Limfedema adalah pembengkakan yang terjadi ketika cairan limfa menumpuk di jaringan tubuh. Cairan ini kaya akan protein dan normalnya dialirkan melalui sistem limfatik, yaitu jaringan pembuluh dan kelenjar getah bening yang berperan dalam mengalirkan cairan sekaligus membantu tubuh melawan infeksi. Ketika sistem limfatik mengalami kerusakan atau penyumbatan, cairan tersebut tidak dapat mengalir dengan baik sehingga menyebabkan pembengkakan.
Salah satu penyebab limfedema yang cukup umum adalah pengobatan kanker yang melibatkan pengangkatan atau kerusakan kelenjar getah bening, seperti mastektomi pada kanker payudara. Selain itu, cedera atau penyumbatan pada sistem limfatik juga dapat menyebabkan kondisi ini. Pada sebagian orang, limfedema dapat diturunkan dalam keluarga atau terjadi tanpa penyebab yang diketahui.
Penanganan limfedema dapat disesuaikan dengan kondisi dan tingkat keparahan yang dialami pasien. Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah lymphaticovenous anastomosis (LVA), yaitu prosedur yang membantu mengalihkan cairan limfa berlebih ke sistem vena untuk mengurangi pembengkakan akibat limfedema dan membantu mencegahnya kambuh kembali.
Contents
Apa itu lymphaticovenous anastomosis (LVA) untuk limfedema?
Lymphaticovenous anastomosis (LVA) merupakan metode untuk mengalihkan cairan limfa berlebih ke sistem vena guna membantu mengurangi pembengkakan akibat limfedema dan mencegahnya kembali terjadi. Dalam prosedur LVA, pembuluh limfa pada bagian tubuh yang mengalami limfedema dihubungkan dengan pembuluh darah vena di sekitarnya. Dengan begitu, cairan limfa dapat dialirkan ke dalam pembuluh vena dan kembali bersirkulasi ke seluruh tubuh.
Tujuan LVA adalah membantu mengurangi pembengkakan, meningkatkan kenyamanan pasien, serta mengurangi kebutuhan penggunaan pakaian kompresi.
Baca juga: Tangani Lengan Bengkak Pasca Operasi Kanker Payudara dengan Teknik LVA di RS Mandaya Royal Puri
Bagaimana prosedur LVA untuk limfedema dilakukan?
Secara umum, berikut adalah prosedur LVA untuk limfedema:
- Membuat jalur baru untuk cairan limfa: LVA merupakan prosedur pembedahan yang menghubungkan pembuluh limfa dengan pembuluh darah vena. Tujuannya agar cairan limfa dapat dialirkan ke pembuluh vena dan melewati saluran limfa yang sudah tidak berfungsi dengan baik.
- Dilakukan melalui sayatan kecil: Prosedur LVA dilakukan melalui sayatan pada area ketiak.
- Mengidentifikasi pembuluh limfa: Dokter spesialis bedah plastik akan mengidentifikasi pembuluh limfa yang mengalirkan cairan limfa di area ketiak menggunakan pewarna khusus yang disuntikkan sebelumnya.
- Menghubungkan pembuluh limfa dan vena: Setelah pembuluh limfa yang sesuai ditemukan, pembuluh tersebut dihubungkan dengan pembuluh vena di sekitarnya sehingga terbentuk jalur baru untuk mengalirkan cairan limfa.
- Sayatan ditutup: Setelah prosedur selesai, luka sayatan ditutup menggunakan jahitan yang dapat larut dengan sendirinya. Bekas pewarna pada lengan bagian atas juga dapat terlihat dan pada beberapa kasus bertahan selama beberapa bulan.
- Umumnya tidak perlu rawat inap: LVA biasanya dilakukan sebagai prosedur satu hari, sehingga pasien umumnya tidak perlu menginap di rumah sakit.
Waspadai gejala limfedema, tidak hanya bengkak
Pembengkakan merupakan gejala limfedema yang paling umum. Pembengkakan dapat muncul secara perlahan sehingga terkadang tidak disadari pada tahap awal, tetapi pada beberapa kondisi dapat terjadi secara tiba-tiba. Gejala lain yang dapat muncul meliputi:
- Pembengkakan pada lengan, kaki, atau bagian tubuh lainnya.
- Ukuran lengan atau kaki terlihat sedikit berbeda antara sisi yang satu dan lainnya.
- Lengan, kaki, atau bagian tubuh tertentu terasa lebih berat atau penuh.
- Pakaian, cincin, gelang, atau aksesori lainnya terasa lebih ketat dari biasanya.
- Sendi terasa lebih kaku atau sulit digerakkan.
- Pembuluh darah atau tendon pada tangan dan kaki tidak terlihat atau terasa seperti biasanya.
- Kulit tampak bengkak atau kemerahan.
- Kulit terasa gatal atau seperti terbakar.
- Kulit menjadi lebih tebal dari biasanya.
Apa saja penyebab limfedema?
Limfedema dapat terjadi akibat berbagai kondisi yang mengganggu fungsi sistem limfatik. Beberapa penyebabnya meliputi:
- Operasi kanker payudara: Operasi kanker payudara terkadang melibatkan pengangkatan kelenjar getah bening di bawah lengan atau dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh limfa di sekitarnya.
- Operasi di area panggul: Pengangkatan kelenjar getah bening di area panggul dapat meningkatkan risiko terjadinya limfedema.
- Terapi radiasi: Radioterapi dapat menyebabkan jaringan parut dan kerusakan pada sistem limfatik sehingga mengganggu aliran cairan limfa.
- Cedera atau trauma: Cedera pada bagian tubuh tertentu dapat merusak pembuluh limfa yang berada di bawah kulit maupun jaringan yang lebih dalam.
- Infeksi: Infeksi dapat menyebabkan kerusakan pada sistem limfatik dan mengganggu aliran cairan limfa.
- Obesitas: Jaringan lemak berlebih dapat memberikan tekanan pada kelenjar dan pembuluh limfa sehingga menghambat aliran cairan limfa.
- Kurang bergerak: Aktivitas otot, terutama otot kaki, membantu mendukung aliran cairan limfa. Kurangnya aktivitas dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki.
- Tumor: Tumor dapat menghambat aliran cairan limfa sehingga menyebabkan penumpukan cairan.
- Gangguan jantung: Kondisi tertentu pada jantung, termasuk gagal jantung kongestif, dapat menyebabkan penumpukan cairan dan pembengkakan pada kaki.
- Gangguan pembuluh darah: Masalah kronis pada pembuluh darah dapat mengganggu keseimbangan dan aliran cairan di dalam tubuh sehingga berkontribusi terhadap pembengkakan.
- Penyakit ginjal: Gangguan fungsi ginjal dapat membuat tubuh kesulitan membuang kelebihan cairan. Akibatnya, cairan dapat menumpuk dan menyebabkan pembengkakan.
Apakah limfedema berbahaya jika tidak ditangani?
Limfedema dapat menjadi kondisi yang serius jika tidak ditangani dengan baik. Penumpukan cairan limfa dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada kulit. Dalam kondisi tertentu, infeksi tersebut dapat berkembang menjadi kondisi yang mengancam jiwa.
Meski sangat jarang, limfedema juga dapat meningkatkan risiko terjadinya lymphangiosarcoma, yaitu jenis kanker kulit yang sangat langka. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala limfedema dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
Profil dan jadwal praktik dr. Sara, dokter bedah plastik ahli LVA di RS Mandaya Royal Puri

dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K) adalah dokter spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik dengan subspesialisasi microsurgery dan onkoplasti. Beliau menempuh pendidikan dokter umum dan spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik di Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan pendalaman di bidang microsurgery dan onkoplasti untuk mendukung penanganan berbagai kebutuhan rekonstruksi pada pasien kanker.
Bidang keahliannya meliputi rekonstruksi payudara setelah mastektomi serta penanganan limfedema dengan teknik LVA. Pada pasien kanker payudara, LVA dapat menjadi salah satu pilihan penanganan limfedema, khususnya pembengkakan pada lengan yang dapat terjadi akibat terganggunya aliran cairan limfa setelah operasi atau radioterapi.
Sebelum menentukan penanganan, dr. Sara akan mengevaluasi kondisi pasien untuk mengetahui teknik yang paling sesuai. Konsultasi juga dilakukan agar pasien mendapatkan pemahaman mengenai kondisi yang dialami, pilihan penanganan yang tersedia, serta tujuan dari tindakan yang akan dilakukan.
Jadwal praktik dr. Sara di RS Mandaya Royal Puri
dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K) melayani konsultasi di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal:
- Selasa: 17.00–19.30 WIB
- Kamis: 17.00–19.30 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Mayo Clinic. Lymphedema – Symptoms and Causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lymphedema/symptoms-causes/syc-20374682). Diakses pada 2 Oktober 2026.
- Northwell Health. Lymphaticovenous Anastomosis for Lymphedema. (https://www.northwell.edu/plastic-surgery/procedures/lymphaticovenous-anastomosis-for-lymphedema). Diakses pada 2 Oktober 2026.
- Guy’s and St Thomas’ NHS Foundation Trust. LVA After Axillary Lymph Node Clearance. (https://www.guysandstthomas.nhs.uk/health-information/lva-axillary-lymph-node-clearance). Diakses pada 2 Oktober 2026.
- Cleveland Clinic. Lymphedema. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8353-lymphedema). Diakses pada 2 Oktober 2026.

