Pasien Serangan Jantung Jalani Operasi Bypass Jantung Minimal Invasif (MICS) dengan dr. Wirya di RS Mandaya Puri

Pasien Serangan Jantung Jalani Operasi Bypass Jantung Minimal Invasif (MICS) dengan dr. Wirya di RS Mandaya Puri

Serangan jantung merupakan kondisi darurat yang terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung tersumbat. Jika sumbatan terjadi di banyak pembuluh darah koroner atau tingkat penyumbatannya sudah sangat berat, pemasangan ring (stent) belum tentu menjadi pilihan optimal. Pada kondisi tertentu, pasien membutuhkan operasi bypass jantung untuk mengembalikan aliran darah ke otot jantung dan mencegah serangan jantung berulang.

Kabar baiknya, operasi bypass jantung kini tidak selalu harus dilakukan dengan membelah tulang dada. Berkat perkembangan teknologi bedah jantung, prosedur Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS) memungkinkan operasi bypass dilakukan melalui sayatan kecil di sisi dada tanpa memotong tulang dada, sehingga pemulihan pasien menjadi lebih cepat.

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K)

Hal inilah yang dialami oleh Eko Wisanto, pasien berusia 60 tahun asal Bandung yang menjalani operasi bypass jantung MICS bersama dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K) di RS Mandaya Royal Puri setelah mengalami serangan jantung dengan sumbatan berat di beberapa pembuluh darah jantung.

“Dan saya lihat setelah operasi ini, tiga hari (sesudah operasi), luar biasa pemulihannya, kenapa kita bisa bersyukur karena kan aftercare-nya kita nanti yang di rumah sebagai caregiver, bukan hanya sebagai istri,” ujar istri pasien.

“Bagus ya maksudnya progresnya juga kan kita diawasi terus. Jadi rehab, kemarin juga saya sudah belajar jalan, bolak-balik, tidak ada (sesak napas), kan dimonitor dengan saturasi oksigen ya. Tadi tidak masalah, ada di 99 (saturasinya),” kata pasien.

Konsultasi dokter

Apa itu MICS?

MICS adalah teknik operasi jantung yang dilakukan tanpa membelah tulang dada seperti pada operasi bypass jantung konvensional. Prosedur ini dikerjakan oleh dokter bedah jantung dengan menggunakan peralatan khusus melalui sayatan kecil di sisi dada atau di sela-sela tulang rusuk, sehingga tidak memerlukan sayatan besar di bagian tengah dada. Ukuran sayatannya pun hanya sekitar 5-8 cm.

Karena sayatannya lebih kecil, MICS umumnya menyebabkan nyeri yang lebih ringan, perdarahan yang lebih sedikit, serta mengurangi kerusakan pada jaringan di sekitar area operasi. Risiko infeksi juga lebih rendah dibandingkan operasi konvensional. Selain itu, pasien biasanya dapat pulih lebih cepat, menjalani rawat inap yang lebih singkat, dan kembali beraktivitas sehari-hari dengan kualitas hidup yang lebih baik.

Baca juga: Operasi Bedah Jantung MICS: Minim Sayatan dan Pulih Lebih Cepat di RS Mandaya Puri

Pemasangan ring tidak optimal, pasien disarankan menjalani operasi bypass jantung

Sekitar tiga hingga empat minggu sebelum menjalani operasi, Eko mengalami serangan jantung ringan dan langsung mendapatkan penanganan di salah satu rumah sakit di Bandung. Saat itu, ia menjalani perawatan intensif selama empat hari di High Care Unit (HCU).

Tim dokter kemudian melakukan pemeriksaan kateterisasi jantung dengan rencana pemasangan ring. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya plak yang sangat tebal sehingga tindakan pemasangan ring dinilai tidak memberikan hasil yang optimal.

Dari hasil kateterisasi diketahui terdapat tiga hingga empat pembuluh darah jantung yang mengalami penyumbatan berat dengan derajat penyempitan mencapai sekitar 80-90%. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung berikutnya sehingga pasien disarankan segera menjalani operasi bypass jantung.

Dokter di Bandung juga menyampaikan bahwa prosedur bypass kini dapat dilakukan dengan teknik MICS, tetapi layanan tersebut belum tersedia di Bandung sehingga pasien dirujuk ke Jakarta.

Keluarga kemudian mencari berbagai informasi mengenai operasi bypass minimal invasif. Setelah mempertimbangkan pengobatan ke luar negeri seperti Penang, Kuala Lumpur, hingga Tiongkok, mereka akhirnya memilih RS Mandaya Royal Puri karena memiliki layanan bypass jantung dengan teknik MICS yang dikerjakan oleh dr. Wirya.

Selain mempertimbangkan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan berobat ke luar negeri, keluarga juga memilih MICS karena pasien ini memiliki riwayat diabetes. Sayatan yang lebih kecil dinilai dapat membantu proses penyembuhan luka menjadi lebih baik dibandingkan operasi bypass konvensional yang memerlukan pembelahan tulang dada.

Selama proses perawatan, keluarga juga mengaku mendapatkan pendampingan yang intensif. Tim medis secara rutin memberikan perkembangan kondisi pasien melalui grup WhatsApp sejak operasi dimulai hingga masa pemulihan di ruang perawatan, sehingga keluarga dapat memantau kondisi pasien secara berkala.

Konsultasi dokter

Baca juga: Perbedaan Operasi Bypass Jantung Metode Konvensional dan MICS (Minimal Invasif)

Operasi bypass jantung MICS dilakukan tanpa membelah tulang dada

Menurut dr. Wirya, operasi bypass jantung yang dilakukan pada pasien ini berbeda dengan teknik konvensional.

“Kita lakukan bypass tidak seperti biasanya, karena kalau seperti biasanya, bypass itu potong tulang tengah, kemudian dadanya dibuka, ada tulang yang dipotong, jantungnya dilihat, kemudian jantungnya distop sementara dengan menggunakan mesin jantung,” papar dr. Wirya. 

Sementara itu, pada teknik MICS yang menjadi standar operasi bypass di RS Mandaya Royal Puri, tindakan dilakukan melalui sayatan kecil sekitar 7-8 cm di sisi kiri dada tanpa memotong tulang dada. Dokter masuk melalui celah otot untuk mencapai jantung, sehingga struktur tulang tetap utuh.

Keunggulan lainnya, prosedur bypass dilakukan saat jantung tetap berdenyut tanpa perlu dihentikan sementara.

Pada kasus Eko, tim bedah berhasil membuat empat sambungan bypass, terdiri dari tiga sambungan pada sisi kiri jantung dan satu sambungan pada sisi kanan untuk mengembalikan aliran darah ke area yang mengalami penyumbatan.

Karena tidak dilakukan pembelahan tulang dada, proses pemulihan pasien menjadi lebih cepat. Tiga hari setelah operasi pasien sudah mulai berjalan dan menjalani aktivitas ringan. Pada hari kelima pascaoperasi, pasien sudah diperbolehkan pulang dan melanjutkan pemulihan di rumah.

Berikut adalah sejumlah keunggulan operasi bypass jantung metode MICS:

  • Tidak perlu membelah tulang dada (sternum)
  • Sayatan kecil yang tersembunyi di bawah payudara, berukuran sekitar 3–5 cm
  • Mengurangi cedera pada jaringan dan pembuluh darah
  • Kehilangan darah (perdarahan) yang minimal
  • Nyeri pascaoperasi yang lebih ringan
  • Menurunkan risiko komplikasi, terutama pada pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes, maupun pada pasien lanjut usia
  • Pemulihan lebih cepat, dengan masa pemulihan sekitar 1 minggu sebelum dapat kembali beraktivitas sehari-hari.

Baca juga: Berapa Lama Pemulihan Operasi Jantung Metode MICS? Ini Penjelasan dr. Wirya dari RS Mandaya Puri

Profil dr. Wirya dan jadwal praktiknya di Mandaya Royal Hospital Puri

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K)

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K) adalah dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dengan subspesialisasi bedah jantung dewasa yang berpengalaman menangani berbagai operasi jantung dan pembuluh darah. Beliau menempuh pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan terus mengembangkan kompetensinya melalui berbagai pelatihan mengenai teknik bedah jantung modern, termasuk operasi jantung minimal invasif.

Salah satu keahlian dr. Wirya adalah MICS, yaitu teknik operasi jantung yang dilakukan melalui sayatan kecil tanpa perlu membelah tulang dada. Dengan pendekatan ini, tindakan operasi dapat dilakukan dengan trauma yang lebih minimal sehingga pasien berpotensi mengalami nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, risiko komplikasi yang lebih rendah, serta proses pemulihan yang lebih cepat dibandingkan operasi jantung konvensional.

Untuk terus meningkatkan keahlian di bidang bedah jantung, dr. Wirya juga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan konferensi ilmiah internasional, di antaranya:

  • 2017: 25th Annual Meeting of the Asian Society for Cardiovascular and Thoracic Surgery, Seoul, Korea Selatan.
  • 2018: 28th Annual Meeting of the Association of Thoracic and Cardiovascular Surgeons of Asia.
  • 2019: 1st Joint Biennial South East Asian Regional Congress on Cardiovascular and Thoracic Surgery bersama 20th MATCVS Annual Scientific Meeting, Malaka, Malaysia.
  • 2021: 25th European Vascular Course dan 5th European Cardiovascular Course.

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K) melayani konsultasi di Mandaya Royal Hospital Puri dengan jadwal praktik sebagai berikut:

  • Selasa: 16.30–20.00 WIB
  • Kamis: 16.30–20.00 WIB
  • Sabtu: 10.00–13.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

 

Referensi:

  1. Mayo Clinic. Heart Attack. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-attack/symptoms-causes/syc-20373106). Direvisi terakhir 19 Oktober 2024. Diakses pada 8 Juli 2026.
  2. Bangkok Hospital. Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS). (https://www.bangkokhospital.com/id/bangkok-heart/content/minimally-invasive-cardiac-surgery-mics). Diakses pada 8 Juli 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes