Osteoporosis adalah kondisi yang membuat tulang menjadi lebih rapuh dan mudah patah. Bahkan, benturan ringan, terjatuh, membungkuk, atau batuk dapat menyebabkan tulang mengalami patah pada orang yang mengalaminya. Patah tulang akibat osteoporosis paling sering terjadi pada tulang panggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang.
Masalahnya, osteoporosis sering berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas hingga terjadi patah tulang. Karena itu, pemeriksaan kepadatan tulang dapat membantu mendeteksi kondisi ini sejak dini. Salah satu pemeriksaan yang digunakan untuk menilai kepadatan mineral tulang adalah Bone Mineral Densitometry (BMD). Di RS Mandaya Royal Puri, pemeriksaan BMD tersedia untuk membantu mengetahui kondisi kepadatan tulang dan mendukung deteksi osteoporosis.
Contents
Apa itu pemeriksaan BMD untuk deteksi osteoporosis dan bagaimana prosedurnya?
BMD merupakan pemeriksaan pencitraan yang digunakan untuk mengukur kepadatan mineral tulang. Pemeriksaan ini umumnya menggunakan teknologi DXA (dual-energy X-ray absorptiometry), yaitu sinar-X dengan radiasi dosis rendah untuk menilai kepadatan tulang. Hasil pemeriksaan dapat membantu dokter mengetahui kekuatan tulang dan mendeteksi osteoporosis.
Pemeriksaan BMD dilakukan dengan prosedur yang relatif sederhana. Secara umum, tahapannya meliputi:
- Pasien berbaring di atas meja pemeriksaan khusus.
- Petugas akan membantu mengatur posisi tubuh pasien agar bagian tulang yang diperiksa berada pada posisi yang tepat. Pada pemeriksaan tertentu, bantalan berbahan busa dapat digunakan untuk membantu menopang atau mempertahankan posisi kaki.
- Lengan pemindai akan diarahkan melewati tubuh pasien untuk mengambil gambar tulang. Pemeriksaan biasanya berfokus pada tulang panggul dan tulang belakang, tetapi bagian tulang lainnya, seperti lengan bawah, juga dapat diperiksa sesuai kebutuhan.
- Hasil pemindaian akan diproses oleh komputer untuk memberikan gambaran dan pengukuran kepadatan tulang. Teknologi DXA menggunakan dua tingkat energi sinar-X untuk membedakan tulang dari jaringan lunak di sekitarnya.
Selama pemeriksaan, pasien umumnya hanya perlu berbaring dan mengikuti arahan petugas. Hasil BMD selanjutnya dapat digunakan dokter untuk menilai kepadatan tulang dan membantu menentukan apakah terdapat tanda-tanda osteoporosis atau kondisi tulang yang perlu ditindaklanjuti.
Siapa yang direkomendasikan menjalani pemeriksaan BMD?
Pemeriksaan BMD dapat direkomendasikan kepada siapa saja yang perlu mengetahui kepadatan tulang dan risiko mengalami patah tulang. Namun, beberapa kelompok memiliki risiko osteoporosis yang lebih tinggi sehingga pemeriksaan kepadatan tulang secara berkala dapat menjadi bagian dari evaluasi kesehatan mereka.
Beberapa kelompok yang umumnya direkomendasikan menjalani pemeriksaan BMD antara lain:
- Perempuan berusia di atas 65 tahun.
- Laki-laki berusia di atas 70 tahun.
- Orang berusia di atas 50 tahun yang pernah mengalami patah tulang.
- Orang yang memiliki orang tua atau kakek-nenek dengan riwayat osteoporosis.
- Orang yang mengalami penurunan tinggi badan sekitar 3,8 cm atau lebih dibandingkan tinggi badan maksimalnya, yang umumnya diukur sejak usia 20-an.
Selain kelompok tersebut, orang yang berusia lebih muda juga dapat membutuhkan pemeriksaan BMD apabila memiliki faktor risiko kehilangan kepadatan tulang. Dokter dapat menentukan kapan pemeriksaan perlu dilakukan dan seberapa sering pemeriksaan perlu diulang berdasarkan kondisi masing-masing.
Risiko penurunan kepadatan tulang juga dapat meningkat akibat kondisi kesehatan tertentu, kebiasaan, maupun penggunaan obat-obatan tertentu. Beberapa di antaranya meliputi:
- Penyakit autoimun tertentu.
- Kebiasaan merokok atau menggunakan produk tembakau lainnya.
- Konsumsi alkohol berlebihan.
- Kekurangan vitamin D.
- Penggunaan obat kortikosteroid.
- Obat-obatan tertentu untuk kanker.
- Obat imunosupresan tertentu.
- Obat yang menekan hormon.
- Obat-obatan tertentu untuk mengatasi kejang.
- Penggunaan proton pump inhibitor (PPI) untuk mengatasi refluks asam lambung dan GERD.
- Penggunaan heparin sebagai obat pengencer darah.
Jika memiliki salah satu faktor risiko tersebut, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah pemeriksaan BMD diperlukan dan kapan waktu yang tepat untuk melakukannya.
Waspadai komplikasi osteoporosis jika tidak ditangani

Osteoporosis yang tidak ditangani dapat menyebabkan tulang semakin rapuh dan meningkatkan risiko terjadinya patah tulang, termasuk akibat benturan atau tekanan yang ringan. Patah tulang akibat osteoporosis paling sering terjadi pada tulang panggul dan tulang belakang, yang dapat menyebabkan keterbatasan dalam bergerak hingga disabilitas.
Pada kondisi yang lebih berat, patah tulang juga dapat meningkatkan risiko kematian, terutama jika terjadi pada tulang panggul. Selain itu, osteoporosis dapat menyebabkan perubahan struktur tulang belakang sehingga postur tubuh menjadi membungkuk atau terlihat lebih bungkuk dari sebelumnya.
Karena itu, deteksi dan penanganan osteoporosis sejak dini penting dilakukan untuk membantu menjaga kekuatan tulang serta mengurangi risiko komplikasi dan patah tulang di kemudian hari.
Pemeriksaan BMD di RS Mandaya Royal Puri
RS Mandaya Royal Puri menyediakan layanan Bone Mineral Densitometry (BMD) untuk membantu menilai kepadatan mineral tulang dan mendeteksi risiko osteoporosis. Pemeriksaan ini dapat menjadi bagian dari evaluasi kesehatan tulang, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko osteoporosis atau mengalami kondisi yang dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang.
Harga pemeriksaan BMD di RS Mandaya Royal Puri mulai dari Rp790.000. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan, persiapan sebelum menjalani BMD, serta pendaftaran, Anda dapat menghubungi RS Mandaya Royal Puri.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Cleveland Clinic. DEXA (DXA) Scan: Bone Density Test. (https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/10683-dexa-dxa-scan-bone-density-test). Diakses pada 25 September 2026.
- Mayo Clinic. Osteoporosis – Symptoms and Causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteoporosis/symptoms-causes/syc-20351968). Diakses pada 25 September 2026.
- Healthline. Osteoporosis: Symptoms, Causes, Risk Factors, and Treatment. (https://www.healthline.com/health/osteoporosis#complications). Diakses pada 25 September 2026.

