Inkontinensia urine adalah keluarnya urine secara tidak sengaja (mengompol). Ini adalah masalah umum yang diperkirakan memengaruhi jutaan orang. Kondisi ini lebih sering dialami oleh orang lanjut usia (lansia). Lantas, bagaimana cara mengatasi lansia yang sering ngompol akibat inkontinensia urine?
Contents
Cara mengatasi lansia yang sering ngompol
1. Obat-obatan
Salah satu cara mengatasi lansia yang sering ngompol adalah memberikan obat-obatan, seperti:
- Antikolinergik: Obat-obatan untuk menenangkan kandung kemih yang terlalu aktif dan dapat membantu mengatasi inkontinensia urgensi.
- Mirabegron: Digunakan untuk mengatasi inkontinensia urgensi, obat ini merelaksasi otot kandung kemih dan meningkatkan jumlah urine yang bisa ditampung di kandung kemih. Obat ini juga bisa meningkatkan jumlah urine yang dikeluarkan saat kencing dalam satu waktu.
- Penghambat alfa: Obat ini merelaksasi otot leher kandung kemih dan serat otot di prostat, sehingga mempermudah pengosongan kandung kemih.
2. Teknik perilaku
- Latihan kandung kemih: Latihan ini dilakukan untuk menunda buang air kecil setelah Anda merasa ingin buang air kecil.
- Buang air kecil dua kali: Ini dilakukan untuk membantu Anda belajar mengosongkan kandung kemih secara lebih menyeluruh untuk menghindari inkontinensia.
- Menjadwalkan pergi ke toilet: Hal ini dilakukan agar Anda bisa buang air kecil setiap 2-4 jam sekali, daripada menunggu sampai Anda merasa ingin buang air kecil.
- Manajemen cairan dan diet: Mengatur pola makan dan minum, seperti mengurangi atau menghindari alkohol, kafein, hingga makanan asam. Selain itu, Anda mungkin juga dianjurkan untuk mengurangi konsumsi cairan, menurunkan berat badan, atau meningkatkan aktivitas fisik.
3. Latihan otot dasar panggul
Dokter mungkin menyarankan Anda untuk melakukan latihan otot dasar panggul (latihan Kegel) untuk memperkuat otot-otot yang membantu mengendalikan buang air kecil. Teknik ini dianggap sangat efektif untuk mengatasi inkontinensia stres dan juga inkontinensia urgensi.
Untuk melakukan latihan otot dasar panggul, bayangkan Anda sedang mencoba menghentikan aliran urine. Lalu, ikuti langkah-langkah ini:
- Kencangkan (kontraksikan) otot-otot yang akan Anda gunakan untuk menghentikan buang air kecil dan tahan selama lima detik, lalu rileks selama lima detik. (Jika terlalu sulit, mulailah dengan menahan selama dua detik dan rileks selama tiga detik.)
- Lakukan hingga menahan kontraksi selama 10 detik setiap kali.
- Berusahalah untuk melakukan setidaknya tiga set dengan 10 repetisi setiap hari.
4. Alat sfingter urine buatan
Seiring berkembangnya teknologi, dunia medis telah menemukan alat terbaru untuk mengatasi inkontinensia atau sering ngompol pada lansia, yaitu dengan menggunakan alat sfingter urine buatan.
Alat kecil berisi cairan ini akan ditanamkan di sekitar leher kandung kemih untuk menjaga sfingter urine tetap tertutup sampai ada keinginan untuk buang air kecil.
Saat hendak buang air kecil, Anda hanya perlu menekan katup yang ditanamkan di bawah kulit, sehingga membuat cincin mengempis dan memungkinkan urine dari kandung kemih mengalir.
Tidak hanya itu, alat ini juga tersedia dalam berbagai ukuran, sehingga bisa disesuaikan dengan berbagai ukuran uretra pasien.
Jika Anda ingin mencoba alat sfingter urine buatan yang canggih sebagai cara mengatasi lansia yang sering ngompol, langsung saja datang ke Mandaya Royal Hospital Puri. Rumah sakit kami menyediakan prosedur pemasangan alat sfingter urine buatan untuk mengatasi inkontinensia pada orang lansia.
Apabila Anda ingin bertanya-tanya dulu terkait alat sfingter urine buatan ini, atau hendak berkonsultasi tentang inkontinensia urine, rumah sakit kami juga memiliki tim dokter spesialis urologi yang berpengalaman dan ahli di bidangnya.
Rekomendasi dokter gangguan kencing Mandaya
Gangguan kencing dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari infeksi saluran kencing (ISK), batu saluran kemih, pembesaran prostat, kandung kemih overaktif, hingga gangguan fungsi kandung kemih lainnya. Untuk mengetahui penyebabnya secara pasti dan mendapatkan penanganan yang tepat, Anda disarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi. Berikut adalah rekomendasi dokter spesialis urologi di RS Mandaya Royal Puri yang berpengalaman menangani berbagai gangguan pada saluran kemih.
1. dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS

dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS merupakan dokter spesialis urologi di RS Mandaya Royal Puri yang memiliki pengalaman dalam menangani berbagai penyakit pada sistem saluran kemih, termasuk infeksi saluran kencing. Selain itu, beliau juga kompeten dalam berbagai tindakan urologi, seperti operasi saluran kemih, biopsi prostat, operasi ginjal, operasi prostat, operasi varikokel, hingga pemeriksaan uroflowmetri.
Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Diponegoro, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis urologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. dr. Sigit juga aktif sebagai anggota Ikatan Ahli Urologi Indonesia.
Jadwal praktik dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS di RS Mandaya Royal Puri:
- Senin: 13.30–16.00 WIB
- Rabu: 13.30–16.00 WIB
- Sabtu: 12.30–15.00 WIB
2. dr. Ima Nastiti Setyaningsih, Sp.U

dr. Ima Nastiti Setyaningsih, Sp.U adalah dokter spesialis urologi di RS Mandaya Royal Puri yang menangani berbagai kelainan pada saluran kemih, termasuk infeksi saluran kencing. Beliau menempuh pendidikan dokter umum dan pendidikan spesialis urologi di Universitas Indonesia.
Selain menangani pasien dengan ISK, dr. Ima juga memiliki keahlian dalam berbagai prosedur urologi, seperti operasi ginjal, bedah saluran kemih, transurethral resection of the prostate (TURP), serta tindakan sistektomi.
Jadwal praktik dr. Ima Nastiti Setyaningsih, Sp.U di RS Mandaya Royal Puri:
- Selasa: 14.00–16.00 WIB
- Kamis: 14.00–16.00 WIB
Gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

