Mengenal Neurogenic Bladder, Ketika Gangguan Saraf Bikin Sulit Mengontrol Kencing

Mengenal Neurogenic Bladder, Ketika Gangguan Saraf Bikin Sulit Mengontrol Kencing

Neurogenic bladder (kandung kemih neurogenik) adalah kondisi ketika seseorang mengalami gangguan dalam mengontrol kandung kemih akibat masalah pada otak, sumsum tulang belakang, atau saraf yang mengatur fungsi saluran kemih. Normalnya, saraf dan otot kandung kemih bekerja sama untuk menyimpan urine hingga seseorang siap buang air kecil. Sinyal saraf akan bergerak bolak-balik antara otak dan otot yang mengatur proses pengosongan kandung kemih. Ketika saraf tersebut mengalami kerusakan akibat penyakit atau cedera, otot kandung kemih dapat tidak mengencang atau mengendur pada waktu yang tepat sehingga proses penyimpanan maupun pengeluaran urine menjadi terganggu.

Neurogenic bladder dapat dialami oleh banyak orang dengan berbagai kondisi yang memengaruhi sistem saraf. Kondisi ini antara lain dapat ditemukan pada pasien dengan multiple sclerosis (MS), penyakit Parkinson, spina bifida, maupun mereka yang pernah mengalami stroke atau cedera pada sumsum tulang belakang. Selain itu, gangguan fungsi kandung kemih akibat saraf juga dapat terjadi setelah operasi besar di area panggul, pada penderita diabetes, atau akibat kondisi medis lainnya yang memengaruhi saraf.

dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS

Untuk menangani gangguan fungsi kandung kemih yang berkaitan dengan masalah saraf, RS Mandaya Royal Puri memiliki dokter spesialis urologi dengan kompetensi di bidang neuro-urologi. Salah satunya adalah dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS, dokter spesialis urologi konsultan fungsional, perempuan, dan neuro-urologi yang menangani berbagai gangguan saluran kemih dan kandung kemih yang berkaitan dengan fungsi saraf.

Konsultasi dokter

Jenis-jenis neurogenic bladder

Secara umum, terdapat dua jenis utama gangguan kontrol kandung kemih yang berkaitan dengan neurogenic bladder. Jenisnya bergantung pada saraf yang mengalami gangguan serta bentuk kerusakan yang terjadi. Kedua jenis tersebut meliputi:

  • Kandung kemih overaktif (spastik atau hiperrefleksik), yaitu kondisi ketika kandung kemih berkontraksi secara berlebihan atau tidak sesuai waktunya.
  • Kandung kemih kurang aktif (flaksid atau hipotonik), yaitu kondisi ketika otot kandung kemih tidak mampu berkontraksi dengan baik sehingga urine sulit dikeluarkan.

Baca juga: Sering Kencing Akibat Diabetes: Ini Penyebab dan Dokter yang Bisa Menanganinya

Apa saja gejala neurogenic bladder?

Gejala neurogenic bladder yang paling umum adalah ketidakmampuan mengontrol waktu buang air kecil. Namun, gejala yang muncul dapat berbeda-beda, tergantung pada jenis neurogenic bladder yang dialami.

Gejala kandung kemih overaktif

Pada kandung kemih overaktif, beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Sulit memulai buang air kecil, aliran urine lemah, atau urine menetes sedikit demi sedikit.
  • Kehilangan kemampuan untuk menahan buang air kecil atau mengompol (inkontinensia urine).
  • Buang air kecil sebanyak delapan kali atau lebih dalam sehari.
  • Muncul dorongan kuat dan tiba-tiba untuk segera buang air kecil.

Gejala kandung kemih kurang aktif

Sementara itu, kandung kemih yang kurang aktif dapat menimbulkan gejala seperti:

  • Kandung kemih tidak dapat mengosongkan urine sepenuhnya atau sama sekali saat buang air kecil (retensi urine).
  • Kandung kemih terlalu penuh sehingga urine merembes atau keluar tanpa disadari.
  • Tidak dapat merasakan ketika kandung kemih sudah penuh.

Penyebab neurogenic bladder

Neurogenic bladder dapat terjadi sejak lahir atau merupakan kondisi bawaan. Beberapa kelainan yang muncul sejak lahir dan dapat menyebabkan neurogenic bladder antara lain:

  • Caudal regression syndrome, yaitu kelainan perkembangan pada bagian bawah tulang belakang dan sumsum tulang belakang.
  • Cerebral palsy, yaitu gangguan yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk bergerak dan mempertahankan keseimbangan serta postur tubuh.
  • Spina bifida, yaitu kelainan bawaan ketika tulang belakang dan sumsum tulang belakang tidak berkembang atau menutup dengan sempurna.

Selain kondisi bawaan, beberapa gangguan neurologis juga dapat memengaruhi saraf yang mengatur fungsi kandung kemih. Kondisi tersebut meliputi:

Neurogenic bladder juga dapat disebabkan oleh kerusakan pada sumsum tulang belakang atau saraf akibat cedera. Beberapa contohnya adalah:

  • Cedera sumsum tulang belakang.
  • Cedera akibat trauma, misalnya karena terjatuh atau mengalami kecelakaan kendaraan bermotor.

Berbagai kondisi tersebut dapat mengganggu komunikasi antara otak, saraf, dan otot kandung kemih. Akibatnya, kandung kemih dapat mengalami kesulitan dalam menyimpan atau mengeluarkan urine dengan normal.

Konsultasi dokter

Baca juga: Sering Ngompol Setelah Stroke: Kenali Penyebab dan Dokter yang Menanganinya

Bagaimana neurogenic bladder didiagnosis?

Karena neurogenic bladder berkaitan dengan sistem saraf dan fungsi kandung kemih, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui penyebab dan kondisi yang dialami pasien. Proses diagnosis biasanya diawali dengan wawancara mengenai gejala, riwayat kesehatan, kebiasaan sehari-hari, obat-obatan yang dikonsumsi, serta pola makan dan minum.

Dokter juga dapat meminta pasien membuat catatan harian untuk mencatat frekuensi buang air kecil dan kejadian kebocoran urine. Pada kondisi tertentu, pemeriksaan fisik dan pad test juga dapat dilakukan untuk membantu menilai gangguan kontrol urine.

Selain itu, beberapa pemeriksaan penunjang yang mungkin dilakukan meliputi:

  • Tes urine atau kultur urine, untuk mendeteksi infeksi atau darah dalam urine.
  • Bladder scan, yaitu pemeriksaan menggunakan USG untuk mengetahui jumlah urine yang masih tersisa di kandung kemih setelah buang air kecil.
  • Sistoskopi, yaitu pemeriksaan menggunakan alat berbentuk tabung kecil berkamera untuk melihat kondisi uretra dan kandung kemih.
  • Urodinamik, untuk menilai kemampuan saluran kemih bagian bawah dalam menyimpan dan mengeluarkan urine.
  • Pemeriksaan pencitraan, seperti X-ray, USG, CT scan, atau pemeriksaan pada otak dan tulang belakang bila diperlukan.

Jenis pemeriksaan yang dilakukan akan disesuaikan dengan gejala, riwayat kesehatan, serta dugaan penyebab neurogenic bladder pada masing-masing pasien.

Komplikasi neurogenic bladder

Neurogenic bladder yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah pada sistem saluran kemih. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi meliputi:

  • Kerusakan atau gangguan fungsi ginjal.
  • Batu ginjal atau batu pada bagian lain saluran kemih, seperti ureter.
  • Aliran urine yang kembali dari kandung kemih ke ginjal.
  • Infeksi saluran kemih (ISK) yang berulang.

Selain berdampak pada kesehatan fisik, neurogenic bladder juga dapat memengaruhi kualitas hidup. Kekhawatiran mengalami kebocoran urine atau munculnya bau urine saat berada di tempat umum dapat membuat seseorang merasa cemas, tertekan, bahkan menarik diri dari lingkungan sosial.

Karena itu, keluhan yang berkaitan dengan kontrol buang air kecil sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan dan penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko komplikasi serta menjaga fungsi saluran kemih dan kualitas hidup pasien.

Pengobatan neurogenic bladder

Penanganan neurogenic bladder disesuaikan dengan penyebab, jenis gangguan kandung kemih, gejala, serta kondisi masing-masing pasien. Dokter dapat merekomendasikan beberapa pilihan terapi berikut.

1. Augmentasi Kandung Kemih

Augmentation cystoplasty atau augmentasi kandung kemih merupakan tindakan operasi untuk memperbesar ukuran kandung kemih sehingga dapat menampung urine dalam jumlah lebih banyak.

2. Suntik Botulinum Toxin (Botox)

Suntikan botulinum toxin atau Botox dapat diberikan pada otot kandung kemih atau sfingter urine untuk membantu mengendurkan otot. Tindakan ini dapat meningkatkan kemampuan kandung kemih dalam menyimpan urine serta mengurangi rasa ingin buang air kecil yang mendesak, frekuensi buang air kecil, dan kebocoran urine.

3. Kateterisasi Berkelanjutan

Pada kondisi tertentu, pasien dapat menggunakan kateter urine secara terus-menerus untuk membantu mengeluarkan urine dari kandung kemih. Kateter dapat dimasukkan melalui uretra hingga ke kandung kemih atau melalui dinding perut bagian bawah.

4. Obat-obatan

Dokter dapat meresepkan obat tertentu untuk membantu mengatasi gejala neurogenic bladder. Beberapa jenis obat yang dapat digunakan antara lain oxybutynin, tolterodine, mirabegron, dan solifenacin.

5. Kateterisasi Mandiri

Clean intermittent catheterization merupakan metode pengosongan kandung kemih menggunakan kateter yang dimasukkan melalui uretra secara berkala. Pasien akan diajarkan cara melakukan kateterisasi secara mandiri sesuai jadwal yang ditentukan dokter.

6. Rekonstruksi dan Diversi Urine

Pada kondisi tertentu, dokter dapat melakukan operasi rekonstruksi atau diversi urine. Tindakan ini dapat menggunakan bagian dari usus untuk membuat jalur baru bagi urine agar dapat dikeluarkan melalui lubang khusus (stoma) menuju kantong urine yang terpasang di luar tubuh.

Dokter spesialis apa yang menangani neurogenic bladder?

Di RS Mandaya Royal Puri, pasien dengan neurogenic bladder dapat berkonsultasi dengan dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS, dokter spesialis urologi konsultan Fungsional, Perempuan, dan Neuro-Urologi. Dengan kompetensinya di bidang neuro-urologi, dr. Andika menangani berbagai gangguan fungsi saluran kemih yang berkaitan dengan masalah pada sistem saraf, termasuk gangguan fungsi kandung kemih akibat stroke, diabetes, maupun kondisi neurologis lainnya.

dr. Andika menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Indonesia pada 2008, kemudian melanjutkan pendidikan Dokter Spesialis Urologi di Universitas Indonesia dan menyelesaikannya pada 2020.

Untuk memperdalam keahliannya, dr. Andika melanjutkan pendidikan Konsultan Urologi Fungsional, Perempuan, dan Neuro-Urologi di Kolegium Urologi Indonesia dan menyelesaikannya pada 2022. Kompetensi tersebut mendukung kemampuannya dalam mengevaluasi serta menangani berbagai gangguan fungsi kandung kemih dan saluran kemih yang berkaitan dengan sistem saraf.

Keahlian dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS

Sebagai dokter spesialis urologi subspesialis fungsional, perempuan, dan neuro-urologi, dr. Andika menangani berbagai kondisi berikut:

  • Gangguan saluran kemih pada wanita, termasuk infeksi saluran kemih (ISK) yang berulang.
  • Gangguan berkemih, seperti sulit buang air kecil, aliran urine lemah, serta kandung kemih yang tidak dapat dikosongkan secara optimal.
  • Inkontinensia urine atau ketidakmampuan menahan buang air kecil (ngompol) pada orang dewasa maupun lansia.
  • Gangguan fungsi kandung kemih akibat kelainan sistem saraf (neurourologi), termasuk yang disebabkan oleh diabetes atau pascastroke.
  • Berbagai gangguan fungsi saluran kemih yang memerlukan evaluasi dan penanganan oleh dokter urologi subspesialis fungsional, perempuan, dan neuro-urologi.

Jadwal praktik dr. Andika di RS Mandaya Royal Puri

dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS melayani konsultasi pasien di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal praktik:

  • Selasa: 16.00–20.00 WIB
  • Kamis: 16.00–20.00 WIB
  • Sabtu: 09.00–16.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Urology Care Foundation. Neurogenic Bladder. (https://www.urologyhealth.org/urology-a-z/n/neurogenic-bladder). Diakses pada 11 Agustus 2026.
  2. Cleveland Clinic. Neurogenic Bladder. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15133-neurogenic-bladder). Diakses pada 11 Agustus 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes