Batal ke Penang, Pasien Ini Pilih Operasi Bypass Jantung MICS dengan Robot Da Vinci Xi di RS Mandaya Puri dengan dr. Wirya

Batal ke Penang, Pasien Ini Pilih Operasi Bypass Jantung MICS dengan Robot Da Vinci Xi di RS Mandaya Puri dengan dr. Wirya

Operasi bypass jantung merupakan salah satu tindakan untuk mengatasi penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah jantung akibat penyakit jantung koroner. Dalam prosedur ini, dokter membuat jalur baru bagi aliran darah dengan menggunakan pembuluh darah sehat dari bagian tubuh lain sebagai cangkok bypass. Jalur baru tersebut membantu meningkatkan aliran darah menuju otot jantung yang sebelumnya terganggu akibat penyumbatan.

Seiring perkembangan teknologi medis, operasi bypass jantung kini tidak selalu harus dilakukan melalui sayatan besar. Salah satunya melalui metode minimally invasive cardiac surgery (MICS) yang memungkinkan tindakan dilakukan melalui sayatan yang lebih kecil. Bahkan, prosedur ini dapat dibantu dengan teknologi robot bedah Da Vinci Xi, yang dirancang untuk membantu dokter melakukan tindakan dengan visualisasi dan pergerakan instrumen yang lebih presisi. 

Pengalaman tersebut juga dirasakan oleh Pak Freddy, pasien asal Surabaya yang sempat berencana menjalani pengobatan di Penang, Malaysia karena mendapat informasi bahwa biaya pengobatan di sana lebih murah. Namun, ia akhirnya memilih menjalani operasi bypass jantung MICS dengan robot Da Vinci Xi di RS Mandaya Royal Puri bersama dr. Wirya Ayu Graha, Sp. BTKV, Subsp. JD (K).

“Operasi (dengan dr. Wirya) hari Minggu malam. Hari ini (4 hari pascaoperasi) sudah bisa jalan. Sudah bisa muter-muter tadi. Terus bisa ke toilet sendiri. Luar biasa,” kata Pak Freddy.

Sempat berencana berobat ke Penang karena rumornya lebih murah

Sebelum mengetahui adanya penyumbatan pada pembuluh darah jantung, Pak Freddy sempat mengalami keluhan yang muncul terutama saat tubuh mulai lelah. Dada terasa tidak nyaman hingga terkadang membuatnya perlu berhenti sejenak untuk memulihkan kondisi.

Keluhan tersebut awalnya ia ceritakan kepada anak-anaknya. Keluarga kemudian menyarankan Pak Freddy untuk tidak mengabaikannya dan segera melakukan pemeriksaan jantung. Ia pun menjalani pemeriksaan, termasuk EKG dan treadmill test. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penyumbatan pada pembuluh darah jantung yang kemudian perlu ditangani lebih lanjut.

dr. Wirya, Dokter Spesialis Bedah Jantung Berlisensi Robotik, Bypass Jantung Lebih Presisi
dr. Wirya lakukan bypass jantung metode MICS dengan bantuan robot Da Vinci Xi di RS Mandaya Royal Puri.

Sebelum menjalani tindakan di RS Mandaya Royal Puri, Pak Freddy sempat berencana berobat ke Penang. Ia mendapat informasi bahwa biaya pengobatan jantung di sana lebih terjangkau. 

“Kalau (operasi) jantung, lebih baik ke Penang dan di sana murah. Itu rumor yang ada. Tapi kenyataannya saya ke sana tidak murah juga (harganya),” ucap pasien. 

Dengan hasil pemeriksaan yang menunjukkan adanya penyumbatan pada beberapa pembuluh darah jantung, awalnya Pak Freddy juga mempertimbangkan pemasangan ring atau stent.

Namun, setelah mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai kondisinya, pilihan bypass jantung dinilai lebih sesuai untuk menangani penyumbatan yang dialaminya. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dibawanya, terdapat penyumbatan pada pembuluh darah jantung di sisi kiri dengan tingkat penyumbatan sekitar 90%, 80%, dan 70%.

Pak Freddy kemudian mencari informasi lebih lanjut mengenai pilihan pengobatan yang tersedia. Saat berkonsultasi di Penang, ia mendapat penjelasan mengenai tindakan minimal invasif yang dapat dilakukan dari sisi dada, tetapi penjelasan mengenai prosedur tersebut justru membuatnya merasa khawatir. Sebagai orang awam, ia mengaku masih memiliki banyak pertanyaan mengenai proses operasi dan bagaimana kondisi jantung selama tindakan.

Karena masih merasa ragu, Pak Freddy akhirnya memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan mencari pilihan penanganan lain. Dari Surabaya, ia kemudian terbang ke Jakarta, yaitu ke RS Mandaya Royal Puri untuk berkonsultasi dengan dr. Wirya.

Di RS Mandaya Royal Puri, Pak Freddy mendapatkan penjelasan mengenai pilihan operasi bypass jantung minimal invasif atau MICS dengan bantuan robot Da Vinci Xi. Menurut penjelasan yang diterimanya, prosedur tersebut dapat dilakukan melalui sayatan yang lebih kecil, sekitar 5–6 cm, sehingga berbeda dengan operasi bypass jantung konvensional yang umumnya membutuhkan sayatan lebih panjang pada dada.

Penjelasan tersebut membuat Pak Freddy lebih yakin untuk menjalani tindakan di Indonesia. Ia juga mendapatkan informasi mengenai pengalaman dr. Wirya dalam melakukan prosedur MICS robotik, termasuk menangani pasien dengan kondisi jantung yang kompleks.

Baca juga: Perbedaan Operasi Bypass Jantung Metode Konvensional dan MICS (Minimal Invasif)

Empat hari setelah operasi, Pak Freddy sudah bisa berjalan

Keputusan untuk menjalani operasi bypass jantung MICS dengan robot Da Vinci Xi akhirnya diambil setelah Pak Freddy mendapatkan penjelasan mengenai prosedur dan pemulihan yang diharapkan. Operasi dilakukan oleh dr. Wirya pada Minggu malam.

Setelah menjalani operasi bypass jantung MICS dengan bantuan robot Da Vinci Xi, kondisi Pak Freddy berangsur membaik. Hanya empat hari setelah operasi, ia sudah dapat berjalan, berkeliling di area rumah sakit, hingga pergi ke toilet secara mandiri.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Pak Freddy dalam memilih penanganan penyakit jantung tanpa harus melanjutkan rencana berobat ke luar negeri. Menurut pengalamannya, perkembangan teknologi dan kemampuan dokter di Indonesia membuat pasien memiliki pilihan untuk mendapatkan tindakan jantung dengan teknologi modern di dalam negeri.

Baca juga: Pengobatan Penyakit Jantung Koroner: Mulai dari Pasang Ring/Stent hingga Operasi Bypass Jantung

Waspadai penyumbatan pembuluh darah jantung dan gejalanya

Penyumbatan pada pembuluh darah jantung umumnya berkaitan dengan penyakit jantung koroner, yaitu kondisi ketika pembuluh darah yang membawa darah dan oksigen ke otot jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan. Kondisi ini biasanya terjadi akibat penumpukan plak di dinding pembuluh darah yang berlangsung secara perlahan selama bertahun-tahun.

Pada tahap awal, penyakit jantung koroner dapat tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, ketika pembuluh darah semakin menyempit, aliran darah dan oksigen ke otot jantung dapat berkurang, terutama ketika jantung membutuhkan lebih banyak oksigen saat melakukan aktivitas fisik.

Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada (angina stabil), terutama saat beraktivitas atau mengalami stres. Keluhan biasanya membaik setelah beristirahat.
  • Sesak napas, yang dapat muncul saat melakukan aktivitas fisik, bahkan pada aktivitas yang relatif ringan.
  • Mudah lelah atau kemampuan melakukan aktivitas fisik yang menurun.

Pada sebagian orang, penyakit jantung koroner bahkan dapat pertama kali diketahui ketika terjadi serangan jantung. Karena itu, keluhan seperti nyeri atau rasa tidak nyaman di dada, terutama yang muncul saat beraktivitas, sebaiknya tidak diabaikan dan perlu diperiksakan untuk mengetahui penyebabnya.

Keunggulan bypass jantung dengan robot Da Vinci Xi, dijelaskan langsung oleh ahlinya

Penggunaan robot Da Vinci Xi dalam operasi bypass jantung memberikan sejumlah keunggulan, terutama dalam membantu dokter melakukan tindakan dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Menurut dr. Wirya, beberapa keunggulan tersebut meliputi:

1. Visualisasi area operasi lebih jelas

Sistem robotik Da Vinci Xi dilengkapi kamera dengan kemampuan pembesaran yang tinggi. Teknologi ini memungkinkan dokter melihat area operasi secara lebih detail, termasuk struktur pembuluh darah berukuran sangat kecil.

Dengan tampilan yang diperbesar, dokter dapat melakukan tindakan secara lebih presisi pada area yang membutuhkan ketelitian tinggi.

“Ketika kita menggunakan robot, kita menggunakan kamera dan zoom-nya itu besar. View-nya jadi lebih jelas, makanya sangat-sangat presisi. Bahkan 1 milimeter atau 2 milimeter itu sangat kelihatan di robot,” kata dr. Wirya.

2. Memungkinkan operasi melalui sayatan yang lebih kecil

Robot Da Vinci Xi membantu dokter melakukan prosedur melalui beberapa akses berukuran kecil, sehingga tidak memerlukan sayatan besar seperti pada operasi bypass jantung konvensional.

Sayatan yang lebih kecil dapat membantu mengurangi trauma pada jaringan, termasuk risiko nyeri dan perdarahan, serta mendukung proses pemulihan setelah operasi.

3. Membantu pengambilan pembuluh darah untuk graft secara presisi

Dalam operasi bypass jantung, dokter membutuhkan pembuluh darah sehat dari bagian tubuh lain untuk digunakan sebagai graft atau pembuluh darah cangkok. Pembuluh darah tersebut kemudian digunakan untuk membuat jalur baru agar aliran darah dapat melewati bagian pembuluh darah jantung yang mengalami penyumbatan.

Salah satu pembuluh darah yang dapat digunakan adalah left internal mammary artery (LIMA), yaitu pembuluh darah yang berada di dinding dada. Dengan bantuan robot, proses pengambilan pembuluh darah ini dapat dilakukan melalui akses yang lebih kecil sekaligus membantu dokter bekerja dengan tingkat ketelitian yang tinggi.

“Fungsinya robot adalah mengambil pembuluh darah yang di dinding dada, yang nanti kita mau bypass ke jantung,” lanjut dr. Wirya. 

LIMA memiliki karakteristik yang mendukung penggunaannya sebagai graft dalam operasi bypass jantung. Pembuluh darah ini terutama sering digunakan untuk membuat jalur bypass menuju pembuluh darah koroner di bagian depan jantung dan dikenal memiliki daya tahan yang baik, sehingga dapat mendukung keberlangsungan hasil bypass dalam jangka panjang.

Profil dan jadwal praktik dr. Wirya di RS Mandaya Royal Puri

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K), dokter ahli bedah jantung minimal invasif

dr.Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD (K) merupakan dokter spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular (BTKV) dengan fokus subspesialisasi pada bedah jantung dewasa. Dalam dua tahun, beliau telah menangani lebih dari 400 kasus MICS.

Pengalaman tersebut juga mendukung perannya dalam mengembangkan dan memperkenalkan teknik MICS di Indonesia, termasuk untuk prosedur bypass jantung dan operasi penggantian katup jantung. Pada pendekatan ini, tindakan dapat dilakukan melalui sayatan yang lebih kecil, umumnya sekitar 6–8 cm, tanpa perlu membelah tulang dada secara penuh.

Menempuh pendidikan Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Wirya memiliki kompetensi dalam menangani berbagai prosedur bedah jantung dengan pendekatan minimal invasif. MICS menjadi salah satu bidang yang menjadi fokus praktiknya, yaitu teknik bedah jantung melalui sayatan yang lebih kecil tanpa membuka tulang dada secara penuh.

Bagi pasien yang memenuhi kriteria, pendekatan MICS dapat membantu mengurangi trauma akibat operasi dan mendukung pemulihan setelah tindakan. Selain MICS, beliau juga menangani berbagai prosedur pada jantung dan pembuluh darah, seperti CABG atau bypass jantung, operasi katup jantung, hingga bedah aorta.

Untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan di bidangnya, dr. Wirya juga mengikuti berbagai forum ilmiah dan pelatihan internasional, di antaranya:

  • 2017: 25th Annual Meeting of the Asian Society for Cardiovascular and Thoracic Surgery, Seoul, Korea Selatan
  • 2018: 28th Annual Meeting of the Association of the Thoracic and Cardiovascular Surgeon of Asia
  • 2019: 1st Joint Biennial South East Asian Regional Congress on Cardiovascular and Thoracic Surgery in Collaboration with 20th MATCVS – Annual Scientific Meeting, Malacca
  • 2021: 25th European Vascular Course and 5th European Cardiovascular Course

Pasien yang ingin berkonsultasi mengenai MICS, bypass jantung, operasi katup, maupun masalah jantung dan pembuluh darah lainnya dapat menemui dr. Wirya A. Graha di Mandaya Royal Hospital Puri. Jadwal praktik beliau adalah:

  • Selasa: 16.30–20.00 WIB
  • Kamis: 16.30–20.00 WIB
  • Sabtu: 10.00–13.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Referensi:

  1. Mayo Clinic. Coronary Artery Bypass Graft. (https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/coronary-bypass-surgery/about/pac-20384589). Diakses pada 2 Oktober 2026.
  2. Cleveland Clinic. Coronary Artery Disease (CAD). (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16898-coronary-artery-disease). Diakses pada 2 Oktober 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes