Ngompol pada wanita atau inkontinensia urine merupakan kondisi yang cukup sering terjadi. Diperkirakan sekitar setengah dari wanita dewasa pernah mengalami kesulitan menahan buang air kecil sehingga urine keluar tanpa disadari. Meski demikian, hanya sekitar separuh dari mereka yang mengalami keluhan tersebut akhirnya memeriksakan diri atau mencari pengobatan.
Padahal, ngompol pada wanita bukanlah kondisi yang harus dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan atau sesuatu yang harus ditahan begitu saja. Saat ini tersedia berbagai pilihan penanganan, baik tanpa operasi maupun dengan tindakan medis tertentu, yang dapat disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan keluhan. Dengan diagnosis dan terapi yang tepat, sebagian besar kasus ngompol pada wanita dapat dikendalikan sehingga kualitas hidup penderitanya menjadi lebih baik.

Di RS Mandaya Royal Puri, kondisi ngompol pada wanita bisa ditangani salah satunya oleh dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS, yang merupakan dokter spesialis urologi dengan keahlian sebagai konsultan urologi fungsional, perempuan, dan neuro-urologi.
Contents
Mengenal kondisi ngompol pada wanita dan penyebabnya
Ngompol pada wanita adalah kondisi ketika wanita kehilangan kemampuan mengontrol kandung kemih sehingga urine keluar tanpa disadari. Pada beberapa kondisi, kebocoran urine dapat terjadi sementara, misalnya saat hamil atau ketika mengalami infeksi saluran kemih (ISK). Namun, pada sebagian wanita, kondisi ini dapat menjadi masalah jangka panjang (kronis).
Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan ngompol pada wanita, di antaranya cedera atau kelemahan otot dasar panggul akibat persalinan, menopause, riwayat operasi pengangkatan rahim (histerektomi), obesitas, gangguan fungsi kognitif, batuk kronis, hingga sembelit yang berlangsung lama.
Secara umum, ngompol pada wanita terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:
- Urge incontinence (inkontinensia urgensi), yaitu kondisi ketika muncul keinginan buang air kecil yang sangat kuat dan mendadak sehingga penderita tidak sempat mencapai toilet. Akibatnya, urine dapat keluar tanpa disadari.
- Stress incontinence (inkontinensia stres), yaitu keluarnya urine saat terjadi peningkatan tekanan pada perut, misalnya ketika batuk, tertawa, bersin, mengangkat beban, atau berolahraga.
- Mixed incontinence (inkontinensia campuran), yaitu kombinasi dari inkontinensia urgensi dan inkontinensia stres, sehingga penderita dapat mengalami kedua jenis keluhan tersebut secara bersamaan.
Baca juga: 8 Penyebab Sering Ngompol Pada Dewasa dan Lansia
Faktor risiko ngompol pada wanita
Ngompol pada wanita merupakan kondisi yang cukup umum terjadi. Beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risiko seseorang mengalaminya:
- Bertambahnya usia. Seiring bertambahnya usia, otot kandung kemih dan jaringan di sekitarnya dapat melemah sehingga kemampuan menahan buang air kecil ikut berkurang.
- Kehamilan dan persalinan normal. Kehamilan maupun persalinan melalui vagina dapat meregangkan atau melemahkan otot dasar panggul yang berperan dalam mengontrol buang air kecil. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko inkontinensia urine di kemudian hari.
- Kelebihan berat badan atau obesitas. Berat badan berlebih memberikan tekanan yang lebih besar pada kandung kemih dan otot-otot dasar panggul, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kebocoran urine atau ngompol.
Baca juga: Cara Mengatasi Lansia yang Sering Ngompol
Mengapa kondisi ngompol lebih umum dialami wanita?
Wanita lebih sering mengalami ngompol atau inkontinensia urine karena memiliki beberapa kondisi biologis yang dapat memengaruhi fungsi saluran kemih dan otot-otot di sekitarnya. Kehamilan, persalinan, dan menopause merupakan peristiwa yang hanya dialami wanita dan dapat menyebabkan perubahan pada otot dasar panggul maupun saluran kemih.
Selama kehamilan dan persalinan, otot dasar panggul yang berfungsi menopang kandung kemih, uretra, rahim, dan usus dapat melemah atau mengalami kerusakan. Ketika otot-otot ini tidak lagi bekerja secara optimal, kandung kemih dan uretra harus bekerja lebih keras untuk menahan urine hingga waktunya buang air kecil. Akibatnya, tekanan pada kandung kemih meningkat dan risiko terjadinya kebocoran urine atau ngompol pun menjadi lebih besar.
Selain itu, wanita juga memiliki uretra yang lebih pendek dibandingkan pria. Kondisi ini membuat kemampuan uretra dalam menahan urine lebih bergantung pada kekuatan otot di sekitarnya. Jika otot tersebut melemah atau mengalami kerusakan, misalnya akibat kehamilan, persalinan, atau proses penuaan, urine lebih mudah keluar tanpa disadari sehingga wanita lebih rentan mengalami ngompol.
Dokter urologi yang bisa tangani kondisi ngompol pada wanita, ada di RS Mandaya Puri

Keluhan ngompol pada wanita dapat ditangani oleh dokter spesialis urologi, terutama jika berkaitan dengan gangguan fungsi kandung kemih, kelemahan otot dasar panggul, atau masalah urologi pada wanita. Di RS Mandaya Royal Puri, pasien dapat berkonsultasi dengan dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS, dokter spesialis urologi konsultan fungsional, perempuan, dan neuro-urologi.
dr. Andika memiliki kompetensi dalam mendiagnosis dan menangani berbagai gangguan fungsi saluran kemih, khususnya masalah urologi pada wanita, termasuk inkontinensia urine (ngompol), gangguan berkemih, serta kelainan kandung kemih yang berhubungan dengan gangguan sistem saraf.
Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Indonesia pada tahun 2008, kemudian melanjutkan pendidikan Dokter Spesialis Urologi di universitas yang sama dan lulus pada tahun 2020. Untuk memperdalam keahliannya, dr. Andika menempuh pendidikan Konsultan Urologi Fungsional, Perempuan, dan Neuro-Urologi di Kolegium Urologi Indonesia yang diselesaikan pada tahun 2022.
Keahlian dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS
Sebagai dokter spesialis urologi subspesialis fungsional, perempuan, dan neuro-urologi, dr. Andika menangani berbagai kondisi, antara lain:
- Gangguan saluran kemih pada wanita, termasuk infeksi saluran kemih (ISK) yang berulang.
- Gangguan berkemih, seperti sulit buang air kecil, aliran urine lemah, atau kandung kemih yang tidak dapat dikosongkan secara optimal.
- Inkontinensia urine atau ketidakmampuan menahan buang air kecil (ngompol) pada wanita dewasa maupun lansia.
- Gangguan fungsi kandung kemih akibat kelainan sistem saraf (neurourologi), misalnya pada pasien pascastroke atau diabetes.
- Berbagai gangguan fungsi saluran kemih yang memerlukan evaluasi dan penanganan oleh dokter urologi subspesialis fungsional, perempuan, dan neuro-urologi.
Jadwal praktik dr. Andika di RS Mandaya Royal Puri
dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS melayani konsultasi di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal sebagai berikut:
- Selasa: 16.00–20.00 WIB
- Kamis: 16.00–20.00 WIB
- Sabtu: 09.00–16.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- HealthPartners. Causes of urinary incontinence in women. (https://www.healthpartners.com/blog/female-urinary-incontinence-causes-and-treatment-options/). Diakses pada 7 Agustus 2026.
- Yale Medicine. Female Incontinence. (https://www.yalemedicine.org/conditions/female-incontinence). Diakses pada 7 Agustus 2026.
- Office on Women’s Health. Urinary Incontinence. (https://womenshealth.gov/a-z-topics/urinary-incontinence). Diakses pada 7 Agustus 2026.

