Batu Ginjal Besar Ukuran Lebih dari 2 Cm Bisa Diatasi Tanpa Operasi dengan Robot Zamenix di RS Mandaya Puri

Batu Ginjal Besar Ukuran Lebih dari 2 Cm Bisa Diatasi Tanpa Operasi dengan Robot Zamenix di RS Mandaya Puri

Batu ginjal merupakan endapan keras yang terbentuk dari mineral dan garam di dalam saluran kemih. Jika ukurannya masih kecil, batu ginjal sering kali dapat keluar dengan sendirinya atau ditangani dengan metode non-bedah. Namun, ketika ukuran batu ginjal sudah besar hingga mencapai lebih dari 2 cm, kondisi ini umumnya memerlukan tindakan yang lebih kompleks karena berisiko menyebabkan nyeri hebat, infeksi saluran kemih, penyumbatan aliran urine, hingga gangguan fungsi ginjal apabila tidak segera ditangani.

Selama ini, batu ginjal berukuran besar umumnya ditangani dengan prosedur operasi seperti Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) yang memerlukan sayatan untuk mengakses ginjal. Kini, pasien memiliki alternatif yang lebih minimal invasif dan bahkan tanpa sayatan sama sekali, yaitu dengan robot Zamenix yang tersedia di Mandaya Royal Hospital Puri.

Konsultasi dokter

Kapan batu ginjal disebut besar dan apa saja bahayanya?

Batu ginjal berukuran besar umumnya merujuk pada batu yang berdiameter sekitar 5 mm (0,5 cm) atau lebih. Semakin besar ukurannya, semakin sulit batu tersebut bergerak melalui saluran kemih dan keluar dari tubuh secara alami. Akibatnya, batu ginjal berisiko tersangkut di saluran kemih dan menyebabkan berbagai keluhan, mulai dari nyeri hebat hingga gangguan fungsi saluran kemih.

Jika tidak ditangani, batu ginjal berukuran besar dapat menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti nyeri yang terus-menerus, infeksi saluran kemih, penyumbatan aliran urine, hingga kerusakan ginjal. Oleh karena itu, batu ginjal berukuran besar umumnya memerlukan tindakan medis untuk mengeluarkannya.

Beberapa kondisi yang biasanya menjadi alasan dokter merekomendasikan tindakan pengangkatan batu ginjal antara lain:

  • Batu ginjal tersangkut dan tidak dapat keluar dengan sendirinya.
  • Nyeri yang sangat berat sehingga pasien tidak dapat menunggu batu keluar secara alami.
  • Adanya infeksi yang berkaitan dengan batu ginjal.
  • Batu ginjal menyebabkan penyumbatan aliran urine dari ginjal.

Pada batu ginjal berukuran besar, terutama yang berdiameter lebih dari 2 cm, dokter urologi sering kali merekomendasikan prosedur PCNL. Tindakan ini dilakukan dengan anestesi umum dan biasanya memerlukan perawatan di rumah sakit.

Dalam prosedur PCNL, dokter membuat sayatan kecil pada area punggung atau pinggang untuk memasukkan alat khusus yang disebut nefroskop ke dalam ginjal. Melalui alat tersebut, batu ginjal dapat ditemukan, kemudian dihancurkan dan dikeluarkan dari tubuh menggunakan instrumen khusus.

Setelah prosedur selesai, dokter biasanya akan memasang selang nefrostomi sementara pada ginjal untuk membantu mengalirkan urine dan sisa fragmen batu yang masih tertinggal. Selang ini umumnya dilepas dalam satu hingga dua hari setelah tindakan. Sebagian besar pasien dapat kembali menjalani aktivitas normal dalam waktu sekitar satu hingga dua minggu, tergantung kondisi masing-masing.

Meski efektif, tidak semua pasien merasa nyaman menjalani prosedur operasi yang memerlukan sayatan. Bahkan, tidak sedikit orang yang menunda pengobatan batu ginjal karena khawatir terhadap tindakan bedah, masa pemulihan, atau risiko yang mungkin menyertainya. Sebagai alternatif yang lebih minim invasif, Mandaya Royal Hospital Puri menghadirkan teknologi robot Zamenix, yang mampu menghancurkan sekaligus mengeluarkan batu ginjal berukuran besar tanpa memerlukan sayatan sama sekali. Ini membuka harapan baru bagi pasien yang ingin mendapatkan penanganan batu ginjal secara efektif tanpa harus menjalani operasi konvensional.

Baca juga: Batu Ginjal Apakah Berbahaya? Kenali Ragam Komplikasinya Ini

Mengenal Zamenix, robot dengan lengan yang bisa hancurkan batu ginjal besar (> 2 cm) tanpa sayatan

Zamenix adalah teknologi robot yang dikembangkan untuk membantu penanganan batu ginjal berukuran besar hingga lebih dari 2 cm tanpa operasi. Berbeda dengan operasi konvensional yang memerlukan sayatan, robot ini menggunakan lengan fleksibel yang dapat masuk melalui saluran kemih hingga mencapai ginjal. Dengan pendekatan tersebut, dokter dapat mengakses batu ginjal tanpa perlu membuat luka pada tubuh pasien.

Prof. Ponco dengan Zamenix
Prof. Ponco dengan Zamenix
ZAMENIX
ZAMENIX
ZAMENIX
ZAMENIX

Robot ini dilengkapi kamera beresolusi tinggi yang memberikan tampilan detail area saluran kemih dan ginjal secara real-time. Teknologi tersebut membantu dokter mengidentifikasi lokasi batu ginjal dengan lebih akurat, termasuk batu yang berada di area yang sulit dijangkau oleh instrumen konvensional.

Untuk menghancurkan batu ginjal, Zamenix memanfaatkan teknologi laser Thulium yang mampu memecah batu menjadi fragmen-fragmen kecil. Setelah batu dihancurkan, sistem robotik ini juga dapat membantu mengeluarkan pecahan batu secara langsung sehingga proses pembersihan menjadi lebih optimal. Seluruh prosedur dikendalikan oleh dokter melalui cockpit controller khusus yang memungkinkan pergerakan robot dilakukan secara presisi dan terpantau secara real-time.

Beberapa keunggulan teknologi robot Zamenix dalam penanganan batu ginjal antara lain:

  • Tanpa sayatan, sehingga risiko perdarahan dan infeksi lebih rendah.
  • Menghancurkan sekaligus mengeluarkan batu ginjal dalam satu prosedur.
  • Dilengkapi teknologi sinkronisasi pernapasan untuk meningkatkan akurasi tindakan.
  • Memiliki sistem navigasi pintar yang dapat mengingat posisi dan jalur menuju batu ginjal.
  • Mampu menjangkau area yang sulit diakses berkat lengan robotik yang fleksibel.
  • Visualisasi lebih jelas melalui kamera beresolusi tinggi.
  • Pemulihan lebih cepat karena trauma jaringan yang minimal.
  • Risiko komplikasi lebih rendah dibandingkan tindakan bedah yang lebih invasif.
  • Membantu meningkatkan ketuntasan pembersihan batu ginjal, sehingga mengurangi kemungkinan adanya sisa fragmen batu setelah prosedur.

Konsultasi dokter

Baca juga: 8 Ciri-ciri Batu Ginjal dan Penanganannya di RS Mandaya Royal Puri

Mengapa batu ginjal tidak boleh didiamkan tanpa penanganan?

Batu ginjal yang dibiarkan tanpa penanganan berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan, terutama jika ukurannya terus membesar atau menyebabkan penyumbatan pada saluran kemih. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi fungsi ginjal dan meningkatkan risiko komplikasi yang lebih serius.

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat batu ginjal antara lain:

  • Hidronefrosis, yaitu pembengkakan ginjal akibat aliran urine yang tersumbat.
  • Infeksi ginjal, yang dapat menimbulkan gejala seperti demam, nyeri, dan memerlukan penanganan segera.
  • Penurunan fungsi ginjal secara akut, terutama jika penyumbatan terjadi dalam waktu lama.
  • Infeksi saluran kemih (ISK) berulang, akibat adanya batu yang menjadi sumber gangguan pada saluran kemih.
  • Kerusakan ginjal permanen, yang dalam kasus tertentu dapat berkembang menjadi penyakit ginjal kronis.

Baca juga: Kenapa Batu Ginjal Tidak Boleh Didiamkan? Kenali 5 Komplikasinya Ini

Dokter ahli batu ginjal di Mandaya Royal Hospital Puri

Berikut ini adalah tim dokter spesialis urologi ahli batu ginjal di Mandaya Royal Hospital Puri:

1. Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD

Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD adalah dokter spesialis urologi senior yang berpengalaman menangani berbagai kelainan pada saluran kemih dan organ reproduksi pria. Beliau memiliki minat khusus dalam penanganan kanker prostat, batu saluran kemih, serta gangguan prostat lainnya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi medis modern.

Sepanjang kariernya, Prof. Chaidir telah menangani banyak kasus urologi yang kompleks dan membutuhkan pendekatan menyeluruh. Selain praktik klinis, beliau juga aktif dalam kegiatan akademik dan penelitian sehingga dikenal sebagai salah satu dokter rujukan di bidang urologi.

Pendidikan dokter umum dan spesialis urologi diselesaikan di Universitas Indonesia, kemudian beliau melanjutkan pendidikan subspesialis dan program doktoral (PhD) di luar negeri.

Jadwal praktik Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD di RS Mandaya Royal Puri:

  • Senin: 16.00 – 18.00 WIB
  • Kamis: 16.00 – 18.00 WIB.

2. Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), PhD

Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), PhD merupakan dokter spesialis urologi dengan salah satu keahlian utamanya di bidang urologi robotik. Beliau berpengalaman menangani berbagai kasus urologi kompleks dan memberikan terapi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Pengalamannya dalam transplantasi ginjal membuat Prof. Ponco sering terlibat dalam penanganan kasus yang membutuhkan kerja sama multidisiplin dan perawatan komprehensif.

Jadwal praktik Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), PhD di RS Mandaya Royal Puri:

  • Selasa: 16.00 – 18.00 WIB
  • Kamis: 16.00 – 18.00 WIB.

3. dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS

 

dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS adalah dokter spesialis urologi yang memiliki pengalaman dalam menangani berbagai penyakit saluran kemih, termasuk tindakan transplantasi ginjal. Beliau menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Diponegoro dan melanjutkan pendidikan spesialis urologi di Universitas Indonesia.

Selain aktif dalam organisasi profesi, dr. Sigit juga menangani beragam prosedur urologi, seperti operasi ginjal, operasi prostat, biopsi prostat, bedah saluran kemih, hingga pemeriksaan uroflowmetri untuk mengevaluasi fungsi berkemih.

Jadwal praktik dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS di RS Mandaya Royal Puri:

  • Senin: 13.30 – 16.00 WIB
  • Rabu: 13.30 – 16.00 WIB
  • Sabtu: 12.30 – 15.00 WIB.

4. dr. Hendy Mirza, Sp.U(K)

dr. hendy mirza

dr. Hendy Mirza, Sp.U(K) adalah dokter spesialis urologi yang menangani berbagai gangguan pada sistem saluran kemih dan organ reproduksi pria. Pendidikan dokter umum ditempuh di Universitas Sumatera Utara, sedangkan pendidikan spesialis urologi diselesaikan di Universitas Indonesia.

Selain melayani pasien dewasa, beliau juga memiliki kompetensi di bidang urologi anak. Untuk menjaga kualitas layanan, dr. Hendy aktif mengikuti seminar, workshop, dan simposium ilmiah di dalam maupun luar negeri.

Jadwal praktik dr. Hendy Mirza, Sp.U(K) di RS Mandaya Royal Puri:

  • Senin: 16.00 – 19.00 WIB
  • Rabu: 16.00 – 19.00 WIB
  • Jumat: 16.00 – 19.00 WIB.

5. dr. Maruto Harjanggi, BSc(Hons), Sp.U, FICS

 

dr. Maruto Harjanggi, BSc(Hons), Sp.U, FICS merupakan dokter spesialis urologi dengan latar belakang pendidikan internasional. Sebelum menyelesaikan pendidikan spesialis urologi di Universitas Indonesia, beliau menempuh pendidikan di Inggris dan memperdalam keterampilan bedah laparoskopi melalui University Diploma of Laparoscopic Surgery di Prancis.

Beliau menangani berbagai gangguan saluran kemih dan kondisi urologi lainnya. Keahlian di bidang laparoskopi memungkinkan pasien memperoleh pilihan terapi minimal invasif yang dapat mendukung pemulihan lebih cepat.

Jadwal praktik dr. Maruto Harjanggi, BSc(Hons), Sp.U, FICS di RS Mandaya Royal Puri:

  • Senin: 09.00 – 13.00 WIB
  • Selasa: 09.00 – 13.00 WIB
  • Rabu: 09.00 – 13.00 WIB
  • Kamis: 09.00 – 13.00 WIB
  • Jumat: 09.00 – 13.00 WIB
  • Sabtu: 09.00 – 13.00 WIB.

6. dr. Ima Nastiti Setyaningsih, Sp.U

dr. Ima Nastiti Setyaningsih, Sp.U adalah dokter spesialis urologi yang berpraktik di RS Mandaya Royal Puri. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum dan spesialis urologi di Universitas Indonesia serta secara rutin mengikuti pelatihan dan kegiatan ilmiah untuk memperbarui pengetahuan di bidang urologi.

Partisipasinya dalam berbagai simposium, workshop, kongres, dan forum ilmiah nasional maupun internasional turut memperkaya pengalaman klinisnya dalam menangani beragam masalah urologi. Sebagai salah satu dokter urologi wanita di RS Mandaya Royal Puri, dr. Ima menjadi pilihan bagi pasien yang menginginkan konsultasi kesehatan saluran kemih dan sistem urogenital dengan pendekatan yang profesional dan nyaman.

Jadwal praktik dr. Ima Nastiti Setyaningsih, Sp.U di RS Mandaya Royal Puri:

  • Selasa: 14.00 – 16.00 WIB
  • Kamis: 14.00 – 16.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Referensi:

  1. Cleveland Clinic. Kidney Stones. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15604-kidney-stones). Direvisi terakhir 26 Februari 2024. Diakses pada 25 Juni 2026.
  2. IDN Times Banten. Nyeri Pinggang Disertai Mual Muntah Bisa Tanda Batu Ginjal. (https://banten.idntimes.com/news/banten/nyeri-pinggang-disertai-mual-muntah-bisa-tanda-batu-ginjal-c1c2-01-h9ml6-d0r78r). Diakses pada 25 Juni 2026.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes