Ginjal Bengkak Sebelah Akibat Batu Ginjal yang Didiamkan, Kenali Penanganannya di RS Mandaya Puri

Ginjal Bengkak Sebelah Akibat Batu Ginjal yang Didiamkan, Kenali Penanganannya di RS Mandaya Puri

Batu ginjal adalah kondisi ketika terbentuk endapan keras yang berasal dari mineral dan garam di dalam ginjal atau saluran kemih. Ukurannya dapat bervariasi, mulai dari sangat kecil hingga cukup besar sehingga menghambat aliran urine. Jika tidak ditangani, batu ginjal dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah pembengkakan ginjal atau hidronefrosis. Kondisi ini terjadi ketika aliran urine tersumbat oleh batu sehingga urine menumpuk di dalam ginjal. Dalam jangka panjang, ginjal yang terus-menerus membengkak berisiko mengalami penurunan fungsi hingga kerusakan permanen.

Sayangnya, tidak sedikit orang yang memilih mendiamkan batu ginjal karena khawatir harus menjalani operasi atau tindakan yang invasif. Padahal, perkembangan teknologi medis kini memungkinkan batu ginjal berukuran besar ditangani dengan lebih nyaman. Di RS Mandaya Royal Hospital Puri, tersedia teknologi robotik Zamenix yang dapat menghancurkan sekaligus mengeluarkan batu ginjal berukuran hingga lebih dari 2 cm melalui saluran kemih alami, tanpa operasi terbuka dan tanpa sayatan sama sekali. Teknologi ini menjadi solusi modern bagi pasien yang ingin mengatasi batu ginjal secara efektif dengan risiko dan masa pemulihan yang lebih minimal.

Konsultasi dokter

Mengapa batu ginjal yang didiamkan bisa menyebabkan ginjal membengkak?

Salah satu penyebab paling umum pembengkakan ginjal adalah adanya sumbatan pada saluran kemih. Ketika batu ginjal tidak segera ditangani, batu tersebut dapat menyumbat aliran urine sehingga urine menumpuk di dalam ginjal dan menyebabkan ginjal membengkak.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan hidronefrosis akibat batu ginjal antara lain:

  • Batu ginjal menyumbat saluran kemih, terutama ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih).
  • Aliran urine menjadi terhambat, sehingga urine tidak dapat mengalir keluar dari ginjal dengan lancar.
  • Urine menumpuk di dalam ginjal, yang meningkatkan tekanan di dalam ginjal.
  • Tekanan yang terus meningkat dapat menyebabkan pembengkakan ginjal (hidronefrosis) dan, jika dibiarkan terlalu lama, berpotensi merusak fungsi ginjal secara permanen.

Karena itu, batu ginjal sebaiknya tidak didiamkan, terutama jika ukurannya besar atau sudah menimbulkan gejala seperti nyeri pinggang, nyeri saat buang air kecil, atau gangguan aliran urine.

Baca juga: Batu Ginjal Apakah Berbahaya? Kenali Ragam Komplikasinya Ini

Komplikasi lain akibat batu ginjal yang didiamkan

Selain menyebabkan ginjal membengkak, batu ginjal yang terus didiamkan tanpa penanganan juga berpotensi memicu berbagai kondisi berikut:

  • Infeksi ginjal (pielonefritis).
  • Cedera ginjal akut, yaitu kondisi penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba yang pada beberapa kasus masih dapat dipulihkan.
  • Infeksi saluran kemih (ISK) yang berulang.
  • Penyakit ginjal kronis (PGK) atau kerusakan ginjal yang berlangsung dalam jangka panjang.

Kapan harus ke dokter?

Sebagian orang menunda penanganan batu ginjal akibat rasa takut dan khawatir akan bayangan operasi. Namun, ada juga beberapa orang yang mungkin tidak segera mendapatkan penanganan karena mereka tidak tahu mengidap batu ginjal. 

Gejala batu ginjal yang paling umum adalah nyeri pada punggung bawah, perut, atau sisi tubuh (nyeri pinggang). Nyeri dapat menjalar dari area selangkangan ke sisi tubuh dan terasa tumpul atau sangat tajam. Pada beberapa kasus, nyeri muncul hilang-timbul dengan intensitas yang berubah-ubah.

Gejala batu ginjal lainnya meliputi:

  • Mual dan muntah
  • Urine berdarah (hematuria)
  • Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
  • Susah buang air kecil atau tidak dapat buang air kecil
  • Sering merasa ingin buang air kecil
  • Demam atau menggigil, terutama jika sudah terjadi infeksi
  • Urine keruh atau berbau tidak sedap.

Perlu diketahui bahwa batu ginjal berukuran kecil terkadang tidak menimbulkan nyeri maupun gejala apa pun, sehingga sering kali baru terdeteksi saat pemeriksaan kesehatan atau ketika batu mulai bergerak dan menyumbat saluran kemih.

Baca juga: Kenapa Batu Ginjal Tidak Boleh Didiamkan? Kenali 5 Komplikasinya Ini

Penanganan batu ginjal tanpa operasi dengan Zamenix di Mandaya Royal Hospital Puri

Zamenix merupakan teknologi robotik canggih yang dirancang untuk menghancurkan sekaligus mengangkat batu ginjal melalui saluran kemih tanpa memerlukan sayatan. Robot ini memiliki lengan fleksibel yang dapat menjangkau area ginjal yang sulit diakses, didukung kamera beresolusi tinggi untuk membantu dokter melihat dan menargetkan batu dengan lebih akurat. 

ZAMENIX
ZAMENIX
ZAMENIX
ZAMENIX
Prof. Ponco dengan Zamenix
Prof. Ponco dengan Zamenix

Prosedur juga memanfaatkan laser Thulium yang mampu memecah batu menjadi partikel sangat kecil, serta alat penjepit khusus yang membantu mengeluarkan fragmen batu dari dalam tubuh. Dengan endoskop berdiameter hanya 2,8 mm, akses ke ginjal dapat dilakukan langsung melalui saluran kencing sehingga tidak memerlukan operasi maupun sayatan.

Keunggulan robot Zamenix antara lain:

  • Tanpa sayatan, karena seluruh prosedur dilakukan melalui saluran kemih alami.
  • Minim perdarahan dan trauma jaringan dibandingkan operasi konvensional.
  • Mampu menjangkau batu di area ginjal yang sulit diakses berkat lengan robot yang fleksibel.
  • Dilengkapi kamera beresolusi tinggi untuk meningkatkan akurasi identifikasi dan penanganan batu.
  • Menggunakan laser Thulium yang efektif menghancurkan batu menjadi fragmen sangat halus.
  • Dapat mengangkat pecahan batu secara langsung menggunakan alat penjepit khusus.
  • Risiko nyeri pasca tindakan lebih rendah karena tidak memerlukan sayatan.
  • Masa pemulihan lebih cepat, sehingga pasien dapat kembali beraktivitas lebih cepat.
  • Mengurangi risiko batu tersisa (residual stone) yang berpotensi menyebabkan kekambuhan.
  • Prosedur lebih presisi dan efisien berkat kombinasi teknologi robotik, endoskopi, dan laser modern.

Konsultasi dokter

Dokter ahli batu ginjal di Mandaya Royal Hospital Puri

1. Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD

Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD adalah dokter spesialis urologi senior dengan pengalaman panjang dalam menangani berbagai penyakit pada saluran kemih dan sistem reproduksi pria. Beliau memiliki minat dan keahlian khusus dalam penanganan kanker prostat, batu saluran kemih, serta berbagai gangguan kelenjar prostat dengan memanfaatkan pendekatan medis yang modern dan berbasis teknologi terkini.

Sebagai salah satu ahli urologi berpengalaman, Prof. Chaidir telah menangani banyak kasus kompleks yang memerlukan penanganan khusus dan tingkat ketelitian tinggi. Pengalaman klinis serta kontribusinya di bidang akademik menjadikan beliau salah satu dokter rujukan untuk berbagai masalah urologi.

Beliau menempuh pendidikan dokter dan spesialis urologi di Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan pendidikan subspesialis dan meraih gelar doktor (PhD) di luar negeri untuk memperdalam keahliannya di bidang urologi.

Jadwal praktik Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD di RS Mandaya Royal Puri:

  • Senin: 16.00 – 18.00 WIB
  • Kamis: 16.00 – 18.00 WIB.

2. Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), PhD

Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), PhD merupakan dokter spesialis urologi yang dikenal memiliki kompetensi di bidang transplantasi ginjal. Dengan pengalaman menangani berbagai kasus urologi yang kompleks, beliau telah membantu banyak pasien melalui prosedur bedah maupun terapi urologi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.

Keahliannya dalam transplantasi ginjal menjadikan Prof. Ponco sebagai salah satu dokter yang dipercaya untuk menangani kasus-kasus yang membutuhkan pendekatan multidisiplin dan perawatan yang komprehensif.

Jadwal praktik Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), PhD di RS Mandaya Royal Puri:

  • Selasa: 16.00 – 18.00 WIB
  • Kamis: 16.00 – 18.00 WIB.

3. dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS

dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS merupakan dokter spesialis urologi yang memiliki pengalaman dalam menangani berbagai gangguan saluran kemih dan tindakan transplantasi ginjal. Beliau menyelesaikan pendidikan kedokteran di Universitas Diponegoro dan meraih gelar spesialis urologi dari Universitas Indonesia.

Selain aktif dalam organisasi profesi urologi nasional, dr. Sigit juga menangani berbagai prosedur seperti operasi ginjal, operasi prostat, biopsi prostat, bedah saluran kemih, hingga pemeriksaan uroflowmetri untuk mengevaluasi fungsi berkemih pasien.

Jadwal praktik dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS di RS Mandaya Royal Puri:

  • Senin: 13.30 – 16.00 WIB
  • Rabu: 13.30 – 16.00 WIB
  • Sabtu: 12.30 – 15.00 WIB.

4. dr. Hendy Mirza, Sp.U(K)

dr. hendy mirza

dr. Hendy Mirza, Sp.U(K) adalah dokter spesialis urologi yang melayani berbagai masalah kesehatan saluran kemih dan sistem reproduksi pria. Beliau menempuh pendidikan dokter umum di Universitas Sumatera Utara dan melanjutkan pendidikan spesialis urologi di Universitas Indonesia.

Selain menangani pasien dewasa, dr. Hendy juga memiliki kompetensi dalam bidang urologi anak. Untuk terus mengikuti perkembangan ilmu kedokteran, beliau aktif berpartisipasi dalam berbagai seminar, workshop, dan simposium ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional.

Jadwal praktik dr. Hendy Mirza, Sp.U(K) di RS Mandaya Royal Puri:

  • Senin: 16.00 – 19.00 WIB
  • Rabu: 16.00 – 19.00 WIB
  • Jumat: 16.00 – 19.00 WIB.

5. dr. Maruto Harjanggi, BSc(Hons), Sp.U, FICS

dr. Maruto Harjanggi, BSc(Hons), Sp.U, FICS merupakan dokter spesialis urologi dengan latar belakang pendidikan internasional. Sebelum menjalani pendidikan spesialis urologi di Universitas Indonesia, beliau menempuh pendidikan di Inggris dan melanjutkan pelatihan bedah laparoskopi melalui University Diploma of Laparoscopic Surgery di Prancis.

Dengan pengalaman dan kompetensinya, dr. Maruto menangani berbagai gangguan pada sistem saluran kemih serta kondisi urologi lainnya. Keahliannya dalam bedah laparoskopi memungkinkan pasien memperoleh pilihan terapi yang lebih minimal invasif dengan masa pemulihan yang lebih cepat.

Jadwal praktik dr. Maruto Harjanggi, BSc(Hons), Sp.U, FICS di RS Mandaya Royal Puri:

  • Senin: 09.00 – 13.00 WIB
  • Selasa: 09.00 – 13.00 WIB
  • Rabu: 09.00 – 13.00 WIB
  • Kamis: 09.00 – 13.00 WIB
  • Jumat: 09.00 – 13.00 WIB
  • Sabtu: 09.00 – 13.00 WIB.

6. dr. Ima Nastiti Setyaningsih, Sp.U

dr. Ima Nastiti Setyaningsih, Sp.U adalah dokter spesialis urologi yang berpraktik di RS Mandaya Royal Puri. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum dan spesialis urologi di Universitas Indonesia, serta aktif mengikuti berbagai pelatihan dan konferensi ilmiah untuk memperbarui pengetahuan mengenai perkembangan terbaru di bidang urologi.

Beragam kegiatan ilmiah nasional maupun internasional yang pernah diikutinya mencakup symposium, workshop, hingga kongres urologi di Indonesia dan luar negeri. Pengalaman tersebut mendukung kompetensinya dalam memberikan layanan konsultasi dan penanganan berbagai gangguan urologi secara optimal.

Sebagai salah satu dokter spesialis urologi wanita, dr. Ima menjadi pilihan bagi pasien yang menginginkan konsultasi terkait masalah kesehatan saluran kemih dan sistem urogenital dengan pendekatan yang profesional dan komprehensif.

Jadwal praktik dr. Ima Nastiti Setyaningsih, Sp.U di RS Mandaya Royal Puri:

  • Selasa: 14.00 – 16.00 WIB
  • Kamis: 14.00 – 16.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes