Kanker Anak: Jenis, Gejala, Pengobatan, hingga Dokter yang Menanganinya

Kanker Anak: Jenis, Gejala, Pengobatan, hingga Dokter yang Menanganinya

Kanker anak merupakan kelompok penyakit kanker yang dapat menyerang anak-anak dan remaja berusia 0 hingga 19 tahun. Kondisi ini mencakup kanker pediatrik yang umumnya terjadi pada bayi hingga anak usia 14 tahun, serta kanker pada remaja usia 15 hingga 19 tahun. Menurut World Health Organization (WHO), diperkirakan sekitar 400.000 anak dan remaja di seluruh dunia berusia 0–19 tahun mengalami kanker.

Jenis kanker yang paling sering ditemukan pada anak antara lain leukemia, tumor otak, serta tumor padat seperti neuroblastoma dan tumor Wilms. Sementara itu, limfoma, kanker tulang, dan kanker tiroid lebih sering ditemukan pada kelompok usia remaja.

dr. Ludi Dhyani Rahmartani, Sp.A, Subsp. H.Onk(K)
dr. Ludi Dhyani Rahmartani, Sp.A, Subsp. H.Onk(K)

Salah satu dokter yang menangani kasus kanker anak adalah dokter spesialis anak subspesialis hematologi-onkologi, seperti dr. Ludi Dhyani Rahmartani, Sp.A, Subsp. H.Onk (K) di RS Mandaya Royal Puri. Beliau bisa melakukan beragam terapi sistemik untuk menangani kasus kanker pada anak, seperti kemoterapi hingga imunoterapi. 

Konsultasi dokter

Jenis-jenis kanker anak yang umum terjadi

Kanker dapat berkembang di berbagai bagian tubuh, termasuk pada anak-anak. Secara umum, jenis kanker ditentukan berdasarkan asal atau jenis sel tempat kanker tersebut pertama kali berkembang. Karena itu, kanker pada anak memiliki berbagai jenis dengan karakteristik dan lokasi yang berbeda.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, jenis kanker yang umum terjadi pada anak antara lain:

  • Leukemia, yaitu kanker yang menyerang sel-sel pembentuk darah dan menjadi salah satu jenis kanker yang paling sering ditemukan pada anak. Salah satu jenis yang paling umum adalah leukemia limfoblastik akut (LLA).
  • Kanker otak, yaitu kanker yang berkembang pada jaringan otak. Jenisnya dapat berbeda-beda tergantung lokasi dan sel asal tumor. Beberapa jenis yang dapat ditemukan pada anak antara lain glioma, medulloblastoma, dan astrositoma.
  • Neuroblastoma, yaitu kanker yang berasal dari sel saraf yang belum matang. Kanker ini sering berkembang pada kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal, meskipun dapat pula muncul di bagian tubuh lainnya.
  • Retinoblastoma, yaitu kanker yang berkembang pada retina, yaitu jaringan peka cahaya yang berada di bagian belakang mata.
  • Tumor Wilms, yaitu jenis kanker yang berasal dari jaringan ginjal dan terutama ditemukan pada anak-anak.
  • Sarkoma, yaitu kelompok kanker yang berkembang dari jaringan seperti tulang, otot, dan jaringan lunak. Beberapa jenisnya meliputi osteosarkoma, rhabdomyosarcoma, dan Ewing sarcoma.
  • Limfoma, yaitu kanker yang menyerang sistem limfatik, termasuk jaringan dan kelenjar getah bening. Limfoma pada anak secara umum dapat dibedakan menjadi limfoma Hodgkin dan limfoma Non-Hodgkin.
  • Kanker hati, yang meskipun relatif jarang pada anak dapat berupa hepatoblastoma maupun karsinoma hepatoseluler.
  • Kanker tiroid, yaitu kanker yang berkembang pada kelenjar tiroid. Meski lebih jarang dibandingkan beberapa jenis kanker anak lainnya, kondisi ini tetap dapat terjadi pada kelompok usia anak dan remaja.

Baca juga: Dokter Kemoterapi Anak di Jakarta dan Tangerang, Ada di RS Mandaya Royal Puri 

Gejala kanker anak yang perlu diwaspadai

Gejala kanker pada anak dapat terlihat mirip dengan gejala penyakit yang umum dialami anak. Sakit kepala, sakit perut, hingga memar atau terbentur merupakan keluhan yang sering terjadi dan tidak selalu berarti kanker. Namun, apabila suatu gejala berlangsung terus-menerus atau semakin memburuk, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Penurunan berat badan yang terus berlangsung tanpa penyebab yang jelas.
  • Sakit kepala, terutama yang disertai muntah pada pagi hari.
  • Pembengkakan atau nyeri yang menetap pada tulang, sendi, punggung, atau kaki.
  • Munculnya benjolan atau massa, terutama di leher, dada, ketiak, perut, atau panggul.
  • Memar atau perdarahan yang berlebihan, serta munculnya ruam pada kulit.
  • Infeksi yang terjadi terus-menerus, sering, atau berulang.
  • Muncul warna putih pada bagian belakang pupil mata.
  • Mual yang berlangsung terus-menerus atau muntah tanpa didahului rasa mual.
  • Kelelahan yang terus-menerus atau kulit tampak lebih pucat dari biasanya.
  • Perubahan pada mata atau penglihatan yang muncul secara tiba-tiba dan menetap.
  • Demam yang berulang atau terus-menerus tanpa berkaitan dengan flu maupun penyakit umum lainnya.

Penyebab kanker pada anak

Kanker terjadi ketika terjadi perubahan atau mutasi pada gen sehingga terbentuk sel-sel abnormal. Sel kanker kemudian dapat berkembang biak dan mengambil ruang yang seharusnya ditempati oleh sel sehat. Jika tidak ditangani, sel kanker juga dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Pada orang dewasa, perubahan gen biasanya berkaitan dengan proses penuaan dan paparan jangka panjang terhadap zat atau faktor pemicu kanker, seperti rokok, sinar ultraviolet, atau bahan kimia tertentu. Namun, mekanisme tersebut umumnya tidak berlaku pada kanker anak.

Pada kanker anak, mutasi gen dapat terjadi sebelum maupun setelah anak lahir. Hingga saat ini, para peneliti masih terus mempelajari faktor yang menyebabkan perubahan gen tersebut. Penelitian kanker telah membantu menemukan mutasi tertentu pada beberapa jenis kanker anak. Informasi mengenai perubahan gen ini dapat membantu dokter menentukan pilihan pengobatan yang paling sesuai untuk anak.

Faktor risiko kanker pada anak

Beberapa kelainan genetik yang diturunkan dari orang tua diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker pada anak. Sekitar 8–10 dari setiap 100 anak yang mengalami kanker diketahui memiliki kelainan genetik yang berkaitan dengan kondisi tersebut.

Beberapa kelainan genetik yang dapat meningkatkan risiko kanker pada anak antara lain:

  • Sindrom Beckwith-Wiedemann
  • Familial adenomatous polyposis (FAP)
  • Anemia Fanconi (FA)
  • Sindrom Li-Fraumeni
  • Sindrom Noonan
  • Penyakit Von Hippel-Lindau

Namun, memiliki salah satu kelainan genetik tersebut tidak berarti anak pasti akan mengalami kanker. Pada kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan atau skrining kanker secara berkala untuk membantu mendeteksi tanda-tanda kanker sedini mungkin.

Baca juga: Rekomendasi Dokter Kanker Anak di Jakarta Barat dan Tangerang, Ada di RS Mandaya Puri

Pengobatan kanker anak

Penanganan kanker pada anak disesuaikan dengan jenis kanker, lokasi, stadium, kondisi anak, serta karakteristik sel kankernya. Beberapa pilihan pengobatan yang dapat diberikan meliputi:

1. Kemoterapi

Kemoterapi merupakan salah satu pengobatan yang paling sering digunakan untuk menangani kanker pada anak. Terapi ini menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker atau menghambat pertumbuhannya. Kemoterapi biasanya diberikan dalam beberapa siklus yang terdiri dari periode pengobatan dan masa pemulihan.

2. Radioterapi

Radioterapi menggunakan radiasi untuk menghancurkan atau mengecilkan tumor. Radiasi dapat diberikan menggunakan mesin dari luar tubuh atau, pada kondisi tertentu, melalui alat yang ditempatkan di dekat atau di dalam area tumor.

3. Transplantasi sel punca

Transplantasi sel punca dapat menjadi salah satu pilihan terapi, terutama pada anak dengan leukemia atau limfoma. Sebelum transplantasi, anak biasanya mendapatkan kemoterapi dosis tinggi untuk menghancurkan sel kanker. Setelah itu, sel pembentuk darah yang sehat dari donor diberikan melalui infus.

4. Operasi

Pada beberapa jenis kanker, terutama tumor padat, operasi dapat dilakukan untuk mengangkat tumor. Dalam kondisi tertentu, operasi mungkin dapat mengangkat seluruh tumor. Namun, operasi juga dapat dikombinasikan dengan pengobatan lain seperti kemoterapi atau radioterapi.

5. Imunoterapi dan terapi target

Imunoterapi membantu meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh dalam mengenali dan melawan sel kanker. Sementara itu, terapi target bekerja dengan menyerang karakteristik atau kelemahan tertentu pada sel kanker yang berkaitan dengan perubahan genetik.

Sebagai jenis pengobatan yang terus berkembang, imunoterapi dan terapi target mungkin hanya tersedia untuk jenis kanker tertentu atau melalui uji klinis.

Baca juga: Rekomendasi Dokter Transplantasi Sumsum Tulang untuk Leukemia Anak 

Dokter anak subspesialis hematologi-onkologi di RS Mandaya Royal Puri

dr. Ludi Dhyani Rahmartani, Sp.A, Subsp. H.Onk(K)
dr. Ludi Dhyani Rahmartani, Sp.A, Subsp. H.Onk(K)

Dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi merupakan dokter anak yang telah menjalani pendidikan subspesialis untuk menangani berbagai penyakit yang berkaitan dengan darah dan kanker pada bayi, anak-anak, remaja, hingga dewasa muda. Dokter dengan kompetensi ini memiliki keahlian dalam melakukan diagnosis, menentukan pilihan terapi, serta memantau kondisi pasien selama menjalani pengobatan.

Beberapa kondisi yang dapat ditangani oleh dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi antara lain:

  • Kanker pada anak, seperti leukemia, limfoma, tumor otak, tumor tulang, serta berbagai jenis tumor padat lainnya.
  • Kelainan darah, termasuk gangguan pada sel darah merah, sel darah putih, maupun trombosit.
  • Gangguan perdarahan dan pembekuan darah, seperti hemofilia dan kelainan pembekuan darah lainnya.

Selain menentukan diagnosis dan pengobatan, dokter juga berperan dalam menyusun rencana perawatan sesuai kondisi masing-masing anak. Terapi dapat mencakup kemoterapi maupun metode pengobatan lainnya, serta pemantauan terhadap respons terapi dan kondisi anak selama proses pengobatan.

dr. Ludi Dhyani Rahmartani, Sp.A, Subsp. H.Onk (K) merupakan dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi di RS Mandaya Royal Puri yang menangani berbagai kondisi kelainan darah dan kanker pada anak.

dr. Ludi menyelesaikan pendidikan Dokter Umum di Universitas Indonesia pada tahun 2002. Beliau kemudian melanjutkan pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak di Universitas Indonesia dan menyelesaikannya pada tahun 2015.

Untuk memperdalam kompetensinya di bidang hematologi dan onkologi anak, dr. Ludi melanjutkan pendidikan subspesialis Hematologi-Onkologi Anak di Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 2021.

Dalam praktiknya, dr. Ludi memiliki kompetensi dalam menangani berbagai kondisi hematologi dan onkologi pada anak, termasuk:

  • Thalasemia dan berbagai kelainan darah pada anak.
  • Tumor otak pada anak.
  • Kanker anak yang membutuhkan kemoterapi, terapi target, maupun imunoterapi.
  • Transplantasi sumsum tulang.

Jadwal Praktik dr. Ludi di RS Mandaya Royal Puri

dr. Ludi Dhyani Rahmartani, Sp.A, Subsp. H.Onk (K) melayani konsultasi pasien di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal:

  • Kamis: 17.30–19.30 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Cleveland Clinic. Childhood Cancer. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24960-childhood-cancer). Diakses pada 11 Agustus 2026.
  2. World Health Organization (WHO). Cancer in Children. (https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer-in-children). Diakses pada 11 Agustus 2026.
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kanker Anak. (https://ayosehat.kemkes.go.id/kanker-anak). Diakses pada 11 Agustus 2026. 
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes