5 Pilihan Pengobatan Batu Ginjal Tanpa Operasi hingga Robotik, Tanpa Sayatan dan Minimal Invasif

5 Pilihan Pengobatan Batu Ginjal Tanpa Operasi hingga Robotik, Tanpa Sayatan dan Minimal Invasif

Batu ginjal merupakan kumpulan kristal yang terbentuk dari mineral dan zat lain di saluran kemih. Sebagian besar batu ginjal berukuran kecil dan dapat keluar dengan sendirinya melalui urine, tetapi prosesnya dapat menimbulkan rasa nyeri yang cukup berat. Jika batu terlalu besar untuk keluar sendiri atau menyebabkan sumbatan pada saluran kemih, tindakan medis mungkin diperlukan untuk memecah atau mengeluarkannya.

Namun, banyak orang yang mungkin masih merasa takut untuk mendapatkan penanganan batu ginjal karena menganggap pengobatannya selalu membutuhkan operasi dan sayatan, khususnya batu ginjal yang berukuran besar (2 cm ke atas). 

Padahal, saat ini tersedia berbagai pilihan pengobatan batu ginjal tanpa operasi konvensional, mulai dari Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS) dan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) hingga teknologi robotik Zamenix yang dapat membantu menghancurkan dan mengangkat batu ginjal dengan pendekatan minimal invasif dan tanpa sayatan besar.

Konsultasi dokter

Pilihan pengobatan batu ginjal tanpa operasi

Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan batu ginjal tanpa operasi:

1. Obat-obatan

Obat-obatan yang bisa digunakan untuk batu ginjal berukuran kecil meliputi:

  • Obat pereda nyeri: Batu ginjal yang keluar melalui saluran kemih dapat menimbulkan nyeri ringan hingga berat. Untuk meredakan nyeri ringan, dokter dapat merekomendasikan obat seperti ibuprofen atau naproxen. Jika nyeri sangat berat, pasien mungkin memerlukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.
  • Obat untuk membantu mengeluarkan batu: Dokter juga dapat memberikan obat golongan alpha blocker untuk melemaskan otot ureter, sehingga batu ginjal lebih mudah dan cepat keluar dengan rasa nyeri yang lebih ringan. Salah satu contohnya adalah tamsulosin.

2. RIRS

Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS) merupakan metode untuk mengatasi batu ginjal dengan bantuan laser tanpa membuat sayatan pada tubuh. Prosedur ini dilakukan melalui saluran kemih menggunakan alat tipis dan lentur bernama endoskop yang dilengkapi kamera di ujungnya. 

Dokter memasukkan alat tersebut melalui uretra hingga mencapai ginjal untuk menemukan batu, kemudian menghancurkannya menjadi bagian-bagian kecil menggunakan laser agar dapat dikeluarkan melalui urine.

3. ESWL

Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) merupakan prosedur untuk menghancurkan batu ginjal atau batu di saluran kemih menggunakan gelombang kejut dari luar tubuh. Gelombang tersebut diarahkan secara tepat ke batu hingga batu pecah menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikeluarkan melalui urine. 

Karena tidak memerlukan sayatan, ESWL umumnya memungkinkan proses pemulihan yang lebih cepat dan rasa tidak nyaman yang lebih minimal.

4. Ureteroskopi

Ureteroskopi merupakan prosedur untuk menangani batu ginjal atau batu di saluran kemih dengan menggunakan alat tipis bernama ureteroskop. Alat ini memiliki kamera di ujungnya dan dimasukkan melalui uretra, melewati kandung kemih, kemudian menuju ureter hingga mencapai lokasi batu. Prosedur ini biasanya dilakukan dengan anestesi umum dan berlangsung sekitar 1–3 jam.

Jika ukuran batu cukup kecil, dokter dapat mengambilnya secara langsung menggunakan alat khusus berbentuk seperti keranjang kecil. Namun, jika batu berukuran besar atau saluran ureter terlalu sempit, batu perlu dihancurkan terlebih dahulu menjadi bagian-bagian kecil, biasanya menggunakan laser. Setelah batu pecah menjadi fragmen kecil, sisa-sisa batu tersebut kemudian dikeluarkan dari saluran kemih.

5. Zamenix

Zamenix merupakan teknologi robotik yang dirancang untuk membantu dokter urologi menangani batu ginjal melalui prosedur minimal invasif dengan tingkat presisi yang tinggi. Sistem ini memungkinkan proses penghancuran hingga pengangkatan batu dilakukan tanpa sayatan, sehingga dapat membantu memberikan pengalaman tindakan yang lebih nyaman bagi pasien.

Dalam penggunaannya, Zamenix memiliki lengan robotik yang dilengkapi dengan beberapa komponen, seperti kamera berdefinisi tinggi membantu dokter melihat kondisi dan posisi batu ginjal secara jelas, termasuk pada area yang sulit dijangkau. Sementara itu, lengan robotiknya juga bisa menembakkan laser untuk menghancurkan batu menjadi fragmen yang lebih kecil, termasuk batu berukuran besar dan keras. Setelah batu dihancurkan, alat penjepit khusus dapat digunakan untuk mengangkat sisa fragmen batu dari dalam ginjal.

Seluruh proses tersebut dikendalikan langsung oleh dokter urologi melalui controller khusus, sementara kondisi ginjal dapat dipantau secara real-time melalui monitor. Kombinasi visualisasi yang jelas, laser, dan sistem penjepit dalam satu teknologi robotik memungkinkan dokter melakukan penanganan batu ginjal secara lebih terarah dan presisi, sekaligus mendukung pemulihan pasien agar dapat kembali beraktivitas lebih cepat.

Baca juga: Rekomendasi Rumah Sakit Urologi di Jakarta dan Tangerang, RS Mandaya Royal Puri

Kapan harus ke dokter karena batu ginjal?

Jika mengalami gejala batu ginjal yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai. Anda juga perlu segera mendapatkan pertolongan medis jika mengalami:

  • Nyeri yang sangat hebat hingga sulit duduk diam atau menemukan posisi yang nyaman.
  • Nyeri disertai mual dan muntah.
  • Nyeri disertai demam dan menggigil.
  • Urine mengandung darah.
  • Kesulitan atau tidak dapat buang air kecil.

Komplikasi batu ginjal yang perlu diwaspadai

Jika tidak ditangani dengan tepat, batu ginjal dapat menyebabkan sumbatan pada saluran kemih dan meningkatkan risiko terjadinya beberapa komplikasi, seperti:

  • Hidronefrosis, yaitu pembengkakan ginjal akibat urine menumpuk karena alirannya terhambat oleh batu.
  • Infeksi ginjal (pielonefritis) yang dapat terjadi ketika aliran urine tersumbat dan bakteri berkembang di saluran kemih.
  • Cedera ginjal akut, yaitu penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara tiba-tiba dan dalam beberapa kasus dapat dipulihkan.
  • Infeksi saluran kemih (ISK) berulang, terutama jika batu menghambat aliran urine.
  • Penyakit ginjal kronis (PGK) yang dapat terjadi jika gangguan pada ginjal berlangsung dalam jangka panjang.

Baca juga: Rekomendasi Rumah Sakit Urologi dengan Layanan Lengkap di Jakarta dan Tangerang, RS Mandaya Royal Puri

Pusat Urologi Mandaya, dilengkapi pilihan penanganan batu ginjal

Tim urologi Mandaya
tim urologi mandaya

Pusat Urologi Mandaya menyediakan layanan penanganan batu ginjal dengan dukungan dokter urologi dan pilihan teknologi yang dapat disesuaikan dengan ukuran, lokasi, serta kondisi batu ginjal pasien. Mulai dari prosedur minimal invasif hingga teknologi robotik, penanganan dirancang untuk membantu menghancurkan dan mengeluarkan batu dengan lebih presisi tanpa harus selalu melalui operasi terbuka.

Pilihan penanganan batu ginjal tanpa operasi di Mandaya meliputi:

  • Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS) untuk menghancurkan batu ginjal menggunakan laser melalui saluran kemih tanpa sayatan.
  • Ureteroskopi untuk menemukan, menghancurkan, dan mengangkat batu yang berada di ureter maupun saluran kemih menggunakan ureteroskop.
  • Zamenix, teknologi robotik yang membantu dokter menangani batu ginjal secara minimal invasif dengan dukungan kamera berdefinisi tinggi, laser, dan alat khusus untuk mengambil fragmen batu.

Didukung oleh tim dokter urologi, antara lain:

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Cleveland Clinic. Kidney Stones. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15604-kidney-stones). Diakses pada 9 September 2026.
  2. Mayo Clinic. Kidney Stones – Diagnosis and Treatment. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kidney-stones/diagnosis-treatment/drc-20355759). Diakses pada 9 September 2026.
  3. Bangkok Hospital Pattaya. RIRS (Retrograde Intrarenal Surgery). (https://www.bangkokhospital.com/en/pattaya/content/rirs-retrograde-intrarenal-surgery-bph). Diakses pada 9 September 2026.
  4. National Center for Biotechnology Information (NCBI). Kidney Stone Disease. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560887/). Diakses pada 9 September 2026.
  5. Johns Hopkins Medicine. Ureteroscopy. (https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/ureteroscopy). Diakses pada 9 September 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes