Sering Kencing Akibat Diabetes: Ini Penyebab dan Dokter yang Bisa Menanganinya

Sering Kencing Akibat Diabetes: Ini Penyebab dan Dokter yang Bisa Menanganinya

Frekuensi buang air kecil yang meningkat atau sering kencing merupakan salah satu gejala yang umum dialami oleh penderita diabetes. Kondisi ini terjadi karena diabetes memengaruhi cara tubuh mengatur kadar gula (glukosa) dalam darah. Ketika kadar gula darah tidak terkontrol, berbagai gejala dapat muncul, mulai dari sering buang air kecil, rasa haus yang berlebihan, tubuh mudah lelah, hingga gangguan penglihatan.

Diabetes sendiri terdiri dari diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2, yang sama-sama dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu penyebab sering kencing pada penderita diabetes adalah tingginya kadar gula dalam darah yang membuat ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan gula melalui urine. Proses ini menyebabkan lebih banyak cairan ikut keluar bersama urine sehingga penderitanya menjadi lebih sering buang air kecil. 

dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS
dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS

Di RS Mandaya Royal Puri, kondisi sering kencing akibat diabetes bisa ditangani oleh dokter spesialis urologi konsultan fungsional, perempuan, dan neuro-urologi, yaitu dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS. Beliau dapat memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien. 

Konsultasi dokter

Penyebab sering kencing akibat diabetes

Diabetes dapat menyebabkan seseorang lebih sering buang air kecil karena kadar gula dalam darah menjadi terlalu tinggi. Kondisi ini terjadi akibat tubuh tidak dapat memproduksi insulin yang cukup atau tidak mampu menggunakan insulin secara efektif.

Pada diabetes tipe 1, tubuh memproduksi insulin dalam jumlah yang sangat sedikit atau bahkan tidak sama sekali. Sementara pada diabetes tipe 2, tubuh masih menghasilkan insulin, tetapi tidak dapat menggunakannya secara optimal (resistensi insulin). Akibatnya, kadar gula dalam darah terus meningkat.

Proses yang menyebabkan sering kencing pada penderita diabetes terjadi sebagai berikut:

  • Kadar gula darah meningkat, karena glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai sumber energi.
  • Ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring dan menyerap kembali gula dari darah.
  • Saat kadar gula terlalu tinggi, kemampuan ginjal untuk menyerap kembali seluruh glukosa menjadi terbatas sehingga sebagian gula ikut keluar bersama urine.
  • Glukosa di dalam urine menarik lebih banyak air, sehingga volume urine yang dihasilkan menjadi lebih banyak.
  • Penderita menjadi lebih sering buang air kecil, sekaligus kehilangan banyak cairan sehingga mudah mengalami dehidrasi.
  • Tubuh kemudian memunculkan rasa haus berlebihan untuk menggantikan cairan yang hilang, sehingga penderita minum lebih banyak dan frekuensi buang air kecil pun semakin meningkat.

Pada tahap awal, peningkatan frekuensi buang air kecil mungkin tidak terlalu disadari. Namun, jika Anda mulai sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil (nokturia), merasa cepat haus, atau mudah lelah, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tanda bahwa kadar gula darah sedang tinggi dan perlu segera diperiksakan ke dokter.

Kapan sering kencing bisa menjadi tanda diabetes?

Apabila sering buang air kecil disertai dengan beberapa gejala berikut, sebaiknya Anda waspada terhadap kemungkinan diabetes:

  • Mudah lelah, karena sel-sel tubuh tidak mendapatkan cukup glukosa untuk diubah menjadi energi. Kondisi ini juga dapat diperburuk oleh dehidrasi akibat sering buang air kecil.
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas, akibat tubuh kesulitan menggunakan glukosa sebagai sumber energi sehingga mulai membakar lemak dan otot.
  • Penglihatan kabur, yang dapat terjadi karena kadar gula darah yang tinggi memengaruhi lensa mata. Jika berlangsung lama, diabetes juga dapat merusak pembuluh darah pada retina.
  • Gusi bengkak atau mudah mengalami infeksi, karena diabetes dapat meningkatkan risiko infeksi, termasuk pada jaringan gusi.
  • Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki, akibat kerusakan saraf (neuropati diabetik) yang dipicu oleh kadar gula darah yang tidak terkontrol.

Jika Anda sering buang air kecil, terutama disertai gejala-gejala di atas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah keluhan tersebut disebabkan oleh diabetes, prediabetes, atau kondisi medis lainnya.

Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis diabetes meliputi:

  • Tes HbA1c, untuk melihat rata-rata kadar gula darah selama sekitar 2–3 bulan terakhir.
  • Pemeriksaan gula darah puasa, yaitu pemeriksaan kadar gula darah setelah berpuasa selama minimal 8 jam.
  • Tes toleransi glukosa oral (TTGO), untuk menilai kemampuan tubuh mengolah gula setelah mengonsumsi larutan glukosa.
  • Pemeriksaan gula darah sewaktu, yaitu pemeriksaan kadar gula darah yang dapat dilakukan kapan saja tanpa perlu berpuasa.

Dokter yang menangani kondisi sering kencing akibat diabetes di RS Mandaya Puri

Sering kencing akibat diabetes dapat ditangani oleh beberapa dokter sesuai penyebab yang mendasarinya. Apabila keluhan terjadi akibat gangguan fungsi kandung kemih atau kerusakan saraf yang dipicu oleh diabetes (neuropati diabetik), salah satu dokter yang berperan dalam penanganannya adalah dokter spesialis urologi subspesialis neuro-urologi.

Neuro-urologi merupakan cabang subspesialis urologi yang berfokus pada diagnosis dan penanganan gangguan saluran kemih yang disebabkan oleh kelainan atau gangguan pada sistem saraf. Keahlian ini berperan penting dalam menangani berbagai masalah berkemih, seperti kandung kemih neurogenik (neurogenic bladder), sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang tepat untuk membantu mengembalikan fungsi berkemih serta meningkatkan kualitas hidupnya.

Di RS Mandaya Royal Puri, keluhan sering kencing akibat diabetes dapat ditangani oleh dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS, dokter spesialis urologi konsultan fungsional, perempuan, dan neuro-urologi. Beliau memiliki keahlian dalam menangani berbagai gangguan fungsi saluran kemih, termasuk gangguan berkemih yang disebabkan oleh kerusakan saraf akibat diabetes (neuropati diabetik).

dr. Andika menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Indonesia pada tahun 2008. Setelah itu, beliau melanjutkan pendidikan Dokter Spesialis Urologi di Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 2020.

Untuk memperdalam kompetensinya, dr. Andika menempuh pendidikan Konsultan Urologi Fungsional, Perempuan, dan Neuro-Urologi di Kolegium Urologi Indonesia yang diselesaikan pada tahun 2022. Dengan latar belakang tersebut, beliau berpengalaman dalam mendiagnosis dan menangani berbagai gangguan fungsi saluran kemih, keluhan urologi pada wanita, serta gangguan berkemih yang berkaitan dengan kelainan sistem saraf.

Keahlian dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS

Sebagai dokter spesialis urologi subspesialis fungsional, perempuan, dan neuro-urologi, dr. Andika menangani berbagai kondisi berikut:

  • Gangguan saluran kemih pada wanita, termasuk infeksi saluran kemih (ISK) yang berulang.
  • Gangguan berkemih, seperti sulit buang air kecil, aliran urine lemah, serta kandung kemih yang tidak dapat dikosongkan secara optimal.
  • Inkontinensia urine atau ketidakmampuan menahan buang air kecil (ngompol) pada orang dewasa maupun lansia.
  • Gangguan fungsi kandung kemih akibat kelainan sistem saraf (neurourologi), termasuk yang disebabkan oleh diabetes atau pascastroke.
  • Berbagai gangguan fungsi saluran kemih yang memerlukan evaluasi dan penanganan oleh dokter urologi subspesialis fungsional, perempuan, dan neuro-urologi.

Jadwal praktik dr. Andika di RS Mandaya Royal Puri

dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS melayani pasien di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal praktik sebagai berikut:

  • Selasa: 16.00–20.00 WIB
  • Kamis: 16.00–20.00 WIB
  • Sabtu: 09.00–16.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Medical News Today. Frequent urination and diabetes: What to know. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/diabetes-pee). Diakses pada 7 Agustus 2026.
  2. Healthline. Frequent Urination and Diabetes: Causes Explained. (https://www.healthline.com/health/frequent-urination-diabetes#causes). Diakses pada 7 Agustus 2026.
  3. Shepherd Center. What Is Neurourology? (https://shepherd.org/treatment/services-clinics/urology-clinic/what-is-neurourology/). Diakses pada 7 Agustus 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes