Tumor adalah massa jaringan abnormal yang bisa tumbuh di berbagai bagian tubuh, seperti di otak. Tumor otak adalah kondisi yang tidak boleh disepelekan karena bisa mengancam nyawa jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Contents
Apa itu tumor otak?
Tumor otak adalah kumpulan atau massa sel abnormal di otak. Tumor tersebut dapat bersifat kanker (ganas) atau nonkanker (jinak). Saat ada tumor, maka kerja otak dapat terganggu. Pasalnya, saat tumor terus tumbuh, maka tekanan di dalam tulang tengkorak yang melindungi otak akan semakin tinggi. Hal ini dapat memicu berbagai gejala, seperti sakit kepala, gangguan keseimbangan, bahkan sulit bicara.
Tumor otak jinak dan ganas biasanya memiliki gejala yang mirip. Namun, tumor jinak biasanya tidak menyebar ke jaringan lain, sementara kanker otak memiliki kemungkinan menyebar.
Tumor otak jinak juga biasanya memiliki batas yang lebih jelas sehingga lebih mudah diangkat melalui prosedur pembedahan. Biasanya, tumor otak jinak tidak muncul kembali setelah pengangkatan.
Di sisi lain, tumor otak ganas dapat tumbuh dengan cepat dan menyebar ke bagian lain otak atau sistem saraf pusat. Jenis tumor ini bisa menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.
Tumor otak dikategorikan sebagai primer atau sekunder, berikut adalah penjelasan lengkapnya:
1. Tumor otak primer
Tumor otak primer berasal dari otak Anda. Tumor ini dapat berkembang dari:
- Sel-sel otak
- Selaput yang mengelilingi otak (meninges)
- Sel-sel saraf
- Kelenjar, seperti kelenjar pituitari pineal.
Tumor otak primer dapat bersifat jinak ataupun kanker. Pada orang dewasa, jenis tumor otak yang paling umum adalah glioma dan meningioma.
2. Tumor otak sekunder
Tumor otak sekunder adalah kanker otak yang paling banyak ditemukan. Tumor ini bermula di satu bagian tubuh dan menyebar, atau bermetastasis, ke otak. Berikut adalah beberapa jenis kanker yang dapat bermetastasis ke otak:
- Kanker paru-paru
- Kanker payudara
- Kanker ginjal
- Kanker kulit.
Tumor otak sekunder dianggap berbahaya karena sifatnya selalu ganas.
Gejala tumor otak
Gejala tumor otak bervariasi dan bergantung pada bagian otak yang terdampak.
Berikut adalah beberapa gejala umum dari jenis tumor ini yang patut diwaspadai:
- Sakit kepala
- Kejang-kejang
- Merasa mual terus-menerus, muntah-muntah, dan mengantuk
- Perubahan mental atau perilaku, seperti masalah ingatan atau perubahan kepribadian
- Kelemahan progresif atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh
- Masalah penglihatan atau bicara.
Terkadang, orang dengan tumor di otak mungkin tidak merasakan gejala apa pun pada awalnya, atau gejala-gejala tersebut mungkin berkembang secara lambat seiring berjalannya waktu.
Penyebab tumor otak
Berikut adalah sejumlah penyebab atau faktor risiko tumor di otak:
1. Riwayat keluarga
Salah satu faktor risiko atau penyebab tumor otak adalah riwayat keluarga. Hanya sekitar 5-10 persen kasus kanker yang diwariskan secara genetik atau turun-temurun.
Tumor otak jarang diwariskan secara genetik. Namun, berkonsultasilah dengan dokter jika Anda memiliki anggota keluarga yang telah menerima diagnosis tumor di otak. Nantinya, dokter dapat merekomendasikan konselor genetik untuk Anda.
2. Faktor usia
Faktor risiko tumor di otak selanjutnya adalah usia. Risiko dari sebagian besar jenis tumor otak meningkat seiring bertambahnya usia.
3. Paparan bahan kimia dan radiasi
Paparan bahan kimia tertentu, seperti bahan kimia yang mungkin ditemukan di lingkungan kerja, dapat meningkatkan risiko kanker otak.
Selain paparan bahan kimia, paparan radiasi juga dianggap bisa meningkatkan risiko kanker. Orang yang terpapar radiasi pengion (ionizing radiation) memiliki risiko tumor di otak yang lebih tinggi. Anda dapat terpapar radiasi pengion melalui terapi kanker radiasi tinggi atau nuklir.
Insiden pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukushima dan Chernobyl adalah contoh bagaimana orang dapat terpapar radiasi pengion.
Diagnosis tumor otak
Untuk mendiagnosis tumor di otak, dokter dapat melakukan pemeriksaan neurologis, yakni tes sistem saraf. Selama tes ini, dokter akan memeriksa berbagai fungsi untuk masalah yang mungkin terkait dengan tumor otak. Fungsi-fungsi ini meliputi:
- Kekuatan anggota tubuh
- Kekuatan tangan
- Refleks
- Pendengaran
- Penglihatan
- Sensitivitas kulit
- Keseimbangan
- Koordinasi
- Ingatan
- Kelincahan mental.
Setelah tes ini, dokter dapat menjadwalkan beberapa pemeriksaan tambahan, di antaranya:
1. CT scan kepala
CT scan adalah cara bagi dokter untuk mendapatkan hasil pemindaian tubuh yang lebih mendetail. Tes ini bisa dilakukan dengan atau tanpa kontras.
Kontras digunakan dalam CT scan kepala dengan menggunakan pewarna khusus yang bisa membantu dokter untuk melihat beberapa struktur, seperti pembuluh darah, dengan jelas.
2. MRI kepala
Jika pasien menjalani prosedur MRI kepala, pewarna khusus dapat digunakan untuk membantu dokter dalam mendeteksi tumor. MRI berbeda dari CT scan karena tidak menggunakan radiasi. Umumnya, MRI kepala memberikan gambaran yang jauh lebih mendetail tentang struktur otak.
3. Angiografi
Tes ini menggunakan pewarna yang disuntikkan ke arteri pasien, biasanya di area selangkangan. Pewarna tersebut nantinya akan mengalir ke arteri di otak dan memungkinkan dokter untuk melihat seperti apa suplai darah tumor. Informasi ini berguna pada saat operasi.
4. Sinar-X tengkorak
Tumor di otak dapat menyebabkan patah tulang atau fraktur pada tulang tengkorak. Dengan menggunakan sinar-X, dokter dapat melihat apakah ada patah tulang yang terjadi pada tengkorak pasien.
Di samping itu, sinar-X juga bisa mendeteksi endapan kalsium, yang terkadang terkandung dalam tumor. Endapan kalsium mungkin ada dalam aliran darah jika kanker telah berpindah ke tulang.
5. Biopsi
Selama biopsi, bagian kecil dari tumor akan diambil. Selanjutnya, dokter ahli saraf akan memeriksanya untuk mengidentifikasi apakah sel tumor tersebut jinak atau ganas. Biopsi juga akan menentukan apakah kanker berasal dari otak atau bagian tubuh yang lain.
Pengobatan tumor otak
Pengobatan tumor di otak bergantung pada beberapa faktor, seperti lokasi, ukuran, jumlah, dan jenis tumor, usia pasien, hingga kesehatan pasien secara keseluruhan.
Tumor otak jinak biasanya bisa diangkat dengan operasi dan umumnya tidak tumbuh kembali. Hal ini sering kali bergantung pada apakah ahli bedah saraf dapat mengangkat seluruh tumor dengan aman atau tidak.
Usia juga menjadi faktor yang menentukan jenis pengobatan tumor otak. Sebagai contoh, pengobatan yang cukup dapat ditoleransi dengan baik oleh orang dewasa, seperti terapi radiasi, dapat mencegah perkembangan normal otak anak, terutama pada anak-anak di bawah usia lima tahun. Jadi, terapi radiasi mungkin lebih direkomendasikan untuk orang dewasa.
Dokter biasanya menggunakan kombinasi terapi untuk mengobati tumor. Pilihan perawatan tumor di otak biasanya meliputi:
-
Awake Brain Surgery (operasi otak sadar)
Salah satu pengobatan tumor yang bisa direkomendasikan dokter adalah Awake Brain Surgery. Awake Brain Surgery adalah prosedur bedah otak yang dilakukan ketika pasien dalam kondisi sadar. Umumnya, metode bedah ini dianjurkan untuk mengatasi tumor di otak atau kanker otak yang memengaruhi area penting untuk berbicara, mengoordinasi gerakan, atau fungsi lainnya.
Keuntungan dari metode Awake Brain Surgery untuk operasi tumor otak adalah dokter bisa memantau respons pasien secara langsung (real-time) guna memastikan tidak ada kerusakan pada bagian otak yang mengontrol fungsi vital.
Dalam prosedurnya, dokter akan menggunakan anestesi (obat bius) lokal untuk menghilangkan rasa sakit. Sementara itu, pasien akan terus diajak berinteraksi selama operasi untuk memandu tindakan bedah secara lebih presisi.
-
Transnasal Endoscopic Surgery
Pengobatan tumor otak selanjutnya adalah Transnasal Endoscopic Surgery, yaitu prosedur bedah minimal invasif yang melibatkan penggunaan endoskop fleksibel. Alat ini akan dimasukkan melalui hidung untuk mencapai area dalam otak, seperti kelenjar pituitari dan dasar tengkorak.
Prosedur ini sering kali direkomendasikan untuk mengangkat tumor pituitari, mengatasi kebocoran cairan serebrospinal, hingga melakukan biopsi tanpa harus membuka tengkorak.
Jika dibandingkan dengan operasi otak konvensional, beberapa kelebihan dan keunggulan dari metode Transnasal Endoscopic Surgery adalah masa pemulihan yang lebih cepat, risiko komplikasi yang lebih rendah, hingga mengurangi bekas luka.
-
Terapi radiasi
Dalam terapi radiasi, dosis tinggi sinar-X digunakan untuk menghancurkan atau mengecilkan sel tumor otak.
-
SRS Brain Radiotherapy
SRS, atau Stereotactic Radiosurgery, adalah metode radioterapi presisi yang menggunakan dosis radiasi tinggi untuk menargetkan tumor, kanker, atau kelainan di otak tanpa perlu pembedahan.
SRS Brain Radiotherapy kerap digunakan untuk mengatasi tumor otak, malformasi arteriovenosa (AVM), hingga beberapa gangguan neurologis lainnya, seperti neuralgia trigeminal.
SRS Brain Radiotherapy dilakukan dengan cara mengarahkan sinar radiasi dari berbagai sudut untuk menghancurkan sel-sel abnormal, sambil meminimalisir kerusakan pada jaringan sehat yang ada di sekitarnya.
-
Brakiterapi
Brakiterapi adalah bentuk terapi radiasi yang melibatkan penempatan benih radioaktif, kapsul, atau implan lainnya secara langsung di dalam atau di dekat tumor kanker.
-
Kemoterapi
Kemoterapi adalah pengobatan tumor otak yang melibatkan obat-obatan antikanker. Obat ini bisa membunuh sel kanker di otak dan seluruh tubuh. Pasien mungkin menerima kemoterapi melalui suntikan ke pembuluh darah atau meminumnya sebagai pil.
Dokter mungkin merekomendasikan kemoterapi setelah operasi untuk membunuh sel kanker yang tertinggal atau untuk mencegah sel tumor yang tersisa agar tidak tumbuh lagi.
-
Imunoterapi
Imunoterapi, juga disebut terapi biologis, adalah jenis perawatan yang menggunakan sistem imun tubuh pasien untuk melawan kanker. Terapi ini terdiri dari stimulasi sistem imun untuk membantunya bekerja lebih efektif.
-
Terapi tertarget
Dengan terapi tertarget, obat-obatan digunakan untuk menargetkan fitur-fitur tertentu dalam sel kanker, tanpa membahayakan sel-sel sehat. Dokter mungkin akan merekomendasikan terapi tertarget jika pasien mengalami kesulitan menoleransi efek samping kemoterapi, seperti kelelahan dan mual.
Jika Anda memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi lebih lanjut seputar tumor otak, jangan ragu untuk mengunjungi Pusat Kanker Terpadu Mandaya dan Pusat Tumor Otak Mandaya untuk berkonsultasi langsung dengan tim dokter kami. Pusat Kanker Terpadu di RS Mandaya Puri juga dilengkapi dengan berbagai macam teknologi untuk menangani kanker.
Segera buat janji temu dengan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.