Glioblastoma merupakan salah satu jenis tumor otak yang termasuk grade IV, yaitu tingkat keganasan tertinggi pada tumor otak. Glioblastoma dapat berasal dari sel glial yang disebut astrosit, yaitu sel yang berperan dalam mendukung dan melindungi sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang.
Salah satu karakteristik glioblastoma adalah pertumbuhan sel tumor yang cepat. Sel kanker dapat berkembang dan menyebar ke jaringan sehat di sekitarnya sehingga penanganannya membutuhkan perencanaan yang komprehensif. Pilihan terapi dapat meliputi operasi pengangkatan tumor atau kraniotomi. Namun, apabila operasi tidak memungkinkan atau masih diperlukan penanganan lanjutan setelah operasi, dokter dapat merekomendasikan radioterapi (terapi radiasi) untuk membantu mengendalikan sel tumor.
Salah satu pasien yang menjalani radioterapi untuk glioblastoma di RS Mandaya Royal Puri adalah Yuni Yuningsih. Setelah mendapatkan diagnosis kanker otak glioblastoma stadium 4, Yuni menjalani rangkaian radioterapi sebagai bagian dari penanganan penyakitnya. Selama menjalani terapi radiasi di RS Mandaya Royal Puri, Yuni merasa cukup nyaman dengan proses pengobatan yang dijalaninya. Menurut pengalamannya, keramahan tim dokter dan perawat turut membuat rangkaian prosedur radioterapi terasa lebih tenang dan nyaman bagi pasien.
“Selama (istri) saya radiasi di sini, saya merasa nyaman. Karena yang pertama, waktunya tepat dan saya tidak nunggu (terlalu lama). Istri saya juga kalau disuruh menunggu juga tidak tahan dia. Setelah radiasi, ada tempat istirahat. Jadi istri saya juga merasa nyaman di sini. Dan juga suster-susternya ramah semua, jadi saya merasa terima kasih juga untuk suster-suster. Saya dan istri saya merasa cocok sekali (berobat di sini),” ucap sang suami.
“Selama (menjalani prosedur) terapi radiasi, kejangnya hilang. Selama radiasi belum pernah kejang. Hanya gemetar saja. Kejang itu belum pernah. Tremor-tremor saja. Kalau dulu pasti (kejang) seminggu 2 kali atau 3 kali. Tapi sejak radiasi ini tidak pernah, hanya tremor saja. Jadi saya rasa, sudah ada kemajuan banyak.”
Contents
Kisah dan gejala yang dialami oleh pasien: sempat ke Penang, Malaysia
Kisah Yuni Yuningsih bermula dari kejadian yang tidak disangka oleh keluarganya. Suatu pagi sekitar pukul 05.00, Yuni mengalami kejang. Awalnya, sang suami mengira kejadian tersebut hanya sesuatu yang biasa dan tidak terlalu mengkhawatirkan. Namun, kejang kembali terjadi dan membuat keluarga mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Karena khawatir dengan kondisi Yuni, sang suami bersama anak-anaknya kemudian membawanya ke Penang, Malaysia, untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan MRI di sana menunjukkan adanya lesi kecil pada otak. Dokter menjelaskan bahwa temuan tersebut bukan merupakan stroke dan menyarankan agar Yuni mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter bedah saraf.
Setelah berkonsultasi dengan dokter bedah saraf, keluarga mendapatkan informasi bahwa lesi tersebut dicurigai sebagai kanker. Namun, jenis tumornya belum dapat dipastikan sehingga diperlukan pemeriksaan biopsi untuk mengetahui diagnosis secara lebih jelas.
Keluarga kemudian memutuskan untuk melanjutkan pengobatan di Jakarta. Sang suami mulai mencari informasi mengenai rumah sakit yang dapat menangani kondisi Yuni dan berharap mendapatkan pilihan pengobatan yang sesuai tanpa harus langsung menjalani operasi.
Setelah melakukan pencarian, keluarga menemukan informasi mengenai RS Mandaya Royal Puri. Hasil pemeriksaan berikutnya kemudian memastikan bahwa Yuni mengalami glioblastoma grade IV, salah satu jenis tumor otak yang bersifat agresif dan tumbuh dengan cepat.
Setelah diagnosis ditegakkan, Yuni direkomendasikan menjalani radioterapi sebanyak 30 kali sebagai bagian dari rangkaian penanganannya. Karena lokasi RS Mandaya Royal Puri yang cukup dekat dengan rumah, keluarga kemudian memutuskan untuk menjalani terapi radiasi di rumah sakit tersebut dan berkonsultasi dengan dr. Novina Fortunata, Sp.Onk.Rad, dokter spesialis onkologi radiasi.
Baca juga: 14 Gejala Tumor Otak yang Sering Disepelekan
Pasien merasa nyaman dengan prosedur radioterapi di RS Mandaya Royal Puri
Menjalani radioterapi sebanyak puluhan kali tentu menjadi proses yang tidak singkat bagi pasien dan keluarga. Karena itu, kenyamanan selama menjalani terapi menjadi salah satu hal yang dirasakan penting oleh keluarga Yuni.
Selama menjalani terapi radiasi di RS Mandaya Royal Puri, Yuni dan keluarganya merasa nyaman dengan proses pelayanan yang diberikan. Salah satu hal yang dirasakan membantu adalah ketepatan waktu pelaksanaan terapi sehingga pasien tidak perlu menunggu terlalu lama sebelum mendapatkan tindakan.
Ketersediaan area untuk beristirahat setelah menjalani radioterapi juga membuat Yuni merasa lebih nyaman. Selain fasilitas, keramahan para perawat menjadi bagian lain yang membuat pengalaman menjalani terapi radiasi terasa lebih ringan bagi pasien dan keluarganya.
Menariknya, selama menjalani rangkaian radioterapi, keluarga juga melihat adanya perubahan pada kondisi Yuni. Sebelum menjalani terapi, kejang dapat terjadi sekitar dua hingga tiga kali dalam seminggu. Namun, selama menjalani radioterapi, Yuni tidak lagi mengalami kejang seperti sebelumnya.
Keluhan yang masih dirasakan berupa tremor atau tubuh yang gemetar. Meski demikian, berkurangnya frekuensi kejang menjadi perkembangan yang dirasakan positif oleh keluarga selama proses pengobatan.
Bagi keluarga Yuni, menjalani pengobatan glioblastoma bukanlah perjalanan yang mudah. Namun, pengalaman mendapatkan pelayanan yang nyaman selama radioterapi serta perubahan pada kondisi yang dirasakan pasien memberikan harapan baru dalam menjalani proses pengobatan.
Baca juga: Perbedaan Kanker Otak dan Tumor Otak, Ini Kata Dr. Joy dari RS Mandaya Puri
Kenali gejala-gejala kanker otak glioblastoma
Gejala glioblastoma dapat berbeda pada setiap pasien, tergantung pada lokasi dan ukuran tumor di otak. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:
- Penglihatan kabur atau penglihatan ganda.
- Sakit kepala.
- Penurunan nafsu makan.
- Gangguan daya ingat.
- Perubahan suasana hati atau kepribadian.
- Kelemahan otot atau gangguan keseimbangan.
- Mual dan muntah.
- Kejang.
- Gangguan berbicara.
- Perubahan sensasi tubuh, seperti mati rasa atau kesemutan.
Gejala glioblastoma umumnya dapat muncul dan berkembang dengan cepat. Hal ini terjadi karena tumor yang terus membesar dapat memberikan tekanan pada otak sekaligus merusak jaringan otak sehat di sekitarnya.
Baca juga: Terapi Radiasi Kanker Otak di RS Mandaya Royal Puri dengan Teknologi 4D
Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?
Sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami beberapa gejala yang tidak biasa atau semakin memburuk, seperti:
- Gangguan daya ingat.
- Kejang.
- Sakit kepala berat atau gangguan penglihatan.
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, disertai mual dan muntah.
- Perubahan kepribadian atau suasana hati.
- Kelemahan, mati rasa, atau gangguan berbicara yang semakin memburuk.
Keunggulan radioterapi dengan Elekta Versa HD di RS Mandaya Royal Puri
RS Mandaya Royal Puri menggunakan Linac Elekta Versa HD, salah satu teknologi radioterapi yang dirancang untuk memberikan radiasi dengan tingkat ketepatan tinggi hingga submilimeter. Teknologi ini dilengkapi berbagai fitur untuk membantu dokter mengarahkan radiasi secara akurat ke area tumor, termasuk Stereotactic Radiosurgery (SRS), Stereotactic Body Radiotherapy (SBRT), dan 4D Image-Guided Radiotherapy (4D IGRT).

Dengan dukungan teknologi tersebut, pemberian radiasi dapat diarahkan secara lebih tepat ke target yang ditentukan sekaligus membantu membatasi paparan pada jaringan sehat di sekitar tumor. Berikut beberapa keunggulan radioterapi menggunakan Elekta Versa HD di RS Mandaya Royal Puri:
1. Presisi penyinaran hingga tingkat submilimeter
Elekta Versa HD dirancang untuk mengarahkan radiasi dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi hingga skala submilimeter. Ketepatan ini membantu dokter memberikan radiasi pada area tumor sekaligus meminimalkan paparan terhadap jaringan sehat di sekitarnya.
2. Dilengkapi teknologi SRS dan SBRT
Elekta Versa HD mendukung Stereotactic Radiosurgery (SRS) dan Stereotactic Body Radiotherapy (SBRT), yaitu teknik yang memungkinkan pemberian radiasi dengan dosis tinggi secara terfokus pada target tumor. Pada kondisi tertentu, pendekatan ini dapat memungkinkan terapi dilakukan dalam jumlah sesi yang lebih sedikit dibandingkan radioterapi konvensional.
3. Dapat menargetkan lebih dari satu tumor
Teknologi pada Elekta Versa HD memungkinkan dokter menangani beberapa target tumor dalam satu rangkaian penyinaran. Kemampuan tersebut dapat membantu membuat proses radioterapi lebih efisien dengan tetap mempertahankan ketepatan radiasi pada area yang dituju.
4. Didukung 4D Image-Guided Radiotherapy
4D Image-Guided Radiotherapy (4D IGRT) membantu tim medis memantau posisi target selama proses radioterapi. Teknologi ini juga dapat memperhitungkan pergerakan tumor yang dipengaruhi oleh pernapasan sehingga arah radiasi dapat disesuaikan dengan posisi target.
5. Membantu melindungi jaringan dehat
Pemberian radiasi yang lebih terarah membantu membatasi paparan pada jaringan sehat di sekitar tumor. Dengan demikian, terapi dapat direncanakan dengan mempertimbangkan upaya untuk mengurangi dampak radiasi pada jaringan yang tidak menjadi target pengobatan.
6. Mendukung proses terapi yang lebih efisien
Kemampuan Elekta Versa HD dalam memberikan radiasi secara terfokus dengan dosis yang sesuai memungkinkan sebagian pasien menjalani jumlah sesi yang lebih sedikit, tergantung pada jenis tumor, lokasi, kondisi pasien, serta rencana terapi yang ditentukan oleh dokter.
7. Membantu meningkatkan kenyamanan pasien
Elekta Versa HD dilengkapi teknologi pencitraan dan sistem pendukung yang membantu tim medis menyesuaikan pemberian radiasi dengan lokasi dan karakteristik tumor. Perencanaan dan pelaksanaan terapi yang lebih presisi dapat membantu prosedur radioterapi berlangsung secara lebih terarah dan nyaman bagi pasien.
Meski memiliki berbagai teknologi canggih, jenis teknik radioterapi, dosis, serta jumlah sesi tetap ditentukan berdasarkan kondisi masing-masing pasien. Dokter akan melakukan evaluasi untuk menentukan metode radioterapi yang paling sesuai dengan jenis, ukuran, lokasi, dan karakteristik tumor.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Glioblastoma. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17032-glioblastoma). Diakses pada 11 Agustus 2026.

