Tidak Semua Penyakit Jantung Koroner Harus Dioperasi, Ini Penjelasan dr. Wirya Sp.BTKV, Subsp. JD(K) dari RS Mandaya Puri

Tidak Semua Penyakit Jantung Koroner Harus Dioperasi, Ini Penjelasan dr. Wirya Sp.BTKV, Subsp. JD(K) dari RS Mandaya Puri

Penyakit jantung koroner merupakan kondisi ketika pembuluh darah koroner yang bertugas memasok darah dan oksigen ke otot jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh penumpukan plak lemak, kolesterol, dan kalsium di dinding pembuluh darah. Gejala penyakit jantung koroner dapat berupa nyeri dada (angina), sesak napas, mudah lelah, hingga nyeri yang menjalar ke lengan, leher, rahang, atau punggung. Jika tidak dideteksi dan ditangani sejak dini, penyakit jantung koroner dapat meningkatkan risiko serangan jantung, gagal jantung, gangguan irama jantung, bahkan kematian mendadak.

Meski termasuk penyakit yang serius, tidak semua kasus penyakit jantung koroner harus ditangani dengan operasi bypass jantung. Menurut dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K), dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dengan subspesialisasi bedah jantung dewasa di RS Mandaya Royal Puri, keputusan untuk melakukan operasi bergantung pada tingkat keparahan dan lokasi penyumbatan pembuluh darah koroner. Lalu, kondisi seperti apa yang memerlukan operasi bypass jantung?

Konsultasi dokter

Indikasi penyakit jantung koroner yang memerlukan operasi bypass jantung

dr. Wirya menjelaskan bahwa tidak semua pasien dengan penyakit jantung koroner harus menjalani operasi bypass. Bahkan, sebagian besar pasien akan melalui serangkaian pemeriksaan dan penanganan terlebih dahulu sebelum diputuskan perlu atau tidaknya operasi.

“Tidak semua orang yang sakit jantung koroner, nyeri dada, dioperasi. (Itu) salah,” katanya. 

Menurut dr. Wirya, jantung memiliki tiga pembuluh darah koroner utama yang berfungsi menyuplai darah ke otot jantung, yaitu:

  • Left Anterior Descending (LAD) atau pembuluh darah koroner kiri depan
  • Left Circumflex (LCX) atau pembuluh darah koroner kiri belakang
  • Right Coronary Artery (RCA) atau pembuluh darah koroner kanan.

Apabila penyumbatan hanya terjadi pada satu atau dua pembuluh darah koroner, umumnya pasien masih dapat ditangani dengan pemasangan stent atau ring jantung.

Namun, operasi bypass jantung biasanya menjadi pilihan apabila ditemukan kondisi berikut:

  • Terjadi penyumbatan berat pada ketiga pembuluh darah koroner utama (LAD, LCX, dan RCA).
  • Pembuluh darah koroner mengalami sumbatan total sehingga aliran darah tidak dapat mengalir ke bagian bawah pembuluh.
  • Terdapat pengerasan pembuluh darah yang luas akibat penumpukan kalsium (kapur) di sepanjang pembuluh darah.
  • Penyumbatan terjadi pada pembuluh darah LAD yang merupakan pembuluh darah paling penting bagi jantung.

Menurut dr. Wirya, pembuluh darah LAD memiliki peran yang sangat vital karena bertanggung jawab menyuplai sekitar 60-70 persen kebutuhan darah otot jantung. Oleh sebab itu, penyumbatan berat pada pembuluh darah ini dapat berdampak besar terhadap fungsi jantung secara keseluruhan.

“Jadi kalau ada masalah di sini, berarti 60-70 persen jantung kita menderita,” tutur dr. Wirya. 

Karena itu, pasien dengan penyakit jantung koroner perlu menjalani evaluasi secara menyeluruh oleh dokter spesialis jantung dan tim bedah jantung untuk menentukan terapi yang paling tepat. Dengan penanganan yang sesuai, pasien dapat memperoleh hasil pengobatan yang optimal tanpa harus menjalani operasi jika memang belum diperlukan.

Baca juga: Operasi Bedah Jantung MICS: Minim Sayatan dan Pulih Lebih Cepat di RS Mandaya Puri

Operasi bypass jantung metode MICS: minimal invasif dan pulih relatif lebih cepat

Jika sumbatan yang dipicu oleh penyakit jantung koroner sudah parah dan memenuhi indikasi-indikasi operasi, dr. Wirya bisa melakukan operasi bypass jantung metode Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS)

Operasi bypass jantung dengan teknik MICS adalah prosedur bedah yang bertujuan menciptakan jalur baru bagi aliran darah untuk melewati pembuluh darah jantung yang mengalami penyempitan atau penyumbatan. Jika pada operasi bypass konvensional dokter harus membelah tulang dada untuk mencapai jantung, pada metode MICS tindakan dilakukan melalui sayatan kecil sekitar 5 cm yang dibuat di sela-sela tulang rusuk atau di area bawah dada sebelah kiri.

Selama prosedur berlangsung, dokter bedah menggunakan instrumen khusus untuk menyambungkan pembuluh darah bypass secara presisi tanpa menghentikan denyut jantung pasien. Agar tindakan dapat dilakukan dengan aman, alat penstabil jantung juga digunakan untuk menjaga area operasi tetap stabil meskipun jantung masih berdetak.

Karena tidak memerlukan pembukaan tulang dada, operasi bypass jantung metode MICS umumnya menyebabkan trauma yang lebih ringan pada tubuh. Hal ini memungkinkan pasien menjalani proses pemulihan yang relatif lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Meski demikian, prosedur ini hanya dapat dilakukan oleh dokter bedah jantung yang telah memiliki pelatihan dan pengalaman khusus dalam teknik bedah jantung minimal invasif.

Konsultasi dokter

Baca juga: Bedah Jantung Tanpa Belah Dada, Bypass Jantung MICS oleh dr. Wirya A. Graha Sp.BTKV, Subsp.JD(K)

Perbedaan operasi bypass jantung metode MICS dan konvensional

Pada dasarnya, operasi bypass jantung metode MICS maupun bypass konvensional memiliki tujuan yang sama, yaitu memulihkan aliran darah ke otot jantung yang terganggu akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner. Perbedaannya terletak pada teknik akses yang digunakan dokter untuk mencapai jantung.

Dalam operasi bypass konvensional, dokter perlu membuka tulang dada (sternum) agar dapat menjangkau jantung secara langsung. Sebaliknya, pada metode MICS, akses ke jantung dilakukan melalui sayatan kecil di antara tulang rusuk tanpa perlu membelah tulang dada. Oleh sebab itu, MICS dikenal sebagai prosedur yang lebih minimal invasif.

Beberapa keunggulan operasi bypass jantung metode MICS dibandingkan operasi bypass konvensional antara lain:

  • Waktu pemulihan umumnya lebih singkat, sehingga pasien berpotensi kembali beraktivitas dalam sekitar 2–4 minggu
  • Keluhan nyeri setelah operasi cenderung lebih ringan
  • Bekas sayatan operasi lebih kecil dan lebih minimal
  • Dampak fisik maupun psikologis akibat tindakan bedah relatif lebih rendah
  • Durasi perawatan di rumah sakit biasanya lebih pendek
  • Pemulihan fungsi paru pada fase awal pascaoperasi dapat berlangsung lebih optimal
  • Risiko komplikasi seperti infeksi dan perdarahan cenderung lebih rendah.

Meskipun menawarkan berbagai keuntungan, operasi bypass jantung metode MICS tidak dapat diterapkan pada semua pasien. Pada kasus penyakit jantung yang lebih kompleks atau memiliki tingkat keparahan tertentu, operasi bypass konvensional masih dapat menjadi pilihan yang lebih tepat. Karena itu, dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh sebelum menentukan jenis operasi yang paling sesuai bagi setiap pasien.

Siapa yang dapat menjalani operasi bypass jantung metode MICS?

Operasi bypass jantung minimal invasif dapat dipertimbangkan untuk pasien yang:

  • Mengalami penyakit jantung koroner akibat penyempitan atau sumbatan pada pembuluh darah jantung
  • Memerlukan tindakan bypass jantung tetapi ingin menghindari prosedur pembelahan tulang dada
  • Mengharapkan masa pemulihan yang relatif lebih cepat setelah operasi
  • Telah menjalani serangkaian pemeriksaan dan dinyatakan memenuhi kriteria untuk prosedur MICS oleh dokter spesialis bedah jantung.

Konsultasi dengan dr. Wirya di RS Mandaya Royal Puri

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K) adalah dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dengan subspesialisasi bedah jantung dewasa yang berpraktik di RS Mandaya Royal Puri. Beliau menyelesaikan pendidikan Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan telah menangani berbagai kasus bedah jantung maupun pembuluh darah selama kariernya.

Dalam praktiknya, dr. Wirya memiliki pengalaman yang sangat luas di bidang bedah jantung dengan jumlah tindakan operasi yang mencapai lebih dari 600 kasus setiap tahun. Sebagian besar di antaranya merupakan prosedur bedah jantung minimal invasif, termasuk lebih dari 200 operasi bypass jantung dan lebih dari 100 operasi katup jantung yang dilakukan melalui teknik sayatan kecil.

Dengan keahlian dalam prosedur bedah minimal invasif, dr. Wirya mampu melakukan berbagai tindakan jantung tanpa harus membuka tulang dada secara penuh. Teknik ini dapat memberikan sejumlah manfaat bagi pasien, seperti rasa nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, risiko komplikasi yang lebih rendah, bekas luka yang lebih minimal, serta waktu pemulihan yang umumnya lebih singkat dibandingkan operasi konvensional.

Tidak hanya menangani operasi bypass jantung metode MICS, dr. Wirya juga berpengalaman dalam berbagai tindakan lain, seperti operasi katup jantung, bedah aorta, serta beragam prosedur bedah toraks dan kardiovaskular. Sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia, beliau terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan bedah jantung yang mengutamakan keselamatan, kualitas, dan kenyamanan pasien.

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD (K) bisa ditemui di Mandaya Royal Hospital Puri pada:

  • Selasa: 16.30 – 20.00 WIB
  • Kamis: 16.30 – 20.00 WIB
  • Sabtu: 10.00 – 13.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes