Tumor ginjal adalah pertumbuhan jaringan abnormal di organ ginjal yang dapat bersifat jinak maupun ganas (kanker ginjal). Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga banyak kasus baru terdeteksi saat ukurannya sudah membesar. Seiring pertumbuhannya, tumor ginjal dapat menyebabkan keluhan seperti nyeri di area pinggang atau punggung bawah, adanya darah dalam urine, benjolan di sekitar pinggang, tubuh mudah lelah, demam berulang, hingga penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Karena gejalanya cenderung samar, pemeriksaan kesehatan rutin menjadi penting untuk membantu mendeteksi tumor ginjal lebih dini.

Baru-baru ini, Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD, dokter spesialis urologi konsultan onkologi-urologi di RS Mandaya Royal Puri, berhasil melakukan pengangkatan tumor ginjal berukuran besar sekitar 6x8x5 cm menggunakan teknologi robot bedah da Vinci Xi. Tindakan robotik tersebut dilakukan untuk mengangkat tumor secara presisi sekaligus mempertahankan ginjal pasien.
Contents
Tumor ginjal berukuran besar dan bentuk yang kompleks

Dalam prosedur tersebut, Prof. Chaidir melakukan tindakan robotic-assisted laparoscopic partial nephrectomy, yaitu operasi pengangkatan tumor ginjal dengan bantuan sistem robotik, namun tetap mempertahankan ginjal pasien.
“Kita baru saja melakukan (tindakan) robotik, robotic-assisted laparoscopic partial nephrectomy, mengoperasi tumor ginjal kanan, tapi kita mengambil tumornya saja, karena letak dan bentuk daripada tumornya memang agak sulit. Tapi dengan bantuan sistem robotik (kita) berhasil melakukannya. Kita tinggal menunggu bagaimana hasil patologinya,” ujar Prof. Chaidir.
Menurut Prof. Chaidir, tumor ginjal yang diangkat memiliki ukuran sekitar 6x8x5 cm. Ukuran tersebut bahkan hampir menyerupai ukuran ginjal normal sehingga memberikan tantangan tersendiri dalam tindakan operasi.
“Tumornya memang sudah agak besar dan bentuknya agak sulit. Jadi tumornya itu sekitar 6x8x5 cm, jadi ukurannya mungkin sudah sama besar dengan ginjal normal,” jelasnya.
Karena ukuran dan posisi tumor yang cukup kompleks, tindakan operasi membutuhkan ketelitian tinggi agar tumor dapat terangkat secara optimal tanpa harus mengangkat seluruh ginjal pasien.
Baca juga: Tindakan Nefrektomi dengan Robot da Vinci Xi di Mandaya Royal Hospital Puri
Mengenal robot da Vinci Xi dan keunggulannya

Sistem robot bedah modern ini dilengkapi dengan empat lengan presisi yang dikendalikan langsung oleh dokter melalui konsol berteknologi visual 3D resolusi tinggi.
Teknologi ini memungkinkan dokter melihat organ tubuh dengan lebih jelas dan detail, sementara lengan robotik yang fleksibel menyerupai gerakan tangan manusia dapat menjangkau area sempit maupun sulit diakses sehingga membantu meningkatkan ketepatan dan keberhasilan tindakan operasi.
Keunggulan robot da Vinci Xi untuk prosedur operasi
Berikut beberapa keunggulan dari robot da Vinci Xi dalam prosedur operasi:
1. Tingkat presisi dan fleksibilitas gerakan lebih tinggi
Pada operasi konvensional, keberhasilan tindakan sangat dipengaruhi oleh ketelitian serta kestabilan tangan dokter. Meski dilakukan oleh dokter berpengalaman, gerakan tangan manusia tetap memiliki keterbatasan dalam menjangkau area tertentu dengan tingkat presisi maksimal.
Teknologi robot bedah da Vinci Xi membantu mengatasi tantangan tersebut melalui sistem lengan robotik canggih yang dipadukan dengan tampilan visual 3D beresolusi tinggi. Lengan robot ini mampu bergerak lebih stabil, presisi, dan fleksibel sehingga memungkinkan dokter melakukan gerakan yang sangat halus dan kompleks selama operasi berlangsung.
Dengan dukungan teknologi tersebut, tindakan operasi dapat dilakukan dengan akurasi lebih tinggi untuk membantu meminimalkan risiko komplikasi sekaligus meningkatkan hasil operasi. Seluruh pergerakan robot tetap sepenuhnya dikendalikan oleh dokter operator.
Baca juga: 5 Pengobatan Kanker Ginjal di RS Mandaya Puri: Kemoterapi hingga Nefrektomi dengan Robot Da Vinci Xi
2. Menggunakan teknik minimal invasif
Salah satu keunggulan utama robot da Vinci Xi adalah pendekatan operasi minimal invasif. Jika operasi terbuka membutuhkan sayatan besar, prosedur robotik hanya memerlukan beberapa sayatan kecil sebagai akses masuk instrumen bedah.
Melalui sayatan kecil tersebut, lengan robotik dan alat bedah khusus dapat masuk ke area operasi dengan lebih mudah dan presisi.
Pendekatan minimal invasif ini memberikan sejumlah manfaat bagi pasien, seperti:
- Risiko perdarahan lebih rendah
- Masa rawat inap lebih singkat
- Pemulihan pascaoperasi lebih cepat
- Nyeri setelah operasi cenderung lebih ringan
Selain itu, ukuran luka operasi yang lebih kecil juga membuat bekas sayatan tampak lebih minimal secara estetika.
3. Dapat digunakan untuk berbagai operasi kompleks
Robot da Vinci Xi dirancang untuk membantu berbagai jenis tindakan bedah yang kompleks di banyak bidang medis. Teknologi ini memungkinkan dokter melakukan operasi dengan tingkat akurasi tinggi pada area tubuh yang sulit dijangkau.
Beberapa bidang yang dapat memanfaatkan teknologi ini meliputi urologi, ginekologi, bedah digestif, bedah jantung dan toraks, hingga tindakan hepatobilier dan pankreas.
Dengan kemampuan tersebut, dokter dapat menangani kasus yang lebih menantang secara lebih optimal. Kehadiran teknologi robotik juga membuka akses pasien terhadap metode operasi modern dengan tingkat presisi yang lebih baik.
4. Pemulihan lebih cepat dan hasil operasi lebih optimal
Kombinasi antara teknologi presisi tinggi, teknik minimal invasif, serta kemampuan operasi yang lebih luas membuat robot da Vinci Xi mampu membantu menghasilkan outcome operasi yang lebih baik.
Pasien yang menjalani operasi robotik umumnya mengalami proses pemulihan yang lebih cepat dibandingkan operasi konvensional. Selain itu, nyeri pascaoperasi biasanya lebih ringan dan durasi rawat inap menjadi lebih singkat.
Karena kerusakan jaringan di sekitar area operasi lebih minimal, risiko komplikasi seperti infeksi maupun perdarahan juga dapat ditekan. Dengan demikian, pasien berpotensi kembali beraktivitas lebih cepat setelah tindakan operasi.
Baca juga: Tindakan Prostatektomi dengan Robot Da Vinci Xi di RS Mandaya Royal Puri
Jenis operasi yang dapat dilakukan dengan robot da Vinci Xi
Robot bedah da Vinci Xi dapat digunakan untuk berbagai prosedur operasi, di antaranya:
- Operasi ginekologi atau kandungan
- Bedah hepatobilier dan pankreas
- Operasi urologi, seperti nefrektomi
- Operasi kolorektal atau usus besar dan rektum.
Tahapan prosedur operasi dengan robot da Vinci Xi
Secara umum, prosedur operasi menggunakan robot da Vinci Xi dilakukan melalui beberapa tahapan berikut:
- Pasien terlebih dahulu diberikan anestesi umum agar tertidur selama operasi berlangsung.
- Tim medis menyiapkan sistem robotik dan memposisikan lengan robot di dekat area operasi pasien.
- Dokter membuat beberapa sayatan kecil sesuai kebutuhan tindakan.
- Instrumen bedah khusus dimasukkan melalui sayatan kecil tersebut.
- Instrumen kemudian dihubungkan dengan lengan robotik.
- Dokter mengendalikan operasi melalui konsol khusus dengan bantuan tampilan visual 3D resolusi tinggi.
- Seluruh gerakan alat bedah dikontrol langsung oleh dokter menggunakan sistem robotik yang fleksibel dan presisi.
- Setelah prosedur selesai, instrumen dilepas dan sayatan ditutup kembali oleh dokter.
Kapan harus berkonsultasi dengan dokter?
Tumor ginjal pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala yang khas. Bahkan, banyak kasus baru ditemukan secara tidak sengaja saat pasien menjalani pemeriksaan untuk kondisi kesehatan lain. Karena itu, penting untuk tidak mengabaikan keluhan yang muncul pada area ginjal maupun saluran kemih, terutama jika terjadi terus-menerus atau semakin memburuk.
Anda disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter apabila mengalami beberapa gejala berikut:
- Adanya darah dalam urine (hematuria)
- Nyeri pada pinggang atau sisi tubuh saat ditekan
- Nyeri punggung bagian bawah
- Nafsu makan menurun
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
- Demam
- Kadar sel darah merah rendah (anemia).
Pemeriksaan sejak dini penting dilakukan agar tumor ginjal dapat terdeteksi lebih cepat sehingga peluang keberhasilan pengobatan menjadi lebih baik.
Konsultasi dengan Prof. Chaidir di RS Mandaya Royal Puri

Penanganan kanker dan tumor ginjal di RS Mandaya Royal Puri dapat dilakukan oleh Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD. Beliau merupakan dokter spesialis urologi konsultan yang memiliki fokus keahlian di bidang onkologi-urologi, yaitu penanganan kanker pada saluran kemih dan organ reproduksi pria, seperti kanker prostat, kanker ginjal, kanker kandung kemih, hingga kanker testis.
Didukung pengalaman yang luas dalam bidang urologi onkologi, Prof. Chaidir menangani berbagai kasus kanker prostat, mulai dari proses pemeriksaan dan diagnosis hingga tindakan operasi, termasuk prostatektomi.
Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 16.00 – 18.00 WIB
- Kamis: 16.00 – 18.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

