Tumor payudara merupakan pertumbuhan jaringan yang tidak normal dan dapat bersifat jinak (benign) maupun ganas (malignant). Pada tumor payudara yang bersifat jinak, dokter umumnya tidak selalu menyarankan pengangkatan apabila tidak menimbulkan keluhan atau masalah tertentu. Namun, beberapa tumor jinak dapat terus membesar dan menekan jaringan di sekitarnya sehingga menyebabkan nyeri atau gangguan lainnya. Dalam kondisi tersebut, pengangkatan tumor dapat menjadi pilihan untuk membantu mengatasi keluhan dan mencegah masalah yang lebih lanjut.

Kondisi tersebut juga dialami oleh seorang pasien dengan tumor payudara jinak yang menjalani prosedur lumpektomi di RS Mandaya Royal Puri bersama dr. Enos H. Siburian, Sp.B (K) Onk. Meskipun hasil pemeriksaan menunjukkan tumor bersifat jinak, dokter tetap menyarankan pengangkatan tumor sebagai langkah preventif sekaligus untuk menghindari kemungkinan munculnya keluhan atau masalah di kemudian hari. Lumpektomi dilakukan dengan mengangkat jaringan tumor tanpa perlu mengangkat seluruh payudara.
Bagi pasien, proses tindakan hingga pemulihannya juga dirasakan cukup cepat. Ia mengatakan bahwa apabila kondisi setelah operasi sudah dinilai baik oleh dokter, pasien dapat pulang pada hari berikutnya dan kembali untuk kontrol sekitar satu minggu kemudian.
“Satu hari setelah operasi, kalau kondisinya sudah oke, bisa langsung pulang. Terus, kontrol lagi tuh satu minggu kemudian. Jadi cukup cepat pemulihannya,” kata pasien.
Contents
Awalnya muncul benjolan dan nyeri pada payudara
Pasien bernama Fitri berusia 30 tahun mulai merasakan adanya benjolan pada payudara sebelah kiri sekitar Maret 2023. Awalnya, benjolan tersebut terasa berkaitan dengan siklus menstruasi. Namun, seiring berjalannya waktu, benjolan tetap terasa bahkan setelah menstruasi selesai dan mulai menimbulkan rasa nyeri.
Karena benjolan dirasakan semakin besar dan disertai rasa sakit, pasien kemudian memutuskan untuk memeriksakan kondisinya. Setelah mencari informasi mengenai rumah sakit dan melihat sejumlah pengalaman pasien, ia memilih menjalani pemeriksaan di Mandaya Breast Advanced Cancer Center.
Pemeriksaan kemudian dilakukan bersama dr. Enos H. Siburian, Sp.B (K) Onk, termasuk melalui USG payudara dan pemeriksaan fisik. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, karakteristik benjolan terlihat mengarah pada tumor jinak. Meski demikian, dokter menjelaskan bahwa kepastian mengenai sifat tumor tetap perlu diperiksa melalui pemeriksaan patologi setelah jaringan diangkat.
Atas pertimbangan tersebut, pasien kemudian disarankan menjalani operasi pengangkatan tumor. Tindakan ini dilakukan untuk mengangkat benjolan sekaligus membantu memastikan diagnosis melalui pemeriksaan jaringan. Pengangkatan tumor juga menjadi salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan untuk mencegah benjolan terus berkembang dan menimbulkan masalah di kemudian hari.
Baca juga: 5 Perbedaan Benjolan Payudara yang Ganas dan Jinak
Pemulihan setelah lumpektomi berjalan cukup cepat
Pasien kemudian menjalani lumpektomi untuk mengangkat tumor pada payudara sebelah kiri. Selama proses tersebut, pasien mengaku sempat merasa takut sebelum menjalani tindakan. Namun, penjelasan dokter mengenai kondisi tumor dan proses pengobatan membuatnya merasa lebih tenang.
Pasien menjelaskan bahwa apabila kondisi setelah operasi dinilai sudah baik, ia dapat pulang satu hari setelah tindakan. Setelah itu, kontrol dijadwalkan sekitar satu minggu kemudian untuk memantau proses pemulihan.
Selain pemulihan yang relatif cepat, pasien juga mengaku tidak merasakan nyeri yang berarti pada area luka setelah operasi. Pengalaman tersebut membuatnya semakin menyadari pentingnya memeriksakan benjolan atau perubahan pada payudara sedini mungkin, terlebih ketika keluhan tidak kunjung hilang atau justru semakin terasa.
Benjolan pada payudara memang tidak selalu menandakan kanker. Namun, setiap perubahan yang terasa tidak biasa tetap perlu diperiksakan agar dokter dapat menentukan penyebabnya dan memberikan penanganan yang sesuai. Semakin cepat kondisi diketahui, semakin cepat pula langkah pemeriksaan dan penanganan dapat ditentukan.
Mengenal lumpektomi untuk mengangkat tumor payudara tanpa perlu mengangkat seluruh payudara
Lumpektomi merupakan prosedur untuk mengangkat tumor atau jaringan abnormal pada payudara dengan tetap mempertahankan sebagian besar jaringan payudara. Prosedur ini dapat dilakukan untuk membantu memastikan apakah suatu tumor bersifat ganas (kanker) atau jinak (bukan kanker), maupun sebagai bagian dari penanganan kanker payudara.
Pada kasus tumor payudara jinak, lumpektomi dapat dipertimbangkan ketika benjolan terus membesar, menimbulkan nyeri atau keluhan lain, maupun ketika dokter menyarankan pengangkatannya untuk memastikan diagnosis melalui pemeriksaan jaringan. Sementara pada kanker payudara, tujuan lumpektomi adalah mengangkat tumor beserta jaringan di sekitarnya tanpa harus mengangkat seluruh payudara seperti pada mastektomi.
Karena tetap mempertahankan sebagian besar jaringan payudara, lumpektomi sering disebut sebagai operasi konservasi payudara (breast-conserving surgery). Pada pasien kanker payudara, prosedur ini umumnya dilanjutkan dengan terapi radiasi untuk membantu menurunkan risiko kanker kembali.
Lumpektomi endoskopi minim sayatan di RS Mandaya Royal Puri
Lumpektomi endoskopi merupakan teknik bedah minimal invasif untuk mengangkat tumor atau benjolan pada payudara, baik yang bersifat jinak maupun ganas, dengan tetap mempertahankan sebagian besar jaringan payudara yang sehat. Berbeda dengan lumpektomi konvensional yang umumnya memerlukan sayatan di dekat lokasi tumor, teknik endoskopi memungkinkan dokter membuat sayatan pada area yang lebih tersembunyi.
Pada beberapa kasus, terutama ketika posisi tumor cukup jauh dari areola atau ukurannya relatif besar, sayatan langsung di permukaan payudara dapat meninggalkan bekas luka yang lebih terlihat. Kondisi tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi pasien, khususnya dari sisi estetika setelah tindakan.
Lumpektomi endoskopi menjadi salah satu pilihan yang dapat membantu mengatasi hal tersebut. Prosedur ini dilakukan melalui sayatan kecil yang dapat dibuat di area ketiak (axillary) atau sekitar tepi areola (periareolar). Melalui akses tersebut, dokter dapat mencapai area tumor dan mengangkatnya tanpa membuat sayatan langsung pada bagian payudara yang terlihat.
Di RS Mandaya Royal Puri, lumpektomi endoskopi dapat menjadi salah satu pilihan tindakan untuk pengangkatan tumor payudara sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Secara umum, prosedur ini meliputi beberapa tahapan berikut:
- Membuat sayatan kecil di area yang lebih tersembunyi: Dokter membuat akses melalui area ketiak atau sekitar areola untuk membantu meminimalkan bekas luka yang terlihat pada permukaan payudara.
- Memasukkan kamera dan instrumen bedah: Endoskop dan instrumen khusus dimasukkan melalui sayatan tersebut untuk mencapai area tumor.
- Melihat jaringan melalui monitor: Kamera pada endoskop memberikan gambaran kondisi jaringan payudara secara langsung pada monitor, sehingga dokter dapat melihat area tindakan dengan lebih jelas.
- Mengangkat tumor: Dengan bantuan visualisasi dari endoskop, dokter mengangkat tumor atau jaringan yang perlu ditangani sambil mempertahankan jaringan payudara yang sehat sebanyak mungkin.
- Memperhatikan hasil akhir secara estetis: Karena akses pembedahan dibuat melalui area yang lebih tersembunyi, bekas luka pada permukaan payudara dapat dibuat lebih samar dibandingkan sayatan yang langsung berada di atas lokasi tumor.
Dokter ahli tumor payudara dan rekonstruksi payudara di RS Mandaya Royal Puri
1. dr. Abdul Rachman, Sp.B (K) Onk

dr. Abdul Rachman, Sp.B (K) Onk merupakan dokter spesialis bedah onkologi yang menyelesaikan pendidikan Dokter Umum di Universitas Trisakti, kemudian melanjutkan pendidikan Spesialis Bedah Umum dan Spesialis Bedah Onkologi di Universitas Indonesia. Untuk terus mengembangkan kompetensinya, beliau mengikuti berbagai pelatihan dan workshop medis, baik di dalam maupun luar negeri, termasuk Minimal Invasive Surgery, RFA and VABB, Workshop Oncoplasty, Microsurgery in Management of Cancer, serta pelatihan Laparoscopic in Breast Cancer and Reconstruction with Implant di National Cheng Kung University Hospital.
Dengan pengalaman dan keahlian tersebut, dr. Abdul Rachman menangani berbagai kondisi yang membutuhkan pembedahan onkologi, termasuk tumor dan kanker payudara. Di RS Mandaya Royal Puri, beliau memberikan konsultasi dan evaluasi kondisi pasien serta membantu menentukan pilihan tindakan pembedahan yang sesuai, mulai dari mastektomi hingga pendekatan dengan teknik minimal invasif berdasarkan kebutuhan masing-masing pasien.
dr. Abdul Rachman, Sp.B (K) Onk dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 06.00–18.00 WIB
- Kamis: 06.00–18.00 WIB
- Sabtu: 09.00–12.00 WIB.
2. dr. Enos H. Siburian, Sp.B (K) Onk

dr. Enos H. Siburian, Sp.B (K) Onk merupakan dokter konsultan bedah onkologi yang menempuh pendidikan Dokter Umum di Universitas Kristen Indonesia, kemudian menyelesaikan pendidikan Spesialis Bedah di Universitas Sam Ratulangi, Manado. Beliau memiliki pengalaman dalam menangani berbagai kasus kanker yang membutuhkan tindakan operatif, termasuk kanker payudara, kanker saluran cerna seperti usus besar, lambung, dan pankreas, serta kanker tiroid, paru, kulit, dan melanoma.
Selain pembedahan konvensional, dr. Enos juga memiliki kompetensi dalam teknik bedah minimal invasif, termasuk laparoskopi. Dalam penanganan tumor dan kanker payudara, pasien dapat berkonsultasi untuk mendapatkan evaluasi kondisi secara menyeluruh dan menentukan pilihan tindakan yang sesuai, termasuk pembedahan apabila memang diperlukan.
dr. Enos H. Siburian, Sp.B (K) Onk dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Rabu: 13.00–15.00 WIB
- Kamis: 09.00–11.00 WIB
- Jumat: 13.00–15.00 WIB.
3. dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K)

dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K) merupakan dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik lulusan Universitas Indonesia. Beliau kemudian memperdalam bidang microsurgery dan bedah onkoplasti untuk mendukung penanganan rekonstruksi pada pasien yang membutuhkan perbaikan jaringan setelah menjalani operasi kanker.
Salah satu layanan yang menjadi fokus dr. Sara adalah rekonstruksi payudara setelah operasi kanker payudara, khususnya setelah mastektomi. Tindakan ini dapat membantu membentuk kembali kontur dan keseimbangan payudara setelah pengangkatan jaringan payudara. Dengan keahlian dalam bedah onkoplasti dan microsurgery, pilihan teknik rekonstruksi dapat disesuaikan dengan kondisi jaringan, kebutuhan medis, serta harapan masing-masing pasien.
dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K) dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 17.00–19.30 WIB
- Kamis: 17.00–19.30 WIB.
Fasilitas pasien luar kota dan internasional di RS Mandaya Royal Puri

Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan berbagai fasilitas penunjang untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pasien yang berasal dari luar kota maupun luar negeri:
- Penjemputan VIP (VIP transport): Layanan penjemputan dari Bandara Soekarno-Hatta, stasiun, atau pelabuhan menuju rumah sakit menggunakan kendaraan nyaman yang didampingi oleh tim Patient Experience Officer (PEO).
- Penjemputan ambulans medis: Penjemputan khusus bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu dari titik kedatangan (bandara/stasiun/pelabuhan) yang dilengkapi peralatan medis dan pendampingan tenaga kesehatan profesional.
- Akomodasi penginapan (Sleep Hub & apartemen): Fasilitas penginapan nyaman bagi keluarga yang mendampingi pasien, terletak langsung di lantai 8 gedung Mandaya Royal Puri serta opsi apartemen terdekat.
- Layanan pasien internasional (International Patient Relation): Pendampingan khusus bagi pasien luar negeri untuk pengurusan koordinasi medis, penerjemah, hingga administrasi. Untuk informasi dan bantuan International Patient Relation, Anda dapat menghubungi 021 5092 8888 atau email ke [email protected].
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- National Breast Cancer Foundation. Breast Tumors. https://www.nationalbreastcancer.org/breast-tumors/. Diakses pada 7 Oktober 2026.
- Cleveland Clinic. Lumpectomy. https://my.clevelandclinic.org/health/procedures/12962-lumpectomy. Diakses pada 7 Oktober 2026.
- Bangkok Hospital. Endoscopic Breast Surgery: A Minimally Invasive Option for Breast Cancer. https://www.bangkokhospital.com/en/bangkok-cancer/content/endoscopic-breast-surgery. Diakses pada 7 Oktober 2026.
- SAGES. Single Site Endoscopic Breast Lumpectomy: A Case Series. https://www.sages.org/meetings/annual-meeting/abstracts-archive/single-site-endoscopic-breast-lumpectomy-a-case-series/. Diakses pada 7 Oktober 2026.

