Kanker ginjal terjadi ketika sel-sel abnormal di ginjal berkembang secara tidak terkendali dan membentuk tumor. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gejala, seperti adanya darah dalam urine serta nyeri di area punggung atau pinggang, tepatnya di antara tulang rusuk dan pinggul. Karena gejalanya sering tidak disadari sejak awal, penting untuk melakukan pemeriksaan sedini mungkin.
Penanganan kanker ginjal dapat bervariasi, tergantung pada stadium dan kondisi pasien. Beberapa pilihan pengobatan yang tersedia meliputi operasi, imunoterapi, terapi target, hingga terapi radiasi, yang bertujuan untuk mengendalikan atau menghilangkan sel kanker.
Di RS Mandaya Royal Puri, penanganan kanker ginjal didukung oleh dokter spesialis urologi konsultan onkologi yang berpengalaman, yaitu Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD. Selain itu, rumah sakit ini juga dilengkapi dengan teknologi robotik canggih Da Vinci Xi yang memungkinkan tindakan nefrektomi (pengangkatan ginjal) dilakukan dengan lebih presisi, sehingga membantu meningkatkan keberhasilan operasi dan mempercepat proses pemulihan pasien.
Contents
Jenis-jenis kanker ginjal
Kanker ginjal memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan asal selnya. Berikut beberapa jenis yang paling umum:
- Karsinoma sel ginjal (Renal Cell Carcinoma/RCC): Jenis ini berkembang dari sel yang melapisi saluran kecil di dalam ginjal. RCC dapat menyerang satu atau kedua ginjal dan merupakan jenis yang paling sering ditemukan, yaitu sekitar 85% dari seluruh kasus kanker ginjal. Terdapat lebih dari 50 subtipe RCC, di antaranya clear cell, papillary, dan non-clear cell.
- Karsinoma sel transisional: Jenis ini biasanya bermula di area pertemuan antara ureter (saluran dari ginjal ke kandung kemih) dan ginjal. Namun, kanker ini juga bisa berasal dari ureter atau kandung kemih. Sekitar 6–7% kasus kanker ginjal termasuk dalam jenis ini.
- Sarkoma ginjal: Kanker ini berasal dari jaringan ikat di dalam ginjal dan tergolong sangat jarang, hanya sekitar 1% dari seluruh kasus kanker ginjal.
- Tumor Wilms: Jenis ini umumnya terjadi pada anak-anak dan mencakup sekitar 5% dari kasus kanker ginjal.
Gejala kanker ginjal
Kanker ginjal sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal, dan biasanya baru terasa ketika kanker mulai menyebar ke luar ginjal. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:
- Adanya darah dalam urine
- Mudah lelah
- Demam yang muncul berulang
- Nafsu makan menurun
- Benjolan di area samping tubuh (antara tulang rusuk dan pinggul)
- Nyeri di bagian samping atau punggung bawah
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Penyebab kanker ginjal
Kanker ginjal terjadi ketika sel-sel sehat mengalami perubahan (mutasi) dan berkembang menjadi sel kanker yang membentuk tumor. Perubahan ini bisa terjadi tanpa penyebab yang pasti. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker ginjal.
Beberapa faktor risiko kanker ginjal meliputi:
- Usia: Lebih sering terjadi pada usia 65–74 tahun
- Penggunaan dialisis jangka panjang: Dialisis dalam waktu lama untuk membantu fungsi ginjal
- Riwayat keluarga: Memiliki anggota keluarga dengan kanker ginjal
- Tekanan darah tinggi: Dapat merusak fungsi ginjal
- Kelainan genetik: Seperti penyakit von Hippel-Lindau atau tuberous sclerosis
- Obesitas: Indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih
- Merokok: Meningkatkan risiko terutama untuk jenis kanker ginjal tertentu (RCC).
Cara mendiagnosis kanker ginjal
Dokter akan memulai dengan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan gejala yang Anda alami, termasuk sudah berapa lama gejala tersebut dirasakan. Untuk memastikan diagnosis, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan berikut:
- Tes darah: Pemeriksaan seperti pemeriksaan darah lengkap dapat mendeteksi perubahan pada sel darah merah atau putih yang bisa menjadi tanda kanker ginjal. Sementara itu, BMP (basic metabolic panel) digunakan untuk menilai fungsi ginjal dan melihat adanya perubahan kadar zat kimia tertentu dalam tubuh.
- Pemeriksaan pencitraan: Tes seperti CT scan, MRI, dan USG dapat membantu mendeteksi adanya tumor atau kelainan pada ginjal.
- Biopsi: Dokter akan mengambil sampel kecil jaringan ginjal menggunakan jarum khusus. Sampel ini kemudian diperiksa di bawah mikroskop oleh dokter patologi untuk melihat adanya sel kanker.
Stadium kanker ginjal
Kanker ginjal dapat menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, jaringan sekitar, kelenjar adrenal (yang berada di atas ginjal), hingga pembuluh darah besar yang membawa darah dari ginjal ke bagian tubuh lain. Dalam kondisi yang lebih lanjut, kanker juga dapat menyebar ke organ lain. Secara umum, kanker ginjal dibagi menjadi empat stadium:
- Stadium I: Tumor hanya berada di dalam ginjal dan berukuran sekitar 7 cm atau kurang.
- Stadium II: Tumor berukuran lebih dari 7 cm, tetapi masih terbatas di dalam ginjal dan belum menyebar ke luar.
- Stadium III: Tumor telah menyebar ke pembuluh darah besar, kelenjar adrenal, atau jaringan di sekitar ginjal.
- Stadium IV: Tumor telah menyebar ke jaringan di sekitar ginjal atau kelenjar adrenal, dan dapat juga menyebar ke organ lain seperti tulang, hati, atau paru-paru.
Pengobatan kanker ginjal di RS Mandaya Royal Puri
Berikut ini adalah pengobatan kanker ginjal di RS Mandaya Royal Puri yang bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien:
1. Operasi nefrektomi dengan Robot Da Vinci Xi
Pada sebagian besar kasus kanker ginjal yang masih terbatas di organ tersebut, operasi menjadi pilihan utama. Tindakan ini bertujuan untuk mengangkat sel kanker sekaligus mempertahankan fungsi ginjal semaksimal mungkin, jika kondisi memungkinkan.

Nefrektomi sendiri adalah prosedur untuk mengangkat sebagian atau seluruh ginjal. Terdapat dua jenis utama, yaitu nefrektomi radikal (mengangkat seluruh ginjal) dan nefrektomi parsial (hanya mengangkat bagian yang terkena penyakit, sehingga jaringan sehat tetap terjaga).
Di RS Mandaya Royal Puri, prosedur ini dapat dilakukan dengan bantuan teknologi robotik Da Vinci Xi. Sistem ini memiliki empat lengan robot yang dikendalikan dokter melalui konsol dengan tampilan 3D beresolusi tinggi, sehingga area operasi terlihat lebih jelas. Dengan lengan yang fleksibel dan presisi, dokter dapat menjangkau area yang sulit dengan lebih akurat, sehingga mendukung keberhasilan operasi.
2. Terapi radiasi
Terapi radiasi menggunakan energi berdaya tinggi, seperti sinar-X atau proton, untuk menghancurkan sel kanker. Selama prosedur, pasien akan berbaring sementara mesin mengarahkan radiasi secara tepat ke area yang ditargetkan. Pada kanker ginjal, terapi ini dapat membantu membunuh sel kanker sekaligus meredakan gejala, terutama jika kanker sudah menyebar ke bagian lain tubuh seperti tulang atau otak.
3. Terapi target
Terapi target bekerja dengan obat-obatan yang dirancang khusus untuk menyerang bagian tertentu dari sel kanker. Dengan menghambat proses yang mendukung pertumbuhan sel kanker, terapi ini dapat memperlambat bahkan menghentikan perkembangan penyakit dengan dampak yang lebih minimal pada sel sehat.
4. Imunoterapi
Imunoterapi membantu meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh dalam mengenali dan melawan sel kanker. Karena sel kanker dapat “menghindari” sistem imun, terapi ini berperan dalam membantu tubuh mendeteksi dan menghancurkannya. Imunoterapi dapat digunakan setelah operasi atau pada kanker yang sudah berkembang lebih lanjut.
5. Kemoterapi
Kemoterapi menggunakan obat-obatan kuat untuk membunuh sel kanker, biasanya diberikan melalui infus. Meski sebagian besar kanker ginjal kurang responsif terhadap kemoterapi, metode ini tetap dapat digunakan pada beberapa jenis kanker ginjal tertentu.
Profesor ahli kanker ginjal di RS Mandaya Royal Puri

Penanganan kanker ginjal di RS Mandaya Royal Puri bisa dilakukan oleh Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD, seorang dokter spesialis urologi konsultan dengan keahlian di bidang onkologi urologi. Beliau berpengalaman dalam menangani berbagai jenis kanker pada sistem saluran kemih dan reproduksi pria, termasuk kanker ginjal.
Sebagai konsultan onkologi urologi, Prof. Chaidir memiliki kompetensi mendalam dalam penanganan kanker ginjal berkat pelatihan lanjutan yang telah dijalani.
Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 16.00 – 18.00 WIB
- Kamis: 16.00 – 18.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Puri dan bertemu Prof. Chaidir, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

