Kanker payudara adalah penyakit yang terjadi ketika sel-sel di jaringan payudara tumbuh secara tidak terkendali hingga membentuk tumor. Seiring waktu, sel kanker dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya maupun ke bagian tubuh lain apabila tidak ditangani dengan tepat. Meskipun paling sering terjadi pada wanita berusia 45 tahun ke atas, kanker payudara pada dasarnya dapat dialami oleh siapa saja yang memiliki jaringan payudara.
Salah satu stadium kanker payudara adalah stadium 3A, yang merupakan stadium awal dari kelompok kanker payudara stadium 3. Pada kondisi ini, sel kanker telah menyebar dari jaringan payudara ke kelenjar getah bening di sekitarnya, sehingga umumnya memerlukan penanganan yang lebih komprehensif. Pilihan terapinya dapat meliputi operasi, kemoterapi, radioterapi, terapi target, atau kombinasi beberapa metode sesuai dengan kondisi pasien.
Salah satu pasien kanker payudara stadium 3A membagikan pengalamannya menjalani radioterapi di RS Mandaya Royal Puri. Menurutnya, proses terapi berlangsung dengan nyaman karena pasien dapat menonton film maupun mendengarkan musik selama prosedur berlangsung. Fasilitas tersebut membuat pasien merasa lebih rileks saat menjalani rangkaian pengobatan kanker.
“Kalau di sini, sudah ketahuan mesinnya canggih, terbaru, fasilitasnya oke, kita boleh request sendiri mau nonton film atau dengar musik, kata saya musik saja. Jadi tidak tegang otot-otot. Setelah radiasi, tidak ada efek apa-apa, pokoknya tidak seseram yang orang bayangkan,” kata pasien.
Contents
Pengalaman Ibu Lili Mulyati menjalani radioterapi untuk kanker payudara stadium 3A
Perjalanan pengobatan Ibu Lili Mulyati dimulai pada Januari 2023 ketika ia menemukan benjolan di payudaranya. Awalnya, ia mengira benjolan tersebut hanyalah tumor biasa. Namun, setelah benjolan diangkat dan diperiksa di laboratorium, hasilnya menunjukkan bahwa tumor tersebut bersifat ganas dan telah didiagnosis sebagai kanker payudara stadium 3A.
Setelah mengetahui diagnosis tersebut, Ibu Lili segera menjalani rangkaian pengobatan yang direkomendasikan dokter. Ia menjalani enam kali kemoterapi, kemudian dilanjutkan dengan operasi mastektomi. Setelah operasi, dokter kembali menyarankan radioterapi sebanyak 25 sesi sebagai bagian dari terapi untuk membantu menurunkan risiko kekambuhan kanker.

Ibu Lili kemudian menjalani radioterapi di RS Mandaya Royal Puri. Meski awalnya merasa takut, kekhawatiran tersebut perlahan hilang setelah melihat fasilitas yang tersedia. Menurutnya, teknologi radioterapi yang modern serta suasana yang nyaman membuat proses pengobatan terasa lebih tenang. Selama terapi berlangsung, ia bahkan dapat memilih untuk mendengarkan musik sehingga tubuh terasa lebih rileks.
Selama menjalani radioterapi, Ibu Lili juga mengaku tidak mengalami efek samping yang berat. Pengalamannya membuat ia menyadari bahwa radioterapi tidak seseram yang sering dibayangkan banyak orang. Ia tetap dapat menjalani pengobatan dengan nyaman hingga seluruh rangkaian terapi selesai.
Selain didukung fasilitas yang baik, Ibu Lili juga merasa terbantu dengan pendampingan dari tim medis, khususnya dr. Novina Fortunata, Sp.Onk.Rad. Menurutnya, dokter selalu memberikan pendampingan selama proses radioterapi sehingga ia merasa lebih tenang dan percaya diri dalam menjalani setiap sesi pengobatan.
Baca juga: Radioterapi Kanker Payudara: Prosedur, Jenis, Efek Samping
Cara kerja terapi radiasi (radioterapi) untuk kanker payudara
Radioterapi untuk kanker payudara menggunakan sinar-X berenergi tinggi, proton, atau partikel lainnya untuk menghancurkan sel kanker. Sel kanker yang tumbuh dan membelah dengan cepat umumnya lebih sensitif terhadap efek radiasi dibandingkan sel-sel normal, sehingga lebih mudah dihancurkan melalui terapi ini.
Sinar-X atau partikel yang digunakan dalam radioterapi tidak dapat dilihat dan tidak menimbulkan rasa sakit saat diberikan. Selain itu, setelah menjalani radioterapi, tubuh pasien tidak menjadi radioaktif, sehingga tetap aman untuk berinteraksi dengan orang lain, termasuk anak-anak.
Radioterapi dapat digunakan untuk mengobati kanker payudara pada hampir semua stadium, tergantung pada kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien. Salah satu manfaat utamanya adalah membantu menurunkan risiko kanker kambuh setelah operasi dengan menghancurkan sel-sel kanker yang mungkin masih tersisa.
Selain itu, radioterapi juga sering digunakan sebagai bagian dari perawatan paliatif pada kanker payudara yang telah menyebar ke organ lain (kanker payudara metastatik). Dalam kondisi ini, radioterapi bertujuan untuk membantu meredakan gejala, seperti nyeri atau keluhan lain akibat penyebaran kanker, sehingga kualitas hidup pasien dapat tetap terjaga.
Keunggulan terapi radiasi (radioterapi) di RS Mandaya Royal Puri
Untuk mendukung penanganan berbagai jenis kanker, RS Mandaya Royal Puri menghadirkan Pusat Radioterapi Kanker Mandaya yang menggunakan Linear Accelerator (Linac) Elekta Versa HD. Teknologi ini dirancang untuk memberikan terapi radiasi dengan tingkat akurasi yang tinggi sehingga radiasi dapat difokuskan ke area tumor sekaligus membantu melindungi jaringan sehat di sekitarnya.
Berikut beberapa keunggulan radioterapi menggunakan Linac Elekta Versa HD di RS Mandaya Royal Puri:
1. Tingkat presisi hingga submilimeter
Linac Elekta Versa HD mampu mengarahkan sinar radiasi dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, bahkan hingga submilimeter. Hal ini membantu radiasi bekerja lebih tepat pada target tumor sekaligus mengurangi paparan pada jaringan sehat di sekitarnya.
2. Didukung teknologi SRS dan SBRT
Teknologi Stereotactic Radiosurgery (SRS) dan Stereotactic Body Radiotherapy (SBRT) memungkinkan pemberian radiasi dosis tinggi secara sangat terarah. Teknik ini bekerja layaknya “pisau radiasi” untuk merusak sel kanker secara presisi, sehingga pada kondisi tertentu pasien dapat memerlukan sesi terapi yang lebih sedikit dibandingkan radioterapi konvensional.
3. Mampu menyinari beberapa tumor sekaligus
Linac Elekta Versa HD dapat menargetkan lebih dari satu tumor dalam satu kali penyinaran. Dengan cakupan area terapi hingga 40 × 40 cm, proses pengobatan menjadi lebih efisien tanpa mengurangi ketepatan terapi.
4. Dilengkapi teknologi 4D IGRT
Melalui 4D Image-Guided Radiotherapy (4D IGRT), posisi tumor dapat dipantau secara real-time, termasuk ketika bergerak mengikuti proses pernapasan. Dengan demikian, sinar radiasi tetap mengenai target secara konsisten selama terapi berlangsung.
5. Membantu mengurangi paparan pada jaringan sehat
Teknologi Linac Elekta Versa HD memungkinkan radiasi difokuskan secara optimal pada area kanker. Pendekatan ini membantu meminimalkan paparan radiasi pada jaringan sehat sehingga diharapkan dapat mengurangi risiko efek samping maupun komplikasi.
6. Membuat terapi lebih efektif dan efisien
Karena mampu memberikan radiasi dosis tinggi secara lebih akurat, Linac Elekta Versa HD memungkinkan sebagian pasien menjalani jumlah sesi radioterapi yang lebih sedikit sesuai indikasi medis. Hal ini dapat membuat keseluruhan proses pengobatan menjadi lebih efisien.
7. Memberikan kenyamanan lebih selama terapi
Selain menawarkan tingkat presisi yang tinggi, Linac Elekta Versa HD juga didukung sistem robotik canggih yang membantu menyesuaikan penyinaran dengan posisi dan bentuk tumor. Teknologi ini membuat prosedur radioterapi berlangsung lebih nyaman sekaligus mendukung hasil terapi yang optimal.
Mengenal terapi radiasi (radioterapi) untuk pengobatan kanker
Radioterapi merupakan salah satu terapi kanker yang memanfaatkan radiasi berenergi tinggi untuk menghancurkan sel kanker sekaligus membantu mengecilkan ukuran tumor. Pengobatan ini bekerja dengan merusak DNA sel kanker sehingga sel tersebut kehilangan kemampuan untuk tumbuh dan membelah.
Secara umum, radioterapi bekerja melalui beberapa tahapan berikut:
- Mengarahkan radiasi berenergi tinggi secara tepat ke lokasi tumor.
- Merusak materi genetik (DNA) sel kanker, sehingga pertumbuhan dan pembelahan sel terhenti.
- Menghancurkan sel kanker ketika kerusakan DNA sudah tidak dapat diperbaiki lagi.
- Membuang sel kanker yang telah mati melalui mekanisme alami tubuh.
Perlu dipahami bahwa efek radioterapi tidak dapat dirasakan secara langsung setelah satu kali tindakan. Dibutuhkan beberapa hari hingga beberapa minggu agar kerusakan DNA pada sel kanker mencapai tingkat yang cukup untuk menghentikan pertumbuhannya. Bahkan setelah seluruh rangkaian radioterapi selesai, proses kematian sel kanker masih dapat terus berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan berikutnya.
Profil dr. Novina, dokter spesialis radiasi onkologi di RS Mandaya Royal Puri

dr. Novina Fortunata, Sp.Onk.Rad merupakan dokter spesialis onkologi radiasi di RS Mandaya Royal Puri. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Airlangga, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis Onkologi Radiasi di Universitas Indonesia. dr. Novina memiliki kompetensi dalam menangani berbagai jenis kanker menggunakan terapi radiasi, termasuk radioterapi eksternal (EBRT) dan brakiterapi sesuai dengan indikasi medis pasien.
Untuk terus mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi radioterapi, dr. Novina aktif berpartisipasi dalam berbagai seminar, pelatihan, serta konferensi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa di antaranya meliputi Jakarta Annual Collaborative Cancer Meeting (JACCM), FARO Webinar (Federation of Asian Organizations for Radiation Oncology), serta berbagai program Continuing Medical Education (CME) yang diselenggarakan oleh Indonesian Radiation Oncology Society (IROS).
Jadwal praktik dr. Novina Fortunata, Sp.Onk.Rad di RS Mandaya Royal Puri:
- Senin: 08.00–16.00 WIB
- Selasa: 08.00–16.00 WIB
- Rabu: 08.00–16.00 WIB
- Kamis: 08.00–16.00 WIB
- Jumat: 08.00–16.00 WIB
- Sabtu: 08.00–13.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- National Cancer Institute. What Is Breast Cancer? (https://www.cancer.gov/types/breast/what-is-breast-cancer). Diakses pada 29 Juli 2026.
- National Cancer Institute. Radiation Therapy to Treat Cancer. (https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types/radiation-therapy). Diakses pada 29 Juli 2026.
- National Breast Cancer Foundation. Stage 3 Breast Cancer. (https://www.nationalbreastcancer.org/breast-cancer-stage-3/#3a). Diakses pada 29 Juli 2026.
- Mayo Clinic. Radiation therapy for breast cancer. (https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/radiation-therapy-for-breast-cancer/about/pac-20384940). Diakses pada 29 Juli 2026.

