fbpx

Kombinasi Obat Kemoterapi yang Digunakan untuk Limfoma

Kemoterapi limfoma

Kemoterapi adalah salah satu pengobatan utama untuk berbagai jenis kanker, termasuk limfoma. Limfoma, atau kanker kelenjar getah bening, adalah jenis kanker yang bermula di sistem limfatik khususnya limfosit (sel darah putih).

Walau termasuk jenis kanker yang jarang dibandingkan kanker lainnya, limfoma memiliki angka harapan hidup yang cukup tinggi, baik untuk limfoma Hodgkin maupun non-Hodgkin. Kedua jenis limfoma itu diketahui dapat merespons pengobatan, seperti kemoterapi dengan sangat baik.

Berapa lama orang yang memiliki limfoma harus menjalani kemoterapi? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Konsultasi dokter

Prosedur kemoterapi untuk limfoma

Kemoterapi adalah pengobatan utama untuk limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin. Biasanya, kemoterapi diberikan dalam sebuah siklus. Satu siklus bisa terdiri atas beberapa kali kemoterapi. Dokter kemudian akan memberikan waktu Anda sekitar 3-4 minggu untuk pemulihan sebelum memulai siklus berikutnya.

Satu siklus kemoterapi kanker darah, termasuk limfoma bisa memakan waktu hingga hitungan bulan. Usai melengkapi satu siklus, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan hematologi untuk melihat bagaimana respons tubuh terhadap kemoterapi yang diberikan. Hasil pemeriksaan itu juga akan menentukan apakah Anda membutuhkan siklus kemoterapi tambahan atau tidak.

Kemoterapi untuk limfoma dapat diberikan lewat beberapa cara, yakni:

  • Intravena. Dokter akan memberikan obat-obatan kemoterapi menggunakan infus yang langsung masuk ke pembuluh darah Anda. Dokter juga dapat menggunakan alat kemoterapi yang ditanam di bawah kulit area dada dekat tulang selangka. 
  • Suntikan (subkutan). Kemoterapi juga mungkin diberikan melalui suntikan di jaringan lemak bawah kulit (subkutan).
  • Oral. Dokter mungkin memberikan kemoterapi berbentuk pil.
  • Intratekal. Untuk limfoma yang sudah menyebar ke tulang belakang dan otak, dokter dapat memberikan kemoterapi melalui cairan serebrospinal yang disuntikkan di ruas tulang belakang bagian bawah.

Obat kemoterapi untuk limfoma

Ada banyak kombinasi obat yang digunakan dalam kemoterapi untuk kanker kelenjar getah bening. Kombinasi ini disebut sebagai regimen kemoterapi.

Limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin memiliki regimen kemoterapi yang berbeda. 

Regimen kemoterapi limfoma Hodgkin

Terdapat 3 pilihan regimen obat kemoterapi yang bisa diberikan dokter, yakni:

1. ABVD, merupakan kombinasi obat-obatan yang terdiri atas:

  • Adriamycin (doxorubicin)
  • Bleomycin
  • Vinblastine
  • Dacarbazine (DTIC)

2. BEACOPP, yang terdiri atas:

  • Bleomycin
  • Etoposide (VP-16)
  • Adriamycin (doxorubicin)
  • Cyclophosphamide
  • Oncovin (vincristine)
  • Procarbazine
  • Prednisone

3. Stanford V, terdiri atas:

  • Doxorubicin (Adriamycin)
  • Mechlorethamine (nitrogen mustard)
  • Vincristine
  • Vinblastine
  • Bleomycin
  • Etoposide
  • Prednisone

4. AVD, yang terdiri atas:

  • Doxorubicin
  • Vinblastine
  • Dacarbazine

Regimen Stanford V dan AVD mungkin saja diikuti oleh radiasi setelahnya, terutama jika limfoma sudah berada dalam stadium lanjut.

Baca juga: Benjolan di Ketiak, Mungkinkah Kanker? 

Regimen kemoterapi limfoma non-Hodgkin

Beberapa kombinasi obat kemoterapi yang digunakan untuk mengatasi limfoma non-Hodgkin, antara lain:

1. CHOP, yang terdiri atas:

  • Cyclophosphamide
  • Doxorubicin (atau Hydroxydaunorubicin)
  • Vincristine (atau Oncovin)
  • Prednisone atau dexamethasone
  • Chlorambucil Carboplatin
  • Cytarabine
  • Etoposide
  • Methotrexate
  • Gemcitabine
  • Oxaliplatin

Regimen ini lebih umum digunakan untuk mengatasi limfoma non-Hodgkin yang memengaruhi sel limfosit B.

2. CVP, merupakan kombinasi obat cyclophosphamide and vincristine. Pasien kanker yang menggunakan regimen ini sering kali juga memerlukan kortikosteroid dalam kemoterapi yang dijalani.

Selain itu, kebanyakan kemoterapi untuk limfoma non-Hodgkin biasanya juga diberikan bersamaan dengan obat yang disebut dengan antibodi monoklonal, seperti rituximab and brentuximab vedotin (imunoterapi).

Tingkat keberhasilan kemoterapi limfoma

Kemoterapi merupakan salah satu pengobatan yang cukup efektif dalam mengobati limfoma. Namun, dokter mungkin saja merekomendasikan pengobatan kanker lainnya, seperti radioterapi, imunoterapi, dan targeted therapy.

Dengan kemoterapi dan kombinasi pengobatan yang tepat, angka harapan hidup 5 tahun pasien kanker limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin adalah sekitar 80% dan 73%.

Efek samping kemoterapi

Ada berbagai efek samping kemoterapi yang mungkin terjadi, seperti:

  • Rambut rontok
  • Sariawan
  • Kelelahan ekstrem
  • Hilang nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Diare atau sembelit
  • Lebih rentan terkena infeksi
  • Mudah memar dan berdarah
  • Kulit kering
  • Perubahan suasana hati (mood)
  • Masalah seksual

Umumnya, berbagai efek samping di atas bersifat jangka pendek. Artinya, kondisi Anda akan berangsur-angsur membaik apabila siklus kemoterapi sudah selesai.

Namun, beberapa obat yang digunakan dalam kemoterapi limfoma bisa saja menimbulkan efek jangka panjang, yang justru baru muncul beberapa tahun kemudian setelah pengobatan, seperti:

Baca juga: Perbedaan Kanker Darah Leukemia & Multiple Myeloma 

Meski demikian, dokter akan mempertimbangkan segala risiko dan manfaat yang didapat sebelum memulai pengobatan. Apabila manfaat yang didapat lebih besar daripada risikonya, dokter akan tetap menggunakan metode tersebut.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai efek samping yang dirasakan saat menjalani kemoterapi. Nantinya, dokter dapat memberikan beberapa pengobatan yang membantu meredakan efek samping kemoterapi limfoma yang Anda jalani.

Konsultasi dokter

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dengan mengunjungi Pusat Kanker Darah RS Mandaya Royal. Anda akan mendapatkan saran dan pelayanan medis terbaik dari para ahli yang kami miliki. Buat perjanjian lewat Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau download aplikasi Care Dokter di Google Play dan App Store. 

Pengalaman Pasien Kanker Limfoma Stadium 4 di Pusat Kanker & Radioterapi Mandaya Royal Hospital Puri

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes