Pilihan Pengobatan Batu Empedu di RS Mandaya Puri: Mulai dari Operasi Robotik Da Vinci Xi hingga ERCP SpyGlass

Batu empedu adalah endapan cairan pencernaan yang mengeras dan terbentuk di dalam kantong empedu, yaitu organ kecil berbentuk menyerupai buah pir yang terletak di bawah hati. Kantong empedu berfungsi menyimpan cairan empedu yang nantinya akan dilepaskan ke usus halus untuk membantu proses pencernaan, terutama dalam mencerna lemak.

Batu empedu
Batu empedu

Ukuran batu empedu dapat sangat bervariasi, mulai dari sebesar butiran pasir hingga sebesar bola golf. Sebagian orang hanya memiliki satu batu empedu, sementara yang lain dapat memiliki banyak batu empedu sekaligus. Batu empedu yang tidak menimbulkan keluhan umumnya tidak memerlukan pengobatan. Namun, jika sudah menyebabkan gejala seperti nyeri hebat di perut kanan atas, mual, muntah, atau penyumbatan saluran empedu, pasien perlu mendapatkan penanganan medis yang tepat.

RS Mandaya Royal Puri menyediakan berbagai pilihan pengobatan batu empedu yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Penanganannya dapat dilakukan melalui operasi minimal invasif menggunakan robot bedah Da Vinci Xi untuk mengangkat kantong empedu maupun prosedur Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP) dengan teknologi SpyGlass untuk menangani batu yang menyumbat saluran empedu. Seluruh tindakan dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi, dokter spesialis bedah subspesialis bedah digestif, serta tim multidisiplin yang berpengalaman sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang optimal sesuai kebutuhannya.

Konsultasi dokter

Pilihan pengobatan batu empedu di RS Mandaya Royal Puri

Berikut adalah sejumlah pilihan pengobatan batu empedu yang tersedia di RS Mandaya Royal Puri:

1. Operasi kolesistektomi robotik dengan Da Vinci Xi

Operasi pengangkatan kantong empedu (kolesistektomi) merupakan solusi jangka panjang yang terbukti efektif untuk mengatasi batu empedu. Prosedur ini termasuk salah satu operasi yang paling sering dilakukan di seluruh dunia dan umumnya dilakukan dengan teknik laparoskopi atau operasi minimal invasif. Seseorang tetap dapat hidup dengan baik tanpa kantong empedu. Setelah kantong empedu diangkat, cairan empedu akan langsung mengalir dari hati ke usus halus tanpa perlu disimpan terlebih dahulu di kantong empedu. 

Di RS Mandaya Royal Puri, operasi kolesistektomi dapat dilakukan menggunakan robot bedah Da Vinci Xi, yaitu sistem bedah robotik generasi terbaru yang memungkinkan dokter melakukan tindakan minimal invasif dengan tingkat presisi yang sangat tinggi. Pada prosedur ini, dokter menjadi operator yang mengendalikan seluruh jalannya operasi melalui konsol khusus, sementara ke-4 lengan robot Da Vinci Xi menerjemahkan setiap gerakan tangan dokter menjadi gerakan yang lebih halus, stabil, dan akurat. Teknologi ini membantu dokter mengangkat kantong empedu dengan lebih presisi, terutama pada area yang sempit dan sulit dijangkau.

Keunggulan robot bedah Da Vinci Xi untuk prosedur kolesistektomi antara lain:

  • Sayatan lebih kecil, sehingga bekas luka lebih minimal dibandingkan operasi terbuka.
  • Visualisasi 3D HD yang dapat diperbesar (zoom), sehingga struktur kantong empedu, saluran empedu, dan pembuluh darah dapat terlihat lebih jelas.
  • Gerakan lengan robot yang fleksibel, sehingga memudahkan tindakan di area yang sempit.
  • Mengurangi tremor alami tangan, karena dilengkapi teknologi tremor filtration sehingga pergerakan instrumen menjadi lebih stabil dan presisi.
  • Meminimalkan risiko perdarahan karena proses pembedahan dilakukan dengan tingkat akurasi yang tinggi.
  • Nyeri pascaoperasi cenderung lebih ringan berkat teknik bedah minimal invasif.
  • Masa rawat inap dan pemulihan umumnya lebih singkat, sehingga pasien dapat lebih cepat kembali beraktivitas.
  • Membantu mengurangi risiko komplikasi pascaoperasi, termasuk infeksi luka operasi, karena ukuran sayatan yang lebih kecil.

Baca juga: Pengangkatan Kantung Empedu dengan Robot Bedah Da Vinci Xi oleh dr. Ocsyavina, Sp.B. Subsp.BD (K) di RS Mandaya Puri

2. ERCP dengan SpyGlass

Teknologi Endoskopi Canggih Hadir di Mandaya Bernama SpyGlass, Mampu Lakukan Biopsi & Memecahkan Batu Saluran Empedu hingga Pankreas (Sumber: Boston Scientific)
Teknologi Endoskopi Canggih Hadir di Mandaya Bernama SpyGlass, Mampu Lakukan Biopsi & Memecahkan Batu Saluran Empedu hingga Pankreas (Sumber: Boston Scientific)

Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP) adalah prosedur medis yang menggabungkan endoskopi saluran cerna bagian atas dengan pemeriksaan sinar-X (X-ray) untuk menemukan sekaligus menangani gangguan pada saluran empedu dan saluran pankreas. 

Di RS Mandaya Royal Puri, prosedur ERCP dapat dilakukan dengan dukungan teknologi SpyGlass, yaitu endoskop berdiameter sangat kecil yang dimasukkan melalui duodenoskop ke dalam saluran empedu sehingga dokter dapat melihat kondisi saluran empedu secara langsung. Teknologi ini juga memungkinkan penggunaan alat khusus untuk menghancurkan batu empedu atau batu pada saluran pankreas menjadi fragmen-fragmen kecil yang lebih mudah dikeluarkan. Selain itu, jika ditemukan area yang dicurigai sebagai kelainan atau tumor, SpyGlass memungkinkan dokter mengambil sampel jaringan (biopsi) secara lebih terarah untuk membantu menegakkan diagnosis secara lebih akurat.

Dokter nantinya dapat membantu dalam proses pemilihan tindakan yang paling tepat sesuai dengan kondisi pasien. 

Konsultasi dokter

Baca juga: Teknologi Endoskopi Canggih Hadir di Mandaya Bernama SpyGlass, Mampu Lakukan Biopsi & Memecahkan Batu Saluran Empedu hingga Pankreas

Apakah batu empedu berbahaya dan bisa menimbulkan komplikasi?

Ya, batu empedu bisa berbahaya apabila tidak ditangani, terutama jika batu tersebut berpindah dari kantong empedu ke saluran empedu dan menyumbat aliran cairan empedu. Sumbatan ini dapat menyebabkan nyeri hebat yang muncul secara tiba-tiba, serta memicu berbagai komplikasi serius.

Pada awalnya, batu empedu mungkin berukuran sangat kecil dan tidak menimbulkan gejala. Bahkan, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki batu empedu. Namun, seiring waktu, batu dapat terus membesar karena lapisan endapan empedu terus menumpuk di permukaannya.

Ketika batu empedu berukuran besar atau tersangkut di saluran empedu yang sempit, aliran empedu dapat terhambat. Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan pada kantong empedu (kolesistitis), infeksi saluran empedu (kolangitis), penyumbatan saluran empedu, hingga peradangan pankreas (pankreatitis akut). Apabila tidak segera ditangani, komplikasi tersebut dapat menjadi kondisi darurat yang memerlukan penanganan medis segera.

Karena itu, jika Anda mengalami gejala seperti nyeri hebat di perut kanan atas, demam, kulit dan mata menguning (jaundice), atau mual dan muntah yang tidak kunjung membaik, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Kapan harus ke dokter jika mengalami batu empedu?

Sebagian besar batu empedu tidak menimbulkan gejala sehingga banyak penderitanya tidak menyadari bahwa mereka memiliki kondisi ini. Gejala biasanya baru muncul ketika batu empedu menyumbat saluran empedu sehingga menghambat aliran cairan empedu.

Segera berkonsultasi ke dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala berikut:

  • Nyeri hebat di perut bagian kanan atas atau ulu hati, terutama setelah makan.
  • Mual dan muntah.
  • Demam.
  • Berkeringat berlebihan.
  • Jantung berdebar atau denyut jantung menjadi lebih cepat.
  • Perut terasa kembung, nyeri saat ditekan, atau membesar.
  • Kulit dan bagian putih mata menguning.
  • Urine berwarna gelap dan feses berwarna pucat.

Gejala-gejala tersebut dapat menandakan adanya penyumbatan saluran empedu atau komplikasi lain, seperti infeksi kantong empedu, infeksi saluran empedu, maupun peradangan pankreas. Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius dan meningkatkan keberhasilan pengobatan.

Tim dokter ahli batu empedu di RS Mandaya Royal Puri

Penanganan batu empedu di RS Mandaya Royal Puri dilakukan oleh tim dokter multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi (Sp.PD-KGEH) dan dokter spesialis bedah subspesialis bedah digestif (Sp.B. Subsp.BD (K)). Pendekatan kolaboratif ini memungkinkan setiap pasien mendapatkan diagnosis yang akurat serta penanganan yang disesuaikan dengan kondisi, ukuran, lokasi batu, hingga ada atau tidaknya komplikasi.

Tim dokter yang menangani batu empedu di RS Mandaya Royal Puri meliputi dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi, yaitu dr. Hendra Koncoro, Sp.PD-KGEH, dr. Epistel Pangujian Simatupang, Sp.PD-KGEH, dan dr. Hendra Nurjadin, Sp.PD-KGEH

Selain itu, terdapat tim dokter spesialis bedah subspesialis bedah digestif, yaitu Prof. Dr. dr. Toar Jean Maurice Lalisang, Sp.B. Subsp.BD (K), dr. Ocsyavina, Sp.B. Subsp.BD (K), dan dr. Emerson Budiarman Masli, Sp.B. Subsp.BD (K) yang berpengalaman menangani batu empedu dengan berbagai pilihan tindakan, termasuk operasi laparoskopi maupun operasi robotik sesuai indikasi pasien.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

 

Referensi:

  1. Mayo Clinic. Gallstones. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gallstones/symptoms-causes/syc-20354214). Direvisi terakhir 8 Agustus 2024. Diakses pada 22 Juli 2026.
  2. Cleveland Clinic. Gallstones (Cholelithiasis): Symptoms, Causes & Treatment. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/7313-gallstones). Direvisi terakhir 16 April 2024. Diakses pada 22 Juli 2026.
  3. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP). (https://www.niddk.nih.gov/health-information/diagnostic-tests/endoscopic-retrograde-cholangiopancreatography). Direvisi terakhir Mei 2025. Diakses pada 22 Juli 2026.
  4. Bedfordshire Hospitals NHS Foundation Trust. Having an ERCP with SpyGlass. (https://www.bedfordshirehospitals.nhs.uk/patient-information-leaflets/having-an-ercp-with-spyglass/). Dipublikasikan Februari 2025. Diakses pada 22 Juli 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes