Sumsum tulang adalah jaringan lunak yang berada di bagian tengah beberapa tulang di dalam tubuh. Jaringan ini berperan penting dalam memproduksi sel punca (stem cell) yang nantinya berkembang menjadi berbagai jenis sel darah dan sel sistem kekebalan tubuh, seperti sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Masing-masing sel tersebut memiliki fungsi yang vital, mulai dari mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, melawan infeksi, hingga membantu proses pembekuan darah.
Pada anak yang mengalami leukemia, fungsi sumsum tulang dapat terganggu sehingga produksi sel darah normal menjadi tidak optimal. Akibatnya, sumsum tulang justru menghasilkan sel darah putih abnormal yang dapat menghambat pembentukan sel darah sehat. Pada beberapa kasus leukemia anak, terutama yang berisiko tinggi atau mengalami kekambuhan setelah pengobatan, transplantasi sumsum tulang (bone marrow transplant) dapat menjadi salah satu pilihan terapi untuk menggantikan sumsum tulang yang rusak dengan sel punca yang sehat.

Salah satu rekomendasi dokter transplantasi sumsum tulang untuk leukemia anak di Indonesia adalah dr. Ludi Dhyani Rahmartani, Sp.A, Subsp. H.Onk (K), dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi di RS Mandaya Royal Puri. dr. Ludi memiliki kompetensi dalam menangani berbagai jenis kanker darah pada anak, termasuk leukemia, serta berperan dalam evaluasi dan pendampingan pasien yang memerlukan transplantasi sumsum tulang sebagai bagian dari terapi komprehensif.
Contents
Bagaimana transplantasi sumsum tulang membantu mengatasi leukemia?
Pada beberapa jenis leukemia, sumsum tulang dapat mengalami kerusakan sehingga tidak lagi mampu memproduksi sel darah yang sehat. Kondisi ini juga bisa terjadi sebagai efek samping dari pengobatan kanker, seperti kemoterapi dosis tinggi atau terapi radiasi.
Ketika sumsum tulang tidak dapat menghasilkan sel darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh, kondisi ini disebut gagal sumsum tulang. Akibatnya, penderita dapat mengalami berbagai masalah, seperti:
- Mudah lelah karena kekurangan sel darah merah (anemia).
- Lebih rentan terkena infeksi karena jumlah sel darah putih yang sehat berkurang.
- Mudah mengalami perdarahan atau memar karena kadar trombosit rendah.
- Berbagai komplikasi lain yang disebabkan oleh rendahnya jumlah sel darah.
Jika kondisi ini terjadi, dokter dapat mempertimbangkan transplantasi sumsum tulang sebagai salah satu pilihan pengobatan.
Bagaimana prosedur transplantasi sumsum tulang dilakukan?
Pada prosedur transplantasi sumsum tulang, sel punca yang sehat dimasukkan ke dalam tubuh pasien melalui infus. Sel-sel tersebut kemudian akan menuju sumsum tulang dan mulai membentuk sel darah baru yang sehat. Dengan begitu, sumsum tulang yang sebelumnya rusak dapat digantikan fungsinya sehingga tubuh kembali mampu memproduksi sel darah yang dibutuhkan. Pada beberapa kasus, transplantasi sumsum tulang juga dapat membantu menghilangkan sisa-sisa sel leukemia yang masih ada di dalam tubuh.
Tujuan utama transplantasi sumsum tulang adalah mencapai remisi, yaitu kondisi ketika tidak lagi ditemukan tanda maupun gejala leukemia setelah pengobatan.
Secara umum, terdapat dua jenis transplantasi sumsum tulang yang digunakan untuk mengobati leukemia, yaitu:
- Transplantasi autologous, yaitu menggunakan sel punca yang berasal dari tubuh pasien sendiri.
- Transplantasi allogeneic, yaitu menggunakan sel punca yang berasal dari donor yang memiliki kecocokan jaringan dengan pasien.
Baca juga: Leukemia pada Anak dan Pengobatannya
Jenis leukemia apa saja yang dapat ditangani dengan transplantasi sumsum tulang?
Transplantasi sumsum tulang dapat menjadi salah satu pilihan pengobatan untuk beberapa jenis leukemia, antara lain:
- Leukemia limfoblastik akut (acute lymphoblastic leukemia/ALL).
- Leukemia mieloid akut (acute myeloid leukemia/AML).
- Leukemia mieloid kronis (chronic myeloid leukemia/CML).
- Myelodysplastic syndrome (MDS), yaitu kelainan pada sumsum tulang yang sering dianggap sebagai kondisi pra-leukemia karena dapat berkembang menjadi leukemia dan menyebabkan penurunan jumlah sel darah.
Transplantasi sumsum tulang diketahui memberikan hasil yang sangat baik, terutama pada pasien dengan leukemia mieloid akut yang belum pernah mengalami kekambuhan atau menjalani transplantasi sebelumnya.
Selain itu, keberhasilan transplantasi juga dipengaruhi oleh kecocokan donor. Secara umum, peluang keberhasilan dan angka harapan hidup cenderung lebih tinggi apabila donor berasal dari anggota keluarga kandung atau kerabat biologis yang memiliki kecocokan jaringan dibandingkan donor yang tidak memiliki hubungan keluarga.
Baca juga: Dokter Kemoterapi Anak di Jakarta dan Tangerang, Ada di RS Mandaya Royal Puri
Profil dr. Ludi, dokter anak konsultan hematologi-onkologi yang bisa lakukan transplantasi sumsum tulang untuk leukemia anak

dr. Ludi Dhyani Rahmartani, Sp.A, Subsp. H.Onk (K) adalah dokter spesialis anak dengan subspesialis hematologi-onkologi yang memiliki keahlian dalam menangani berbagai penyakit darah dan kanker pada anak, termasuk leukemia yang memerlukan transplantasi sumsum tulang.
Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Indonesia pada tahun 2002. Setelah itu, dr. Ludi melanjutkan pendidikan Spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 2015. Untuk memperdalam keahliannya, beliau kemudian menempuh pendidikan Subspesialis Hematologi-Onkologi Anak di universitas yang sama hingga menyelesaikannya pada tahun 2021.
Dalam praktik sehari-hari, dr. Ludi menangani berbagai kondisi hematologi dan onkologi pada anak, antara lain:
- Thalasemia dan berbagai kelainan darah pada anak.
- Leukemia dan kanker darah pada anak.
- Tumor otak pada anak.
- Penanganan kanker anak melalui kemoterapi, terapi target, dan imunoterapi.
- Transplantasi sumsum tulang.
Jadwal Praktik dr. Ludi di RS Mandaya Royal Puri
dr. Ludi Dhyani Rahmartani, Sp.A, Subsp. H.Onk (K) melayani konsultasi di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal sebagai berikut:
- Kamis: 17.30–19.30 WIB.
Kenali gejala-gejala leukemia pada anak
Gejala leukemia pada anak dapat berbeda-beda pada setiap pasien. Sebagian besar gejala muncul karena sel leukemia memenuhi sumsum tulang sehingga menghambat produksi sel darah yang sehat. Akibatnya, anak dapat mengalami berbagai keluhan yang sebenarnya juga bisa disebabkan oleh penyakit lain. Oleh karena itu, apabila anak mengalami gejala-gejala berikut secara terus-menerus, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Beberapa gejala leukemia pada anak yang perlu diwaspadai meliputi:
- Anak tampak mudah lelah, lemas, atau pucat akibat kekurangan sel darah merah (anemia).
- Sering mengalami demam atau infeksi karena jumlah sel darah putih yang sehat menurun.
- Mudah memar atau mengalami perdarahan, misalnya mimisan atau gusi berdarah, akibat rendahnya jumlah trombosit.
- Nyeri pada tulang atau sendi tanpa penyebab yang jelas.
- Perut tampak membesar karena pembengkakan limpa atau hati.
- Muncul benjolan atau pembengkakan pada kelenjar getah bening, misalnya di leher, ketiak, atas tulang selangka, atau selangkangan.
- Berat badan menurun disertai nafsu makan yang berkurang.
- Batuk berkepanjangan atau sesak napas.
Perlu diingat bahwa gejala-gejala di atas tidak selalu menandakan leukemia karena dapat disebabkan oleh kondisi medis lainnya. Namun, apabila keluhan tidak kunjung membaik, sering berulang, atau semakin berat, sebaiknya anak segera diperiksa oleh dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Healthline. Bone Marrow Transplants for Leukemia: Types, Process, and Success Rates. (https://www.healthline.com/health/leukemia/leukemia-bone-marrow-transplant). Diperbarui terakhir 20 Mei 2022. Diakses pada 6 Agustus 2026.
- American Cancer Society. Signs and Symptoms of Childhood Leukemia. (https://www.cancer.org/cancer/types/leukemia-in-children/detection-diagnosis-staging.html). Diperbarui terakhir 12 Februari 2025. Diakses pada 6 Agustus 2026.

