamin laki-laki, meskipun perempuan dan anak-anak juga dapat mengalaminya.
  • Berusia antara 40–60 tahun.
  • Memiliki riwayat batu ginjal sebelumnya.
  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat batu ginjal.
  • Kurang minum atau kehilangan banyak cairan melalui keringat.
  • Menderita diabetes tipe 2.
  • Memiliki indeks massa tubuh (IMT) di atas 30.
  • Mengalami gangguan yang menyebabkan diare kronis, seperti penyakit Crohn atau kolitis ulseratif.
  • Menderita penyakit ginjal polikistik.

Faktor-faktor tersebut tidak selalu menyebabkan batu ureter, tetapi dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya batu. Menjaga kecukupan cairan dan mengelola kondisi kesehatan yang mendasari dapat membantu mengurangi risikonya.

Pengobatan batu ureter

Pengobatan batu ureter ditentukan berdasarkan ukuran, lokasi, dan komposisi batu. Batu berukuran kecil terkadang dapat keluar dengan sendirinya melalui urine dalam beberapa minggu. Selama proses tersebut, dokter dapat memberikan obat untuk membantu meredakan nyeri dan mual.

Jika batu berukuran besar atau menyebabkan penyumbatan saluran kemih, dokter spesialis urologi dapat merekomendasikan beberapa prosedur berikut:

  • Litotripsi gelombang kejut (shock wave lithotripsy): Menggunakan gelombang kejut untuk memecah batu menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah dikeluarkan melalui urine.
  • Ureteroskopi (ureteroscopy): Memasukkan alat berbentuk selang tipis berkamera melalui saluran kemih untuk menemukan, memecah menggunakan laser, atau mengangkat batu.
  • PCNL (percutaneous nephrolithotomy): Mengangkat batu melalui sayatan kecil di punggung untuk mengakses ginjal. Prosedur ini umumnya digunakan untuk menangani batu ginjal berukuran besar.
  • Pemasangan stent ureter: Memasukkan selang tipis dan fleksibel ke dalam ureter untuk menjaga saluran tetap terbuka sehingga urine dapat mengalir melewati area yang tersumbat. Prosedur ini dapat digunakan dalam kondisi darurat untuk membantu mengatasi sumbatan.

Dokter akan menentukan metode yang paling sesuai berdasarkan hasil pemeriksaan dan kondisi pasien. Jika batu ureter menyebabkan sumbatan berat atau disertai infeksi, penanganan segera diperlukan untuk mengurangi risiko kerusakan ginjal dan komplikasi lainnya.

Fasilitas pasien luar kota dan internasional di RS Mandaya Royal Puri

Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan berbagai fasilitas penunjang untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pasien yang berasal dari luar kota maupun luar negeri:

  • Penjemputan VIP (VIP transport): Layanan penjemputan dari Bandara Soekarno-Hatta, stasiun, atau pelabuhan menuju rumah sakit menggunakan kendaraan nyaman yang didampingi oleh tim Patient Experience Officer (PEO).
  • Penjemputan ambulans medis: Penjemputan khusus bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu dari titik kedatangan (bandara/stasiun/pelabuhan) yang dilengkapi peralatan medis dan pendampingan tenaga kesehatan profesional.
  • Akomodasi penginapan (Sleep Hub & apartemen): Fasilitas penginapan nyaman bagi keluarga yang mendampingi pasien, terletak langsung di lantai 8 gedung Mandaya Royal Puri serta opsi apartemen terdekat.
  • Layanan pasien internasional (International Patient Relation): Pendampingan khusus bagi pasien luar negeri untuk pengurusan koordinasi medis, penerjemah, hingga administrasi. Untuk informasi dan bantuan International Patient Relation, Anda dapat menghubungi 021 5092 8888 atau email ke [email protected].

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Cleveland Clinic. Ureteral Stones: Causes, Symptoms & Treatment. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16514-ureteral-stones). Diakses pada 15 Oktober 2026.
  2. University of Miami Health System. Ureteral Stones. (https://umiamihealth.org/en/treatments-and-services/urology/ureteral-stones). Diakses pada 15 Oktober 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes