Rumah Sakit Radioterapi untuk Kanker Nasofaring, RS Mandaya Royal Puri

Rumah Sakit Radioterapi untuk Kanker Nasofaring, RS Mandaya Royal Puri

Kanker nasofaring adalah jenis kanker yang berkembang di nasofaring, yaitu bagian tenggorokan yang menghubungkan rongga hidung dengan bagian belakang mulut. Meski tergolong jarang, kanker ini sering kali sulit dikenali karena gejalanya menyerupai gangguan saluran pernapasan atas yang lebih umum, seperti flu atau sinusitis.

Pada banyak kasus, kanker nasofaring juga tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal. Gejala baru muncul ketika kanker telah berkembang, seperti benjolan di leher yang tidak kunjung hilang, hidung tersumbat pada satu sisi, mimisan, gangguan pendengaran pada satu telinga, telinga berdenging (tinnitus), sakit kepala, penglihatan ganda, mati rasa pada wajah bagian bawah, kesulitan menelan, suara serak, hingga penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Bagi pasien yang membutuhkan penanganan kanker nasofaring, Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan layanan radioterapi sebagai terapinya. Radioterapi bekerja dengan menggunakan radiasi berenergi tinggi untuk menghancurkan sel kanker sekaligus mempertahankan jaringan sehat di sekitarnya semaksimal mungkin.

Layanan radioterapi di Mandaya Royal Hospital Puri didukung oleh teknologi Elekta Versa HD, yang mampu memberikan penyinaran dengan tingkat presisi tinggi sehingga dapat menargetkan area tumor secara akurat. Penanganan dilakukan oleh tim dokter spesialis onkologi radiasi yang berpengalaman, sehingga terapi dapat disesuaikan dengan kondisi dan stadium kanker masing-masing pasien.

Konsultasi dokter

Radioterapi untuk kanker nasofaring, bagaimana cara kerjanya?

Radioterapi merupakan salah satu pengobatan utama untuk kanker nasofaring karena sebagian besar sel kanker jenis ini sensitif terhadap radiasi. Terapi ini menggunakan sinar berenergi tinggi untuk menghancurkan sel kanker atau menghambat pertumbuhannya, sehingga tumor dapat mengecil atau hilang.

Jenis radioterapi yang paling sering digunakan untuk kanker nasofaring adalah External Beam Radiation Therapy (EBRT), yaitu penyinaran dari mesin yang berada di luar tubuh. Berikut cara kerjanya:

  • Sinar radiasi diarahkan langsung ke lokasi tumor menggunakan mesin khusus dengan tingkat presisi tinggi, sehingga paparan ke jaringan sehat di sekitarnya dapat diminimalkan.
  • Pasien tidak merasakan sakit selama penyinaran. Prosedurnya mirip seperti menjalani pemeriksaan sinar-X, tetapi menggunakan dosis radiasi yang lebih tinggi dan lebih terfokus pada sel kanker.
  • Setiap sesi penyinaran hanya berlangsung beberapa menit. Namun, waktu persiapan biasanya sedikit lebih lama untuk memastikan posisi tubuh sudah tepat.
  • Pasien akan diposisikan secara akurat sebelum terapi dimulai. Biasanya digunakan masker khusus yang menahan kepala, leher, dan bahu agar tetap berada pada posisi yang sama di setiap sesi radioterapi. Hal ini penting untuk memastikan radiasi selalu mengenai target yang sama.
  • Pada beberapa pasien, dokter juga dapat menggunakan alat penyangga gigitan (bite block) untuk membantu menjaga posisi mulut selama proses penyinaran sehingga akurasi terapi tetap optimal.

Dengan teknologi radioterapi modern, seperti Linac Elekta Versa HD yang tersedia di Mandaya Royal Hospital Puri, penyinaran dapat dilakukan dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Hal ini memungkinkan dosis radiasi difokuskan pada tumor sekaligus membantu mengurangi paparan radiasi ke jaringan sehat di sekitarnya.

Baca juga: Radioterapi Sebagai Terapi Lanjutan Pada Pasien Kanker

Kapan radioterapi digunakan untuk mengobati kanker nasofaring?

Penggunaan radioterapi untuk kanker nasofaring akan disesuaikan dengan ukuran tumor, penyebaran kanker, dan kondisi kesehatan pasien. Berikut beberapa kondisi ketika radioterapi direkomendasikan:

  • Sebagai pengobatan utama untuk kanker nasofaring yang masih berukuran kecil dan belum menyebar ke kelenjar getah bening di leher, atau pada pasien yang tidak dapat menjalani kemoterapi.
  • Dikombinasikan dengan kemoterapi (kemoradioterapi) untuk mengobati kanker yang berukuran lebih besar atau telah menyebar ke kelenjar getah bening di leher.
  • Setelah kemoterapi, terutama jika kanker telah tumbuh ke jaringan di sekitarnya atau menyebar ke kelenjar getah bening. Pada sebagian pasien, kombinasi kemoterapi dan radioterapi dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan dan memperpanjang harapan hidup.
  • Sebagai terapi paliatif untuk membantu meredakan gejala akibat kanker stadium lanjut, seperti nyeri, perdarahan, atau kesulitan menelan.
  • Untuk menangani kanker yang kambuh (rekurensi) setelah pengobatan sebelumnya.

Pada umumnya, radioterapi tidak hanya diarahkan ke tumor utama di nasofaring, tetapi juga ke kelenjar getah bening di leher. Hal ini dilakukan karena sel kanker nasofaring dapat menyebar ke area tersebut meskipun belum terlihat membesar pada pemeriksaan fisik atau pencitraan. Jika telah dipastikan terdapat penyebaran ke kelenjar getah bening, dokter akan memberikan dosis radiasi yang lebih tinggi pada area tersebut.

Konsultasi dokter

Baca juga: Apakah Kanker Nasofaring Bisa Sembuh?

Mengenal stadium kanker nasofaring

Stadium kanker nasofaring ditentukan berdasarkan ukuran dan lokasi tumor, serta sejauh mana sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lain. Informasi mengenai stadium sangat penting untuk membantu dokter menentukan pilihan pengobatan yang paling sesuai.

Berikut pembagian stadium kanker nasofaring:

  • Stadium 0: Sel kanker hanya terdapat pada lapisan paling atas jaringan nasofaring dan belum menyebar ke jaringan yang lebih dalam.
  • Stadium 1: Tumor mulai tumbuh ke jaringan di sekitar nasofaring, seperti rongga hidung atau bagian belakang tenggorokan, tetapi belum menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Stadium 2: Kanker telah menyebar ke satu atau lebih kelenjar getah bening di salah satu sisi leher.
  • Stadium 3: Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di kedua sisi leher.
  • Stadium 4: Kanker telah menyebar ke struktur di sekitar nasofaring, seperti tulang tengkorak, mata, saraf kranial, kelenjar ludah, atau bagian bawah tenggorokan. Pada stadium ini, kanker juga dapat bermetastasis ke organ yang lebih jauh, seperti paru-paru atau hati.

Semakin dini kanker nasofaring terdeteksi, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan. Oleh karena itu, segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala yang mengarah pada kanker nasofaring, terutama jika keluhan tidak membaik dalam waktu yang lama.

Baca juga: 6 Gejala Awal Kanker Nasofaring yang Perlu Diwaspadai

Teknologi radioterapi untuk kanker nasofaring di RS Mandaya Royal Puri

Perawatan Radioterapi untuk Kanker: Ini yang Perlu Diketahui

Untuk menangani kanker nasofaring, RS Mandaya Royal Puri dilengkapi dengan Linac Elekta Versa HD, yaitu alat radioterapi canggih yang mampu memberikan penyinaran dengan tingkat presisi hingga submilimeter. Tingkat akurasi yang tinggi ini penting dalam penanganan kanker nasofaring karena lokasi tumor berada di area kepala dan leher yang berdekatan dengan berbagai struktur vital, seperti otak, mata, saraf, dan kelenjar ludah.

Perangkat ini didukung oleh teknologi Stereotactic Radiosurgery (SRS) dan Stereotactic Body Radiotherapy (SBRT), sehingga radiasi dapat diarahkan secara sangat akurat ke jaringan tumor sekaligus membantu meminimalkan paparan radiasi pada jaringan sehat di sekitarnya.

Beberapa keunggulan Linac Elekta Versa HD di RS Mandaya Royal Puri meliputi:

  • Memiliki tingkat akurasi hingga submilimeter, sehingga penyinaran dapat difokuskan secara presisi pada lokasi tumor.
  • Didukung teknologi SRS dan SBRT yang memungkinkan pemberian radiasi dosis tinggi secara terarah ke area kanker.
  • Dapat menangani lebih dari satu target tumor dalam satu kali tindakan pada kasus tertentu, sehingga proses terapi menjadi lebih efisien.
  • Menggunakan teknologi 4D Image-Guided Radiotherapy (4D IGRT) untuk memantau posisi tumor secara real-time, termasuk tumor yang bergerak akibat proses pernapasan.
  • Membantu menjaga jaringan sehat di sekitar tumor dengan meminimalkan paparan radiasi yang tidak diperlukan.
  • Pada pasien dengan indikasi tertentu, teknologi ini berpotensi mengurangi jumlah sesi radioterapi yang dibutuhkan.
  • Dilengkapi sistem pencitraan dan penargetan modern yang mendukung proses terapi menjadi lebih akurat, efektif, dan nyaman bagi pasien.

Selain radioterapi eksternal menggunakan Linac Elekta Versa HD, RS Mandaya Royal Puri juga menyediakan layanan brakiterapi (radioterapi internal) untuk kasus-kasus tertentu sesuai indikasi medis. Jenis radioterapi yang digunakan akan ditentukan oleh dokter spesialis onkologi radiasi berdasarkan lokasi, stadium, dan karakteristik kanker yang dialami pasien.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. NHS. Nasopharyngeal Cancer. (https://www.nhs.uk/conditions/nasopharyngeal-cancer/). Ditinjau terakhir pada 8 Mei 2024. Diakses pada 5 Agustus 2026.
  2. American Cancer Society. Radiation Therapy for Nasopharyngeal Cancer. (https://www.cancer.org/cancer/types/nasopharyngeal-cancer/treating/radiation-therapy.html). Diperbarui terakhir 28 Januari 2025. Diakses pada 5 Agustus 2026.
  3. Cleveland Clinic. Nasopharyngeal Cancer. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21661-nasopharyngeal-cancer). Diperbarui terakhir 30 Januari 2023. Diakses pada 5 Agustus 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes