Kaki yang sering terasa sakit, pegal, berat, atau mudah lelah tidak selalu disebabkan oleh aktivitas fisik yang berlebihan. Keluhan tersebut dapat berkaitan dengan berbagai kondisi, mulai dari gangguan pembuluh darah hingga masalah pada tulang. Karena penyebabnya bisa berbeda, pemeriksaan perlu disesuaikan dengan gejala dan kondisi yang dialami.
Di RS Mandaya Royal Puri, tersedia berbagai pemeriksaan yang dapat membantu mencari penyebab kaki sering sakit. Pemeriksaan tersebut antara lain USG Doppler untuk menilai kondisi dan aliran darah pada pembuluh darah serta tes bone mineral density (BMD) untuk mengetahui kepadatan tulang dan membantu mendeteksi osteoporosis.
Contents
Jenis pemeriksaan untuk kaki sering sakit di RS Mandaya Royal Puri
Berikut adalah beberapa jenis pemeriksaan untuk kaki sering sakit di RS Mandaya Royal Puri:
1. Cek aliran pembuluh darah kaki dengan USG Doppler

Gangguan pada aliran darah dapat menjadi salah satu penyebab kaki terasa sakit. Beberapa kondisi pembuluh darah yang dapat menimbulkan keluhan pada kaki antara lain:
- Varises, yaitu kondisi ketika darah menumpuk di dalam pembuluh darah vena sehingga pembuluh tersebut tampak berwarna ungu atau biru di bawah kulit.
- Peripheral artery disease (PAD), yaitu kondisi ketika plak yang terdiri dari lemak dan kolesterol menumpuk di dalam pembuluh darah arteri sehingga aliran darah menjadi lebih sempit.
- Deep vein thrombosis (DVT), yaitu terbentuknya bekuan darah pada pembuluh darah vena dalam yang dapat menghambat aliran darah. Kondisi ini dapat berbahaya sehingga membutuhkan penanganan medis dengan segera.
Untuk mengetahui kondisi dan aliran darah pada pembuluh darah kaki, RS Mandaya Royal Puri menyediakan paket pemeriksaan pembuluh darah kaki dengan USG Doppler.
Pemeriksaan ini merupakan metode noninvasif yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk mengukur aliran darah melalui pembuluh darah. Gelombang suara tersebut dipantulkan oleh sel darah merah yang bergerak di dalam aliran darah. Berbeda dengan USG biasa yang menghasilkan gambaran struktur tubuh, USG Doppler juga dapat menunjukkan bagaimana darah mengalir di dalam pembuluh darah.
Baca juga: dr. Suci Indriani, Spesialis Pembuluh Darah yang tangani Varises hingga Kaki Diabetes
2. Deteksi osteoporosis dengan pemeriksaan BMD
Osteoporosis pada tahap awal biasanya tidak menimbulkan gejala yang jelas. Seseorang dapat merasa sehat dan tidak menyadari bahwa kepadatan tulangnya perlahan menurun. Kondisi inilah yang membuat osteoporosis sering disebut sebagai silent disease atau penyakit yang diam-diam berkembang. Keluhan nyeri umumnya baru muncul ketika osteoporosis sudah menyebabkan patah tulang atau menimbulkan masalah lain pada tubuh.
Untuk membantu mengetahui apakah keluhan kaki sering sakit berkaitan dengan penurunan kepadatan tulang atau osteoporosis, RS Mandaya Royal Puri menyediakan pemeriksaan bone mineral density (BMD). Tes BMD mengukur jumlah kalsium dan mineral lain pada area tulang tertentu. Hasil pemeriksaan dapat membantu dokter mendeteksi osteoporosis atau kehilangan kepadatan tulang sekaligus memperkirakan risiko patah tulang.
Baca juga: Deteksi Osteoporosis dengan Pemeriksaan BMD di RS Mandaya Royal Puri
Kapan harus ke dokter jika kaki sering sakit?
Kaki yang sering sakit sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika keluhan semakin parah atau disertai tanda lain. Segera konsultasikan ke dokter jika mengalami kondisi berikut:
- Kaki tampak merah dan bengkak, atau muncul perubahan warna seperti kebiruan atau kehitaman.
- Kaki terasa dingin dan tampak pucat.
- Nyeri kaki semakin parah saat beraktivitas dan membaik ketika beristirahat.
- Nyeri tidak membaik meskipun sudah mencoba penanganan di rumah.
- Mengalami demam.
- Sedang mengonsumsi obat tertentu yang diduga dapat menyebabkan nyeri kaki. Jangan menghentikan obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Anda juga perlu mendapatkan pemeriksaan segera jika mengalami:
- Infeksi kulit atau sendi: kulit atau area di sekitar sendi tampak merah dan terasa nyeri, terutama jika disertai demam.
- DVT: muncul pembengkakan baru pada salah satu kaki yang dapat disertai kemerahan atau nyeri. Kondisi ini perlu segera diperiksa karena DVT dapat menghambat aliran darah di pembuluh vena dalam.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Leg Pain. (https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/leg-pain). Diakses pada 28 September 2026.
- Mayo Clinic. Doppler Ultrasound. (https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/ultrasound/expert-answers/doppler-ultrasound/faq-20058452). Diakses pada 28 September 2026.
- Atlas Pain Specialists. Is Osteoporosis Painful in the Legs? Understanding the Symptoms. (https://atlaspainspecialists.com/is-osteoporosis-painful-in-the-legs-understanding-the-symptoms/). Diakses pada 28 September 2026.
- MedlinePlus. Leg Pain. (https://medlineplus.gov/ency/article/007197.htm). Diakses pada 28 September 2026.

