Tindakan Bypass Jantung Minimal Invasif (MICS) pada Pasien dengan Riwayat 4 Ring Jantung oleh dr. Wirya di RS Mandaya Puri

Tindakan Bypass Jantung Minimal Invasif (MICS) pada Pasien dengan Riwayat 4 Ring Jantung oleh dr. Wirya di RS Mandaya Puri

Jantung bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Darah tersebut membawa oksigen yang dibutuhkan oleh setiap sel agar dapat berfungsi dengan baik. Agar dapat bekerja secara optimal, jantung juga membutuhkan pasokan darah dan oksigen yang cukup. Pasokan tersebut diberikan melalui pembuluh darah koroner yang mengalirkan darah ke otot jantung.

Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah koroner menyempit atau tersumbat akibat penumpukan plak di dinding pembuluh darah. Plak ini terdiri dari lemak, kolesterol, dan berbagai zat lainnya yang secara bertahap dapat membuat pembuluh darah menjadi lebih sempit dan kaku. Akibatnya, aliran darah dan oksigen menuju otot jantung berkurang. Jika jantung tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup, kondisi ini dapat menyebabkan angina (nyeri dada) hingga serangan jantung.

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD (K)

Pada kondisi tertentu, penyempitan atau sumbatan pembuluh darah koroner dapat ditangani dengan pemasangan ring jantung (stent) untuk membantu menjaga pembuluh darah tetap terbuka. Namun, pada penyakit jantung koroner yang sudah lebih kompleks atau berat, pemasangan ring mungkin tidak lagi menjadi pilihan yang memadai dan dokter dapat mempertimbangkan operasi bypass jantung. Baru-baru ini, dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K), dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dengan subspesialisasi bedah jantung dewasa di RS Mandaya Royal Puri, melakukan tindakan bypass jantung minimal invasif (MICS) pada pasien dengan riwayat pemasangan 4 ring jantung. Bagaimana hasilnya?

Konsultasi dokter

Penjelasan kondisi pasien oleh dr. Wirya dan prosedur bypass jantung MICS

Pasien yang ditangani oleh dr. Wirya sebelumnya telah menjalani pemasangan empat ring jantung. Namun, pasien masih mengalami keluhan nyeri dada setelah tindakan tersebut. Pemeriksaan lebih lanjut menggunakan MRI juga menunjukkan bahwa otot jantung masih mengalami kekurangan pasokan darah.

Melihat kondisi tersebut, dr. Wirya melakukan minimal invasive coronary artery bypass grafting (MICS CABG) untuk membuat jalur baru bagi aliran darah menuju otot jantung. Pada tindakan ini, dilakukan tiga bypass untuk membantu mengalirkan darah melewati pembuluh darah koroner yang mengalami masalah.

Berbeda dengan operasi bypass jantung konvensional yang umumnya membutuhkan sayatan besar pada dada, prosedur MICS dilakukan melalui sayatan yang lebih kecil. Tindakan ini juga dilakukan saat jantung tetap berdenyut, sehingga jantung tidak perlu dihentikan selama proses operasi.

Setelah ketiga bypass selesai dilakukan, tekanan darah dan irama jantung pasien berada dalam kondisi stabil. Dalam kasus ini, dr. Wirya memperkirakan bypass yang dilakukan berpotensi bertahan sekitar 20–30 tahun.

Baca juga: Bedah Jantung Tanpa Belah Dada, Bypass Jantung MICS oleh dr. Wirya A. Graha Sp.BTKV, Subsp.JD(K) 

Mengenal apa itu bypass jantung minimal invasif (MICS)

Operasi bypass jantung metode MICS. (Sumber: dokterwirya.id)
Operasi bypass jantung metode MICS. (Sumber: dokterwirya.id)
MICS

Bypass jantung minimal invasif merupakan prosedur untuk membuat jalur baru bagi aliran darah guna mengatasi penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah koroner. Dokter bedah menggunakan instrumen khusus untuk membuat sayatan kecil berukuran sekitar 7–10 cm di area tulang rusuk atau di bawah payudara kiri, tanpa perlu membelah tulang dada (sternum).

Instrumen khusus tersebut digunakan untuk melakukan penyambungan pembuluh darah sebagai jalur bypass sementara jantung tetap berdenyut. Dokter juga menggunakan alat stabilisasi untuk menjaga posisi jantung tetap stabil sehingga sambungan bypass dapat dilakukan dengan aman sekaligus meminimalkan gangguan terhadap fungsi jantung.

Prosedur ini membutuhkan dokter bedah jantung yang memiliki keterampilan dan pengalaman tinggi. Dibandingkan operasi bypass jantung konvensional, MICS CABG dapat mengurangi trauma akibat pembedahan, mendukung proses pemulihan yang lebih cepat, serta memberikan hasil yang sebanding dengan metode operasi tradisional.

Bedah jantung minimal invasif vs operasi jantung terbuka, mana yang lebih unggul?

Baik bedah jantung minimal invasif maupun operasi jantung terbuka bertujuan untuk menangani kondisi jantung yang sama. Perbedaan utamanya terletak pada cara dokter mengakses jantung selama operasi.

Dibandingkan operasi jantung terbuka, bedah jantung minimal invasif dilakukan melalui sayatan yang lebih kecil pada dada sehingga dokter tidak perlu membelah tulang dada. Pendekatan ini dapat memberikan beberapa keuntungan, antara lain:

  • Pemulihan lebih cepat, dengan sebagian besar pasien dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dalam waktu sekitar 2–4 minggu.
  • Nyeri dan bekas luka operasi lebih sedikit setelah tindakan.
  • Mengurangi trauma fisik dan psikologis yang berkaitan dengan prosedur pembedahan.
  • Masa rawat inap lebih singkat, dengan pasien umumnya dapat dipulangkan lebih awal, sekitar 3–4 hari setelah operasi.
  • Fungsi paru-paru lebih baik pada masa awal pemulihan setelah operasi.
  • Risiko infeksi dan perdarahan lebih rendah.

Namun, pada beberapa kondisi, operasi jantung terbuka tetap dapat menjadi pilihan yang paling aman atau efektif, terutama pada pasien dengan penyakit jantung yang kompleks atau sudah luas. Dokter bedah akan menilai kondisi dan kesehatan pasien secara menyeluruh untuk menentukan metode operasi yang paling sesuai.

Baca juga: Perbedaan Operasi Bypass Jantung Metode Konvensional dan MICS (Minimal Invasif)

Profil dan jadwal praktik dr. Wirya di RS Mandaya Royal Puri

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K)

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD (K) merupakan dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dengan subspesialisasi bedah jantung dewasa. Beliau memiliki pengalaman dalam menangani berbagai kondisi yang membutuhkan tindakan bedah pada jantung dan pembuluh darah. Pendidikan Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular ditempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dengan kompetensi yang mencakup berbagai teknik bedah jantung, termasuk pendekatan minimal invasif.

Salah satu bidang yang menjadi keahlian dr. Wirya adalah Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS), yaitu teknik operasi jantung yang dilakukan melalui sayatan lebih kecil sehingga tidak memerlukan pembukaan tulang dada secara penuh. Pendekatan ini dapat membantu mengurangi trauma akibat operasi dan mendukung proses pemulihan pasien. Dalam video berikut, dr. Wirya juga menjelaskan mengenai prosedur dan pendekatan bedah jantung minimal invasif yang dilakukannya:

Untuk meningkatkan kompetensi dan mengikuti perkembangan ilmu bedah jantung dan pembuluh darah, dr. Wirya juga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan konferensi internasional, di antaranya:

  • 2017: 25th Annual Meeting of the Asian Society for Cardiovascular and Thoracic Surgery, Seoul, Korea Selatan.
  • 2018: 28th Annual Meeting of the Association of Thoracic and Cardiovascular Surgeons of Asia.
  • 2019: 1st Joint Biennial South East Asian Regional Congress on Cardiovascular and Thoracic Surgery bersama 20th MATCVS Annual Scientific Meeting, Malaka.
  • 2021: 25th European Vascular Course dan 5th European Cardiovascular Course.
  1. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD (K) praktik di Mandaya Royal Hospital Puri dengan jadwal:
  • Selasa: 16.30–20.00 WIB
  • Kamis: 16.30–20.00 WIB
  • Sabtu: 10.00–13.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

 

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes