Terapi sinar atau radioterapi merupakan salah satu metode pengobatan yang memanfaatkan radiasi berenergi tinggi, seperti sinar-X (X-ray), untuk menghancurkan sel kanker dan membantu mengecilkan ukuran tumor. Selain sebagai terapi utama pada beberapa jenis kanker, radioterapi juga dapat dikombinasikan dengan operasi atau kemoterapi, serta membantu meredakan gejala pada kanker stadium lanjut.
Di RS Mandaya Royal Puri, terapi sinar eksternal dilakukan menggunakan Linac Elekta Versa HD, yaitu perangkat radioterapi berteknologi tinggi yang mampu memberikan penyinaran dengan tingkat akurasi hingga submilimeter. Sementara untuk brakiterapi (terapi sinar internal), RS Mandaya Royal Puri menggunakan Flexitron Brachytherapy yang juga digunakan di MD Anderson Cancer Center (Amerika Serikat) hingga National Cancer Center (Singapura).
Dengan teknologi tersebut, radioterapi di RS Mandaya Royal Puri dapat digunakan untuk menangani berbagai jenis tumor dan kanker secara lebih akurat. Pada kondisi tertentu, teknologi ini juga memungkinkan pemberian radiasi dosis tinggi dalam jumlah sesi yang lebih sedikit sesuai dengan pertimbangan dokter spesialis onkologi radiasi.
Contents
Bagaimana cara kerja terapi sinar (radioterapi) untuk mengecilkan tumor?
Terapi sinar atau radioterapi bekerja secara bertahap untuk menghancurkan sel kanker dan membantu mengecilkan ukuran tumor. Berikut cara kerjanya:
- Menggunakan radiasi berenergi tinggi. Radioterapi memanfaatkan sinar berenergi tinggi yang diarahkan secara tepat ke lokasi tumor.
- Merusak DNA sel kanker. Paparan radiasi akan merusak DNA sel kanker sehingga sel tersebut tidak lagi mampu tumbuh dan membelah diri.
- Menyebabkan sel kanker mati secara bertahap. Setelah DNA rusak, sel kanker akan berhenti berkembang biak dan akhirnya mati.
- Tubuh membersihkan sel kanker yang telah mati. Sisa-sisa sel kanker yang telah mati akan diurai dan dibuang secara alami oleh tubuh.
- Hasil terapi tidak langsung terlihat. Radioterapi tidak membunuh sel kanker dalam satu kali penyinaran. Proses kerusakan DNA hingga kematian sel kanker biasanya berlangsung dalam beberapa hari hingga beberapa minggu selama pengobatan.
- Efek radioterapi tetap berlanjut setelah terapi selesai. Sel kanker dapat terus mengalami kematian selama beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah seluruh rangkaian radioterapi berakhir, sehingga ukuran tumor dapat terus mengecil seiring waktu.
Baca juga: 7 Keunggulan Terapi Radiasi (Radioterapi) di RS Mandaya Royal Puri
Jenis-jenis terapi sinar untuk kanker
Jenis radioterapi yang digunakan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Dokter akan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti jenis kanker, ukuran tumor, lokasi tumor di dalam tubuh, kedekatan tumor dengan jaringan sehat yang sensitif terhadap radiasi, kondisi kesehatan dan riwayat medis pasien, rencana pengobatan lain yang akan dijalani, serta usia dan kondisi medis lainnya.
1. Radioterapi eksternal
Radioterapi eksternal menggunakan mesin yang mengarahkan sinar radiasi langsung ke lokasi kanker dari luar tubuh. Mesin radioterapi berukuran besar dan dapat mengeluarkan suara selama proses penyinaran, tetapi tidak akan menyentuh tubuh pasien. Mesin tersebut dapat bergerak mengelilingi pasien untuk memberikan radiasi dari berbagai arah sehingga penyinaran lebih tepat sasaran.
Radioterapi eksternal merupakan terapi lokal, yaitu hanya menargetkan bagian tubuh yang terdapat kanker. Sebagai contoh, apabila kanker berada di paru-paru, maka radiasi hanya akan diberikan pada area dada, bukan ke seluruh tubuh.
2. Radioterapi internal
Radioterapi internal adalah metode pengobatan dengan menempatkan sumber radiasi langsung ke dalam tubuh. Sumber radiasi tersebut dapat berupa bahan padat maupun cair, tergantung pada jenis terapi yang diberikan.
Salah satu bentuk radioterapi internal adalah brakiterapi. Pada prosedur ini, sumber radiasi berbentuk padat, seperti biji (seeds), pita (ribbons), atau kapsul, ditempatkan di dalam atau sangat dekat dengan lokasi tumor. Sama seperti radioterapi eksternal, brakiterapi juga merupakan terapi lokal yang hanya menargetkan area tubuh tertentu.
Setelah dipasang, sumber radiasi pada brakiterapi akan memancarkan radiasi selama jangka waktu tertentu untuk menghancurkan sel kanker di sekitarnya. Lama paparan radiasi akan disesuaikan dengan jenis kanker, metode pengobatan yang digunakan, dan kondisi masing-masing pasien.
Baca juga: Radioterapi Sebagai Terapi Lanjutan Pada Pasien Kanker
Kapan terapi sinar untuk kanker digunakan?
Radioterapi dapat diberikan pada kanker stadium awal maupun ketika kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain. Penggunaannya akan disesuaikan dengan jenis kanker, stadium penyakit, serta tujuan pengobatan yang ingin dicapai.
Radioterapi dapat digunakan untuk:
- Mengupayakan penyembuhan kanker, dengan menghancurkan sel kanker hingga tuntas pada kondisi tertentu (radioterapi kuratif).
- Meningkatkan efektivitas pengobatan lain, misalnya dikombinasikan dengan kemoterapi atau diberikan sebelum operasi untuk membantu mengecilkan ukuran tumor sehingga lebih mudah diangkat (radioterapi neoadjuvan).
- Mengurangi risiko kanker kambuh setelah operasi, dengan menghancurkan sel kanker yang mungkin masih tersisa di area pengobatan (radioterapi adjuvan).
- Meredakan gejala akibat kanker, apabila penyembuhan tidak lagi memungkinkan, misalnya untuk mengurangi nyeri, perdarahan, atau keluhan lain sehingga kualitas hidup pasien dapat tetap terjaga (radioterapi paliatif).
Mengenal teknologi radioterapi di RS Mandaya Royal Puri dan keunggulannya
1. Linac Elekta Versa HD
Untuk prosedur radioterapi eksternal, RS Mandaya Royal Puri menggunakan Linac Elekta Versa HD, yaitu perangkat radioterapi canggih yang mampu memberikan penyinaran dengan tingkat presisi hingga submilimeter. Alat ini didukung teknologi Stereotactic Radiosurgery (SRS) dan Stereotactic Body Radiotherapy (SBRT) sehingga radiasi dapat diarahkan secara lebih akurat ke area tumor sekaligus membantu mengurangi paparan radiasi pada jaringan sehat di sekitarnya.


Beberapa keunggulan Linac Elekta Versa HD di RS Mandaya Royal Puri meliputi:
- Memiliki akurasi hingga tingkat submilimeter sehingga penyinaran dapat difokuskan secara presisi pada lokasi tumor.
- Dilengkapi teknologi SRS dan SBRT yang memungkinkan pemberian radiasi dosis tinggi secara terarah ke jaringan kanker.
- Mampu menyinari lebih dari satu target tumor dalam satu sesi terapi pada kondisi tertentu, sehingga pengobatan menjadi lebih efisien.
- Menggunakan teknologi 4D Image-Guided Radiotherapy (4D IGRT) untuk memantau posisi tumor secara real-time, termasuk tumor yang bergerak mengikuti proses pernapasan.
- Membantu menjaga jaringan sehat di sekitar tumor dengan meminimalkan paparan radiasi yang tidak diperlukan.
- Pada pasien dengan indikasi tertentu, teknologi ini memungkinkan jumlah sesi radioterapi menjadi lebih sedikit.
- Dilengkapi sistem pencitraan dan penargetan modern yang mendukung proses terapi menjadi lebih akurat, efektif, dan nyaman bagi pasien.
2. Flexitron Brachytherapy System
Untuk prosedur brakiterapi, RS Mandaya Royal Puri menggunakan Flexitron Brachytherapy System, sebuah sistem brakiterapi modern yang telah digunakan di berbagai pusat kanker terkemuka dunia, seperti MD Anderson Cancer Center di Amerika Serikat, National Cancer Center di Singapura, University of Erlangen di Jerman, serta Medical University AKH di Austria.

Teknologi ini mengusung sistem High Dose Rate (HDR) Afterloading, yaitu metode yang memungkinkan sumber radiasi ditempatkan secara presisi di dalam atau sangat dekat dengan tumor. Dengan cara tersebut, radiasi dosis tinggi dapat diberikan langsung ke area kanker sehingga penanganan menjadi lebih terarah sekaligus membantu mengurangi paparan radiasi pada jaringan sehat di sekitarnya.
Beberapa keunggulan Flexitron Brachytherapy System antara lain:
- Memanfaatkan teknologi HDR Afterloading untuk menyalurkan radiasi dosis tinggi secara presisi ke area kanker.
- Memfokuskan radiasi pada jaringan tumor sehingga membantu meminimalkan paparan terhadap jaringan sehat di sekitarnya.
- Proses terapi relatif singkat sehingga prosedur dapat berlangsung lebih efisien.
- Telah digunakan di berbagai pusat kanker internasional, menunjukkan bahwa teknologi ini telah diterapkan secara luas dalam penanganan kanker.
Dokter spesialis onkologi radiasi untuk terapi kanker di RS Mandaya Royal Puri
Selain didukung teknologi radioterapi modern, layanan radioterapi di RS Mandaya Royal Puri juga ditangani oleh tim dokter spesialis onkologi radiasi yang berpengalaman dalam merencanakan dan memberikan terapi radiasi untuk berbagai jenis kanker. Berikut rekomendasi dokternya:
1. Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, Sp.Onk.Rad (K)

Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, Sp.Onk.Rad (K) merupakan dokter spesialis onkologi radiasi konsultan yang memiliki pengalaman luas dalam penanganan berbagai jenis kanker melalui radioterapi. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter, spesialis, hingga konsultan di Universitas Indonesia, serta memperdalam ilmu onkologi radiasi di Wilhelm-Westfälische Universität Münster, Jerman. Beliau juga meraih gelar Doktor Ilmu Kedokteran melalui program kerja sama antara Universitas Indonesia dan AKH Vienna, Austria.
Selain aktif dalam pelayanan pasien, Prof. Soehartati juga berkiprah di bidang pendidikan dan penelitian serta rutin mengikuti berbagai forum ilmiah nasional maupun internasional untuk mengikuti perkembangan teknologi radioterapi terkini.
Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, Sp.Onk.Rad (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Rabu: By appointment.
2. dr. Novina Fortunata, Sp.Onk.Rad

dr. Novina Fortunata, Sp.Onk.Rad adalah dokter spesialis onkologi radiasi yang menangani berbagai jenis kanker menggunakan terapi radiasi yang disesuaikan dengan kondisi setiap pasien. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Airlangga dan pendidikan spesialis Onkologi Radiasi di Universitas Indonesia.
Untuk terus meningkatkan kompetensinya, dr. Novina aktif mengikuti seminar, pelatihan, dan konferensi ilmiah, baik di dalam maupun luar negeri, termasuk Jakarta Annual Collaborative Cancer Meeting (JACCM), FARO Webinar, serta berbagai program Continuing Medical Education (CME) dari Indonesian Radiation Oncology Society (IROS).
dr. Novina Fortunata, Sp.Onk.Rad bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 08.00–16.00 WIB
- Selasa: 08.00–16.00 WIB
- Rabu: 08.00–16.00 WIB
- Kamis: 08.00–16.00 WIB
- Jumat: 08.00–16.00 WIB
- Sabtu: 08.00–13.00 WIB.
3. dr. Riyan Apriantoni, Sp.Onk.Rad

dr. Riyan Apriantoni, Sp.Onk.Rad merupakan dokter spesialis onkologi radiasi yang menyelesaikan pendidikan kedokteran di Universitas Sriwijaya dan pendidikan spesialis Onkologi Radiasi di Universitas Indonesia. Beliau memiliki keahlian dalam berbagai teknik radioterapi modern, termasuk Stereotactic Radiosurgery (SRS), Stereotactic Body Radiation Therapy (SBRT), dan brakiterapi.
Dengan penguasaan berbagai teknik tersebut, dr. Riyan dapat menentukan metode radioterapi yang paling sesuai berdasarkan jenis kanker, lokasi tumor, stadium penyakit, serta kondisi masing-masing pasien untuk memperoleh hasil terapi yang optimal.
dr. Riyan Apriantoni, Sp.Onk.Rad bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 17.00–20.00 WIB
- Selasa: 17.00–20.00 WIB
- Rabu: 17.00–20.00 WIB
- Kamis: 17.00–20.00 WIB
- Jumat: 17.00–20.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Radiation Therapy. (https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/17637-radiation-therapy). Diperbarui terakhir 20 Februari 2024. Diakses pada 4 Agustus 2026.
- National Cancer Institute. Radiation Therapy to Treat Cancer. (https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types/radiation-therapy). Diakses pada 4 Agustus 2026.
- NHS. Radiotherapy. (https://www.nhs.uk/tests-and-treatments/radiotherapy/). Diperbarui terakhir 22 Maret 2024. Diakses pada 4 Agustus 2026.

