Tumor phyllodes merupakan jenis tumor payudara yang tergolong langka. Tumor ini dapat bersifat jinak maupun ganas (malignant). Berbeda dengan jenis kanker payudara yang lebih umum, tumor phyllodes ganas berasal dari jaringan ikat pada payudara. Meskipun risiko penyebarannya ke organ lain relatif lebih rendah dibandingkan kanker payudara pada umumnya, tumor phyllodes yang bersifat ganas dapat menjadi lebih sulit ditangani apabila sudah menyebar.
Penanganan tumor phyllodes ganas umumnya memerlukan pendekatan yang komprehensif. Selain operasi untuk mengangkat tumor, sebagian pasien juga dapat memerlukan terapi radiasi (radioterapi) guna membantu menurunkan risiko kekambuhan, sesuai dengan kondisi dan hasil evaluasi dokter.
Salah satu pasien yang menjalani terapi tersebut adalah Ibu Bea, yang didiagnosis menderita kanker payudara phyllodes malignant. Setelah menjalani operasi, beliau melanjutkan pengobatan dengan terapi radiasi (radioterapi) di RS Mandaya Royal Puri. Dalam pengalamannya, Ibu Bea mengaku merasa nyaman selama menjalani prosedur berkat fasilitas yang memungkinkan pasien menonton film favorit saat radioterapi berlangsung. Ia juga merasa lebih tenang karena mendapatkan penjelasan yang jelas dari tim dokter yang menangani pengobatannya.
“Dari dr. Abdul Rachman, Sp.B (K) Onk maupun dr. Riyan Apriantoni, Sp.Onk.Rad yang melakukan tindakan terapi radiasi itu mengedukasi bahwa tidak usah takut dan selama proses radiasi (di RS Mandaya Royal Puri) itu cukup nyaman. Sangat nyaman bahkan, karena bisa sambil nonton, tidak ada bau ataupun rasa panas yang dirasakan, jadi beneran kayak tiduran, alatnya berputar, kita sampai tidak ada rasa sakit sama sekali, bahkan boleh dikatakan cuma kayak ngerasa tiduran saja,” kata Ibu Bea.
Contents
Pengalaman Ibu Bea menjalani radioterapi untuk kanker payudara phyllodes malignant
Perjalanan Ibu Bea melawan kanker payudara bermula pada November 2023 ketika ia menyadari ada perubahan pada payudara kirinya. Ia merasakan seperti ada yang mengganjal saat bangun tidur. Setelah menjalani pemeriksaan, Ibu Bea didiagnosis menderita tumor payudara phyllodes malignant yang bersifat ganas.
Meskipun hasil pemeriksaan menunjukkan tumornya termasuk low grade, dokter tetap menyarankan tindakan mastektomi atau operasi pengangkatan payudara sebagai bagian dari pengobatan.

Ibu Bea pun menjalani operasi di RS Mandaya Royal Puri. Proses pemulihannya berlangsung baik. Setelah menjalani operasi pada hari Sabtu, ia sudah diperbolehkan pulang ke rumah pada hari Minggu karena tidak mengalami nyeri maupun keluhan yang berarti.
Setelah operasi, dokter menjelaskan bahwa pengobatan masih perlu dilanjutkan dengan radioterapi untuk membantu menurunkan risiko kekambuhan. Awalnya Ibu Bea mengaku lebih takut menjalani radioterapi, tetapi setelah mendapat penjelasan dari dokter-dokter terkait di RS Mandaya Royal Puri, ia menjadi lebih tenang.
Selama menjalani radioterapi di RS Mandaya Royal Puri, Ibu Bea merasa prosedurnya sangat nyaman. Ia bahkan dapat menonton film favorit selama terapi berlangsung. Menurutnya, tidak ada rasa panas, bau, ataupun nyeri selama prosedur sehingga prosesnya terasa seperti berbaring santai.
Setelah menyelesaikan rangkaian radioterapi, Ibu Bea tetap dapat beraktivitas seperti biasa. Efek yang paling ia rasakan hanyalah tubuh menjadi sedikit lebih mudah lelah, namun tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Radioterapi Sebagai Terapi Lanjutan Pada Pasien Kanker
Mengenal terapi radiasi (radioterapi) untuk kanker dan cara kerjanya
Radioterapi adalah salah satu metode pengobatan kanker yang menggunakan radiasi dosis tinggi untuk membunuh sel kanker dan mengecilkan ukuran tumor. Terapi ini bekerja dengan merusak materi genetik (DNA) di dalam sel kanker sehingga sel tersebut tidak lagi dapat tumbuh dan berkembang.
Cara kerja radioterapi meliputi:
- Menggunakan radiasi dosis tinggi untuk menargetkan sel kanker secara tepat.
- Merusak DNA sel kanker, sehingga sel tidak dapat membelah atau berkembang biak.
- Menyebabkan sel kanker mati apabila kerusakan DNA sudah tidak dapat diperbaiki lagi.
- Tubuh kemudian akan mengurai dan membuang sel kanker yang telah mati melalui proses alami.
Perlu diketahui bahwa hasil radioterapi tidak terjadi secara instan. Sel kanker tidak langsung mati setelah satu kali tindakan. Umumnya dibutuhkan beberapa hari hingga beberapa minggu terapi sampai kerusakan DNA cukup besar untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker. Bahkan, sel kanker masih dapat terus mati selama beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah rangkaian radioterapi selesai dijalani.
Baca juga: Radioterapi Kanker Payudara: Prosedur, Jenis, Efek Samping
Kenapa pasien tetap perlu terapi radiasi setelah angkat payudara?
Radioterapi dapat diberikan setelah pasien menjalani mastektomi atau operasi pengangkatan payudara. Tujuan terapi ini adalah untuk menghancurkan sel-sel kanker yang mungkin masih tersisa setelah operasi, sehingga dapat membantu menurunkan risiko kanker muncul kembali di area dinding dada atau kelenjar getah bening.
Dokter akan mempertimbangkan beberapa hal sebelum merekomendasikan radioterapi setelah mastektomi, di antaranya:
- Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya sel kanker pada kelenjar getah bening di area ketiak, hal ini menandakan bahwa kanker mungkin sudah mulai menyebar ke luar jaringan payudara.
- Ukuran tumor cukup besar. Tumor payudara yang berukuran lebih dari sekitar 5 cm umumnya memiliki risiko kekambuhan yang lebih tinggi dibandingkan tumor yang berukuran lebih kecil.
- Masih ditemukan sel kanker di tepi jaringan yang diangkat saat operasi. Setelah mastektomi, jaringan yang telah diangkat akan diperiksa di laboratorium. Jika masih ditemukan sel kanker di bagian tepi jaringan atau jaraknya sangat dekat dengan tepi sayatan, dokter dapat menyarankan radioterapi untuk membantu mengurangi risiko kanker tumbuh kembali.
Terapi radiasi di RS Mandaya Royal Puri, apa saja keunggulannya?
Radioterapi di RS Mandaya Royal Puri menggunakan Linear Accelerator (Linac) Elekta Versa HD, yaitu teknologi radioterapi modern yang dirancang untuk memberikan radiasi dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Alat ini mampu memusatkan radiasi secara tepat ke area tumor sehingga paparan pada jaringan sehat di sekitarnya dapat diminimalkan. Dengan demikian, pengobatan diharapkan menjadi lebih efektif sekaligus membantu mengurangi risiko efek samping.
Beberapa keunggulan Linac Elekta Versa HD di RS Mandaya Royal Puri meliputi:
1. Akurasi tinggi dengan sistem pencitraan dan robotik
Linac Elekta Versa HD dilengkapi teknologi 4D Image-Guided Radiotherapy (4D IGRT) yang terintegrasi dengan sistem robotik. Teknologi ini membantu dokter memastikan sinar radiasi diarahkan tepat ke lokasi tumor, bahkan dengan tingkat presisi hingga submilimeter. Akurasi yang tinggi sangat penting untuk membantu melindungi jaringan sehat di sekitar area yang diterapi.
2. Mendukung teknologi radiosurgery (SRS dan SBRT)
Alat ini mendukung teknik Stereotactic Radiosurgery (SRS) dan Stereotactic Body Radiotherapy (SBRT) yang mampu memberikan radiasi dosis tinggi secara sangat terarah pada tumor. Dengan metode ini, kerusakan pada DNA sel kanker dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga pada beberapa kasus jumlah sesi terapi dapat lebih sedikit dibandingkan radioterapi konvensional.
3. Dapat menargetkan beberapa area sekaligus
Linac Elekta Versa HD juga memiliki kemampuan untuk memberikan radiasi pada lebih dari satu target tumor dalam satu sesi terapi. Dengan luas bidang penyinaran hingga 40 × 40 cm, teknologi ini memungkinkan proses pengobatan menjadi lebih efisien pada pasien dengan indikasi tertentu tanpa mengurangi ketepatan terapi.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Phyllodes Tumors. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24226-phyllodes-tumors). Diperbarui terakhir 18 September 2023. Diakses pada 29 Juli 2026.
- National Cancer Institute. Radiation Therapy to Treat Cancer. (https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types/radiation-therapy). Diakses pada 29 Juli 2026.
- Mayo Clinic. Radiation therapy for breast cancer. (https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/radiation-therapy-for-breast-cancer/about/pac-20384940). Diakses pada 29 Juli 2026.

