Radioterapi untuk kanker nasofaring merupakan salah satu metode pengobatan yang sering digunakan untuk membantu membunuh sel kanker dan mengecilkan ukuran tumor. Terapi ini memanfaatkan radiasi berenergi tinggi, umumnya berupa sinar-X, yang diarahkan secara tepat ke area kanker. Selain bertujuan mengendalikan pertumbuhan kanker, radioterapi juga dapat membantu meredakan berbagai gejala yang dialami pasien.
Sebagian besar kanker nasofaring memiliki sensitivitas yang baik terhadap radiasi. Oleh karena itu, radioterapi sering menjadi bagian dari pengobatan utama, terutama jika kanker masih terbatas pada area kepala dan leher, dan belum menyebar ke bagian tubuh yang lebih jauh. Pemilihan jenis dan kombinasi terapi akan disesuaikan dengan stadium kanker serta kondisi masing-masing pasien.
Di RS Mandaya Royal Puri, tindakan radioterapi untuk kanker nasofaring dilakukan oleh tim dokter spesialis onkologi radiasi berpengalaman, yang berkolaborasi secara multidisiplin dengan tim dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).
Contents
Kapan radioterapi digunakan untuk kanker nasofaring?
Radioterapi dapat digunakan dalam berbagai kondisi untuk mengobati kanker nasofaring, tergantung pada stadium kanker, penyebaran penyakit, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Berikut beberapa kondisi ketika radioterapi dapat direkomendasikan:
- Sebagai terapi utama untuk kanker stadium awal, terutama pada tumor yang masih berukuran kecil dan belum menyebar ke kelenjar getah bening di leher. Radioterapi juga dapat menjadi pilihan bagi pasien yang tidak dapat menjalani kemoterapi.
- Dikombinasikan dengan kemoterapi (kemoradioterapi) untuk menangani tumor yang lebih besar atau kanker yang telah menyebar ke kelenjar getah bening di leher. Kombinasi kedua terapi ini sering menjadi salah satu pendekatan utama dalam pengobatan kanker nasofaring.
- Setelah kemoterapi, terutama jika kanker telah tumbuh ke jaringan atau struktur di sekitar nasofaring dan/atau telah menyebar ke kelenjar getah bening di leher. Pada pasien yang menunjukkan respons baik terhadap kemoterapi, kemoradioterapi lanjutan dapat membantu meningkatkan hasil pengobatan dan harapan hidup.
- Untuk membantu meredakan gejala kanker stadium lanjut, seperti nyeri, perdarahan, atau kesulitan menelan. Dalam kondisi ini, radioterapi berperan sebagai terapi paliatif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
- Untuk menangani kanker yang kambuh (rekurensi) setelah pengobatan sebelumnya. Radioterapi dapat menjadi salah satu pilihan terapi tergantung lokasi dan luas kekambuhan kanker.
Pada kanker nasofaring, radioterapi biasanya tidak hanya diarahkan ke tumor utama di area nasofaring, tetapi juga ke kelenjar getah bening di sekitar leher. Hal ini dilakukan karena sel kanker dapat menyebar ke kelenjar getah bening meskipun belum terlihat membesar atau menunjukkan kelainan pada pemeriksaan fisik maupun pencitraan.
Jika telah terbukti terdapat penyebaran kanker ke kelenjar getah bening, dokter biasanya akan memberikan dosis radiasi yang lebih tinggi pada area tersebut untuk membantu mengendalikan pertumbuhan sel kanker secara optimal.
Jenis radioterapi untuk kanker nasofaring
Terdapat beberapa jenis radioterapi yang dapat digunakan untuk mengobati kanker nasofaring. Namun, radioterapi eksternal (External Beam Radiation Therapy/EBRT) merupakan metode yang paling sering digunakan. Dalam kondisi tertentu, dokter juga dapat mempertimbangkan radioterapi intraoperatif (IORT) atau brakiterapi.
1. Radioterapi Eksternal (External Beam Radiation Therapy/EBRT)

Radioterapi eksternal adalah metode yang menggunakan sinar-X berenergi tinggi yang diarahkan ke tumor dari mesin yang berada di luar tubuh pasien.
Prosedurnya mirip dengan pemeriksaan rontgen, tetapi menggunakan dosis radiasi yang lebih besar dan diarahkan secara lebih presisi ke area kanker. Selama terapi berlangsung, pasien tidak akan merasakan nyeri dan mesin tidak akan menyentuh tubuh. Setiap sesi penyinaran umumnya hanya berlangsung beberapa menit, meskipun proses persiapan dan penentuan posisi pasien biasanya membutuhkan waktu lebih lama.
Sebelum memulai terapi, pasien dapat dibuatkan masker khusus yang menutupi area kepala dan leher. Masker ini berfungsi menjaga posisi kepala, leher, dan bahu tetap sama pada setiap sesi radioterapi sehingga penyinaran dapat dilakukan secara lebih akurat. Beberapa pasien mungkin merasa sedikit tidak nyaman atau terkurung saat menggunakan masker tersebut, sehingga dokter dapat memberikan penyesuaian atau obat penenang ringan bila diperlukan.
Pada beberapa kasus, pasien juga dapat menggunakan alat penyangga gigitan yang ditempatkan di dalam mulut selama prosedur berlangsung untuk membantu mempertahankan posisi yang tepat selama penyinaran.
2. Radioterapi Intraoperatif (Intraoperative Radiation Therapy/IORT)
Dalam kasus tertentu yang jarang terjadi, dokter dapat menggunakan radioterapi intraoperatif atau IORT untuk mengobati kanker nasofaring. Prosedur ini umumnya hanya tersedia di rumah sakit yang memiliki fasilitas dan pengalaman khusus dalam penanganan kanker.
IORT diberikan saat operasi berlangsung, setelah dokter mengangkat sebanyak mungkin jaringan tumor. Setelah itu, radiasi dosis tinggi yang terfokus akan diberikan langsung ke area bekas tumor untuk membantu menghancurkan sel kanker yang mungkin masih tersisa.
Setelah menjalani IORT, pasien juga dapat memperoleh radioterapi eksternal tambahan guna meningkatkan efektivitas pengobatan. Namun, tidak semua pasien dapat menjalani prosedur ini. Dokter akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi kesehatan secara keseluruhan, riwayat radioterapi sebelumnya, keberhasilan operasi pengangkatan tumor, serta fungsi organ-organ penting seperti kemampuan menelan dan bernapas.
Karena prosedurnya cukup kompleks, IORT hanya digunakan pada kondisi tertentu dan untuk pasien yang memenuhi kriteria khusus.
3. Brakiterapi
Brakiterapi, atau radioterapi internal, merupakan metode pemberian radiasi dengan menempatkan sumber radiasi langsung di dalam atau sangat dekat dengan lokasi kanker.
Pada prosedur ini, batang atau kawat logam yang sangat tipis dan mengandung bahan radioaktif ditempatkan di area target. Karena radiasi hanya menjangkau jarak yang pendek, terapi dapat menghancurkan sel kanker secara efektif sekaligus meminimalkan kerusakan pada jaringan sehat di sekitarnya.
Brakiterapi tidak umum digunakan sebagai pengobatan awal kanker nasofaring. Metode ini lebih sering dipertimbangkan apabila kanker muncul kembali setelah pengobatan atau tidak hilang sepenuhnya setelah kemoradioterapi. Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat mengombinasikan brakiterapi dengan radioterapi eksternal untuk mendapatkan hasil terapi yang lebih optimal.
Dokter ahli kanker nasofaring dan radioterapi di RS Mandaya Royal Puri
Berikut ini adalah dokter ahli kanker nasofaring dan radioterapi di RS Mandaya Royal Puri:
1. dr. Handoko Nugroho Yossarsongko, Sp.THT-KL, MKes

dr. Handoko Nugroho Yossarsongko, Sp.THT-KL, M.Kes merupakan dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala dan Leher (THT-KL) yang aktif tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis THT Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL) serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Beliau menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Kristen Indonesia (UKI) sebelum melanjutkan pendidikan magister di bidang Biomedical Sciences dan program spesialis THT-KL di Universitas Hasanuddin.
Dalam praktiknya, dr. Handoko menangani berbagai keluhan dan penyakit pada telinga, hidung, dan tenggorokan. Beliau juga memiliki kompetensi dalam Functional Endoscopic Sinus Surgery (FESS), yaitu prosedur bedah sinus dengan teknik endoskopi minimal invasif, serta berbagai tindakan medis lainnya yang berkaitan dengan kesehatan area THT dan kepala leher.
dr. Handoko Nugroho Yossarsongko, Sp.THT-KL, MKes bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 18.00 – 20.00 WIB
- Kamis: 18.00 – 20.00 WIB
- Sabtu: 14.00 – 19.00 WIB.
2. Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, Sp.Onk.Rad (K)

Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, Sp.Onk.Rad (K) merupakan dokter spesialis onkologi radiasi konsultan yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang radioterapi dan penanganan kanker. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Indonesia pada tahun 1980, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis radiologi di universitas yang sama dan lulus pada tahun 1987.
Untuk mengembangkan keahliannya di bidang onkologi radiasi, Prof. Soehartati mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan lanjutan, termasuk di Strahlentherapie Abteilung Wilhelm-Westfälischen Universität Münster, Jerman. Beliau juga memperoleh gelar Doktor Ilmu Kedokteran melalui program kerja sama antara Universitas Indonesia dan AKH Vienna, Austria, pada tahun 1998.
Di samping aktivitas klinis, Prof. Soehartati aktif dalam kegiatan akademik dan penelitian. Beliau secara konsisten mengikuti berbagai pelatihan dan forum ilmiah internasional, termasuk Workshop Indonesia-IAEA Radiation Medicine serta ESTRO Evidence-Based Radiation Oncology Course pada tahun 2023. Pengalaman yang luas di bidang onkologi radiasi menjadikan beliau salah satu dokter yang berperan penting dalam pengembangan layanan radioterapi di Indonesia.
Prof. Dr. dr. Soehartati A. Gondhowiardjo, Sp.Onk.Rad (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Rabu: by appointment.
3. dr. Novina Fortunata, Sp.Onk.Rad

dr. Novina Fortunata, Sp.Onk.Rad adalah dokter spesialis onkologi radiasi yang memberikan layanan penanganan kanker dengan terapi radiasi di RS Mandaya Royal Puri. Beliau menempuh pendidikan dokter umum di Universitas Airlangga sebelum melanjutkan pendidikan spesialis Onkologi Radiasi di Universitas Indonesia.
Sebagai bagian dari komitmennya dalam memberikan pelayanan yang optimal, dr. Novina aktif mengikuti berbagai seminar, webinar, dan pelatihan ilmiah untuk memperbarui wawasan mengenai perkembangan terapi kanker. Beberapa kegiatan yang pernah diikutinya meliputi The 3rd Jakarta Annual Collaborative Cancer Meeting (JACCM) 2022, FARO Webinar Series, serta program Continuing Medical Education (CME) dari Indonesian Radiation Oncology Society (IROS).
Dengan bekal pengetahuan yang terus diperbarui, dr. Novina berupaya menghadirkan terapi radiasi yang sesuai dengan perkembangan teknologi modern dan kebutuhan masing-masing pasien.
dr. Novina Fortunata, Sp.Onk.Rad bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 08.00 – 16.00 WIB
- Selasa: 08.00 – 16.00 WIB
- Rabu: 08.00 – 16.00 WIB
- Kamis: 08.00 – 16.00 WIB
- Jumat: 08.00 – 16.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 13.00 WIB.
4. dr. Riyan Apriantoni, Sp.Onk.Rad

dr. Riyan Apriantoni, Sp.Onk.Rad merupakan dokter spesialis onkologi radiasi yang berpengalaman dalam penerapan berbagai teknik radioterapi modern untuk penanganan kanker. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Sriwijaya dan kemudian melanjutkan pendidikan spesialis Onkologi Radiasi di Universitas Indonesia.
Dalam praktik sehari-hari, dr. Riyan menangani pasien dengan memanfaatkan teknologi radioterapi presisi tinggi, termasuk Stereotactic Radiosurgery (SRS) dan Stereotactic Body Radiation Therapy (SBRT). Teknologi tersebut memungkinkan radiasi diberikan secara sangat terarah ke area tumor dengan tingkat akurasi yang tinggi, sehingga membantu mengurangi paparan pada jaringan sehat di sekitarnya.
Selain menguasai teknik SRS dan SBRT, beliau juga berpengalaman melakukan brakiterapi serta berbagai metode radioterapi lainnya yang disesuaikan dengan kondisi klinis setiap pasien. Dengan pendekatan yang mengutamakan keamanan dan efektivitas pengobatan, dr. Riyan berkomitmen memberikan layanan kanker yang mengacu pada standar terapi terkini.
dr. Riyan Apriantoni, Sp.Onk.Rad bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 17.00 – 20.00 WIB
- Selasa: 17.00 – 20.00 WIB
- Rabu: 17.00 – 20.00 WIB
- Kamis: 17.00 – 20.00 WIB
- Jumat: 17.00 – 20.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

