Anak usia 1 tahun belum merangkak tentu dapat membuat orang tua merasa khawatir. Meski setiap anak memiliki tahapan perkembangan yang berbeda, keterlambatan merangkak pada usia ini tetap perlu diperhatikan, terutama jika disertai tanda-tanda lain seperti kesulitan menggerakkan tubuh atau terlambat mencapai kemampuan motorik lainnya.
Pemeriksaan ke dokter penting dilakukan untuk mengetahui penyebabnya, termasuk kemungkinan adanya kondisi medis tertentu seperti cerebral palsy atau gangguan perkembangan, sehingga anak bisa mendapatkan penanganan yang tepat sedini mungkin.
Contents
Kapan bayi biasanya mulai merangkak?
Sebagian besar bayi mulai merangkak pada usia 7 hingga 10 bulan, tetapi rentang perkembangan normalnya cukup luas. Ada bayi yang mulai merangkak sejak usia 6 bulan, sementara ada juga yang baru mulai setelah usia 10 bulan. Bahkan, beberapa bayi tidak melalui fase merangkak sama sekali.
Jika Anda khawatir dengan perkembangan kemampuan merangkak bayi, cobalah perhatikan beberapa hal berikut:
- Apakah bayi sudah dapat duduk dengan baik?
- Apakah bayi berusaha bergerak untuk meraih mainan atau mendekati orang di sekitarnya?
- Apakah bayi menggunakan kedua sisi tubuhnya secara seimbang?
- Apakah perkembangan bayi secara keseluruhan terus menunjukkan kemajuan dari bulan ke bulan?
Jika jawaban Anda adalah “ya” untuk sebagian besar atau semua pertanyaan tersebut, kemungkinan besar bayi yang belum merangkak bukanlah suatu masalah, terlepas dari usianya saat ini.
Baca juga: Anak Usia 1 Tahun Harus Sudah Bisa Apa Saja? Ini Kata Dokter Anak
Kapan harus ke dokter jika anak belum bisa merangkak?
Jika anak belum merangkak pada usia 1 tahun dan juga belum menunjukkan upaya untuk melakukannya, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter anak.
Penting untuk memeriksakan anak ke dokter apabila pada usia 1 tahun ia belum berusaha merangkak, belum mampu menarik tubuhnya hingga berdiri (pull to stand), belum dapat berpindah tempat dengan baik, atau tampak tidak menggunakan kedua sisi tubuhnya secara seimbang.
Penanganan sejak dini, seperti program intervensi dini dan fisioterapi, dapat membantu mengatasi berbagai penyebab keterlambatan, mulai dari keterlambatan perkembangan ringan, gangguan tonus otot yang terlalu lemah atau terlalu kaku, ketidakseimbangan penggunaan sisi tubuh, hingga kondisi medis yang lebih serius. Meskipun nantinya tidak ditemukan gangguan perkembangan, pemeriksaan oleh dokter anak atau fisioterapis anak tetap bermanfaat untuk mengetahui penyebab anak belum merangkak sekaligus memastikan tumbuh kembangnya berjalan dengan baik.
Baca juga: Kapan Harus Membawa Anak untuk Konsultasi Tumbuh Kembang?
Mengapa merangkak penting untuk anak?
Merangkak merupakan salah satu tahapan penting dalam perkembangan bayi. Berikut beberapa manfaat merangkak bagi tumbuh kembang anak:
- Membantu anak mengenali risiko dan menjaga keselamatan. Pengalaman merangkak membantu bayi belajar membedakan permukaan yang aman dan tidak aman untuk dilalui, sehingga kemampuan menilai risiko di lingkungan sekitarnya dapat berkembang.
- Mendukung perkembangan kemampuan spasial. Saat merangkak, bayi belajar memahami posisi tubuh, jarak, serta hubungan antara dirinya dengan benda-benda di sekitarnya. Kemampuan ini penting untuk mendukung aktivitas sehari-hari di kemudian hari.
- Meningkatkan kemampuan memori dan fungsi otak. Penelitian menunjukkan bahwa awal fase merangkak berkaitan dengan perkembangan memori yang lebih fleksibel serta perubahan positif pada fungsi otak yang mendukung proses belajar.
- Melatih kemampuan bergerak secara mandiri. Merangkak menjadi salah satu bentuk awal mobilitas mandiri yang membantu bayi mengeksplorasi lingkungan dan mengembangkan rasa percaya diri.
- Menjadi bagian dari tahapan perkembangan motorik. Meskipun beberapa bayi tidak melalui fase merangkak dan tetap berkembang secara normal, kemampuan bergerak secara mandiri, baik dengan merangkak, menggeser tubuh, merayap, maupun langsung berjalan, tetap berperan penting dalam mendukung perkembangan fisik dan kognitif anak.
Baca juga: Macam-Macam Gangguan Motorik Anak dan Ciri-Ciri yang Perlu Diwaspadai
Konsultasi dengan dr. Lisa Safira, Sp.A(K) di Mandaya Royal Hospital Puri

Jika anak sudah berusia 1 tahun tetapi belum merangkak, terutama bila disertai keterlambatan perkembangan lainnya, orang tua sebaiknya tidak menunda untuk berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui apakah keterlambatan tersebut masih termasuk variasi perkembangan normal atau merupakan tanda adanya gangguan tumbuh kembang maupun kondisi medis tertentu.
Di Mandaya Royal Hospital Puri, orang tua dapat berkonsultasi dengan dr. Lisa Safira, Sp.A(K), dokter spesialis anak konsultan neurologi anak (subspesialis saraf anak), yang berpengalaman dalam menangani berbagai gangguan tumbuh kembang dan gangguan neurologis pada anak. dr. Lisa akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan motorik, kemampuan sensorik, refleks, serta fungsi saraf anak untuk mencari penyebab keterlambatan merangkak.
Apabila diperlukan, pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan penunjang diagnostik seperti EEG (elektroensefalografi) untuk menilai aktivitas listrik otak, MRI atau CT scan otak guna mendeteksi adanya kelainan struktur otak, sehingga kondisi seperti cerebral palsy, keterlambatan perkembangan (developmental delay), epilepsi, maupun gangguan neurologis lainnya dapat diketahui secara lebih akurat. Dengan diagnosis yang tepat, dokter dapat menentukan terapi atau intervensi sedini mungkin agar tumbuh kembang anak dapat dioptimalkan.
dr. Lisa Safira, Sp,A (K) bisa ditemui di Mandaya Royal Hospital Puri pada:
- Senin: 16.30 – 18.30 WIB
- Rabu: 16.30 – 18.30 WIB
- Jumat: 16.30 – 18.30 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Cerebral Palsy Guidance. Baby Not Crawling: Is It a Sign of Cerebral Palsy? (https://www.cerebralpalsyhub.com/cerebral-palsy/symptoms/baby-not-crawling/). Diakses pada 29 Juni 2026.
- Hendry, A. Does It Matter if Your Child Skips Crawling? Psychology Today. 2022. (https://www.psychologytoday.com/us/blog/parenting-translator/202203/does-it-matter-if-your-child-skips-crawling). Dipublikasikan pada Maret 2022. Diakses pada 29 Juni 2026.

