fbpx

MRI Payudara: Fungsi, Prosedur, dan Risiko

MRI payudara

MRI payudara adalah salah satu pemeriksaan yang bertujuan untuk mendeteksi kanker payudara. Namun, pemeriksaan ini juga digunakan untuk mencari tahu masalah lain yang mungkin muncul pada payudara, seperti tumor jinak.

Pemeriksaan ini bisa memberikan gambaran yang lebih detail tentang kondisi struktur payudara sehingga membantu dokter dalam menegakkan diagnosis.

Konsultasi dokter

Apa itu MRI payudara?

MRI untuk payudara adalah pemeriksaan pencitraan menggunakan gelombang radio dan energi magnet untuk memberikan gambaran mendetail struktur payudara. Ini adalah salah satu prosedur yang kerap dilakukan untuk deteksi dini kanker payudara

MRI untuk payudara bisa dilakukan bersamaan dengan mamografi untuk mendiagnosis kanker payudara pada sebagian orang, terutama mereka yang memiliki risiko tinggi, seperti orang yang memiliki riwayat kanker payudara dalam keluarga. 

Ciri Ciri Gejala Kanker Payudara yang Mudah Dikenali – dr. Enos H. Siburian, Sp.B (K) Onk

Manfaat MRI payudara

Manfaat utama melakukan MRI payudara adalah untuk deteksi dini kanker payudara. Pemeriksaan ini dapat dilakukan bersamaan dengan mammogram setiap satu tahun sekali terutama pada orang yang berisiko tinggi.

Selain itu, berikut ini adalah beberapa manfaat MRI payudara lainnya:

Konsultasi dokter

Baca juga: 8 Cara Mencegah Kanker Payudara 

Kapan harus menjalani MRI payudara?

Prosedur MRI payudara lebih tepat dilakukan apabila Anda mempunyai faktor risiko tinggi terhadap kanker payudara.

Biasanya, dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan MRI payudara jika:

  • Ada kemungkinan implan payudara robek atau bocor
  • Mempunyai faktor risiko kanker payudara yang tinggi
  • Memiliki anggota keluarga dekat yang memiliki riwayat kanker payudara atau kanker ovarium
  • Memiliki jaringan payudara yang padat
  • Memiliki masalah atau gangguan payudara yang berpotensi kanker
  • Memiliki mutasi genetik BRCA1 atau BRCA2 yang jadi penyebab kanker payudara
  • Pernah menjalani terapi radiasi di area dada antara usia 10-30 tahun. 

MRI payudara tidak dapat menggantikan mammogram. Sebaliknya, MRI payudara sering dilakukan bersamaan dengan mammogram agar dokter bisa mendapatkan hasil yang lengkap.

Selain itu, MRI payudara paling baik dilakukan pada awal siklus menstruasi, yakni sekitar hari ke 5-15 atau setelah periode menstruasi berakhir dan menjelang ovulasi. Jika sudah mencapai menopause, MRI payudara dapat dilakukan tanpa harus memperhatikan siklus menstruasi.

Konsultasi dokter

Prosedur MRI payudara

Secara umum, persiapan MRI payudara serupa dengan MRI lainnya. Anda harus memberi tahu dokter atau petugas apabila Anda menggunakan alat kesehatan tanam (implanted devices) berbahan dasar metal, seperti alat pacu jantung, implan koklea, penggunaan jaring kawat, klip bedah, hingga skrup karena dapat memengaruhi hasil atau merusak alat.

Tanyakan pada dokter apakah Anda bisa menjalani MRI payudara atau tidak.

Berikut ini adalah prosedur MRI payudara:

  1. Anda akan diminta untuk mengenakan baju khusus serta melepaskan semua aksesori metal, seperti perhiasan, bra berkawat, atau kacamata.
  2. Jika MRI dilakukan untuk mengecek implan payudara, petugas akan memasangkan jarum untuk menyuntikkan cairan kontras.
  3. Anda akan diminta berbaring tengkurap dan memosisikan payudara Anda pada bukaan yang tersedia di meja periksa.
  4. Setelah berbaring, meja pemeriksaan akan didorong masuk ke mesin dan pemindaian pun dimulai.
  5. Pada MRI payudara dengan kontras, petugas akan menyuntikkan cairan kontras setelah rangkaian pemindaian awal.
  6. Selama pemeriksaan, Anda diwajibkan untuk tetap berbaring diam dan tidak bergerak agar gambar yang dihasilkan jelas.
  7. Setelah pemindaian selesai, petugas akan mengeluarkan Anda kemudian mencabut jarum untuk kontras dan menutupnya dengan plester.

Selama pemeriksaan, Anda bisa tetap berkomunikasi dengan petugas yang berada di ruangan lain. 

Sebelum pemeriksaan, Anda biasanya akan diberikan penutup telinga untuk meredam suara bising yang dihasilkan oleh mesin MRI. Apabila Anda mengalami klaustrofobia, informasikan hal ini sebelum pemeriksaan. Petugas mungkin akan memberikan sedasi ringan untuk membantu Anda lebih relaks.

Hasil 

Hasil MRI ini dapat menemukan tumor payudara kecil yang mungkin saja terlewat pada pemeriksaan mammogram.  Dokter umumnya menggunakan standar yang sama dalam menafsirkan hasil pencitraan payudara, termasuk MRI. Standar ini disebut dengan Breast Imaging Reporting and Data System, atau BI-RADS, dengan menggunakan kategori dari 0-6.

Berikut adalah hasil penafsiran MRI untuk payudara:

  • BI-RADS 0 (inkomplit): diperlukan pemeriksaan penunjang lain untuk memastikan hasil pemeriksaan.
  • BI-RADS 1 (negatif): tidak ditemukan abnormalitas pada payudara.
  • BI-RADS 2 (benign): tidak ditemukan tanda-tanda keganasan (jinak)
  • BI-RADS 3 (probably benign): terdapat kurang dari 2% kemungkinan keganasan
  • BI-RADS 4 (suspicious for malignancy): terdapat kecurigaan tanda-tanda keganasan
  • BI-RADS 5 ( highly suggestive of malignancy): lebih dari 95% kemungkinan tanda-tanda keganasan. Diperlukan tindakan penanganan.
  • BI-RADS 6 (known biopsy-proven malignancy): massa yang ditemukan dalam pemindaian telah terbukti memiliki tanda-tanda keganasan disertai dengan hasil yang meyakinkan dari biopsi payudara

Walau demikian, mungkin saja pemeriksaan MRI payudara memberikan hasil false positive ataupun false negative. Itu sebabnya, Anda mungkin akan diminta melalui beberapa pemeriksaan penunjang lainnya untuk menguatkan hasil yang muncul.

Baca juga: Payudara Besar Sebelah, Apakah Tanda Kanker Payudara? 

Risiko 

Prosedur MRI payudara tidak menggunakan radiasi sinar-X. Untuk itu, paparan radiasi pada pasien juga cenderung tidak ada. Itu sebabnya, prosedur ini dikategorikan sebagai prosedur yang cukup aman.

Salah satu risiko yang mungkin muncul setelah MRI payudara adalah reaksi alergi akibat penggunaan kontras. Anda juga mungkin akan merasakan sensasi logam di mulut akibat penggunaan kontras.

Memar di area injeksi kontras juga mungkin terjadi. Namun, ini dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Apabila Anda menyusui, sebaiknya hindari menyusui bayi dalam waktu 12-24 jam usai MRI payudara dengan kontras. 

Konsultasi dokter

Meski sering digunakan sebagai alat deteksi kanker, MRI payudara juga bisa dijadikan salah satu pemeriksaan dalam medical check up rutin tahunan, terutama bagi mereka yang punya risiko tinggi. Dengan melakukan pemeriksaan rutin tahunan, kemungkinan sel kanker ditemukan lebih awal akan meningkat, sehingga peluang keberhasilan pengobatannya juga jadi lebih besar.

Fasilitas diagnostik kanker payudara di Breast Clinic RS Mandaya Royal Puri

Breast Clinic RS Mandaya Royal Puri didukung oleh fasilitas diagnostik modern untuk menunjang pemeriksaan payudara secara akurat dan menyeluruh. Berbagai teknologi pencitraan canggih digunakan untuk membantu dokter mendeteksi kelainan payudara sejak dini sekaligus menentukan metode penanganan yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

1. USG Payudara

USG payudara merupakan pemeriksaan non-invasif yang memanfaatkan gelombang ultrasonik untuk menampilkan gambaran jaringan di dalam payudara. Pemeriksaan ini sangat bermanfaat dalam mengevaluasi benjolan payudara, terutama pada pasien dengan jaringan payudara yang padat.

2. VABB (Vacuum-Assisted Breast Biopsy / Vacuum Breast Surgery)

Salah satu layanan unggulan di Breast Clinic RS Mandaya Royal Puri adalah Vacuum Breast Surgery (VABB), yaitu teknik modern untuk mengangkat benjolan payudara tanpa operasi terbuka. Prosedur ini dilakukan melalui sayatan kecil, sehingga minim bekas luka dan memungkinkan proses pemulihan yang lebih cepat.

Keunggulan Vacuum Breast Surgery antara lain:

  • Sayatan sangat minimal, sekitar ±3–5 mm
  • Hampir tidak meninggalkan bekas luka, sehingga estetika payudara tetap terjaga
  • Nyeri minimal karena trauma jaringan sangat ringan
  • Masa pemulihan singkat, pasien dapat segera kembali beraktivitas
  • Tidak memerlukan rawat inap karena dilakukan secara rawat jalan
  • Akurasi tinggi berkat panduan teknologi imaging
  • Hasil estetik lebih baik dengan bentuk payudara yang tetap natural

3. Mammografi 3D

Paket Mammografi 2026

Mammografi 3D menggunakan sinar-X dosis rendah untuk mendeteksi kelainan pada payudara, termasuk lesi yang belum teraba secara klinis. Teknologi tiga dimensi ini memberikan gambaran yang lebih detail dan meningkatkan akurasi deteksi dini kanker payudara.

4. MRI Payudara

MRI payudara memanfaatkan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan citra jaringan payudara secara detail tanpa paparan radiasi. Pemeriksaan ini umumnya digunakan sebagai evaluasi lanjutan untuk memetakan lesi payudara secara lebih menyeluruh pada kondisi tertentu.

5. Digital PET/CT Scan

Digital PET/CT Scan merupakan teknologi pencitraan canggih yang mengombinasikan PET dan CT scan untuk menghasilkan resolusi gambar tinggi sekaligus menilai aktivitas metabolisme jaringan. Pemeriksaan ini berperan penting dalam penanganan kanker payudara.

Keunggulan Digital PET/CT Scan meliputi:

  • Mendeteksi kanker sejak stadium awal
  • Menentukan stadium kanker dan tingkat penyebarannya
  • Memantau respons serta efektivitas terapi
  • Mengidentifikasi kelainan metabolik yang tidak terlihat pada CT scan konvensional

Lihat juga: Penjelasan Gejala Kanker Payudara bersama dr. Enos H. Siburian, Sp.B(K) Onk

Perlu diketahui, sekitar 8 dari 10 benjolan payudara bersifat jinak. Meski demikian, pemeriksaan ke dokter tetap penting untuk memastikan diagnosis secara tepat.

Dokter ahli payudara di RS Mandaya Royal Puri

Penanganan kanker payudara di RS Mandaya Royal Puri didukung oleh tim dokter spesialis berpengalaman, mulai dari tindakan bedah onkologi hingga rekonstruksi payudara pascatindakan. Berikut dokter spesialis payudara yang dapat menjadi pilihan:

1. dr. Abdul Rachman, Sp.B(K) Onk

dr. Abdul Rachman, Sp.B(K) Onk merupakan dokter spesialis bedah onkologi yang berpengalaman dalam menangani berbagai kasus bedah payudara, baik untuk kelainan jinak maupun kanker payudara.

Beliau menyelesaikan pendidikan Dokter Umum di Universitas Trisakti, kemudian melanjutkan pendidikan Bedah Umum dan Bedah Onkologi di Universitas Indonesia. Dengan latar belakang tersebut, dr. Abdul kompeten menangani prosedur seperti lumpektomi dan mastektomi.

Selain bedah payudara, beliau juga memiliki keahlian dalam:

  • Operasi pengangkatan tiroid total
  • Operasi pengangkatan tiroid parsial

Jadwal praktik dr. Abdul Rachman, Sp.B(K) Onk di RS Mandaya Royal Puri:

  • Selasa: 16.00 – 18.00
  • Kamis: 16.00 – 18.00
  • Sabtu: 09.00 – 11.00.

2. dr. Enos H. Siburian, Sp.B(K) Onk

dr. Enos H. Siburian, Sp.B(K) Onk merupakan dokter spesialis bedah onkologi yang tergabung dalam Pusat Kanker Terpadu Mandaya. Beliau berpengalaman menangani berbagai kasus kanker, khususnya kanker payudara dan kanker tiroid.

dr. Enos aktif dalam berbagai organisasi profesi, seperti PARABOI, IDI, dan PABI, yang mencerminkan komitmennya terhadap praktik medis berstandar tinggi. Selain operasi kanker payudara, beliau juga menguasai teknik bedah minimal invasif, termasuk laparoskopi, untuk mendukung pemulihan pasien yang lebih optimal.

Jadwal praktik dr. Enos H. Siburian, Sp.B(K) Onk di RS Mandaya Royal Puri:

  • Rabu: 14.00 – 16.00 WIB
  • Kamis: 09.00 – 11.00 WIB
  • Jumat: 14.00 – 16.00 WIB.

3. dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O.(K)

Pasca mastektomi, sebagian pasien dapat mengalami perubahan bentuk payudara yang berdampak pada kepercayaan diri. dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O.(K) hadir sebagai dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik di RS Mandaya Royal Puri untuk membantu mengatasi kondisi tersebut.

Beliau berkompeten dalam melakukan rekonstruksi payudara pasca mastektomi, serta berbagai tindakan estetika payudara, termasuk augmentasi payudara, dengan hasil yang proporsional dan natural. dr. Sara menyelesaikan pendidikan Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik di Universitas Indonesia dan tergabung dalam PERAPI.

Jadwal praktik dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O.(K) di RS Mandaya Royal Puri:

  • Selasa: 17.00 – 19.30 WIB
  • Kamis: 17.00 – 19.30 WIB.

Konsultasikan dengan dokter mengenai kebutuhan Anda untuk melakukan pemeriksaan ini. Anda juga bisa menjalankan pemeriksaan ini secara rutin dengan paket pemeriksaan kanker payudara di RS Mandaya Royal. Kunjungi Preventive Health Care dengan membuat janji lewat Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau download aplikasi Care Dokter di Google Play dan App Store. 

Konsultasi dokter

 

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes