Hepatocellular Carcinoma: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

hepatocellular carcinoma

Ada berbagai jenis kanker primer. Hepatocellular carcinoma adalah salah satu jenis kanker hati primer yang paling umum terjadi. Sekitar 90% kejadian kanker liver adalah hepatocellular carcinoma. 

Hepatocellular carcinoma umumnya berkembang dari penyakit liver kronis, seperti sirosis.

Apa itu karsinoma hepatoseluler?

Karsinoma hepatoseluler, alias hepatocellular carcinoma (HCC), adalah jenis kanker hati yang paling umum terjadi. Kanker hati HCC ini berkembang dari penyakit hati kronis, seperti sirosis, yang terjadi akibat infeksi hepatitis B dan C.

Hampir sekitar 85% yang mengalami HCC didiagnosis memiliki sirosis.

Hepatocellular carcinoma yang ditemukan pada tahap awal memiliki peluang kesembuhan yang sangat baik. Akan tetapi, banyak orang tidak menyadari karena gejala-gejalanya baru mulai dirasakan saat sel kanker telah berkembang cukup jauh.

Itu sebabnya, apabila Anda memiliki faktor risiko tinggi terhadap kanker liver, melakukan skrining rutin setiap tahun bisa jadi upaya deteksi dini dan pencegahan.

Gejala hepatocellular carcinoma

Gejala awal kanker hati jenis HCC mungkin tidak tampak pada awalnya karena perkembangannya yang cukup lambat. Namun, HCC termasuk jenis kanker yang agresif dan bertumbuh dengan cepat.

Maka itu, ada beberapa gejala hepatocellular carcinoma yang sebaiknya Anda waspadai, seperti:

  • Penurunan berat badan tanpa sebab
  • Nafsu makan menurun
  • Sakit perut bagian atas
  • Mual dan muntah
  • Kelelahan ekstrem
  • Perut membengkak
  • Mata dan kulit menguning (jaundice)
  • Feses berwarna putih seperti dempul
  • Perut terasa penuh akibat pembengkakan hati atau limpa

Baca juga: Penanganan Abses Hati Oleh Dokter Radiologi Intervensi 

Konsultasi dokter

Penyebab hepatocellular carcinoma

Kebanyakan hepatocellular carcinoma disebabkan oleh sirosis. Sirosis adalah kerusakan permanen akibat munculnya jaringan parut pada liver.

Jaringan parut itu akan menyebabkan hati mengeras dan memengaruhi fungsinya. Jaringan parut terbentuk akibat kerusakan hati terus-menerus selama bertahun-tahun. 

Dengan kata lain, penyakit hati kronis yang sudah lama diderita meningkatkan risiko Anda mengalami kanker hati jenis HCC.

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami HCC, antara lain:

  • Infeksi Hepatitis B dan C kronis
  • Sirosis
  • Memiliki penyakit hati yang diturunkan dalam keluarga
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Memiliki fatty liver baik karena alkohol ataupun non-alkohol

Diagnosis 

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengecek kondisi dan ukuran liver Anda. Dokter akan mengecek adanya benjolan tumor hati ataupun ukuran hati yang membesar.

Selain itu, dokter akan merekomendasikan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Tes darah, seperti tes fungsi hati, pemeriksaan darah lengkap, atau protein penanda HCC
  • Tes pencitraan, seperti USG hati, CT scan, MRI, dan angiografi
  • Biopsi liver.

Pengobatan hepatocellular carcinoma 

Pengobatan HCC akan sangat tergantung pada stadium kanker, persebaran sel kanker, dan kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan. 

Beberapa opsi pengobatan untuk HCC, yaitu:

  • Operasi pengangkatan sel kanker (hepatektomi)
  • Transplantasi liver
  • Ablasi kanker hati (ablasi radiofrekuensi atau cryoablation)
  • Embolisasi 
  • Kemoterapi
  • Radioterapi
  • Terapi tertarget (targeted therapy)
  • Imunoterapi

Umumnya, kanker hati bisa disembuhkan dengan pengobatan di atas. Peluang kesembuhan akan semakin besar jika sel kanker ditemukan pada stadium awal.

Terapi SIRT Y-90 dan HIFU untuk kanker hati jenis HCC di RS Mandaya Royal Puri

1. SIRT Y-90

Terapi SIRT Y-90 merupakan salah satu pilihan pengobatan kanker hati berbasis radiasi yang menggunakan zat radioaktif Yttrium-90 untuk menyerang tumor secara langsung. Pada prosedur ini, partikel mikro berisi Y-90 disalurkan melalui pembuluh darah menuju lokasi tumor, sehingga radiasi dapat bekerja secara tepat sasaran pada jaringan kanker. Metode ini memungkinkan sel kanker dihancurkan secara efektif dengan tetap meminimalkan dampak pada jaringan hati yang sehat. Selain itu, terapi Y-90 juga berperan dalam mengecilkan tumor, mengurangi keluhan yang dirasakan pasien, serta membantu meningkatkan kualitas dan harapan hidup.

Secara umum, berikut tahapan cara kerja terapi SIRT Y-90 dalam penanganan kanker hati tanpa operasi:

  • Sebelum prosedur utama dilakukan, dokter akan melakukan mapping angiogram, yaitu pemeriksaan pencitraan untuk memetakan pembuluh darah yang memasok tumor. Pemeriksaan ini bertujuan menentukan jalur terbaik agar partikel Y-90 dapat mencapai area target secara optimal.
  • Selanjutnya, partikel mikro yang mengandung Y-90 dimasukkan ke dalam pembuluh darah yang mengarah ke tumor di hati.
  • Partikel tersebut kemudian mengalir mengikuti aliran darah hingga mencapai lokasi tumor.
  • Setelah sampai di area target, Y-90 akan memancarkan radiasi dosis tinggi untuk menghancurkan sel kanker.
  • Radiasi ini bekerja secara terfokus pada tumor, sehingga jaringan hati sehat di sekitarnya tetap relatif terlindungi.

2. HIFU

Teknologi HIFU di Mandaya
Teknologi HIFU di Mandaya

High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) adalah terapi non-invasif modern yang menggunakan gelombang ultrasound berintensitas tinggi untuk memanaskan dan menghancurkan jaringan tumor hati tanpa operasi atau sayatan sama sekali. Teknologi ini memfokuskan energi ultrasound langsung pada titik tumor sehingga sel kanker mengalami kematian.

Berikut ini adalah beberapa keunggulan dari terapi HIFU:

  • Tanpa operasi: Prosedur ini tidak membutuhkan sayatan bedah besar.
  • Minim komplikasi: Risiko perdarahan dan infeksi sangat rendah karena tindakan dilakukan dari luar permukaan kulit.
  • Pemulihan cepat: Pasien umumnya tidak merasakan nyeri hebat pascatindakan dan dapat pulih lebih cepat.
  • Menjangkau lokasi sulit: Efektif untuk tumor yang terletak di area menantang seperti dekat diafragma atau pembuluh darah besar.

Baca juga: Elastography Liver di Mandaya Royal Hospital Puri 

Pencegahan hepatocellular carcinoma (HCC)

HCC termasuk salah satu jenis kanker yang bisa dicegah. Cara mencegah kanker hati HCC utamanya berfokus untuk mencegah penyakit liver, seperti sirosis dan hepatitis.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah hepatocellular carcinoma, yaitu:

  • Membatasi atau menghindari konsumsi alkohol
  • Menjaga berat badan ideal
  • Mendapatkan vaksin hepatitis B dan C
  • Jalani perilaku seks yang sehat

Baca juga: Vaksin Hepatitis A untuk Dewasa: Harga, Jadwal, Manfaat 

Hepatocellular carcinoma memiliki peluang kesembuhan jika ditemukan pada stadium awal. Itu sebabnya, jika Anda memiliki risiko yang tinggi mengalami kanker liver, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan HCC.

Profil dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI dan jadwal prakteknya di RS Mandaya Puri

Layanan penanganan kanker hati menggunakan teknologi canggih seperti SIRT Y-90 hingga HIFU di RS Mandaya Royal Puri ditangani oleh dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI, dokter spesialis radiologi dengan subspesialis radiologi intervensi. Beliau menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Kristen Maranatha, Bandung, sebelum melanjutkan pendidikan spesialis radiologi di Universitas Indonesia.

Dalam pengerjaan SIRT Y-90, dr. Sugianto akan dibantu oleh tim dokter spesialis kedokteran nuklir Mandaya yang bertugas menyiapkan zat radiofarmka Y-90.

Sebagai konsultan radiologi intervensi, dr. Sugi memiliki pengalaman dalam melakukan berbagai prosedur minimal invasif untuk menangani beragam kondisi medis kompleks, termasuk tumor dan kanker hati. Dengan memanfaatkan teknologi pencitraan modern, berbagai tindakan dapat dilakukan secara lebih presisi tanpa memerlukan operasi terbuka.

Beberapa kompetensi yang dikuasai dr. Sugi meliputi:

  • Radiofrequency Ablation (RFA) untuk terapi nodul tiroid.
  • Microwave Ablation (MWA) sebagai salah satu metode penanganan tumor dan kanker hati.
  • Cryoablation untuk mengatasi nodul maupun tumor dengan teknik pembekuan jaringan.
  • Digital Subtraction Angiography (DSA) untuk membantu diagnosis dan terapi berbagai kelainan pembuluh darah, termasuk aneurisma otak.
  • Penanganan aneurisma otak dengan teknik coiling, flow diverter, dan pemasangan stent.

Didukung oleh pengalaman klinis serta pemanfaatan teknologi medis terkini, dr. Sugianto menghadirkan pilihan terapi kanker hati yang terarah dan minim invasif di RS Mandaya Royal Puri, termasuk melalui prosedur SIRT Y-90 hingga HIFU yang dirancang untuk membantu menangani tumor secara lebih efektif.

Konsultasi dokter

Konsultasikan masalah kesehatan Anda ke dokter spesialis penyakit dalam. Bila memiliki masalah yang mengarah pada gejala-gejala kanker hati, Anda bisa langsung berkonsultasi ke dokter spesialis liver untuk menemukan penyebab dan pengobatan yang tepat.

Kunjungi Mandaya Liver Center di Mandaya Royal Hospital Puri untuk menemui dokter hepatologi kami. Hubungi kami lewat Chat Whatsapp, Book Appointment, atau download aplikasi Care Dokter di Google Play dan App Store untuk membuat janji temu.

Lihat juga: Pengobatan Kanker Hati Operasi Hepatektomi

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes